Happily ever after ~ idaman setiap istri bawel

“kenapa ya sekarang suami saya sudah gak perhatian lagi ?”

“Sudah sering dia lupa sama hari jadian kami, hari perkawinan dan bahkan ultah saya !”

“Suami saya kalau di rumah kerjaannya nonton melulu, tidak pernah ngebantuin, malah bikin berantakan rumah terus.”

“Saya sudah gak pernah dipuji lagi sama suami, payah deh punya laki gak romantis!”

Begitulah komentar yang sering saya dengar dari berbagaimacam istri dari lingkungan saya, tidak perlu saya beritahu siapa saja mereka itu, namun yang pasti istri-istri bawel seperti ini jumlahnya sangat banyak dan tidak tertutup kemungkinan saya bisa termasuk dalam spesies ini, bahkan anda yang sedang membaca artikel ini pun bisa saja merupakan istri bawel juga.

mengapa saya kali ini hanya menyorot tentang masalah istri bawel ? hai ! apakah lelaki tidak ada yang bawel juga ? ya, mereka banyak yang nakal lho, suka selingkuh dan ada juga yang main kasar dengan istrinya. namun maaf kali ini saya membatasi topik ini khusus untuk para istri-istri bawel.

Begini, pada zaman dahulu kala, Tuhan menciptakan Adam dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan kekurangannya itu dilengkapi oleh Hawa, namun ternyata Tuhan memberikan limpahan emosi berlebihan dalam tubuh Hawa, emosi tersebut yang membedakan pola pikir Hawa dengan Adam, hingga saat ini sangat bijak bagi kaum adam untuk menjauh dari kaum hawa yang sedang dalam siklus menstruasinya setidaknya dalam radius 10 km.

Emosi ada kontradiktif dari akal sehat, dan hal ini yang mendominasi isi otak perempuan, saya sangat setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa rasio antara akal sehat dan emosi pada perempuan adalah 1 : 9

Hingga emosi mendominasi seluruh aspek dalam kehidupan seorang wanita, dan tentu saja seorang istri, marilah kita perhatikan jika seorang wanita akan menikah dengan pria pujaannya, tentu saja dalam benaknya masa depannya akan penuh dengan warna-warni kebahagiaan karena saat ini sudah ada lelaki idamannya yang akan senantiasa membahagiakannya selalu. namun dengan berjalannya waktu, sang suami kembali disibukkan dengan urusan perkerjaannya, dan mulai melupakan (sedikit) istrinya, sementara itu istrinya mulai berubah secara fisik, baik karena faktor usia maupun akibat dari hamil dan menyusui.

Namun otak perempuan tidak akan pernah lupa, bahkan ia akan selalu ingat akan hal-hal kecil, seperti misalnya kapan pertama kali berciuman, kapan pertama kali bertemu, dan sebagainya. sementara itu otak lelaki justru kebalikannya ! saat lelaki jatuh cinta, justru bagian otak yang bertugas untuk menyimpan memori tidak berfungsi ! dan ini akibatnya sangat fatal ! si istri yang menuntut suami selalu ingat akan hal-hal kecil dan harus selalu romantis setiap saat, sementara itu si suami sudah lupa dan tidak romantis lagi karena saat itu sudah disibukkan oleh pekerjaannya.

Hal ini diperparah oleh kebiasaan perempuan yang suka curcol kemana-mana, jadi jangan heran jika seorang istri bahkan bisa curhat tentang suaminya ke tukang sayur yang tiap hari datang ke rumahnya (waduh!)  jadi kemana saja si istri bawel itu curcol ? itu sangat sulit untuk dilacak, apabila seorang istri sudah sering mengeluhkan tentang kebiasaan buruk sang suami kepada suaminya sendiri, maka sudah dapat dipastikan orang-orang disekelilingnya sudah mendengarkan curhatnya, jadi secara teori sang suami baru mendengar curcol langsung dari si istri bawel itu setelah si istri bawel curhat ke semua orang sekampung.

Mengapa jarang sekali istri yang merasa bahagia dalam perkawinannya ?

di luar dari kasus saya, sebetulnya tentu saja inti permasalahannya adalah si istri bawel tersebut, karena apapun, Apapun – yang dilakukan oleh suaminya tidak akan pernah memuaskan dan membahagiakan sang istri bawel. mereka selalu menuntut lebih, dan jika suatu saat suaminya ditimpa musibah, mereka akan meratapi kemalangan dirinya dan menyangkal semua perbuatan baik yang pernah dilakukan suaminya terhadapnya.

intinya, saya hanya ingin menunjukkan bahwa apabila kita mengandalkan orang lain ~ bahkan pasangan kita sendiri, untuk menghibur kita dan menjadi sumber kebahagiaan kita, maka tentu saja satu-satunya hal yang kita dapat adalah kekecewaan, karena sebaik-baiknya orang toh tidak ada yang sempurna, Tuhan Maha Adil telah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya, oleh karena itu sangat salah jika menuntut mahluk tidak sempurna sebagai Duta kebahagiaanmu.

Dalam agama saya, di kitab Al-Quran, kita telah diperintahkan untuk tidak melihat kepada kekurangan pasangan kita, karena mungkin saja ada banyak kelebihan yang tidak tampak selama ini oleh kita. Jangan lengah, jika anda selalu mengeluh tentang kekurangan pasangan anda, cobalah merenung dan bayangkan apabila pasangan anda sudah tiada dan anda terpaksa hidup sendiri, maka sanggupkah anda melaluinya tanpa dia disamping anda ?

The superior man is satisfied and composed; the mean man is always full of distress ~ confucius

then there’s no such thing as happily ever after, hal tersebut hanya ada dalam dongeng zaman dulu saja, kebahagiaan yang hakiki adalah berasal dari dalam diri sendiri, namun diperlukan hati yang tulus, suci, rendah diri dan ikhlas untuk dapat menemukannya.