Pengalaman pertama mengajar di SD

Berkat hobi mengutak-atik software FOSS ini, beberapa kali saya diundang untuk mengisi acara-acara yang berhubungan dengan software yang saya gunakan, tapi belum pernah saya diajak menjadi tenaga pengajar, sampai Kang Yahyo (Riyogarta) salah satu aktifis opensource mengajak saya mengajar di sekolah anaknya.

Pertama, saya tidak yakin apa saya bisa melakukannya, tapi kang Yahyo terus meyakinkan saya, hingga akhirnya saya mencoba untuk mengirim surat lamaran ke sekolah Tanah Tingal di Ciputat, dan saya pun masuk dalam seleksi guru pengajar ekskul.

14232417_10209144575644106_4805310141128216215_n

Walaupun begitu saya masih belum yakin dengan kemampuan saya, hingga beberapa teman pun memberikan semangat agar saya terus mencobanya 🙂

Akhirnya saya pun mengajar, pada pertemuan pertama saya sangat nervous dan panik, karena semua anak-anak sekolah dasar itu sangat aktif dan luarbiasa banyak bertanya ! sementara saya masih berusaha bersikap perfeksionis agar semua materi pelajaran yang sudah saya siapkan bisa dimengerti oleh semua anak-anak 😮

foto6

Pada beberapa pertemuan berikutnya saya masih kewalahan dan panik, hingga pernah terbesit pikiran untuk berhenti, karena toh ini hanya ekskul saja, dan saya tidak memiliki keterikatan dengan pihak sekolah, saya bisa berhenti kapan saya mau 😐

Tapi walaupun demikian, saya tetap terus mencoba mengajar, hingga akhirnya sampai pada bulan kedua saya mulai merasa tenang dan bisa mengontrol kelas, tidak disangka kalau saya bisa menikmati menjadi guru untuk anak-anak SD 😀

Ternyata perasaan tenang yang saya rasakan pada saat di kelas itu berasal dari saya sendiri, jika saya membuang sikap perfeksionis dan mencoba menikmati proses belajar tersebut maka saya bisa merasakan ada hubungan antara saya dan anak-anak,

lucu juga anak-anak ini, selain pintar mereka juga cepat menerima materi, yang jadi tantangan buat saya adalah agar mereka bisa mengerti kenapa ilmu yang saya ajarkan ini bisa berguna untuk mereka nantinya 😛

foto3

Pada akhirnya toh saya bisa memahami bahwa proses belajar bukan tentang siapa yang mengajar atau apa yang diajarkan, tapi lebih dari itu, karena kita tidak tahu apa anak-anak itu akan bisa mengingat apa yang pernah kita ajarkan,

Tapi yang terpenting adalah semangat dalam memperoleh ilmu tersebut, proses yang harus dilalui tidak mudah dan butuh kesabaran, oleh karena itu hasilnya akan terasa manis dikemudian hari nanti.

InsyaAllah saya akan mencoba terus mengajar setidaknya sampai akhir tahun ini 🙂

dan untuk yang tertarik dengan materi yang saya ajarkan bisa mengunduhnya di link di bawah ini, disitu terdapat materi Gimp yang sudah saya berikan kepada anak-anak.

dan bulan depan saya berencana untuk mulai materi baru yaitu Inkscape 😉

Materi Ekskul Desain Grafis dengan Gimp

 

 

Advertisements

25 tahun Linux

karena hari ini adalah hari ultah Linux ke 25, saya mau cerita sedikit kenapa saya sampai jadi salah satu pengguna linux dan mengapa saya tetap menggunakannya sampai saat ini,

Sebenarnya sejak era 90an, terutama setelah PC mulai mewabah, saya sangat suka mengutak-atik komputer, walaupun baru sebatas untuk game dan membuat cheat kecil-kecilan, setidaknya pada saat itu saya sudah punya visi bahwa komputer akan berperan banyak di masa depan.

Jadi sayapun mulai belajar bahasa komputer, pada masa itu sudah mulai berkembang HTML, Java dan PHP, agak sulit belajar pada saat itu karena koneksi internet masih belum sebagus saat ini, jadi kita hanya bisa mengandalkan dari buku-buku import atau bajakan yang berhasil diselundupkan.

Salah satu keberhasilan saya dalam mengutak-atik bahasa komputer adalah pada saat kuliah, dimana saya membuat program untuk greenhouse, semacam fuzzy logic, walau tidak canggih tapi cukup bisa menjadi prototype yang bisa digunakan sebagai laporan praktikum, juga kemudian saya membuat program untuk mengatur distribusi udara pada greenhouse, well not bad at all.

tapi pada tahun 2000 saya mulai berhenti menggunakan komputer, dan selama satu dekade saya sama sekali tidak mengikuti perkembangan teknologi komputer, masa itu adalah masa kegelapan bagi saya, saya kehilangan masa-masa kehebohan internet seperti friendster, blog, dkk. tapi setidaknya saya pernah mendengar tentang open source, terutama pada saat kedatangan Richard Stallman ke Jakarta.

kemudian saya mulai terkoneksi dengan dunia luar kembali pada tahun 2010, pada saat itu saya berusaha mengejar ketinggalan saya, mulai dari eksis di blog ini, kemudian twitter, facebook, dkk. sampai saya mulai mencoba menggunakan Open Source OS pertama saya yaitu Ubuntu versi 10.04

Dan juga pada tahun itu saya pertama kali mencoba software image editing yaitu GIMP, yang saat itu masih versi 2.6

Setelah mencoba beberapa software Free and Open Source, saya paham filsafat dari FOSS bahwa komunitas ini berjalan dengan kontribusi dari setiap penggunanya, jadi saya selalu berusaha “membayar” biaya software tersebut dengan berbagaimacam cara ; membuat tutorial, membantu teman-teman komunitas, memberikan sumbangan, dkk.

Jadi FOSS is actually not free at all, we need to pay something in order to be able to use it.

Kalau Linux berulang tahun ke 25, maka tahun ini adalah tahun ke-6 saya menjadi pengguna open source, dan saya merasa sangat beruntung bisa bergabung dengan komunitas open source yang sangat ramah dan helpful, I made a lot of friends 🙂

Kini usaha kecil kami telah 100% menggunakan FOSS, dan terlebih lagi cita-cita saya untuk menjadi Digital Artist dapat tercapai berkat software FOSS yang sangat keren seperti GIMP, Inkscape, MyPaint dan Krita, suatu hal yang mustahil saya lakukan jika saya masih menggunakan software proprietary 🙂

Thank you Linux, Thank you GNU/Linux, Thank you FOSS

Fossy and Linux

 

 

 

Indomie dan Potato Chips Chicken Fillet

Sesekali saya posting tentang masakan yang saya buat ya 😀

Pada akhir pekan ini saya membuat dua masakan hasil modifikasi dari dua jenis makanan yang populer dan mudah diperoleh yaitu Indomie dan Potato Chips.

resep pertama yaitu “Potato Chips crusted chicken fillet” atau “Fillet Ayam berbalut keripik kentang” adalah sebagai berikut :

IMG_20160326_191819

  • 1/2 kg dada ayam, bersihkan dan iris tipis, lumuri dengan garam dan merica
  • 1 bungkus keripik kentang “Happy Tos”, hancurkan sampai halus
  • 1 butir telur
  • tepung terigu
  • minyak goreng untuk memasak

PhotoGrid_1458994111644

Cara pembuatan :

  • gulingkan potongan ayam pada terigu
  • kocok telur, satu per satu masukkan potongan ayam,
  • gulingkan ayam pada keripik kentang “Happy Tos”
  • goreng ayam sampai kekuningan, tiriskan

Resep kedua yaitu “Indomie crusted chicken fillet”,

20160327_173854

bahan-bahannya adalah :

  • 1/2 kg dada ayam, bersihkan dan iris tipis, lumuri dengan garam dan merica
  • 2 bungkus indomie rasa apa saja, hancurkan
  • tepung terigu
  • minyak goreng untuk memasak

Cara pembuatan :

PhotoGrid_1459075593671

  • gulingkan potongan ayam pada terigu
  • ambil segelas terigu, beri air dan aduk sampai kental, masukkan bumbu indomie
  • masukkan potongan ayam pada adonan terigu, aduk sampai rata
  • ambil potongan ayam dan gulingkan pada indomie yang sudah hancur
  • goreng ayam sampai kekuningan, tiriskan

Jadi kesimpulan dari kedua masakan ini :

  1. masakan ini sangat mudah dibuat hingga cocok untuk masakan keluarga, juga bahan2nya sangat mudah diperoleh,
  2. dari kedua masakan ini, dua-duanya sangat disukai, ayam happy tos itu memiliki rasa yang unik, sedangkan ayam indomie itu sangat crunchy
  3. sebaiknya makan dengan saus sambal atau mayonaise
  4. untuk indomie, mie bisa diganti dengan mie telur jika tidak ingin menggunakan indomie
  5. resep asli dari ayam happy tos itu sebenarnya menggunakan “Nachos” namun karena sulit dicari disini jadi saya ganti dengan Happy Tos.
  6. makanan ini sangat adiktif, jadi sebaiknya dimasak dalam porsi banyak karena sangat cepat habis B-)

demikian, semoga resep ini bermanfaat 🙂

 

Gimp for Kids 2 : ANIMATION !

alhamdulillah,

akhirnya buku Gimp untuk Anak versi kedua telah selesai, pada buku kedua ini khusus untuk membahas tentang cara pembuatan animasi sederhana dengan Gimp yang menggunakan format .gif

seperti biasa, maskot Fossy si kucing linux tetap akan muncul pada setiap halaman di buku ini.

page1

Buku kedua ini adalah lanjutan dari buku sebelumnya, jadi sebaiknya untuk yang ingin menggunakan buku ini telah menyelesaikan latihan-latihan pada buku pertama : Gimp For Kids 1

dan tentu saja setiap pemakai buku ini harus menginstall software Gimp pada komputer PC/laptop

Demikian ebook sederhana ini, semoga bermanfaat !

sticker6

untuk semua gambar latihan dan piagam, dapat diunduh dengan cara klik  pada gambar di galery, klik mouse kanan , open image in new tab dan save image

selamat mengunduh ! 😀

Catatan :

Jika komputer/laptop yang anda gunakan memakai monitor yang berukuran kecil, agar animasi dapat terlihat baik maka ubah ukuran image dengan perintah di menu Gimp : Image – Scale Image

Gimp_Book_For_Kids_animation

Efek Garis Linear Abstrak dengan Inkscape

Sudah lama saya tidak membuat tutorial tentang Inkscape, berikut adalah tutorial sederhana dengan menggunakan fitur Path untuk membuat efek garis abstrak yang keren yang dapat digunakan untuk berbagai desain seperti banner atau lainnya ;

Path_Lines

Pertama, setelah membuka inkscape, pilih Bezier Curves Tool, dan buat tiga titik seperti berikut ini, setelah selesai klik Enter ;

Screenshot from 2015-08-14 10:22:49

Pilih Edit Path by Nodes Tool, select semua nodes dengan menahan Shift dan klik pada ketiga nodes itu, kemudian pada bagian atas toolbox pilih “Autosmooth” untuk membuat kurva yang melengkung ;

Screenshot from 2015-08-14 10:23:39

Buat duplikat dari garis kurva ini dengan Ctrl + D, kemudian geser ke sebelah kanan seperti berikut ;

Screenshot from 2015-08-14 10:24:31

Select kedua kurva itu, pada menu pilih Path – Combine ,

Path-Combine

kemudian Path – Path Effect untuk membuka Path editor

Path_effect_editor

Pada drop-down menu atau pada tombol “+” pilih Stich Sub-Path effect,

Path_effect_stich

Pada Number of Paths , ubah jumlah garis menjadi 30 atau 50, kemudian klik pada Stich Path ; Edit on-canvas untuk mengaktifkan nodes pada Path agar kita dapat mengubah bentuk kurva pada garis tersebut ;

Path_editoncanvas

Ubah bentuk kurva garis sesuai dengan yang diinginkan dengan menarik kedua nodes :

Path_editpathnodes

Jika telah selesai mengedit bentuk garis, pada menu pilih Path – Object to Path

Path_objecttoPath

dan Path – Stroke to Path

Path_strokePath

Pilih Arrow Tool (Select Tool) untuk menseleksi garis kurva tersebut, Garis yang telah selesai dapat diberikan efek gradient warna dengan menggunakan Gradient Tool

path_gradient

Dan kurva abstrak telah selesai ! demikian tutorial sederhana ini, semoga bermanfaat ^^

Photo editing with Gimp

photoediting1

Saat ini sudah banyak aplikasi untuk mengedit foto secara instant, memang aplikasi itu memudahkan kita untuk mendapatkan gambar yang menarik, namun pilihan saya tetap menggunakan Gimp untuk mengedit gambar, dan berikut beberapa hal yang sudah biasa saya lakukan dengan Gimp ;

Crop Tool

Fungsi dari Crop Tool bukan sekedar menghilangkan bagian dari gambar yang tidak diinginkan, tapi juga untuk memberikan posisi gambar yang lebih menarik dan proporsional, pada fitur Crop Tool terdapat pilihan bantuan “Garis Bantu” atau “Guide Lines”, dari sekian banyak pilihan tersebut, saya tetap berpatokan pada “Rule of The Thirds” yang merupakan konsep sederhana namun tetap powerful

1_guide_croptool

 

 

8_guide_croptool

 

 

Curves Tool

Ada banyak pilihan untuk memanipulasi warna pada Gimp, dan pilihan favorit saya adalah Curves Tool, mengapa ? karena Curves Tool sangat mudah digunakan dan memberikan hasil yang luarbiasa. Curves Tool terdapat pada : Menu – Colors – Curves , metode yang sering saya lakukan adalah membentuk kurva “S” pada Curves Tool untuk memberikan gambar yang lebih tajam dan kontras :

9_curvesS

 

Namun setelah mempelajari fungsi dari Curves Tool ini, terdapat tiga Channel : Red, Green dan Blue, maka cara paling sederhana untuk mengubah warna pada gambar adalah dengan mengubah kurva pada masing-masing channel tersebut, kita akan memulai pada gambar yang belum diedit berikut ini :

2_noneditpic

Buka Curves Tool, ubah ke channel Red, dan ubah kurvanya menjadi bentuk “S”

4_redcurve

ubah ke channel Green dan ubah kurva menjadi bentuk “S” yang agak lebih kecil dari ukuran kurva channel Red.

5_greencurve

ubah ke channel Blue, dan ubah kurva menjadi bentuk “S” terbalik

6_bluecurve

ubah ke channel Value, dan turunkan kurva sedikit ke bawah

7_valuecurve

 

dan berikut adalah hasil akhirnya :

3_editpic

 

Hasil akhir ini memiliki warna yang lebih hangat dan bernuansa, cara modifikasi channel warna ini bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi awal foto, namun prinsip yang harus diingat adalah : Jangan berlebihan, karena terlalu banyak modifikasi warna akan membuat gambar menjadi tidak wajar.

berikut beberapa hasil editing gambar dengan menggunakan metode yang sama :

photoediting6

 

photoediting3

Demikianlah tutorial sederhana tentang editing foto, semoga bermanfaat ! 😉

sumber : http://docs.gimp.org/2.8/en/gimp-tool-curves.html

Gimp Book for Kids

Alhamdulillah,

 

akhirnya saya berhasil menulis kembali ebook terbaru : Belajar Gimp untuk anak-anak

cover

 

Dengan Fossy si Kucing Linux sebagai instrukturnya 🙂

fossy3

Ebook ini ditujukan untuk anak-anak diusia dini (sekitar 4 tahun) dengan dilengkapi latihan-latihan yang dapat diprint,

Instruksi di dalam ebook ini segaja saya buat dengan sangat sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak diusia dini, dan tentunya hanya beberapa fungsi dari Gimp yang saya gunakan dalam ebook ini,

contoh latihan :

latihan3_1

 

Demikian ebook ini saya sampaikan,

dan tentunya saya akan mempersiapkan ebook-ebook lain yang ditujukan untuk memperkenalkan software free and open source kepada anak-anak 😀

(untuk latihan, dapat diunduh dengan cara klik  pada gambar di galery, klik mouse kanan dan save image)

Selamat mengunduh ! 🙂

Gimp_for_kids