Bosnia, Emerald dari Balkan

setelah saya membaca artikel tulisan Asma Nadia tentang kunjungannya ke Bosnia, dan beliau bilang dia sudah traveling ke 60 negara dan sangat terkesan pada Bosnia, saya bersyukur bahwa saya tidak perlu membuang waktu saya traveling ke negara sebanyak itu sebelum ke Bosnia, dan Bosnia ini adalah rangkuman dari kunjungan saya ke negri Balkan itu.

saya sebenarnya orang yang anti-traveling, buat saya traveling itu hanya membuang-buang waktu saja, dan saya lebih suka tiduran dirumah sambil baca buku dengan kucing-kucing, jadi kalaupun saya bertraveling itu maka karena saya punya alasan yang sangat kuat untuk menyeret badan saya keluar dari rumah.

dan Bosnia adalah alasan terbaik untuk saya bertraveling, sebulan sebelum memasuki bulan puasa, kami diundang oleh kawan lama kami yang bekerja di kedutaan Indonesia di Bosnia untuk berkunjung ke Bosnia, setelah melakukan persiapan yang matang, kami berangkat bersepuluh orang ke negri Balkan itu. selain Bosnia sebenarnya ada beberapa negara Balkan lainnya yang juga kami kunjungi tapi Bosnia adalah tujuan utama kami

Pertama kami tiba di Ibukota Sarajevo, saya sangat terkesan pada airport yang kecil, sepi dan bersih, saya lihat di papan schedule flight ternyata dalam sehari cuma ada sekitar sepuluh penerbangan ke kota ini, jadi untuk saya hal ini sangat menyenangkan bisa menikmati airport yang sepi setelah sering tiba di airport yang sangat crowded.

Hari pertama kami langsung mengunjungi pusat kota Sarajevo ; Bascarsija, saya sangat terkesan pada suasana pusat kota yang memiliki ambience historik, terutama terdapat beberapa minaret bergaya arsitektur turki Ottoman, pengalaman di pusat kota Sarajevo sangat sulit dilupakan, apalagi kami bisa menikmati makanan halal fast food khas Bosnia ; Cepavi (sejenis roti kebab) dan dessert khas Bosnia yang tidak terlupakan yaitu Trilece, juga kopi Bosnia yang kental dan pahit.

DSC03318

Hari kedua kami berangkat ke daerah pegunungan dekat Sarajevo, ternyata disitu terdapat taman nasional yang menjadi sumber mata air untuk kota Sarajevo, saya sudah pernah mencoba minum dari tap water di negri eropa tapi tap water di Bosnia ini sungguh menyegarkan karena berasal dari sumber mata air yang paling jernih dan paling segar yang pernah saya rasakan.

DSC03522

kemudian kami mengunjungi kota Konjic, dimana terdapat jembatan yang dibangun pada masa kekhalifahan Ottoman, jembatan Konjic adalah cirikhas dari kota ini, sayang kami hanya mampir sebentar, mudah-mudahan saya bisa kembali dan meluangkan waktu lebih lama di kota ini.

Konjic

namun kota pusat pariwisata dari Bosnia adalah Mostar, karena kota ini bukan saja sangat luar biasa indah tidak terungkapkan oleh kata-kata, juga karena jembatan khas Ottoman yang melengkung tinggi : “Arch Bridge of Mostar” yang sangat terkenal ini, sulit membayangkan saat Perang Bosnia di tahun 90an menghancurkan jembatan ini sampai habis total, dan akhirnya negri ini bisa bangkit dan membangun kembali jembatan bersejarah itu sesuai dengan desain awalnya berdasarkan blue print aslinya.

Jika berkunjung ke Mostar, ada satu Mesjid di dekat jembatan Mostar itu yang minaret-nya bisa dinaiki, dan dari atas minaret itu kita bisa melihat seluruh pemandangan kota Mostar yang indah, namun menaiki minaret tidaklah mudah karena tangganya sangat banyak jadi harus menyiapkan stamina yang baik agar tidak letih sampai diatas minaret ini

Ada satu kota kecil yang memiliki sejarah mulai dari masa romawi yaitu Pociteli, dimana terdapat sisa-sisa benteng dan juga mesjid berarsitektur Ottoman yang masih berfungsi untuk kegiatan ibadah.

salah satu Kota yang unik adalah Blagaj, dimana terdapat sungai yang sangat jernih, ditempat itu sangat cocok untuk mencicipi ikan bakar sungai khas yang selain enak juga tulangnya ternyata bisa ditelan, selain itu kami juga mencicipi steak khas Bosnia yang ukurannya sangat besar dan memiliki tekstur yang mirip seperti daging wagyu.

Bosnia memiliki kota yang digunakan untuk liburan musim dingin yaitu Travnik, namun karena kami datang di saat musim semi jadi kami cukup menikmati pemandangan “negri di atas awan” yang benar di atas awan, pemandangan disekeliling sangat cocok untuk syuting film musikal seperti sound of music.

dan masih ada beberapa tempat yang sangat menarik lainnya, sisa waktu liburan kami habiskan mengunjungki negri balkan seperti Montenegro, Kroasia, Austria dan Hungaria, namun setelah meluangkan waktu di Bosnia, saya merasa menyesal tidak tetap tinggal di Bosnia saja, karena kota-kota lainnya tidak senyaman dan seindah Bosnia.

Travnik

ada beberapa hal kenapa HARUS traveling ke Bosnia :

  1. Bosnia itu indah, compare to other countries in europe, Bosnia is definetely the best ever…..like, seriously
  2. Bosnian people are the warmest and friendliest ever, bahkan kalau mereka tidak bisa bahasa inggris mereka akan tetap ajak kita ngobrol, juga di restoran mereka servis kita dengan sangat baik dan no tips.
  3. all price in Bosnia is the cheapest, bahkan jika dibandingkan dengan europen countries, ongkos di Bosnia itu bisa separuh lebih murah, apalagi di Bosnia bisa minum dari tap water, harga susu dan yogurt yang lebih murah daripada harga mineral water (serius!) juga pilihan makanan yang banyak, enak dan murah.
  4. untuk turis muslim pasti senang dan puas di Bosnia karena semua makanan disini Halal.
  5. Bosnia memiliki sejarah yang panjang, mulai dari masa kekhalifahan Turki Ottoman dan sampai masa peperangan dengan serbia di tahun 90an, jadi kemanapun kita pergi kita akan menemukan kisah sejarah ditiap sudut kota di Bosnia.

Sarajevo

ada beberapa poin yang harus diperhatikan juga jika ingin ke Bosnia :

  1. tidak ada direct filght ke Bosnia, jadi harus cari pesawat yang transit di Turki, Zurich atau kota lainnya yang ada flight ke Sarajevo.
  2. untuk ke Bosnia perlu visa Schengen, jadi memang harus mengurus visa sebelum bisa berkunjung ke Bosnia.

maka alhamdulillah, saya sangat bersyukur pada nikmat traveling ini, ternyata orang yang anti traveling seperti saya bisa menikmati liburan yang memiliki unsur edukasi dan hiburan juga, saya sangat berharap bisa kembali lagi ke Bosnia jika Allah mengizinkan insyaAllah

Mostar1

Advertisements

90 tahun berakhirnya Khilafah terakhir

“If you don’t know history, then you don’t know anything. You are a leaf that doesn’t know it is part of a tree. ”

~ Michael Crichton

3 maret 1924, tepatnya 90 tahun yang lalu, Kemal at-Taturk melalui Majelis Nasional Turki menetapkan penghapusan Khilafah dan pengusiran Khalifah saat itu sekaligus menjadi yang terakhir, Abdul Majid II, ke luar Turki. Dengan demikian berakhirlah sistem Khilafah yang selama ini menyertai umat Islam selama 13 abad.

Berita tentang penghapusan dan pengusiran yang dilakukan oleh Kemal Ataturk ini segera menyebar ke luar Turki dan mengejutkan dunia Islam. Kemudian umat Islam di berbagai belahan dunia memberikan respon dalam berbagai bentuk dan saat itu muncul upaya agar Khilafah dapat tegak kembali.

“Sesungguhnya Khilafah ini bukan milik Turki saja melainkan milik dunia Islam seluruhnya. Ia adalah sebagian dari warisan umat Islam, peninggalan sejarah dan lambang persatuan mereka. Khilafah merupakan pimpinan spritual bangsa-bangsa Islam di segenap penjuru bumi. Khilafah ini telah berlangsung lebih dari seribu tiga ratus tahun” (Muhammad Dhia’uddin ar-Rais)

Di Indonesia pun berita penghapusan Khilafah telah sampai dan mendapat respon dari ulama dan tokoh pergerakan Islam pada saat itu. Pada Mei 1924, dalam kongres Al-Islam II yang diselenggarakan oleh Sarekat Islam dan Muhammaddiyah. Dalam kongres yang diketuai Haji Agus Salim ini diputuskan bahwa untuk meningkatkan persatuan umat Islam maka kongres harus ikut aktif dalam usaha menyelesaikan persoalan Khalifah yang menyangkut kepentingan seluruh umat Islam.

Pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan diselenggarakan Kongres al-Islam Luar Biasa pada tanggal 24-27 Desember 1924 di Surabaya. Kongres ini dihadiri oleh para ulama dan 68 organisasi Islam yang mewakili pimpinan pusat maupun cabang. Ada tiga keputusan yang dihasilkan dari kongres ini :

  • Pertama, wajib hukumnya terlibat dalam perjuangan Khilafah.
  • Kedua, disepakati akan terus didirikan Comite-Chilafaat di seluruh Hindia-Timur (Indonesia).
  • Dan terakhir, diputuskan akan mengirimkan tiga orang utusan sebagai wakil umat Islam di Indonesia ke Kongres di Kairo

“…hendak membantoe dengan segala kekoeatan boedi dan tenaganja semoea ichtiar jang menoedjoe maksoed akan mengirimkan oetoesannja oemmat Islam di Hindia-Timoer, boeat menghadiri Congres Igama Islam, jang diadakan di Cairo goena membitjarakan dan memoetoeskan perkara Chilafat Islam.”

Namun sayang utusan ini gagal diberangkatkan karena kongres di kairo ditunda, selanjutnya nasib Khilafah menjadi tenggelam sejalan dengan pergolakan dunia saat itu yang sedang menuju ke perang dunia kedua.

Dengan berakhirnya Khilafah ini mengubah secara total dunia Islam, belum pernah terjadi sebelumnya umat ini demikian terpecah-pecahnya, dulu setiap umat Islam ternaungi dalam Khilafah, namun dengan hilang Khilafah maka dunia Islam berdiri sendiri terpisah satu sama lainnya.

Untuk memahami perubahan yang terjadi saat ini penting bagi kita untuk mengetahui apa yang menjadi sumber dari semuanya, tidak ada hal yang terjadi tanpa sebab, oleh karena itu kita harus mempelajari tentang sejarah kita sendiri.

 

The Great War, Kesultanan Utsmaniyah dan Sykes-Picot

“Akan datang suatu masa, di mana bangsa-bangsa akan mengeroyok kalian seperti orang-orang rakus memperebutkan makanan di atas meja”

Perang Dunia Pertama, atau World War 1 (pada saat itu disebut The Great War) adalah perang pertama yang melibatkan hampir seluruh negara yang terbentuk menjadi dua aliansi, yang pertama yaitu Inggris, Perancis, Amerika, dkk, dan aliansi kedua adalah Jerman, Khalifiyah Utsmaniyah (Ottoman Empire) dan Austria-Hungaria.

Sebelumnya karena kisah tentang WW1 ini sangat panjang dan saya juga masih mencari referensi lain, maka saya hanya akan menjabarkan poin-poin yang berhubungan dengan keterlibatan Khalifiyah Utsmaniyah pada WW1 ini saja

Jadi pada awalnya Ottoman Empire tidak mau ikut terlibat pada WW1, namun akhirnya Ottoman Empire ikut masuk dalam aliansi bersama Jerman, dan menang pada perang Gallipoli atau Dardanelles Campaign. keterlibatan Ottoman pada perang ini yang merupakan perintah langsung dari Sultan Mehmed VI merupakan perintah Jihad yang sah secara agama yang paling terakhir yang pernah ada – karena setelah itu tidak ada Khalifiyah Islam lagi.

to short a long story,

Setelah kemenangan itu, berbuah petaka bagi Kesultanan Turki, muncul gerakan revolusi yang dipimpin oleh Kemal Attaruk yang mengubah bentuk negara dari kesultanan menjadi republik, dan mengubah dasar negara yang religius menjadi sekuler.

Sementara itu di Timur Tengah yang merupakan kesatuan dalam Kesultanan Utsmaniyah, terpecah-belah berkat revolusi arab yang dipimpin oleh Lawrence of Arabia (T.E. Lawrence) yang merupakan double agent Inggris yang memiliki tujuan terselubung untuk memecah-belah negara-negara arab dengan menjanjikan kemerdekaan dari Kesultanan Turki.

Keberhasilan revolusi arab diikuti dengan perjanjian rahasia, Sykes-Picot Agreement, yang intinya membagi negara-negara arab dalam kontrol negara aliansi antara Inggri, Perancis dan Rusia. Perjanjian Sykes-Picot ini sangat mirip dengan Hadis Nabi SAW diatas yang menjelaskan bahwa negara-negara Islam terbagi-bagi dibawah kontrol oleh negara-negara adidaya saat itu.

Dampak dari WW1 sangat besar, bukan saja kehancuran Khalifiyah terakhir, namun juga perpecahan pada negara-negara Islam yang belum pernah terjadi sebelumnya, kemunculan gerakan Zionist -yang sebenarnya ditentang oleh sebagian dari kaum Yahudi sendiri, karena sebelumnya Yahudi TIDAK pernah punya sejarah memiliki perang atau masalah dengan kaum Islam.

Dan juga akibat perang yang memakan korban sangat banyak ini -terbanyak dalam sejarah umat manusia, hingga memaksa kaum wanita untuk keluar dari rumah untuk mencari nafkah atau ikut membantu dalam peperangan, dan ini menjadi awal dari gerakan feminisme dan kesetaraan gender.

Demikian kisah singkat tentang the Great War, jika ingin mengetahui detailnya bisa digoogle atau dilihat di wikipedia.

MPW00067