Perawatan rambut untuk wanita berhijab

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Al-Ahzab: 59

Sering saya ditanya teman bagaimana buat model kerudung ini dan itu, waduh…salah banget kalau tanya itu sama saya, soalnya saya itu orang yang paling gak modis dan paling gak update soal tren kerudung yang paling “in” ,model jilbab saya pun hampir gak pernah berubah kok ! hihihi….

Bagi saya yang tepenting adalah apakah model hijab itu nyaman atau tidak ? saya gak mau eksperimen model hijab yang aneh gitu….paling gak banget kalau sampe kejadian “Hijab Malfunction” :mrgreen:

Paling saya cuma saran bagi yang mau tahu cara pakai hijab yang ngetren untuk search dengan keywords : Tutorial Hijab di youtube, banyak lho cewek-cewek keren yang buat tutorial hijab, salah satu favorit saya yaitu Hana Tajima (udah tau kan ?)

Tapi buat saya yang terpenting bukan soal model apa jilbabnya….tapi apa yang dibalik jilbabnya itu

Ya rambut dong ! tentu saja, nah bagaimana cara merawat rambut berjilbab itu justru yang sering kita abaikan ! demi biar kelihatan modis en ngetren eh malah rambut ga dirawat ! padahal kan tujuan berjilbab untuk menutupi yang indah itu…..bukan untuk menutupi sesuatu yang jelek, wihihi :mrgreen:

Merawat rambut berjilbab sebetulnya gak susah kok, asal rutin aja dan perlu diketahui bahwa kondisi alam dinegri kita dengan tingkat humidity /kelembapan yang tinggi sering menimbulkan penyakit kulit, terutama juga pada kulit rambut. saya pernah konsul ke dokter kulit, dan menurut dia untuk rambut yang berjilbab itu perlu diingat :

  • Jangan pakai jilbab yang bahannya terlalu tebal, ketat, atau mengikat rambut kepala terlalu kencang.
  • Jangan seharian memakai jilbab, maksimal 8 jam, atau setidaknya luangkan sedikit waktu untuk melepas jilbab agar pori-pori kulit kepala bisa bernafas.
  • Perawatan rambut seperti cream bath, hair spa atau masker rambut harus rutin dilakukan, terutama saat rambut sedang mengalami kerontokan yang banyak.
  • Jangan pernah, sekali-kali menggunakan jilbab saat rambut masih basah ! it’s a big no-no ! bisa banyak masalah seperti rambut rontok dan timbul penyakit kulit kepala seperti ketombean.

Dulu waktu belum ada salon khusus wanita, saya biasanya melakukan perawatan rambut dirumah saja, kebiasaan ini masih berlanjut sampai sekarang, untungnya selain lebih hemat juga tidak buang-buang waktu ke salon.

Bahkan teman saya ada yang saking hebohnya soal perawatan rambut ini, sampai mendatangkan orang salon ke rumah secara rutin, ya gak masalah sih untuk orang yang kelebihan duit ya :p

Oh ya, saya paling anti dengan dalaman ninja, menurut saya dalaman ninja itu terlalu ketat dan tidak memberikan rongga untuk rambut, jadi saya lebih memilih memakai hairband sebagai dalaman kerudung saya.

Jadi begitu, untuk para Hijaber kita sudah sangat beruntung saat ini Hijab sudah tidak “aneh” lagi seperti beberapa dekade sebelumnya, dan mudah-mudahan dibalik hijab itu tersembunyi mahkota rambut yang jauh lebih indah dari hijabnya yang hanya diperuntukkan bagi muhrim kita, amin 🙂

Last but not least, ini adalah tutorial hijab favorit saya, walau tidak sekeren Hana Tajima, tapi menurut saya model hijab ini sangat simpel, sederhana tapi cukup modis 🙂

Loosing Faith

Sekali lagi saya menemukan orang yg saya kenal membuka jilbabnya……….

Entah mengapa semakin hari semakin banyak saya menemukan perempuan2 yg tidak sungkan membuka jilbabnya, dan saat saya tanya apakah mereka merasa sedih dan gundah dengan keputusannya itu ? ternyata tidak, justru mereka merasa lega dengan keputusannya tersebut, sama leganya saat mereka mengambil keputusan untuk memakai jilbab dulunya.

Lalu jika sekarang melepas jilbab, mengapa dulu mau memakai jilbab ? apakah yang dinamakan “Hidayah” itu bisa hilang ? apakah mereka lupa hukum2 agama tentang menutup aurat bagi wanita ?

Banyak pertanyaan yang melintas dikepala saya, bukannya saya ingin mencela wanita2 yang mengambil keputusan radikal tersebut, namun karena ingin tahu apa sebenarnya yang menyebabkan mereka melakukan hal itu, apa yang mendorong mereka hingga kembali membuka auratnya dan melupakan bahwa ada hitungan dosa dibalik hal tersebut.

Salah satu dari mereka mengaku bahwa sudah tidak tahan dengan kelakuan orang2 yg kelihatannya sangat alim namun senantiasa berbuat maksiat, hypocrisy, atau munafik lebih tepatnya, sayangnya orang2 semacam ini jumlahnya semakin hari semakin banyak, rasanya karena alasan sepele ini harusnya tidak membuat seorang wanita muslimah menanggalkan hijabnya.

Ada juga yang mengaku bahwa hidup terlalu keras mengujinya, untuk alasan yang satu ini saya sulit untuk mengelak, karena yang saya pahami bahwa ujian adalah datangnya dari Tuhan, dan apapun bentuk ujian tersebut sudah ditakar sesuai dengan kemampuannya masing2, Tuhan tidak akan menurunkan ujian tanpa suatu alasan, everything happens for a reason, and a reason is to make us wiser and stronger.

Sebagai perempuan yang sampai saat ini alhamdulilah masih mengenakan hijabnya, saya sangat sedih jika mendengar cerita tentang wanita yang melepaskan hijabnya, seharusnya kita perlu merangkul mereka, bukannya menjauh dari mereka, dan menerima mereka apa adanya.

My heart goes with them…… May God show them a way, and the way is back to Him only…………..

and I shed my tears………