Introducing new Fossgrafis Mascot : Fossy the Cat !

sekitar dua tahun yang lalu saya mendapatkan amanah menjadi salah satu admin dari Fossgrafis, sebuah komunitas yang menyediakan informasi dan tutorial seputar software grafis (Gimp, Inkscape dan Blender) yang berlisensi gratis yang dibina oleh Mas @Aditia yang saat ini menjadi Technical Director di Kampoong Monster Studio.

ubuntu_fossy

Berkat free and open source software (FOSS) ini alhamdulilah saya dapat mewujudkan cita-cita saya untuk menguasai ilmu image editing yang tidak pernah saya bisa kuasai dari software proprietary seperti Photoshop dan Corel Draw, hingga saya mendapatkan manfaat dari ilmu ini sebagai penunjang kinerja kerja saya. Dan sebagai bentuk kontribusi kepada komunitas FOSS maka saya membuat tutorial sederhana yang diharapkan makin meningkatkan minat orang lain untuk mencoba dan beralih kepada FOSS

fossy1

dan saat ini saya sedang memulai serial tutorial Digital Painting dengan FOSS yang akan saya posting secara rutin di Fossgrafis , alasan saya fokus pada topik ini karena masih belum banyak yang memahami bahwa software ini bisa digunakan untuk menghasilkan Digital Art yang berkualitas.

fossy_the_cat

dan untuk menunjang serial tutorial ini maka saya membuat maskot yang akan digunakan dalam tutorial ini yaitu Fossy the Cat,

fossy3

sebetulnya Fossy the Cat diciptakan secara tidak sengaja, ketika saya mendapatkan undangan menjadi salah satu pembicara di ITB Bandung, dalam seminar mengenai Software Freedom for Small Business and Graphic Design, dan saya menyelipkan gambar kucing ini pada setiap halaman presentasi saya, dengan tujuan untuk membuat penyajian seminar saya menjadi lebih informal tapi tetap bermakna.

dan ini adalah Fossy the Cat beta version yang saya gunakan pada saat presentasi di ITB itu :

1

belakangan saya baru menyadari bahwa Fossy the Cat sepintas mirip dengan tokoh kucing “Carrot” yang diciptakan oleh David Revoy, salah seorang Digital Artist – yang sudah terkenal dengan kontribusinya pada komunitas open source, pada komik-komik digitalnya, tapi saya tidak pernah berniat menjiplaknya dan walaupun sepintas mirip tapi Fossy the Cat jelas bukan Carrot, dan mudah-mudahan David Revoy tidak keberatan tentang hal ini ^^

fossy5

Demikian perkenalan maskot terbaru kami, mudah-mudahan dengan proyek sederhana tutorial saya ini maka ilmu saya semakin bertambah dan memberi banyak manfaat, amin 🙂

fossy6

 


Public Domain Mark


This work (Fossy the Cat, by Susan Devy), identified by Susan devy, is free of known copyright restrictions.

Kisah Genghis Khan dan Rajawali Kesayangannya

Suatu hari, bersama burung rajwali kesayangannya, Genghis Khan berkuda memasuki hutan. Tanpa sadar, ternyata dia sudah berkuda lebih lama dari yang dia perkirakan. Khan pun mulai merasa sangat letih dan haus.

Sayang, upayanya mencari air ternyata tidak mudah. Hampir semua mata air yang ditemuinya telah kering. Maka, betapa senangnya dia, ketika menemukan ada air yang menetes dari bebatuan yang berdiri persis di depannya.

Si rajawali dia lepaskan dari lengannya. Kemudian Khan mengambil cangkir perak yang ada di pelana kudanya. Segera dia mengisi cangkir tersebut dengan air, lalu langsung mengarahkan cangkir tersebut ke mulutnya. Namun, si rajawali tiba-tiba menghampiri Khan dan menjatuhkan cangkir tersebut sebelum meminum airnya.

Kejadian berulang beberapa kali hingga akhirnya, dengan dipenuhi amarah, Khan mengeluarkan pedangnya. Si rajawali seolah tidak peduli dengan pedang di salah satu tangan Khan saat dia kembali menjatuhkan cangkir Khan. Tanpa basa-basi Khan langsung menghunuskan pedang tersebut di dada sang rajawali.

Setelah itu ternyata tetesan air justru berhenti. Khan terpaksa mengikuti jejaknya, menuju pusat mata air. Betapa kagetnya Khan saat melihat seekor ular dengan bisa paling mematikan  mengambang di tengah mata air. Seandainya tadi dia sempat meminum air tersebut, dia pasti sudah mati.

Khan pun kembali ke perkemahan dengan membawa sang rajawali yang sudah mati dalam pelukannya. Kemudian dia memerintahkan seorang seniman membuatkan patung emas burung itu.

Di salah satu sayap patung tersebut tertulis:

Saat seseorang sahabat melakukan hal yang tidak berkenan di hatimu sekalipun, dia tetaplah sahabatmu.

Sementara di sayap satunya tertulis:

Tindakan apapun yang dilakukan dalam angkara murka hanya akan membuahkan kegagalan.

(Paolo Coelho dalam “Seperti Sungai yang Mengalir”)

 

 

 

kazakh woman and her eagle

Kazakh woman and her fiercefull eagle

Krita’s cool features and new brushkit set

It’s been a while since my last update about Krita, and to be honest I really enjoy and easily get addicted to Krita since it gives me with many features that I could never get from other software.

First, there was a new brushkit set from David Revoy, Ramon Miranda and Vasco Basque, but I just install the brushkit from deevad, because I just don’t think I have enought time to try them all, hehehee

Again, why Krita ?

it’s simply the coolest software for illustration and image manipulation, it’s like the combination of Gimp, MyPaint, Inkscape and Alchemy. Although that I only use it for hobby but I’m sure the future of this software will be brighter, and it has version for Windows which can be use with tablet pc (Krita Gemini)

So here are some of my works with Krita :

five_roses.resized

This flower doodle was made with Multiple Brushes Mode, in here I set to five brushes, it was really cool to draw with this feature.

glasses.resized

and this one I made with Horizontal Mirror Mode, so this drawing had the perfect symmetry and I  love this because I just have to draw in one side, so this feature really saved my time 😀

experimentalqueeen.resized

When my friend told me about Alchemy software, I said to him that Krita also has the brush which is really similar with Alchemy ; the Experimental brush from David Revoy ! This brush is one of my favorite ! what I love about this brush is I can make any kind of shape and it allows me to create basic shapes before I decide to put more details.

So that’s all from my works, actually those are my old works, since I haven’t get much time to play with Krita, and I put them in my deviant art account, and surprisingly they were posted on Krita’s group in deviant art ! I’m so happy when anyone really appreciate my works 🙂

I really really really enjoy Krita so far, I’m looking forward for the next version, since the last version has some bugs, or maybe because my ubuntu doesn’t support Krita or I don’t know but sometimes it’s get slow and laggy but I just keep trying to make more works with Krita 🙂

references :

http://www.davidrevoy.com/article180/krita-brushkit-v3

http://vascobasque.wordpress.com/2013/09/08/krita-modular-brushset-v1-0/

http://www.ramonmiranda.com/2013/08/expressive-painting.html

http://krita.org/item/194-new-release-of-krita-gemini

http://krita.org/faq/item/16-krita-features

http://al.chemy.org/

Digital painting from a pencil sketch

As an amateur and self-taught painter (I don’t like to call myself an artist) I always find it’s hard to adapt with graphic tablet, although I knew I have to get use to it if I want to make some nice digital drawings.

Fortunately, from David Revoy’s blog, there’s an article about how to turn my pencil sketch into digital drawing with some easy steps, all I need are :

  • Gimp ( I got the latest version ; 2.8.4)
  • G’MIC plugin
  • MyPaint, and Krita (optional)

And so I made this sketch, and uploaded into my computer with using my pocket camera, it would be better if I can use a scanner, but I don’t have it, but nevermind it.

SAM_0631

First, open it with Gimp, choose from menu : Colors – Level , and adjust some setting just like in the picture below, to make the paper more white and the pencil sketch darker.

Screenshot from 2013-06-30 00:15:58

And then , open G’MIC plugin, and choose filter “PhotoComix Smoothing” , it’s at Testing – PhotoComix – PhotoComix Smoothing , ( if you don’t have it, maybe you have to update your G’MIC plugin first ) Just leave the setting as the default, the purpose of using this filter is to make the sketch look more smooth without loosing its sharpness.

Screenshot from 2013-06-30 00:17:32

To remove the paper from pencil sketch and make drawing transparent, choose Colors – Color to Alpha , and press OK.

Screenshot from 2013-06-30 00:19:26

Now, as the picture has turned transparent, Add New Layer with Layer Fill Type : White, and put that new layer in the bottom of the sketch layer.

Before I started to color my sketch, I change the layer mode into “Multiply” so the sketch line will more visible after I color it.

Screenshot from 2013-06-30 00:22:53

And I saved this picture with .ora (open raster file) so it can be opened in MyPaint.

At David Revoy’s blog , he used Krita to colored his drawing, I wish I can do that too, as I believe Krita is the most powerful digital software at this moment,  but I already enjoy using MyPaint, so here I just use MyPaint to color my sketch with only one layer !

Screenshot from 2013-06-30 00:25:35

What I love about MyPaint is it has very simple interface, so I can draw easily without any disturbance, and here I used Devaad Mixbrush (it called Deevad since it was made by Deevad, off course, hehehee ) I only use one layer to color this, but it would be much better if there are more layers, because using more layers will create a more realistic painting.

So this is the final result :

girlwithballon

And that’s all about how to turn a pencil sketch into a digital painting, with using some help from these useful open source graphic software : Gimp, G’MIC plugin and MyPaint ! 😀

source :

http://www.davidrevoy.com/article129/pencil-to-digital-painting

www.gimp.org

www.krita.org

MyPaint

G’MIC Plugin

Colorize Comics, a great new filter from G’MIC

A few days ago I saw from G’MIC post at Google+ , there was a new filter : Colorize Comics , it was a very interesting filter, basically this filter can colorize your black and white picture (B/W) just by applying some colors in it, then the filter will do its job ; to extrapolate the colors into that picture.

Oh btw, G’MIC is a famous plug-in for Gimp, it has many amazing filters, until now it has more than 400 filters ! and you can have chat with G’MIC developers in Gimp Chat and Google+ , and off course they’re very helpful and friendly.

So how to use this filter ?

first, you have to install G’MIC, it’s very easy, just go to http://gmic.sourceforge.net/ and download it.

After installing G’MIC, just open Gimp, go to menu bar : Filter – G’MIC ,there you have it !

colorize_comic

But what happen if  there’s no Colorize Comic filter in G’MIC ?

No worries, you just need to update your G’MIC plug-in , just press that little blue “Refresh” button, and automatically G’MIC will update its new filters.

refresh_button

So first I tried to draw a picture :

pacman1

then Add New Layer on the top of previous layer, with layer type : Transparency , then stroke some colors in that transparent layer just like this :

pacman2

With that transparent layer selected, go to menu bar : Filter – G’MIC , then choose Color – Colorize Comics , on the left side you need to choose Input Layers to All , and just press Apply 

To make your B/W visible, you need to move that layer to the top, and change the Layer Mode into Multiply, and here’s the result :

pacman3

Okay so this filter works very well in my childish sketch 😳 , but will it also work with “advance” picture ?

So I loaded my eye sketch, and I applied that same method to this pic :

eye2

And here’s the result ! Wow, awesome ! :mrgreen:

eye4

So for the conclusion, this Colorize Comics filter is very interesting and useful, especially for those who are too lazy to color some pictures 😀

source :

http://www.gimpchat.com/viewtopic.php?f=28&t=7567

Krita, software keren untuk digital painting

Pada awalnya saya pikir saya sudah merasa cukup puas dengan Gimp, Inkscape dan MyPaint untuk bereksperimen dengan image manipulating, ternyata saya lupa kalau ada satu lagi yaitu Krita, yang juga merupakan KDE software seperti saudaranya yaitu Gimp dkk, tapi lebih ditujukan untuk digital painting dan sketching.

krita_splash_v0

Dan yang lebih menyenangkannya lagi Krita sudah tersedia di Ubuntu Software Center, jadi tinggal diklik saja untuk menginstallnya, saat ini sudah dirilis versi 2.6, sayangnya Krita tidak ada untuk versi Windows-nya, seperti MyPaint juga yang hanya dirilis untuk OS Linux.

Pertama kali membuka Krita, akan muncul tampilan untuk memilih jenis kanvas yang akan digunakan, juga pilihan mode yaitu RGB, Grey scale dan CMYK, bahkan ada template untuk komik juga.

Screenshot from 2013-04-22 22:28:08

Setelah saya memilih kanvas dengan mode RGB, langsung saya mencoba Mirror Mode yang jenis Horizontal , tombolnya terdapat pada sebelah kanan atas toolbar-nya,

horizontalmode

dan saya memilih salah satu brush yang terdapat pada brush set, dan ini hasilnya, hanya dengan menggunakan mouse, bukan dengan graphic tablet, hebat ya 😀

Screenshot from 2013-04-22 22:36:05

Pada brush set di Krita juga terdapat Smudge Brush, yang berfungsi untuk memberikan efek Smudge pada gambar, jadi seperti saat kita “menghaluskan” gambar dengan tangan, efek ini mencampurkan antara dua atau beberapa warna, dan ini hasil dari Smudge Brush :

smudgebrush

Selain itu jika kita menklik mouse kanan pada kanvas, akan tampil pop-up seperti ini, dimana kita bisa memilih warna-warna yang sudah pernah dipakai, juga jenis brush yang sudah kita save sebelumnya, untuk menghilangkan pop-up ini, klik lagi mouse kanan.

rightclick

untuk mensave brush pada menu pop-up, pada bagian kanan atas toolbar, pilih button Save to Palette, 

savepalette1

kemudian akan muncul tampilan berikut dimana kita bisa memilih beberapa brush untuk disave, kita bisa mensave 10 brush pada menu pop-up

SAVEPALETTE

Beberapa shortcut key pada Krita :

Shift + Drag: dynamically resize brush size.
I and O: Decrease / Increase opacity (or just drag the slide at the top)
Mousewheel: zoom in and out
Ctrl + Click: select color.
Tab: Canvas-only mode
M: Mirror image.
B: Switch from whatever mode you’re using to Brush/Freehand mode.
E: Erase mode. In Krita, any brush can be used as an eraser!
Ctrl + Z / Ctrl + Shift + Z to undo/Redo (like most programs)

Memang masih banyak interface dari Krita yang masih perlu saya pelajari, terutama karena saya sudah terbiasa menggambar dengan MyPaint, jadi Krita adalah suatu yang baru bagi saya, tapi sejauh ini Krita sangat menarik, terutama karena memiliki banyak hal yang tidak bisa dilakukan dengan Gimp dan MyPaint.

Dan ini hasil sketching saya dengan Krita, dibuat sekitar 5 menit, gak jelek juga kan ? 😉

tes

Jadi begitu review saya tentang Krita, untuk info lebih lanjut dan download gratisnya, silakan menuju ke www.krita.org , selamat menggambar 🙂

 

 

 

 

 

Beberapa Cara Konversi RGB ke CMYK pada Gimp dan Inkscape

Gimp dan Inkscape adalah software foss yang selama ini sudah cukup handal dan banyak digunakan, sayangnya karena kedua software ini belum mensupport konversi image dari RGB (Red Green Blue) ke CMYK (Cyan Magenta Yellow Black) padahal konversi image ke CMYK ini penting saat image akan dicetak.

Mungkin sudah agak telat saya menulis tentang hal ini, tapi saya rasa ada perlunya juga saya menjelaskan tentang konversi CMYK ini, sekalian untuk dokumentasi juga.

Untungnya ada beberapa cara untuk menkonversi image dari RGB ke CMYK,

Pertama, untuk Inkscape bisa dengan bantuan Scribus, (free and open source publishing software) Scribus sudah mensupport SVG format, jadi tinggal mengkonversi file dari Inkscape yang sudah disave dengan format SVG, dengan perintah File – Import Get Vector File 

Kedua, dengan menginstall plugin Separate+ pada Gimp, dengan plugin ini maka kita bisa mengkonversi RGB ke CMYK, install juga icc profile yang dibundel satu paket dengan plugin tersebut, semua perintahnya sudah jelas pada file readme yang terdapat di plugin itu.

Ketiga, dengan bantuan Krita , software digital painting yang sedang banyak dibicarakan, bagi saya Krita seperti gabungan antara Gimp dan MyPaint , memang Krita lebih ditujukan untuk membuat digital art dan concept art, maka tidak heran kalau Krita sudah dilengkapi dengan fitur konversi CMYK.

Jadi caranya gampang saja, tinggal Export file dari Gimp atau Inkscape ke Krita, kemudian gunakan perintah Image – Convert Image Type , kemudian pilih CMYK. selanjutnya tinggal menyimpan file dengan perintah File – Export , simpan file bisa dengan format PDF atau TIFF.

Jadi itu beberapa cara untuk mengkonversi RGB ke CMYK pada Gimp dan Inkscape, tinggal pilih saja cara mana yang paling mudah dari ketiga itu 🙂

ohya, saya masih belum bisa pakai Krita, soalnya interface-nya lebih canggih dibanding Gimp dan Inkscape, jadi posting ini sekalian untuk belajar Krita juga 😀

sumber :

http://fossgrafis.com/article/gimp-separate-plugin-for-cmyk-print/

http://registry.gimp.org/node/471

http://libregraphicsworld.org/blog/entry/getting-cmyk-colors-from-inkscape-to-scribus

 

Krita-2.6