Pengalaman pertama mengajar di SD

Berkat hobi mengutak-atik software FOSS ini, beberapa kali saya diundang untuk mengisi acara-acara yang berhubungan dengan software yang saya gunakan, tapi belum pernah saya diajak menjadi tenaga pengajar, sampai Kang Yahyo (Riyogarta) salah satu aktifis opensource mengajak saya mengajar di sekolah anaknya.

Pertama, saya tidak yakin apa saya bisa melakukannya, tapi kang Yahyo terus meyakinkan saya, hingga akhirnya saya mencoba untuk mengirim surat lamaran ke sekolah Tanah Tingal di Ciputat, dan saya pun masuk dalam seleksi guru pengajar ekskul.

14232417_10209144575644106_4805310141128216215_n

Walaupun begitu saya masih belum yakin dengan kemampuan saya, hingga beberapa teman pun memberikan semangat agar saya terus mencobanya ๐Ÿ™‚

Akhirnya saya pun mengajar, pada pertemuan pertama saya sangat nervous dan panik, karena semua anak-anak sekolah dasar itu sangat aktif dan luarbiasa banyak bertanya ! sementara saya masih berusaha bersikap perfeksionis agar semua materi pelajaran yang sudah saya siapkan bisa dimengerti oleh semua anak-anak ๐Ÿ˜ฎ

foto6

Pada beberapa pertemuan berikutnya saya masih kewalahan dan panik, hingga pernah terbesit pikiran untuk berhenti, karena toh ini hanya ekskul saja, dan saya tidak memiliki keterikatan dengan pihak sekolah, saya bisa berhenti kapan saya mau ๐Ÿ˜

Tapi walaupun demikian, saya tetap terus mencoba mengajar, hingga akhirnya sampai pada bulan kedua saya mulai merasa tenang dan bisa mengontrol kelas, tidak disangka kalau saya bisa menikmati menjadi guru untuk anak-anak SD ๐Ÿ˜€

Ternyata perasaan tenang yang saya rasakan pada saat di kelas itu berasal dari saya sendiri, jika saya membuang sikap perfeksionis dan mencoba menikmati proses belajar tersebut maka saya bisa merasakan ada hubungan antara saya dan anak-anak,

lucu juga anak-anak ini, selain pintar mereka juga cepat menerima materi, yang jadi tantangan buat saya adalah agar mereka bisa mengerti kenapa ilmu yang saya ajarkan ini bisa berguna untuk mereka nantinya ๐Ÿ˜›

foto3

Pada akhirnya toh saya bisa memahami bahwa proses belajar bukan tentang siapa yang mengajar atau apa yang diajarkan, tapi lebih dari itu, karena kita tidak tahu apa anak-anak itu akan bisa mengingat apa yang pernah kita ajarkan,

Tapi yang terpenting adalah semangat dalam memperoleh ilmu tersebut, proses yang harus dilalui tidak mudah dan butuh kesabaran, oleh karena itu hasilnya akan terasa manis dikemudian hari nanti.

InsyaAllah saya akan mencoba terus mengajar setidaknya sampai akhir tahun ini ๐Ÿ™‚

dan untuk yang tertarik dengan materi yang saya ajarkan bisa mengunduhnya di link di bawah ini, disitu terdapat materi Gimp yang sudah saya berikan kepada anak-anak.

dan bulan depan saya berencana untuk mulai materi baru yaitu Inkscape ๐Ÿ˜‰

Materi Ekskul Desain Grafis dengan Gimp

 

 

25 tahun Linux

karena hari ini adalah hari ultah Linux ke 25, saya mau cerita sedikit kenapa saya sampai jadi salah satu pengguna linux dan mengapa saya tetap menggunakannya sampai saat ini,

Sebenarnya sejak era 90an, terutama setelah PC mulai mewabah, saya sangat suka mengutak-atik komputer, walaupun baru sebatas untuk game dan membuat cheat kecil-kecilan, setidaknya pada saat itu saya sudah punya visi bahwa komputer akan berperan banyak di masa depan.

Jadi sayapun mulai belajar bahasa komputer, pada masa itu sudah mulai berkembang HTML, Java dan PHP, agak sulit belajar pada saat itu karena koneksi internet masih belum sebagus saat ini, jadi kita hanya bisa mengandalkan dari buku-buku import atau bajakan yang berhasil diselundupkan.

Salah satu keberhasilan saya dalam mengutak-atik bahasa komputer adalah pada saat kuliah, dimana saya membuat program untuk greenhouse, semacam fuzzy logic, walau tidak canggih tapi cukup bisa menjadi prototype yang bisa digunakan sebagai laporan praktikum, juga kemudian saya membuat program untuk mengatur distribusi udara pada greenhouse, well not bad at all.

tapi pada tahun 2000 saya mulai berhenti menggunakan komputer, dan selama satu dekade saya sama sekali tidak mengikuti perkembangan teknologi komputer, masa itu adalah masa kegelapan bagi saya, saya kehilangan masa-masa kehebohan internet seperti friendster, blog, dkk. tapi setidaknya saya pernah mendengar tentang open source, terutama pada saat kedatangan Richard Stallman ke Jakarta.

kemudian saya mulai terkoneksi dengan dunia luar kembali pada tahun 2010, pada saat itu saya berusaha mengejar ketinggalan saya, mulai dari eksis di blog ini, kemudian twitter, facebook, dkk. sampai saya mulai mencoba menggunakan Open Source OS pertama saya yaitu Ubuntu versi 10.04

Dan juga pada tahun itu saya pertama kali mencoba software image editing yaitu GIMP, yang saat itu masih versi 2.6

Setelah mencoba beberapa software Free and Open Source, saya paham filsafat dari FOSS bahwa komunitas ini berjalan dengan kontribusi dari setiap penggunanya, jadi saya selalu berusaha “membayar” biaya software tersebut dengan berbagaimacam cara ; membuat tutorial, membantu teman-teman komunitas, memberikan sumbangan, dkk.

Jadi FOSS is actually not free at all, we need to pay something in order to be able to use it.

Kalau Linux berulang tahun ke 25, maka tahun ini adalah tahun ke-6 saya menjadi pengguna open source, dan saya merasa sangat beruntung bisa bergabung dengan komunitas open source yang sangat ramah dan helpful, I made a lot of friends ๐Ÿ™‚

Kini usaha kecil kami telah 100% menggunakan FOSS, dan terlebih lagi cita-cita saya untuk menjadi Digital Artist dapat tercapai berkat software FOSS yang sangat keren seperti GIMP, Inkscape, MyPaint dan Krita, suatu hal yang mustahil saya lakukan jika saya masih menggunakan software proprietary ๐Ÿ™‚

Thank you Linux, Thank you GNU/Linux, Thank you FOSS

Fossy and Linux

 

 

 

Gimp for Kids 2 : ANIMATION !

alhamdulillah,

akhirnya buku Gimp untuk Anak versi kedua telah selesai, pada buku kedua ini khusus untuk membahas tentang cara pembuatan animasi sederhana dengan Gimp yang menggunakan format .gif

seperti biasa, maskot Fossy si kucing linux tetap akan muncul pada setiap halaman di buku ini.

page1

Buku kedua ini adalah lanjutan dari buku sebelumnya, jadi sebaiknya untuk yang ingin menggunakan buku ini telah menyelesaikan latihan-latihan pada buku pertama : Gimp For Kids 1

dan tentu saja setiap pemakai buku ini harus menginstall software Gimp pada komputer PC/laptop

Demikian ebook sederhana ini, semoga bermanfaat !

sticker6

untuk semua gambar latihan dan piagam, dapat diunduh dengan cara klik ย pada gambar di galery, klik mouse kanan , open image in new tab dan save image

selamat mengunduh ! ๐Ÿ˜€

Catatan :

Jika komputer/laptop yang anda gunakan memakai monitor yang berukuran kecil, agar animasi dapat terlihat baik maka ubah ukuran image dengan perintah di menu Gimp : Image – Scale Image

Gimp_Book_For_Kids_animation

Efek Garis Linear Abstrak dengan Inkscape

Sudah lama saya tidak membuat tutorial tentang Inkscape, berikut adalah tutorial sederhana dengan menggunakan fitur Path untuk membuat efek garis abstrak yang keren yang dapat digunakan untuk berbagai desain seperti banner atau lainnya ;

Path_Lines

Pertama, setelah membuka inkscape, pilih Bezier Curves Tool, dan buat tiga titik seperti berikut ini, setelah selesai klik Enter ;

Screenshot from 2015-08-14 10:22:49

Pilih Edit Path by Nodes Tool, select semua nodes dengan menahan Shift dan klik pada ketiga nodes itu, kemudian pada bagian atas toolbox pilih “Autosmooth” untuk membuat kurva yang melengkung ;

Screenshot from 2015-08-14 10:23:39

Buat duplikat dari garis kurva ini dengan Ctrl + D, kemudian geser ke sebelah kanan seperti berikut ;

Screenshot from 2015-08-14 10:24:31

Select kedua kurva itu, pada menu pilih Path – Combine ,

Path-Combine

kemudian Path – Path Effect untuk membuka Path editor

Path_effect_editor

Pada drop-down menu atau pada tombol “+” pilih Stich Sub-Path effect,

Path_effect_stich

Pada Number of Paths , ubah jumlah garis menjadi 30 atau 50, kemudian klik pada Stich Path ; Edit on-canvas untuk mengaktifkan nodes pada Path agar kita dapat mengubah bentuk kurva pada garis tersebut ;

Path_editoncanvas

Ubah bentuk kurva garis sesuai dengan yang diinginkan dengan menarik kedua nodes :

Path_editpathnodes

Jika telah selesai mengedit bentuk garis, pada menu pilih Path – Object to Path

Path_objecttoPath

dan Path – Stroke to Path

Path_strokePath

Pilih Arrow Tool (Select Tool) untuk menseleksi garis kurva tersebut, Garis yang telah selesai dapat diberikan efek gradient warna dengan menggunakan Gradient Tool

path_gradient

Dan kurva abstrak telah selesai ! demikian tutorial sederhana ini, semoga bermanfaat ^^

Gimp Book for Kids

Alhamdulillah,

 

akhirnya saya berhasil menulis kembali ebook terbaru : Belajar Gimp untuk anak-anak

cover

 

Dengan Fossy si Kucing Linux sebagai instrukturnya ๐Ÿ™‚

fossy3

Ebook ini ditujukan untuk anak-anak diusia dini (sekitar 4 tahun) dengan dilengkapi latihan-latihan yang dapat diprint,

Instruksi di dalam ebook ini segaja saya buat dengan sangat sederhana karena memang ditujukan untuk anak-anak diusia dini, dan tentunya hanya beberapa fungsi dari Gimp yang saya gunakan dalam ebook ini,

contoh latihan :

latihan3_1

 

Demikian ebook ini saya sampaikan,

dan tentunya saya akan mempersiapkan ebook-ebook lain yang ditujukan untuk memperkenalkan software free and open source kepada anak-anak ๐Ÿ˜€

(untuk latihan, dapat diunduh dengan cara klik ย pada gambar di galery, klik mouse kanan dan save image)

Selamat mengunduh ! ๐Ÿ™‚

Gimp_for_kids

 

Software Digital Painting terbaik ; Krita versi 2.9.2

dari beberapa software open source yang sering saya gunakan (Gimp, Inskcape, MyPaint dan Blender) ada satu software yang sangat menarik karena fitur-fiturnya khusus untuk digital painting yaitu Krita

Krita memang berbeda dibandingkan dengan Gimp, selain Krita memiliki fitur yang lebih solid dan lengkap, juga tampilan Krita dibuat menyerupai Photoshop, mungkin dilakukan agar pengguna photoshop lebih nyaman ketika memakai Krita, selain itu Krita sudah support format file photoshop dan juga sudah support CMYK yang sangat penting jika kita ingin mencetak hasil karya digital kita.

butterfly_shout_by_ico_dy-d53me1n

Butterfly Shot by Enrico

 

Barusan Krita merilis versi terbarunya dengan berbagai fitur-fitur yang sangat luarbiasa, namun karena saya belum sempat menguasainya, terutama karena sampai saat ini saya masih belum terbiasa dengan interface dan keyboard shortcut di Krita (yang sebenarnya dapat diubah settingnya, namun saya belum lakukan hal itu) maka saya hanya mencoba beberapa fitur yang menarik bagi saya, terutama brushes set yang sangat luarbiasa itu

Testing Krita's Brushes

Testing Krita’s Brushes

Jadi ada beberapa keluhan tentang Krita yang lambat dan sering lagging, maka kita perlu ingat bahwa Krita adalah software open source, dan setiap software open source saling terintegrasi satu sama lainnya karena mereka berasal dari komunitas yang memilki spirit yang sama, maka jika ingin menggunakan Krita secara optimal, gunakan dengan Operating System yang berasal dari Open Source juga, rekomendasi saya adalah distro Ubuntu dan Linux Mint yang telah terbukti paling baik untuk mengoperasikan Krita.

Salah satu fitur yang sudah lama saya ingin gunakan adalah “Colorize” dari Plugin G’MIC yang sudah terinstall pada Krita veri terbaru ini, filter ini sangat luarbiasa karena dapat memberi warna dasar dari sketsa digital, bagi yang sudah pernah membuat karya digital pasti tahu bahwa memberikan warna dasar (basic coloring) cukup menyita waktu, dan dengan adanya fitur ini maka kita dapat menghemat waktu yang digunakan untuk memberikan warna dasar itu

Screenshot from Colorize filter from G'MIC Plugin in Krita

Screenshot from Colorize filter from G’MIC Plugin in Krita

Setelah mencoba fitur Colorize itu, saya tentunya akan terus mencoba menggunakannya karena manfaatnya sangat berguna bagi saya, tentunya saya tidak akan menjelaskan detail cara penggunaan fitur ini, karena dibawah akan saya cantumkan link-link yang berhubungan dengan fitur ini

Pada tahapan ini, pertama saya membuat sketsa awal, kemudian memberikan warna dasar dengan fitur “Colorize” dan terakhir memberikan shading dan details

Gmic_colorize_try4

dan ini adalah hasil akhirnya, namun saya belum sempat memberikan detail lebih baik lagi karena tujuan dari pembuatan gambar ini hanya untuk mencoba fitur Colorize saja

Dan ini adalah hasil akhirnya

Gmic_colorize_finale

kesimpulannya adalah Krita sangat baik untuk digunakan bagi para penggemar digital painting, karena fitur-fiturnya yang luarbiasa dan tampilannya yang menyerupai Photoshop, hingga Krita boleh dikatakan lebih menarik bagi pada pengguna photoshop yang tidak terbiasa dengan tampilan Gimp yang terlalu sederhana itu, tentunya masih ada beberapa kekurangan Krita namun jika melihat dari komunitas developer Krita yang sangat progresif ini maka bisa diasumsikan bahwa Krita akan memiliki masa depan yang cerah dibandingkan dengan software-software open source lainnya

Sumber :

www.krita.org

tutorial G’MIC Colorize by David Revoy

Seni sebagai ilmu penyempurna hidup

“I dream my painting then I paint my dream” – Van Gogh

fossy_darkbrightness

Fossy the Cat

sering saya berpikir ; kenapa saya selalu tertarik untuk mempelajari ilmu seni tapi tidak pernah tertarik untuk menekuninya sebagai profesi ?

dari kecil saya selalu suka menggambar dan membuat sketsa, tapi dalam keseharian saya selalu lebih tertarik pada pelajaran sains dan eksakta, bahkan saat memilih jurusan di universitas, pilihan yang saya ambil adalah jurusan teknik mesin.

facial_expression

Fossy the Cat for facial expression challenge

 

 

tapi saya tidak pernah berhenti menggambar, dimana saja dan kapan saja saya pasti selalu meluangkan waktu untuk membuat gambar, momen terbaik saya adalah saat saya sedang membuat gambar yang saya inginkan.

kemudian sekitar satu tahun yang lalu saya mulai menekuni digital painting, dan ternyata berkat ilmu menggambar dengan traditional art (pensil, cat, krayon) saya dapat menguasainya, walaupun dengan waktu yang cukup lama.

Kemarin pada saat training, instruktur berkata bahwa orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi akan cepat maju dalam bisnis, saya terkesiap dan bersyukur atas hal itu, mudah-mudahan ilmu seni yang saya tekuni ini dapat membuahkan hasil yang bermanfaat bagi saya dan orang-orang disekitar saya.

page10

“Little Monkey” sebuah illustration storybook yang saya buat untuk seorang teman

 

pernah juga seseorang berkata bahwa orang yang bisa menggambar itu sebenarnya orang yang jenius, saya tidak setuju atas statement ini, karena saya paham betul bahwa seni menggambar bukan ilmu yang anda pelajari dalam satu-dua jam, atau satu hari saja, atau hanya dengan membaca buku dan menonton tutorial singkat di youtube kemudian anda dalam seketika bisa menjadi Digital Artist yang handal, tidak ! ilmu seni bukan ilmu instant, anda harus konsisten, gigih, disiplin, dan sabar untuk menekuninya.

Dan saya tidak percaya bahwa seorang yang “nyeni” itu harus nyeleneh dan moody, bagi saya seorang artist itu harus kelihatan profesional, rapi dan enak dilihat, normal dan tidak aneh, moody atau impulsif.

zgrace2

study of light and shadows

 

jadi secara tidak sadar, hobi yang saya tekuni ini ternyata memberikan kontribusi yang positif baik untuk pekerjaan saya dan kehidupan pribadi saya, di tempat kerja saya tidak merasa terjebak dalam rutinitas, karena saya selalu berpikir apa hal lain yang bisa saya lakukan untuk memajukan usaha ini, btw pekerjaan saya ini bukan kerja kantoran 9 to 5, jadi saya harus lebih proaktif dan kreatif karena tidak ada seorangpun yang memberi petunjuk dan memberi instruksi tentang apa yang harus saya kerjakan.

gambargin2

Maka sebagai komitmen saya kepada ilmu seni ini dan sebagai wujud apresiasi pada dunia Open Source yang sudah mewujudkan impian saya untuk mendalami bidang digital art, saya akan berkomitment untuk secara rutin membuat tutorial tentang Digital Painting di Fossgrafis

Demikian, semoga saya selalu konsisten dan komitmen dalam bidang seni ini ๐Ÿ™‚

zkoigirl2

Girl and Koi Fish

ย *semua gambar dan ilustrasi adalah buatan saya sendiri dengan Free and Open Source Software

 

Introducing new Fossgrafis Mascot : Fossy the Cat !

sekitar dua tahun yang lalu saya mendapatkan amanah menjadi salah satu admin dari Fossgrafis, sebuah komunitas yang menyediakan informasi dan tutorial seputar software grafis (Gimp, Inkscape dan Blender) yang berlisensi gratis yang dibina oleh Mas @Aditia yang saat ini menjadi Technical Director di Kampoong Monster Studio.

ubuntu_fossy

Berkat free and open source software (FOSS) ini alhamdulilah saya dapat mewujudkan cita-cita saya untuk menguasai ilmu image editing yang tidak pernah saya bisa kuasai dari software proprietary seperti Photoshop dan Corel Draw, hingga saya mendapatkan manfaat dari ilmu ini sebagai penunjang kinerja kerja saya. Dan sebagai bentuk kontribusi kepada komunitas FOSS maka saya membuat tutorial sederhana yang diharapkan makin meningkatkan minat orang lain untuk mencoba dan beralih kepada FOSS

fossy1

dan saat ini saya sedang memulai serial tutorial Digital Painting dengan FOSS yang akan saya posting secara rutin di Fossgrafis , alasan saya fokus pada topik ini karena masih belum banyak yang memahami bahwa software ini bisa digunakan untuk menghasilkan Digital Art yang berkualitas.

fossy_the_cat

dan untuk menunjang serial tutorial ini maka saya membuat maskot yang akan digunakan dalam tutorial ini yaitu Fossy the Cat,

fossy3

sebetulnya Fossy the Cat diciptakan secara tidak sengaja, ketika saya mendapatkan undangan menjadi salah satu pembicara di ITB Bandung, dalam seminar mengenai Software Freedom for Small Business and Graphic Design, dan saya menyelipkan gambar kucing ini pada setiap halaman presentasi saya, dengan tujuan untuk membuat penyajian seminar saya menjadi lebih informal tapi tetap bermakna.

dan ini adalah Fossy the Cat beta version yang saya gunakan pada saat presentasi di ITB itu :

1

belakangan saya baru menyadari bahwa Fossy the Cat sepintas mirip dengan tokoh kucing “Carrot” yang diciptakan oleh David Revoy, salah seorang Digital Artist – yang sudah terkenal dengan kontribusinya pada komunitas open source, pada komik-komik digitalnya, tapi saya tidak pernah berniat menjiplaknya dan walaupun sepintas mirip tapi Fossy the Cat jelas bukan Carrot, dan mudah-mudahan David Revoy tidak keberatan tentang hal ini ^^

fossy5

Demikian perkenalan maskot terbaru kami, mudah-mudahan dengan proyek sederhana tutorial saya ini maka ilmu saya semakin bertambah dan memberi banyak manfaat, amin ๐Ÿ™‚

fossy6

 


Public Domain Mark


This work (Fossy the Cat, by Susan Devy), identified by Susan devy, is free of known copyright restrictions.

Krita’s cool features and new brushkit set

It’s been a while since my last update about Krita, and to be honest I really enjoy and easily get addicted to Krita since it gives me with many features that I could never get from other software.

First, there was a new brushkit set from David Revoy, Ramon Miranda and Vasco Basque, but I just install the brushkit from deevad, because I just don’t think I have enought time to try them all, hehehee

Again, why Krita ?

it’s simply the coolest software for illustration and image manipulation, it’s like the combination of Gimp, MyPaint, Inkscape and Alchemy. Although that I only use it for hobby but I’m sure the future of this software will be brighter, and it has version for Windows which can be use with tablet pc (Krita Gemini)

So here areย some of my works with Krita :

five_roses.resized

This flower doodle was made with Multiple Brushes Mode, in here I set to five brushes, it was really cool to draw with this feature.

glasses.resized

and this one I made with Horizontal Mirror Mode, so this drawing had the perfect symmetry and I ย love this because I just have to draw in one side, so this feature really saved my time ๐Ÿ˜€

experimentalqueeen.resized

When my friend told me about Alchemy software, I said to him that Krita also has the brush which is really similar with Alchemy ; the Experimental brush from David Revoy ! This brush is one of my favorite ! what I love about this brush is I can make any kind of shape and it allows me to create basic shapes before I decide to put more details.

So that’s all from my works, actually those are my old works, since I haven’t get much time to play with Krita, and I put them in my deviant art account, and surprisingly they were posted on Krita’s group in deviant art ! I’m so happy when anyone really appreciate my works ๐Ÿ™‚

I really really really enjoy Krita so far, I’m looking forward for the next version, since the last version has some bugs, or maybe because my ubuntu doesn’t support Krita or I don’t know but sometimes it’s get slow and laggy but I just keep trying to make more works with Krita ๐Ÿ™‚

references :

http://www.davidrevoy.com/article180/krita-brushkit-v3

http://vascobasque.wordpress.com/2013/09/08/krita-modular-brushset-v1-0/

http://www.ramonmiranda.com/2013/08/expressive-painting.html

http://krita.org/item/194-new-release-of-krita-gemini

http://krita.org/faq/item/16-krita-features

http://al.chemy.org/

Efek artistik dari plugin G’IMC ~ kolaborasi Gimp dan MyPaint

Dari artikel David Revoy tentang plugin G’MIC, baru saya pahami bahwa beberapa filter dari plugin ini adalah untuk memberikan efek artistik dari gambar – bukan cuma hanya foto, dan beberapa filter ini tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan filter-filter yang serupa dari beberapa plugin Photoshop ( yang tentunya berbayar ya)

Jadi berikut akan saya coba jabarkan bagaimana mengaplikasikan filter-filter dari G’MIC pada gambar yang saya buat dengan software foss untuk digital painting,ย MyPaint, contoh berikut ini adalah gambar “Eye” yang dibuat dengan Deevad mixbrush, saya suka menggunakan brush ini karena menghasilkan gambar yang “smooth” hingga saya tidak perlu menggunakan “Smudge” Tool untuk menghaluskan gambar lagi.

eyes1

Dan berikut adalah tampilan plugin G’MIC, filter yang akan saya gunakan adalah filter Poster Edges

gmicmenu

Setelah mengubah beberapa setting, terutama pada setting Edge Threshold, berikut gambar setelah diaplikasikan dengan filter Poster Edges

eyes_posteredge

Selanjutnya akan saya coba untuk menggunakan filter tersebut pada gambar berikut ini, namun saya tidak mau efek filter tersebut mengubah detail pada wajahnya.

girl

Maka saya akan menggunakan “Free Select Tool” untuk men-select wajah, pada Tool Option Bar, klik pada “Feather Edges” dengan radius 20 piksel. setelah itu pilih pada menu : Select – Invert , untuk men-select area disekitar rambut (karena saya akan mengaplikasikan efek filter untuk rambut – bukan pada wajah)

Screenshot from 2013-03-29 16:48:21

Dan berikut adalah hasil dari filter Poster Edges :

gmic-posteredges

Saya mencoba filter yang lain yaitu “Graphic Boost 2” untuk menghasilkan tekstur yang lebih “berisi” pada gambar ini. ohya, warna mata dari gambar ini sudah saya ubah dengan Gimp, jadi warna mata bukan diubah dengan filter G’MIC.

gmic-graphicboost2

Dan ini juga gambar saya yang lain dengan mengaplikasikan filter “Graphic Novel”

mygirl_gmic_graphicnovel2

Demikian posting tentang beberapa filter ciamik dari G’MIC yang sangat cocok untuk menberika efek yang artistik pada gambar digital, semoga bermanfaat ! ๐Ÿ˜€