Pengalaman pertama mengajar di SD

Berkat hobi mengutak-atik software FOSS ini, beberapa kali saya diundang untuk mengisi acara-acara yang berhubungan dengan software yang saya gunakan, tapi belum pernah saya diajak menjadi tenaga pengajar, sampai Kang Yahyo (Riyogarta) salah satu aktifis opensource mengajak saya mengajar di sekolah anaknya.

Pertama, saya tidak yakin apa saya bisa melakukannya, tapi kang Yahyo terus meyakinkan saya, hingga akhirnya saya mencoba untuk mengirim surat lamaran ke sekolah Tanah Tingal di Ciputat, dan saya pun masuk dalam seleksi guru pengajar ekskul.

14232417_10209144575644106_4805310141128216215_n

Walaupun begitu saya masih belum yakin dengan kemampuan saya, hingga beberapa teman pun memberikan semangat agar saya terus mencobanya 🙂

Akhirnya saya pun mengajar, pada pertemuan pertama saya sangat nervous dan panik, karena semua anak-anak sekolah dasar itu sangat aktif dan luarbiasa banyak bertanya ! sementara saya masih berusaha bersikap perfeksionis agar semua materi pelajaran yang sudah saya siapkan bisa dimengerti oleh semua anak-anak 😮

foto6

Pada beberapa pertemuan berikutnya saya masih kewalahan dan panik, hingga pernah terbesit pikiran untuk berhenti, karena toh ini hanya ekskul saja, dan saya tidak memiliki keterikatan dengan pihak sekolah, saya bisa berhenti kapan saya mau 😐

Tapi walaupun demikian, saya tetap terus mencoba mengajar, hingga akhirnya sampai pada bulan kedua saya mulai merasa tenang dan bisa mengontrol kelas, tidak disangka kalau saya bisa menikmati menjadi guru untuk anak-anak SD 😀

Ternyata perasaan tenang yang saya rasakan pada saat di kelas itu berasal dari saya sendiri, jika saya membuang sikap perfeksionis dan mencoba menikmati proses belajar tersebut maka saya bisa merasakan ada hubungan antara saya dan anak-anak,

lucu juga anak-anak ini, selain pintar mereka juga cepat menerima materi, yang jadi tantangan buat saya adalah agar mereka bisa mengerti kenapa ilmu yang saya ajarkan ini bisa berguna untuk mereka nantinya 😛

foto3

Pada akhirnya toh saya bisa memahami bahwa proses belajar bukan tentang siapa yang mengajar atau apa yang diajarkan, tapi lebih dari itu, karena kita tidak tahu apa anak-anak itu akan bisa mengingat apa yang pernah kita ajarkan,

Tapi yang terpenting adalah semangat dalam memperoleh ilmu tersebut, proses yang harus dilalui tidak mudah dan butuh kesabaran, oleh karena itu hasilnya akan terasa manis dikemudian hari nanti.

InsyaAllah saya akan mencoba terus mengajar setidaknya sampai akhir tahun ini 🙂

dan untuk yang tertarik dengan materi yang saya ajarkan bisa mengunduhnya di link di bawah ini, disitu terdapat materi Gimp yang sudah saya berikan kepada anak-anak.

dan bulan depan saya berencana untuk mulai materi baru yaitu Inkscape 😉

Materi Ekskul Desain Grafis dengan Gimp

 

 

25 tahun Linux

karena hari ini adalah hari ultah Linux ke 25, saya mau cerita sedikit kenapa saya sampai jadi salah satu pengguna linux dan mengapa saya tetap menggunakannya sampai saat ini,

Sebenarnya sejak era 90an, terutama setelah PC mulai mewabah, saya sangat suka mengutak-atik komputer, walaupun baru sebatas untuk game dan membuat cheat kecil-kecilan, setidaknya pada saat itu saya sudah punya visi bahwa komputer akan berperan banyak di masa depan.

Jadi sayapun mulai belajar bahasa komputer, pada masa itu sudah mulai berkembang HTML, Java dan PHP, agak sulit belajar pada saat itu karena koneksi internet masih belum sebagus saat ini, jadi kita hanya bisa mengandalkan dari buku-buku import atau bajakan yang berhasil diselundupkan.

Salah satu keberhasilan saya dalam mengutak-atik bahasa komputer adalah pada saat kuliah, dimana saya membuat program untuk greenhouse, semacam fuzzy logic, walau tidak canggih tapi cukup bisa menjadi prototype yang bisa digunakan sebagai laporan praktikum, juga kemudian saya membuat program untuk mengatur distribusi udara pada greenhouse, well not bad at all.

tapi pada tahun 2000 saya mulai berhenti menggunakan komputer, dan selama satu dekade saya sama sekali tidak mengikuti perkembangan teknologi komputer, masa itu adalah masa kegelapan bagi saya, saya kehilangan masa-masa kehebohan internet seperti friendster, blog, dkk. tapi setidaknya saya pernah mendengar tentang open source, terutama pada saat kedatangan Richard Stallman ke Jakarta.

kemudian saya mulai terkoneksi dengan dunia luar kembali pada tahun 2010, pada saat itu saya berusaha mengejar ketinggalan saya, mulai dari eksis di blog ini, kemudian twitter, facebook, dkk. sampai saya mulai mencoba menggunakan Open Source OS pertama saya yaitu Ubuntu versi 10.04

Dan juga pada tahun itu saya pertama kali mencoba software image editing yaitu GIMP, yang saat itu masih versi 2.6

Setelah mencoba beberapa software Free and Open Source, saya paham filsafat dari FOSS bahwa komunitas ini berjalan dengan kontribusi dari setiap penggunanya, jadi saya selalu berusaha “membayar” biaya software tersebut dengan berbagaimacam cara ; membuat tutorial, membantu teman-teman komunitas, memberikan sumbangan, dkk.

Jadi FOSS is actually not free at all, we need to pay something in order to be able to use it.

Kalau Linux berulang tahun ke 25, maka tahun ini adalah tahun ke-6 saya menjadi pengguna open source, dan saya merasa sangat beruntung bisa bergabung dengan komunitas open source yang sangat ramah dan helpful, I made a lot of friends 🙂

Kini usaha kecil kami telah 100% menggunakan FOSS, dan terlebih lagi cita-cita saya untuk menjadi Digital Artist dapat tercapai berkat software FOSS yang sangat keren seperti GIMP, Inkscape, MyPaint dan Krita, suatu hal yang mustahil saya lakukan jika saya masih menggunakan software proprietary 🙂

Thank you Linux, Thank you GNU/Linux, Thank you FOSS

Fossy and Linux

 

 

 

Efek Garis Linear Abstrak dengan Inkscape

Sudah lama saya tidak membuat tutorial tentang Inkscape, berikut adalah tutorial sederhana dengan menggunakan fitur Path untuk membuat efek garis abstrak yang keren yang dapat digunakan untuk berbagai desain seperti banner atau lainnya ;

Path_Lines

Pertama, setelah membuka inkscape, pilih Bezier Curves Tool, dan buat tiga titik seperti berikut ini, setelah selesai klik Enter ;

Screenshot from 2015-08-14 10:22:49

Pilih Edit Path by Nodes Tool, select semua nodes dengan menahan Shift dan klik pada ketiga nodes itu, kemudian pada bagian atas toolbox pilih “Autosmooth” untuk membuat kurva yang melengkung ;

Screenshot from 2015-08-14 10:23:39

Buat duplikat dari garis kurva ini dengan Ctrl + D, kemudian geser ke sebelah kanan seperti berikut ;

Screenshot from 2015-08-14 10:24:31

Select kedua kurva itu, pada menu pilih Path – Combine ,

Path-Combine

kemudian Path – Path Effect untuk membuka Path editor

Path_effect_editor

Pada drop-down menu atau pada tombol “+” pilih Stich Sub-Path effect,

Path_effect_stich

Pada Number of Paths , ubah jumlah garis menjadi 30 atau 50, kemudian klik pada Stich Path ; Edit on-canvas untuk mengaktifkan nodes pada Path agar kita dapat mengubah bentuk kurva pada garis tersebut ;

Path_editoncanvas

Ubah bentuk kurva garis sesuai dengan yang diinginkan dengan menarik kedua nodes :

Path_editpathnodes

Jika telah selesai mengedit bentuk garis, pada menu pilih Path – Object to Path

Path_objecttoPath

dan Path – Stroke to Path

Path_strokePath

Pilih Arrow Tool (Select Tool) untuk menseleksi garis kurva tersebut, Garis yang telah selesai dapat diberikan efek gradient warna dengan menggunakan Gradient Tool

path_gradient

Dan kurva abstrak telah selesai ! demikian tutorial sederhana ini, semoga bermanfaat ^^

Gimp Book for Kids

Alhamdulillah,

 

akhirnya saya berhasil menulis kembali ebook terbaru : Belajar Gimp untuk anak-anak

cover

 

Dengan Fossy si Kucing Linux sebagai instrukturnya 🙂

fossy3

Ebook ini ditujukan untuk anak-anak diusia dini (sekitar 4 tahun) dengan dilengkapi latihan-latihan yang dapat diprint,

Instruksi di dalam ebook ini segaja saya buat dengan sangat sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak diusia dini, dan tentunya hanya beberapa fungsi dari Gimp yang saya gunakan dalam ebook ini,

contoh latihan :

latihan3_1

 

Demikian ebook ini saya sampaikan,

dan tentunya saya akan mempersiapkan ebook-ebook lain yang ditujukan untuk memperkenalkan software free and open source kepada anak-anak 😀

(untuk latihan, dapat diunduh dengan cara klik  pada gambar di galery, klik mouse kanan dan save image)

Selamat mengunduh ! 🙂

Gimp_for_kids

 

Software Digital Painting terbaik ; Krita versi 2.9.2

dari beberapa software open source yang sering saya gunakan (Gimp, Inskcape, MyPaint dan Blender) ada satu software yang sangat menarik karena fitur-fiturnya khusus untuk digital painting yaitu Krita

Krita memang berbeda dibandingkan dengan Gimp, selain Krita memiliki fitur yang lebih solid dan lengkap, juga tampilan Krita dibuat menyerupai Photoshop, mungkin dilakukan agar pengguna photoshop lebih nyaman ketika memakai Krita, selain itu Krita sudah support format file photoshop dan juga sudah support CMYK yang sangat penting jika kita ingin mencetak hasil karya digital kita.

butterfly_shout_by_ico_dy-d53me1n

Butterfly Shot by Enrico

 

Barusan Krita merilis versi terbarunya dengan berbagai fitur-fitur yang sangat luarbiasa, namun karena saya belum sempat menguasainya, terutama karena sampai saat ini saya masih belum terbiasa dengan interface dan keyboard shortcut di Krita (yang sebenarnya dapat diubah settingnya, namun saya belum lakukan hal itu) maka saya hanya mencoba beberapa fitur yang menarik bagi saya, terutama brushes set yang sangat luarbiasa itu

Testing Krita's Brushes

Testing Krita’s Brushes

Jadi ada beberapa keluhan tentang Krita yang lambat dan sering lagging, maka kita perlu ingat bahwa Krita adalah software open source, dan setiap software open source saling terintegrasi satu sama lainnya karena mereka berasal dari komunitas yang memilki spirit yang sama, maka jika ingin menggunakan Krita secara optimal, gunakan dengan Operating System yang berasal dari Open Source juga, rekomendasi saya adalah distro Ubuntu dan Linux Mint yang telah terbukti paling baik untuk mengoperasikan Krita.

Salah satu fitur yang sudah lama saya ingin gunakan adalah “Colorize” dari Plugin G’MIC yang sudah terinstall pada Krita veri terbaru ini, filter ini sangat luarbiasa karena dapat memberi warna dasar dari sketsa digital, bagi yang sudah pernah membuat karya digital pasti tahu bahwa memberikan warna dasar (basic coloring) cukup menyita waktu, dan dengan adanya fitur ini maka kita dapat menghemat waktu yang digunakan untuk memberikan warna dasar itu

Screenshot from Colorize filter from G'MIC Plugin in Krita

Screenshot from Colorize filter from G’MIC Plugin in Krita

Setelah mencoba fitur Colorize itu, saya tentunya akan terus mencoba menggunakannya karena manfaatnya sangat berguna bagi saya, tentunya saya tidak akan menjelaskan detail cara penggunaan fitur ini, karena dibawah akan saya cantumkan link-link yang berhubungan dengan fitur ini

Pada tahapan ini, pertama saya membuat sketsa awal, kemudian memberikan warna dasar dengan fitur “Colorize” dan terakhir memberikan shading dan details

Gmic_colorize_try4

dan ini adalah hasil akhirnya, namun saya belum sempat memberikan detail lebih baik lagi karena tujuan dari pembuatan gambar ini hanya untuk mencoba fitur Colorize saja

Dan ini adalah hasil akhirnya

Gmic_colorize_finale

kesimpulannya adalah Krita sangat baik untuk digunakan bagi para penggemar digital painting, karena fitur-fiturnya yang luarbiasa dan tampilannya yang menyerupai Photoshop, hingga Krita boleh dikatakan lebih menarik bagi pada pengguna photoshop yang tidak terbiasa dengan tampilan Gimp yang terlalu sederhana itu, tentunya masih ada beberapa kekurangan Krita namun jika melihat dari komunitas developer Krita yang sangat progresif ini maka bisa diasumsikan bahwa Krita akan memiliki masa depan yang cerah dibandingkan dengan software-software open source lainnya

Sumber :

www.krita.org

tutorial G’MIC Colorize by David Revoy

Krita’s cool features and new brushkit set

It’s been a while since my last update about Krita, and to be honest I really enjoy and easily get addicted to Krita since it gives me with many features that I could never get from other software.

First, there was a new brushkit set from David Revoy, Ramon Miranda and Vasco Basque, but I just install the brushkit from deevad, because I just don’t think I have enought time to try them all, hehehee

Again, why Krita ?

it’s simply the coolest software for illustration and image manipulation, it’s like the combination of Gimp, MyPaint, Inkscape and Alchemy. Although that I only use it for hobby but I’m sure the future of this software will be brighter, and it has version for Windows which can be use with tablet pc (Krita Gemini)

So here are some of my works with Krita :

five_roses.resized

This flower doodle was made with Multiple Brushes Mode, in here I set to five brushes, it was really cool to draw with this feature.

glasses.resized

and this one I made with Horizontal Mirror Mode, so this drawing had the perfect symmetry and I  love this because I just have to draw in one side, so this feature really saved my time 😀

experimentalqueeen.resized

When my friend told me about Alchemy software, I said to him that Krita also has the brush which is really similar with Alchemy ; the Experimental brush from David Revoy ! This brush is one of my favorite ! what I love about this brush is I can make any kind of shape and it allows me to create basic shapes before I decide to put more details.

So that’s all from my works, actually those are my old works, since I haven’t get much time to play with Krita, and I put them in my deviant art account, and surprisingly they were posted on Krita’s group in deviant art ! I’m so happy when anyone really appreciate my works 🙂

I really really really enjoy Krita so far, I’m looking forward for the next version, since the last version has some bugs, or maybe because my ubuntu doesn’t support Krita or I don’t know but sometimes it’s get slow and laggy but I just keep trying to make more works with Krita 🙂

references :

http://www.davidrevoy.com/article180/krita-brushkit-v3

http://vascobasque.wordpress.com/2013/09/08/krita-modular-brushset-v1-0/

http://www.ramonmiranda.com/2013/08/expressive-painting.html

http://krita.org/item/194-new-release-of-krita-gemini

http://krita.org/faq/item/16-krita-features

http://al.chemy.org/

Beberapa Cara Konversi RGB ke CMYK pada Gimp dan Inkscape

Gimp dan Inkscape adalah software foss yang selama ini sudah cukup handal dan banyak digunakan, sayangnya karena kedua software ini belum mensupport konversi image dari RGB (Red Green Blue) ke CMYK (Cyan Magenta Yellow Black) padahal konversi image ke CMYK ini penting saat image akan dicetak.

Mungkin sudah agak telat saya menulis tentang hal ini, tapi saya rasa ada perlunya juga saya menjelaskan tentang konversi CMYK ini, sekalian untuk dokumentasi juga.

Untungnya ada beberapa cara untuk menkonversi image dari RGB ke CMYK,

Pertama, untuk Inkscape bisa dengan bantuan Scribus, (free and open source publishing software) Scribus sudah mensupport SVG format, jadi tinggal mengkonversi file dari Inkscape yang sudah disave dengan format SVG, dengan perintah File – Import Get Vector File 

Kedua, dengan menginstall plugin Separate+ pada Gimp, dengan plugin ini maka kita bisa mengkonversi RGB ke CMYK, install juga icc profile yang dibundel satu paket dengan plugin tersebut, semua perintahnya sudah jelas pada file readme yang terdapat di plugin itu.

Ketiga, dengan bantuan Krita , software digital painting yang sedang banyak dibicarakan, bagi saya Krita seperti gabungan antara Gimp dan MyPaint , memang Krita lebih ditujukan untuk membuat digital art dan concept art, maka tidak heran kalau Krita sudah dilengkapi dengan fitur konversi CMYK.

Jadi caranya gampang saja, tinggal Export file dari Gimp atau Inkscape ke Krita, kemudian gunakan perintah Image – Convert Image Type , kemudian pilih CMYK. selanjutnya tinggal menyimpan file dengan perintah File – Export , simpan file bisa dengan format PDF atau TIFF.

Jadi itu beberapa cara untuk mengkonversi RGB ke CMYK pada Gimp dan Inkscape, tinggal pilih saja cara mana yang paling mudah dari ketiga itu 🙂

ohya, saya masih belum bisa pakai Krita, soalnya interface-nya lebih canggih dibanding Gimp dan Inkscape, jadi posting ini sekalian untuk belajar Krita juga 😀

sumber :

http://fossgrafis.com/article/gimp-separate-plugin-for-cmyk-print/

http://registry.gimp.org/node/471

http://libregraphicsworld.org/blog/entry/getting-cmyk-colors-from-inkscape-to-scribus

 

Krita-2.6

 

 

 

Membuat iphone style icon dengan Inkscape

Tutorial level : Beginner

time allocation : 15 minutes

Tutorial ini adalah merupakan sebuah intro dari software free and open source berbasis vektor, Inkscape. dengan tutorial yang sederhana ini, kita dapat membuat hasil karya yang tidak kalah dengan graphic artist yang profesional. berikut akan dijelaskan bagaimana membuat icon atau button dengan iphone style yang dapat digunakan pada aplikasi atau website, namun sebelumnya kita lihat dulu tampilan dari Inkscape :

inkscape1Inkscape memiliki interface yang sederhana dan mudah digunakan, pada bagian atas terdapat Menu Bar, Command Bar dan Control Bar, pada bagian kiri terdapat Toolbox, diposisi bawah terdapat Palette Box dan pada bagian tengah terdapat Canvas dimana kita akan menempatkan objek pada posisi tersebut.

Tujuan dari tutorial ini adalah untuk :

  • mulai mengenal fungsi-fungsi interface pada Inkscape
  • menggunakan Tools dasar dari Inkscape yaitu Select Tool, Rectangle Tool, Gradient Tool, Path Tool dan Text Tool
  • mengaplikasikan efek standar yaitu blur dan gradient pada objek
  • menyimpan objek dengan format standar Inkscape yaitu SVG dan format lain seperti PNG.

Pertama, pilih Rectangle Tool (F4), klik dan drag untuk membuat persegi empat, klik pada Palette Bar pada warna biru. Pada Control Bar dibagian atas interface, masukkan nilai 200 piksel untuk tinggi dan lebar persegi empat (W dan H), dan 20 piksel untuk radius horizontal dan vertikal pojok persegi empat (Rx dan Ry)

2rectangle

Dengan persegi empat terseleksi, pilih Gradient Tool (Ctrl + F1) , pada Tool Bar dibagian atas interface, klik boks Radial Gradient,  klik dan drag mulai dari posisi tengah bawah persegi empat untuk memberikan efek gradient berbentuk radial. Untuk mengubah warna ujung gradient menjadi hitam, klik pada ujung handle gradient yang berbentuk bulat, dan klik pada warna hitam yang terdapat pada Palette Bar.

3gradient

Buat duplikat persegi empat dengan menklik Ctrl + D , klik pada warna putih di Palette Bar, dan ubah ukuran persegi empat menjadi seperti berikut ini :

4whiterectangle

Dengan persegi empat warna putih yang terseleksi, klik pada Gradient Tool dan pilih Linear Gradient pada ToolBar, klik dan drag mulai dari bagian bawah persegi empat hingga ke posisi atasnya seperti berikut ini :

5lineargradient

Berikut kita akan membuat efek glossy pada garis atau stroke yang terdapat di persegi empat yang kecil itu, pertama  dari Menu Bar pilih Object – Fill and Stroke untuk membuat dialog window Fill and Stroke, atau tekan Shift + Ctrl + F , Pada Stroke Style Bar masukkan nilai 1 piksel untuk ukuran stroke atau garis pada persegi empat tersebut, dan pada Stroke Paint Bar, pilih Linear Gradient Bar, dan gunakan Gradient Tool untuk membuat efek gradient pada garis tersebut :

6strokegradient

Selanjutnya kita akan mengubah bentuk persegi empat kecil tersebut menjadi agak sedikit oval pada bagian bawahnya. Dengan persegi empat kecil yang terseleksi, pada Menu Bar pilih Path – Object to Path , kemudian pada Tool Bar pilih Edit Path (F2) dan tarik pada bagian ujung bawah persi empat tersebut seperti berikut ini :

7objectpath

Terakhir, buat logo yang akan ditempatkan pada icon tersebut, misalnya huruf “G” , gunakan Text Tool (F8) yang terdapat pada Tool Bar, gunakan warna putih, duplikat teks tersebut dengan Ctrl + D , beri warna hitam dan beri efek Blur pada Fill and Stroke Bar dengan nilai 2, posisikan teks warna hitam pada bagian bawah teks berwarna putih (Page Down).

icon

Untuk men-save file dengan format standar Inkscape yaitu SVG gunakan perintah File – Save , dan untuk menyimpan Objek dengan format PNG gunakan perintah File – Export. pastikan dulu objek yang akan di-export sudah terseleksi.

Demikian tutorial sederhana ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat ! selamat mencoba 🙂

Inkscape adalah software vector graphic editor yang multiplatform 

unduh Inkscape dari http://www.inkscape.org 

Gimp Book 2 : Tutorials

Sebagai lanjutan dari posting sebelumnya, saya melampirkan bab-bab lanjutan dari Gimp Book.

Dua bab ini menjelaskan tentang fungsi filters dan fitur-fitur yang terdapat pada Gimp versi 2.8 :

gimpbook_newversion28

gimpbook_Filters

Dan bab-bab berikut ini adalah tutorial yang saya buat sendiri maupun saya modifikasi dari beberapa tutorial-tutorial yang terdapat di blog dan youtube

gimpbook_tiltshift_tutorial

gimpbook_changecolor

GimpBook_Tutorial1_button

gimpbook_3Dballs

gimpbook_firefonts

gimpbook_glossytext

gimpbook_dolphininocean

Gimp Book dan tutorial ini semua saya tulis dengan bantuan Libre Office , dan tentu saja fitur untuk  mengkonversi file ke format pdf bisa juga dilakukan oleh libre office, so thanks to Libre Office ! 😀

So what’s next ? mungkin saya mau coba untuk buat tutorial foss lainnya seperti Inkscape dan MyPaint, tapi kalau untuk Blender saya masih belum bisa menguasai fiturnya, jadi harus belajar dulu, hehehe 🙂

Demikian Gimp Book ini, untuk semua masukan dan kritikan sangat saya hargai 😉

Path Tool dari Gimp

Path Tool yang terdapat pada Gimp sebetulnya adalah salah satu dari Selection Tools, namun fitur ini sebetulnya hampir menyerupai Pen Tool pada Photoshop atau Bezier Tool pada Inkscape.

Path Tool adalah fitur yang cukup unik karena selain berfungsi untuk men-select suatu image, Path tool dapat juga digunakan seperti Bezier Tool untuk menggambar atau membuat karya-karya unik lainnya.

Nah, pada posting ini saya akan mencoba membuat brush “bintang segi delapan” atau Octagon Star dari path tool, pertama buat image baru : File – New , dengan size 64 x 64 piksel , pilih Path tool , lalu mulai buat bentuk oktagon, dan untuk menghubungkan titik terakhir dengan titik awal jangan lupa untuk menahan Ctrl sambil mengklik titik awal.

 

 

Setelah selesai membuat oktagon, pada Path Dialog Box (yang terdapat disebelah Layer dialog box) klik mouse kanan pada Path dan pilih Stroke Path , maka akan  muncul window seperti berikut ini

 

 

Pilih Stroke Line pada Solid Color , pastikan warna yang dipilih adalah Hitam, dan klik OK

Untuk menyimpan Brush Octagon Star ini pada Gimp, pilih Export , dan simpan dalam format .gbr , misalnya Octagon.gbr , simpan difolder home/user_name/gimp/brush  (di ubuntu ya, kalau untuk windows pastinya lain ) dan klik Ok , maka kita sudah berhasil membuat brush berbentuk Bintang Oktagon !

untuk menggunakan brush bintang oktagon, klik pada tombol refresh di Brush Dialog box, maka brush berbentuk bintang oktagon akan muncul, dan ini hasil yang saya coba dengan menggunakan brush bintang oktagon dengan Brush Tool

 

 

Oh ya, Path tool ini bisa digunakan untuk menggambar juga lho, tentu saja lebih sulit menggunakannya dibandingkan dengan Bezier tool, tapi ada yang berhasil membuat gambar2 unik dengan Path tool dan hasilnya tidak kalah keren dibandingkan dengan menggunakan tablet mouse ! wow ! coba cek ke youtube.com/user/FreeGimp , pasti bengong lihat cara orang ini mengunakan Path Tool ! Ajaib ! 😯

Dan saya gak mau kalah coba juga pake path tool untuk menggambar, walau hasil ya wallohualam deh, ya gitu lah, namanya juga nubie, harus banyak latihan lagi, hehee :mrgreen:

 

Demikian posting tentang Path tool pada Gimp , mudah2an bermanfaat dan kalau ada kritik silakan isi komen dibawah ini ya ! terima kasih ! 😀