Pengalaman pertama mengajar di SD

Berkat hobi mengutak-atik software FOSS ini, beberapa kali saya diundang untuk mengisi acara-acara yang berhubungan dengan software yang saya gunakan, tapi belum pernah saya diajak menjadi tenaga pengajar, sampai Kang Yahyo (Riyogarta) salah satu aktifis opensource mengajak saya mengajar di sekolah anaknya.

Pertama, saya tidak yakin apa saya bisa melakukannya, tapi kang Yahyo terus meyakinkan saya, hingga akhirnya saya mencoba untuk mengirim surat lamaran ke sekolah Tanah Tingal di Ciputat, dan saya pun masuk dalam seleksi guru pengajar ekskul.

14232417_10209144575644106_4805310141128216215_n

Walaupun begitu saya masih belum yakin dengan kemampuan saya, hingga beberapa teman pun memberikan semangat agar saya terus mencobanya ๐Ÿ™‚

Akhirnya saya pun mengajar, pada pertemuan pertama saya sangat nervous dan panik, karena semua anak-anak sekolah dasar itu sangat aktif dan luarbiasa banyak bertanya ! sementara saya masih berusaha bersikap perfeksionis agar semua materi pelajaran yang sudah saya siapkan bisa dimengerti oleh semua anak-anak ๐Ÿ˜ฎ

foto6

Pada beberapa pertemuan berikutnya saya masih kewalahan dan panik, hingga pernah terbesit pikiran untuk berhenti, karena toh ini hanya ekskul saja, dan saya tidak memiliki keterikatan dengan pihak sekolah, saya bisa berhenti kapan saya mau ๐Ÿ˜

Tapi walaupun demikian, saya tetap terus mencoba mengajar, hingga akhirnya sampai pada bulan kedua saya mulai merasa tenang dan bisa mengontrol kelas, tidak disangka kalau saya bisa menikmati menjadi guru untuk anak-anak SD ๐Ÿ˜€

Ternyata perasaan tenang yang saya rasakan pada saat di kelas itu berasal dari saya sendiri, jika saya membuang sikap perfeksionis dan mencoba menikmati proses belajar tersebut maka saya bisa merasakan ada hubungan antara saya dan anak-anak,

lucu juga anak-anak ini, selain pintar mereka juga cepat menerima materi, yang jadi tantangan buat saya adalah agar mereka bisa mengerti kenapa ilmu yang saya ajarkan ini bisa berguna untuk mereka nantinya ๐Ÿ˜›

foto3

Pada akhirnya toh saya bisa memahami bahwa proses belajar bukan tentang siapa yang mengajar atau apa yang diajarkan, tapi lebih dari itu, karena kita tidak tahu apa anak-anak itu akan bisa mengingat apa yang pernah kita ajarkan,

Tapi yang terpenting adalah semangat dalam memperoleh ilmu tersebut, proses yang harus dilalui tidak mudah dan butuh kesabaran, oleh karena itu hasilnya akan terasa manis dikemudian hari nanti.

InsyaAllah saya akan mencoba terus mengajar setidaknya sampai akhir tahun ini ๐Ÿ™‚

dan untuk yang tertarik dengan materi yang saya ajarkan bisa mengunduhnya di link di bawah ini, disitu terdapat materi Gimp yang sudah saya berikan kepada anak-anak.

dan bulan depan saya berencana untuk mulai materi baru yaitu Inkscape ๐Ÿ˜‰

Materi Ekskul Desain Grafis dengan Gimp

 

 

25 tahun Linux

karena hari ini adalah hari ultah Linux ke 25, saya mau cerita sedikit kenapa saya sampai jadi salah satu pengguna linux dan mengapa saya tetap menggunakannya sampai saat ini,

Sebenarnya sejak era 90an, terutama setelah PC mulai mewabah, saya sangat suka mengutak-atik komputer, walaupun baru sebatas untuk game dan membuat cheat kecil-kecilan, setidaknya pada saat itu saya sudah punya visi bahwa komputer akan berperan banyak di masa depan.

Jadi sayapun mulai belajar bahasa komputer, pada masa itu sudah mulai berkembang HTML, Java dan PHP, agak sulit belajar pada saat itu karena koneksi internet masih belum sebagus saat ini, jadi kita hanya bisa mengandalkan dari buku-buku import atau bajakan yang berhasil diselundupkan.

Salah satu keberhasilan saya dalam mengutak-atik bahasa komputer adalah pada saat kuliah, dimana saya membuat program untuk greenhouse, semacam fuzzy logic, walau tidak canggih tapi cukup bisa menjadi prototype yang bisa digunakan sebagai laporan praktikum, juga kemudian saya membuat program untuk mengatur distribusi udara pada greenhouse, well not bad at all.

tapi pada tahun 2000 saya mulai berhenti menggunakan komputer, dan selama satu dekade saya sama sekali tidak mengikuti perkembangan teknologi komputer, masa itu adalah masa kegelapan bagi saya, saya kehilangan masa-masa kehebohan internet seperti friendster, blog, dkk. tapi setidaknya saya pernah mendengar tentang open source, terutama pada saat kedatangan Richard Stallman ke Jakarta.

kemudian saya mulai terkoneksi dengan dunia luar kembali pada tahun 2010, pada saat itu saya berusaha mengejar ketinggalan saya, mulai dari eksis di blog ini, kemudian twitter, facebook, dkk. sampai saya mulai mencoba menggunakan Open Source OS pertama saya yaitu Ubuntu versi 10.04

Dan juga pada tahun itu saya pertama kali mencoba software image editing yaitu GIMP, yang saat itu masih versi 2.6

Setelah mencoba beberapa software Free and Open Source, saya paham filsafat dari FOSS bahwa komunitas ini berjalan dengan kontribusi dari setiap penggunanya, jadi saya selalu berusaha “membayar” biaya software tersebut dengan berbagaimacam cara ; membuat tutorial, membantu teman-teman komunitas, memberikan sumbangan, dkk.

Jadi FOSS is actually not free at all, we need to pay something in order to be able to use it.

Kalau Linux berulang tahun ke 25, maka tahun ini adalah tahun ke-6 saya menjadi pengguna open source, dan saya merasa sangat beruntung bisa bergabung dengan komunitas open source yang sangat ramah dan helpful, I made a lot of friends ๐Ÿ™‚

Kini usaha kecil kami telah 100% menggunakan FOSS, dan terlebih lagi cita-cita saya untuk menjadi Digital Artist dapat tercapai berkat software FOSS yang sangat keren seperti GIMP, Inkscape, MyPaint dan Krita, suatu hal yang mustahil saya lakukan jika saya masih menggunakan software proprietary ๐Ÿ™‚

Thank you Linux, Thank you GNU/Linux, Thank you FOSS

Fossy and Linux

 

 

 

Gimp for Kids 2 : ANIMATION !

alhamdulillah,

akhirnya buku Gimp untuk Anak versi kedua telah selesai, pada buku kedua ini khusus untuk membahas tentang cara pembuatan animasi sederhana dengan Gimp yang menggunakan format .gif

seperti biasa, maskot Fossy si kucing linux tetap akan muncul pada setiap halaman di buku ini.

page1

Buku kedua ini adalah lanjutan dari buku sebelumnya, jadi sebaiknya untuk yang ingin menggunakan buku ini telah menyelesaikan latihan-latihan pada buku pertama : Gimp For Kids 1

dan tentu saja setiap pemakai buku ini harus menginstall software Gimp pada komputer PC/laptop

Demikian ebook sederhana ini, semoga bermanfaat !

sticker6

untuk semua gambar latihan dan piagam, dapat diunduh dengan cara klik ย pada gambar di galery, klik mouse kanan , open image in new tab dan save image

selamat mengunduh ! ๐Ÿ˜€

Catatan :

Jika komputer/laptop yang anda gunakan memakai monitor yang berukuran kecil, agar animasi dapat terlihat baik maka ubah ukuran image dengan perintah di menu Gimp : Image – Scale Image

Gimp_Book_For_Kids_animation

Efek Garis Linear Abstrak dengan Inkscape

Sudah lama saya tidak membuat tutorial tentang Inkscape, berikut adalah tutorial sederhana dengan menggunakan fitur Path untuk membuat efek garis abstrak yang keren yang dapat digunakan untuk berbagai desain seperti banner atau lainnya ;

Path_Lines

Pertama, setelah membuka inkscape, pilih Bezier Curves Tool, dan buat tiga titik seperti berikut ini, setelah selesai klik Enter ;

Screenshot from 2015-08-14 10:22:49

Pilih Edit Path by Nodes Tool, select semua nodes dengan menahan Shift dan klik pada ketiga nodes itu, kemudian pada bagian atas toolbox pilih “Autosmooth” untuk membuat kurva yang melengkung ;

Screenshot from 2015-08-14 10:23:39

Buat duplikat dari garis kurva ini dengan Ctrl + D, kemudian geser ke sebelah kanan seperti berikut ;

Screenshot from 2015-08-14 10:24:31

Select kedua kurva itu, pada menu pilih Path – Combine ,

Path-Combine

kemudian Path – Path Effect untuk membuka Path editor

Path_effect_editor

Pada drop-down menu atau pada tombol “+” pilih Stich Sub-Path effect,

Path_effect_stich

Pada Number of Paths , ubah jumlah garis menjadi 30 atau 50, kemudian klik pada Stich Path ; Edit on-canvas untuk mengaktifkan nodes pada Path agar kita dapat mengubah bentuk kurva pada garis tersebut ;

Path_editoncanvas

Ubah bentuk kurva garis sesuai dengan yang diinginkan dengan menarik kedua nodes :

Path_editpathnodes

Jika telah selesai mengedit bentuk garis, pada menu pilih Path – Object to Path

Path_objecttoPath

dan Path – Stroke to Path

Path_strokePath

Pilih Arrow Tool (Select Tool) untuk menseleksi garis kurva tersebut, Garis yang telah selesai dapat diberikan efek gradient warna dengan menggunakan Gradient Tool

path_gradient

Dan kurva abstrak telah selesai ! demikian tutorial sederhana ini, semoga bermanfaat ^^

Photo editing with Gimp

photoediting1

Saat ini sudah banyak aplikasi untuk mengedit foto secara instant, memang aplikasi itu memudahkan kita untuk mendapatkan gambar yang menarik, namun pilihan saya tetap menggunakan Gimp untuk mengedit gambar, dan berikut beberapa hal yang sudah biasa saya lakukan dengan Gimp ;

Crop Tool

Fungsi dari Crop Tool bukan sekedar menghilangkan bagian dari gambar yang tidak diinginkan, tapi juga untuk memberikan posisi gambar yang lebih menarik dan proporsional, pada fitur Crop Tool terdapat pilihan bantuan “Garis Bantu” atau “Guide Lines”, dari sekian banyak pilihan tersebut, saya tetap berpatokan pada “Rule of The Thirds” yang merupakan konsep sederhana namun tetap powerful

1_guide_croptool

 

 

8_guide_croptool

 

 

Curves Tool

Ada banyak pilihan untuk memanipulasi warna pada Gimp, dan pilihan favorit saya adalah Curves Tool, mengapa ? karena Curves Tool sangat mudah digunakan dan memberikan hasil yang luarbiasa. Curves Tool terdapat pada : Menu – Colors – Curves , metode yang sering saya lakukan adalah membentuk kurva “S” pada Curves Tool untuk memberikan gambar yang lebih tajam dan kontras :

9_curvesS

 

Namun setelah mempelajari fungsi dari Curves Tool ini, terdapat tiga Channel : Red, Green dan Blue, maka cara paling sederhana untuk mengubah warna pada gambar adalah dengan mengubah kurva pada masing-masing channel tersebut, kita akan memulai pada gambar yang belum diedit berikut ini :

2_noneditpic

Buka Curves Tool, ubah ke channel Red, dan ubah kurvanya menjadi bentuk “S”

4_redcurve

ubah ke channel Green dan ubah kurva menjadi bentuk “S” yang agak lebih kecil dari ukuran kurva channel Red.

5_greencurve

ubah ke channel Blue, dan ubah kurva menjadi bentuk “S” terbalik

6_bluecurve

ubah ke channel Value, dan turunkan kurva sedikit ke bawah

7_valuecurve

 

dan berikut adalah hasil akhirnya :

3_editpic

 

Hasil akhir ini memiliki warna yang lebih hangat dan bernuansa, cara modifikasi channel warna ini bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi awal foto, namun prinsip yang harus diingat adalah : Jangan berlebihan, karena terlalu banyak modifikasi warna akan membuat gambar menjadi tidak wajar.

berikut beberapa hasil editing gambar dengan menggunakan metode yang sama :

photoediting6

 

photoediting3

Demikianlah tutorial sederhana tentang editing foto, semoga bermanfaat ! ๐Ÿ˜‰

sumber :ย http://docs.gimp.org/2.8/en/gimp-tool-curves.html

Gimp Book for Kids

Alhamdulillah,

 

akhirnya saya berhasil menulis kembali ebook terbaru : Belajar Gimp untuk anak-anak

cover

 

Dengan Fossy si Kucing Linux sebagai instrukturnya ๐Ÿ™‚

fossy3

Ebook ini ditujukan untuk anak-anak diusia dini (sekitar 4 tahun) dengan dilengkapi latihan-latihan yang dapat diprint,

Instruksi di dalam ebook ini segaja saya buat dengan sangat sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak diusia dini, dan tentunya hanya beberapa fungsi dari Gimp yang saya gunakan dalam ebook ini,

contoh latihan :

latihan3_1

 

Demikian ebook ini saya sampaikan,

dan tentunya saya akan mempersiapkan ebook-ebook lain yang ditujukan untuk memperkenalkan software free and open source kepada anak-anak ๐Ÿ˜€

(untuk latihan, dapat diunduh dengan cara klik ย pada gambar di galery, klik mouse kanan dan save image)

Selamat mengunduh ! ๐Ÿ™‚

Gimp_for_kids

 

Software Digital Painting terbaik ; Krita versi 2.9.2

dari beberapa software open source yang sering saya gunakan (Gimp, Inskcape, MyPaint dan Blender) ada satu software yang sangat menarik karena fitur-fiturnya khusus untuk digital painting yaitu Krita

Krita memang berbeda dibandingkan dengan Gimp, selain Krita memiliki fitur yang lebih solid dan lengkap, juga tampilan Krita dibuat menyerupai Photoshop, mungkin dilakukan agar pengguna photoshop lebih nyaman ketika memakai Krita, selain itu Krita sudah support format file photoshop dan juga sudah support CMYK yang sangat penting jika kita ingin mencetak hasil karya digital kita.

butterfly_shout_by_ico_dy-d53me1n

Butterfly Shot by Enrico

 

Barusan Krita merilis versi terbarunya dengan berbagai fitur-fitur yang sangat luarbiasa, namun karena saya belum sempat menguasainya, terutama karena sampai saat ini saya masih belum terbiasa dengan interface dan keyboard shortcut di Krita (yang sebenarnya dapat diubah settingnya, namun saya belum lakukan hal itu) maka saya hanya mencoba beberapa fitur yang menarik bagi saya, terutama brushes set yang sangat luarbiasa itu

Testing Krita's Brushes

Testing Krita’s Brushes

Jadi ada beberapa keluhan tentang Krita yang lambat dan sering lagging, maka kita perlu ingat bahwa Krita adalah software open source, dan setiap software open source saling terintegrasi satu sama lainnya karena mereka berasal dari komunitas yang memilki spirit yang sama, maka jika ingin menggunakan Krita secara optimal, gunakan dengan Operating System yang berasal dari Open Source juga, rekomendasi saya adalah distro Ubuntu dan Linux Mint yang telah terbukti paling baik untuk mengoperasikan Krita.

Salah satu fitur yang sudah lama saya ingin gunakan adalah “Colorize” dari Plugin G’MIC yang sudah terinstall pada Krita veri terbaru ini, filter ini sangat luarbiasa karena dapat memberi warna dasar dari sketsa digital, bagi yang sudah pernah membuat karya digital pasti tahu bahwa memberikan warna dasar (basic coloring) cukup menyita waktu, dan dengan adanya fitur ini maka kita dapat menghemat waktu yang digunakan untuk memberikan warna dasar itu

Screenshot from Colorize filter from G'MIC Plugin in Krita

Screenshot from Colorize filter from G’MIC Plugin in Krita

Setelah mencoba fitur Colorize itu, saya tentunya akan terus mencoba menggunakannya karena manfaatnya sangat berguna bagi saya, tentunya saya tidak akan menjelaskan detail cara penggunaan fitur ini, karena dibawah akan saya cantumkan link-link yang berhubungan dengan fitur ini

Pada tahapan ini, pertama saya membuat sketsa awal, kemudian memberikan warna dasar dengan fitur “Colorize” dan terakhir memberikan shading dan details

Gmic_colorize_try4

dan ini adalah hasil akhirnya, namun saya belum sempat memberikan detail lebih baik lagi karena tujuan dari pembuatan gambar ini hanya untuk mencoba fitur Colorize saja

Dan ini adalah hasil akhirnya

Gmic_colorize_finale

kesimpulannya adalah Krita sangat baik untuk digunakan bagi para penggemar digital painting, karena fitur-fiturnya yang luarbiasa dan tampilannya yang menyerupai Photoshop, hingga Krita boleh dikatakan lebih menarik bagi pada pengguna photoshop yang tidak terbiasa dengan tampilan Gimp yang terlalu sederhana itu, tentunya masih ada beberapa kekurangan Krita namun jika melihat dari komunitas developer Krita yang sangat progresif ini maka bisa diasumsikan bahwa Krita akan memiliki masa depan yang cerah dibandingkan dengan software-software open source lainnya

Sumber :

www.krita.org

tutorial G’MIC Colorize by David Revoy

Krita, software keren untuk digital painting

Pada awalnya saya pikir saya sudah merasa cukup puas dengan Gimp, Inkscape dan MyPaint untuk bereksperimen dengan image manipulating, ternyata saya lupa kalau ada satu lagi yaitu Krita, yang juga merupakan KDE software seperti saudaranya yaitu Gimp dkk, tapi lebih ditujukan untuk digital painting dan sketching.

krita_splash_v0

Dan yang lebih menyenangkannya lagi Krita sudah tersedia di Ubuntu Software Center, jadi tinggal diklik saja untuk menginstallnya, saat ini sudah dirilis versi 2.6, sayangnya Krita tidak ada untuk versi Windows-nya, seperti MyPaint juga yang hanya dirilis untuk OS Linux.

Pertama kali membuka Krita, akan muncul tampilan untuk memilih jenis kanvas yang akan digunakan, juga pilihan mode yaitu RGB, Grey scale dan CMYK, bahkan ada template untuk komik juga.

Screenshot from 2013-04-22 22:28:08

Setelah saya memilih kanvas dengan mode RGB, langsung saya mencoba Mirror Mode yang jenis Horizontal , tombolnya terdapat pada sebelah kanan atas toolbar-nya,

horizontalmode

dan saya memilih salah satu brush yang terdapat pada brush set, dan ini hasilnya, hanya dengan menggunakan mouse, bukan dengan graphic tablet, hebat ya ๐Ÿ˜€

Screenshot from 2013-04-22 22:36:05

Pada brush set di Krita juga terdapat Smudge Brush, yang berfungsi untuk memberikan efek Smudge pada gambar, jadi seperti saat kita “menghaluskan” gambar dengan tangan, efek ini mencampurkan antara dua atau beberapa warna, dan ini hasil dari Smudge Brush :

smudgebrush

Selain itu jika kita menklik mouse kanan pada kanvas, akan tampil pop-up seperti ini, dimana kita bisa memilih warna-warna yang sudah pernah dipakai, juga jenis brush yang sudah kita save sebelumnya, untuk menghilangkan pop-up ini, klik lagi mouse kanan.

rightclick

untuk mensave brush pada menu pop-up, pada bagian kanan atas toolbar, pilih button Save to Palette,ย 

savepalette1

kemudian akan muncul tampilan berikut dimana kita bisa memilih beberapa brush untuk disave, kita bisa mensave 10 brush pada menu pop-up

SAVEPALETTE

Beberapa shortcut key pada Krita :

Shift + Drag: dynamically resize brush size.
I and O: Decrease / Increase opacity (or just drag the slide at the top)
Mousewheel: zoom in and out
Ctrl + Click: select color.
Tab: Canvas-only mode
M: Mirror image.
B: Switch from whatever mode you’re using to Brush/Freehand mode.
E: Erase mode. In Krita, any brush can be used as an eraser!
Ctrl + Z / Ctrl + Shift + Z to undo/Redo (like most programs)

Memang masih banyak interface dari Krita yang masih perlu saya pelajari, terutama karena saya sudah terbiasa menggambar dengan MyPaint, jadi Krita adalah suatu yang baru bagi saya, tapi sejauh ini Krita sangat menarik, terutama karena memiliki banyak hal yang tidak bisa dilakukan dengan Gimp dan MyPaint.

Dan ini hasil sketching saya dengan Krita, dibuat sekitar 5 menit, gak jelek juga kan ? ๐Ÿ˜‰

tes

Jadi begitu review saya tentang Krita, untuk info lebih lanjut dan download gratisnya, silakan menuju ke www.krita.org , selamat menggambar ๐Ÿ™‚

 

 

 

 

 

Beberapa Cara Konversi RGB ke CMYK pada Gimp dan Inkscape

Gimp dan Inkscape adalah software foss yang selama ini sudah cukup handal dan banyak digunakan, sayangnya karena kedua software ini belum mensupport konversi image dari RGB (Red Green Blue) ke CMYK (Cyan Magenta Yellow Black) padahal konversi image ke CMYK ini penting saat image akan dicetak.

Mungkin sudah agak telat saya menulis tentang hal ini, tapi saya rasa ada perlunya juga saya menjelaskan tentang konversi CMYK ini, sekalian untuk dokumentasi juga.

Untungnya ada beberapa cara untuk menkonversi image dari RGB ke CMYK,

Pertama, untuk Inkscape bisa dengan bantuan Scribus, (free and open source publishing software) Scribus sudah mensupport SVG format, jadi tinggal mengkonversi file dari Inkscape yang sudah disave dengan format SVG, dengan perintah File – Import Get Vector Fileย 

Kedua, dengan menginstall plugin Separate+ pada Gimp, dengan plugin ini maka kita bisa mengkonversi RGB ke CMYK, install juga icc profile yang dibundel satu paket dengan plugin tersebut, semua perintahnya sudah jelas pada file readme yang terdapat di plugin itu.

Ketiga, dengan bantuan Krita , software digital painting yang sedang banyak dibicarakan, bagi saya Krita seperti gabungan antara Gimp dan MyPaint , memang Krita lebih ditujukan untuk membuat digital art dan concept art, maka tidak heran kalau Krita sudah dilengkapi dengan fitur konversi CMYK.

Jadi caranya gampang saja, tinggal Export file dari Gimp atau Inkscape ke Krita, kemudian gunakan perintah Image – Convert Image Type , kemudian pilih CMYK. selanjutnya tinggal menyimpan file dengan perintah File – Export , simpan file bisa dengan format PDF atau TIFF.

Jadi itu beberapa cara untuk mengkonversi RGB ke CMYK pada Gimp dan Inkscape, tinggal pilih saja cara mana yang paling mudah dari ketiga itu ๐Ÿ™‚

ohya, saya masih belum bisa pakai Krita, soalnya interface-nya lebih canggih dibanding Gimp dan Inkscape, jadi posting ini sekalian untuk belajar Krita juga ๐Ÿ˜€

sumber :

http://fossgrafis.com/article/gimp-separate-plugin-for-cmyk-print/

http://registry.gimp.org/node/471

http://libregraphicsworld.org/blog/entry/getting-cmyk-colors-from-inkscape-to-scribus

 

Krita-2.6

 

 

 

Gimp Book 2 : Tutorials

Sebagai lanjutan dari posting sebelumnya, saya melampirkan bab-bab lanjutan dari Gimp Book.

Dua bab ini menjelaskan tentang fungsi filters dan fitur-fitur yang terdapat pada Gimp versi 2.8 :

gimpbook_newversion28

gimpbook_Filters

Dan bab-bab berikut ini adalah tutorial yang saya buat sendiri maupun saya modifikasi dari beberapa tutorial-tutorial yang terdapat di blog dan youtube

gimpbook_tiltshift_tutorial

gimpbook_changecolor

GimpBook_Tutorial1_button

gimpbook_3Dballs

gimpbook_firefonts

gimpbook_glossytext

gimpbook_dolphininocean

Gimp Book dan tutorial ini semua saya tulis dengan bantuan Libre Office , dan tentu saja fitur untuk ย mengkonversi file ke format pdf bisa juga dilakukan oleh libre office, so thanks to Libre Office ! ๐Ÿ˜€

So what’s next ? mungkin saya mau coba untuk buat tutorial foss lainnya seperti Inkscape dan MyPaint, tapi kalau untuk Blender saya masih belum bisa menguasai fiturnya, jadi harus belajar dulu, hehehe ๐Ÿ™‚

Demikian Gimp Book ini, untuk semua masukan dan kritikan sangat saya hargai ๐Ÿ˜‰