Bosnia, Emerald dari Balkan

setelah saya membaca artikel tulisan Asma Nadia tentang kunjungannya ke Bosnia, dan beliau bilang dia sudah traveling ke 60 negara dan sangat terkesan pada Bosnia, saya bersyukur bahwa saya tidak perlu membuang waktu saya traveling ke negara sebanyak itu sebelum ke Bosnia, dan Bosnia ini adalah rangkuman dari kunjungan saya ke negri Balkan itu.

saya sebenarnya orang yang anti-traveling, buat saya traveling itu hanya membuang-buang waktu saja, dan saya lebih suka tiduran dirumah sambil baca buku dengan kucing-kucing, jadi kalaupun saya bertraveling itu maka karena saya punya alasan yang sangat kuat untuk menyeret badan saya keluar dari rumah.

dan Bosnia adalah alasan terbaik untuk saya bertraveling, sebulan sebelum memasuki bulan puasa, kami diundang oleh kawan lama kami yang bekerja di kedutaan Indonesia di Bosnia untuk berkunjung ke Bosnia, setelah melakukan persiapan yang matang, kami berangkat bersepuluh orang ke negri Balkan itu. selain Bosnia sebenarnya ada beberapa negara Balkan lainnya yang juga kami kunjungi tapi Bosnia adalah tujuan utama kami

Pertama kami tiba di Ibukota Sarajevo, saya sangat terkesan pada airport yang kecil, sepi dan bersih, saya lihat di papan schedule flight ternyata dalam sehari cuma ada sekitar sepuluh penerbangan ke kota ini, jadi untuk saya hal ini sangat menyenangkan bisa menikmati airport yang sepi setelah sering tiba di airport yang sangat crowded.

Hari pertama kami langsung mengunjungi pusat kota Sarajevo ; Bascarsija, saya sangat terkesan pada suasana pusat kota yang memiliki ambience historik, terutama terdapat beberapa minaret bergaya arsitektur turki Ottoman, pengalaman di pusat kota Sarajevo sangat sulit dilupakan, apalagi kami bisa menikmati makanan halal fast food khas Bosnia ; Cepavi (sejenis roti kebab) dan dessert khas Bosnia yang tidak terlupakan yaitu Trilece, juga kopi Bosnia yang kental dan pahit.

DSC03318

Hari kedua kami berangkat ke daerah pegunungan dekat Sarajevo, ternyata disitu terdapat taman nasional yang menjadi sumber mata air untuk kota Sarajevo, saya sudah pernah mencoba minum dari tap water di negri eropa tapi tap water di Bosnia ini sungguh menyegarkan karena berasal dari sumber mata air yang paling jernih dan paling segar yang pernah saya rasakan.

DSC03522

kemudian kami mengunjungi kota Konjic, dimana terdapat jembatan yang dibangun pada masa kekhalifahan Ottoman, jembatan Konjic adalah cirikhas dari kota ini, sayang kami hanya mampir sebentar, mudah-mudahan saya bisa kembali dan meluangkan waktu lebih lama di kota ini.

Konjic

namun kota pusat pariwisata dari Bosnia adalah Mostar, karena kota ini bukan saja sangat luar biasa indah tidak terungkapkan oleh kata-kata, juga karena jembatan khas Ottoman yang melengkung tinggi : “Arch Bridge of Mostar” yang sangat terkenal ini, sulit membayangkan saat Perang Bosnia di tahun 90an menghancurkan jembatan ini sampai habis total, dan akhirnya negri ini bisa bangkit dan membangun kembali jembatan bersejarah itu sesuai dengan desain awalnya berdasarkan blue print aslinya.

Jika berkunjung ke Mostar, ada satu Mesjid di dekat jembatan Mostar itu yang minaret-nya bisa dinaiki, dan dari atas minaret itu kita bisa melihat seluruh pemandangan kota Mostar yang indah, namun menaiki minaret tidaklah mudah karena tangganya sangat banyak jadi harus menyiapkan stamina yang baik agar tidak letih sampai diatas minaret ini

Ada satu kota kecil yang memiliki sejarah mulai dari masa romawi yaitu Pociteli, dimana terdapat sisa-sisa benteng dan juga mesjid berarsitektur Ottoman yang masih berfungsi untuk kegiatan ibadah.

salah satu Kota yang unik adalah Blagaj, dimana terdapat sungai yang sangat jernih, ditempat itu sangat cocok untuk mencicipi ikan bakar sungai khas yang selain enak juga tulangnya ternyata bisa ditelan, selain itu kami juga mencicipi steak khas Bosnia yang ukurannya sangat besar dan memiliki tekstur yang mirip seperti daging wagyu.

Bosnia memiliki kota yang digunakan untuk liburan musim dingin yaitu Travnik, namun karena kami datang di saat musim semi jadi kami cukup menikmati pemandangan “negri di atas awan” yang benar di atas awan, pemandangan disekeliling sangat cocok untuk syuting film musikal seperti sound of music.

dan masih ada beberapa tempat yang sangat menarik lainnya, sisa waktu liburan kami habiskan mengunjungki negri balkan seperti Montenegro, Kroasia, Austria dan Hungaria, namun setelah meluangkan waktu di Bosnia, saya merasa menyesal tidak tetap tinggal di Bosnia saja, karena kota-kota lainnya tidak senyaman dan seindah Bosnia.

Travnik

ada beberapa hal kenapa HARUS traveling ke Bosnia :

  1. Bosnia itu indah, compare to other countries in europe, Bosnia is definetely the best ever…..like, seriously
  2. Bosnian people are the warmest and friendliest ever, bahkan kalau mereka tidak bisa bahasa inggris mereka akan tetap ajak kita ngobrol, juga di restoran mereka servis kita dengan sangat baik dan no tips.
  3. all price in Bosnia is the cheapest, bahkan jika dibandingkan dengan europen countries, ongkos di Bosnia itu bisa separuh lebih murah, apalagi di Bosnia bisa minum dari tap water, harga susu dan yogurt yang lebih murah daripada harga mineral water (serius!) juga pilihan makanan yang banyak, enak dan murah.
  4. untuk turis muslim pasti senang dan puas di Bosnia karena semua makanan disini Halal.
  5. Bosnia memiliki sejarah yang panjang, mulai dari masa kekhalifahan Turki Ottoman dan sampai masa peperangan dengan serbia di tahun 90an, jadi kemanapun kita pergi kita akan menemukan kisah sejarah ditiap sudut kota di Bosnia.

Sarajevo

ada beberapa poin yang harus diperhatikan juga jika ingin ke Bosnia :

  1. tidak ada direct filght ke Bosnia, jadi harus cari pesawat yang transit di Turki, Zurich atau kota lainnya yang ada flight ke Sarajevo.
  2. untuk ke Bosnia perlu visa Schengen, jadi memang harus mengurus visa sebelum bisa berkunjung ke Bosnia.

maka alhamdulillah, saya sangat bersyukur pada nikmat traveling ini, ternyata orang yang anti traveling seperti saya bisa menikmati liburan yang memiliki unsur edukasi dan hiburan juga, saya sangat berharap bisa kembali lagi ke Bosnia jika Allah mengizinkan insyaAllah

Mostar1

ketika seorang ulama membuat kesalahan yang (tidak) fatal

beberapa hari yang lalu, seorang ulama senior memberikan ceramah di forum internasional, dan dia memberikan statement yang menyudutkan suatu ras di negaranya dan juga memberikan kritikan pada satu kelompok (aliran) agama yang terkenal.

Sebenarnya apa yang diucapkan ulama ini bukanlah bentuk hinaan, tapi hal itu tidak pernah dia lakukan sebelumnya, tentu semua orang jadi kaget dan syok.

yang saya perhatikan adalah reaksi dari teman-teman ulamanya di sosial media sangat menarik, berikut reaksi sebagian dari mereka :

  • ulama 1 menyatakan terkejut dan menghimbau jamaah agar tetap tenang dan berprasangka baik pada ulama senior itu sampai beliau memberikan klarifikasi
  • ulama 2 membuat posting tentang pentingnya umat mengkritik para ulama, jika ulama melakukan kesalahan – tanpa menyinggung sedikitpun perihal ulama senior itu.
  • ulama 3 membuat self-deprecating joke tentang hal itu, LOL
  • ulama 4 (yang kebetulan seorang wanita) mengungkapkan kekagetannya namun tetap menghimbau jamaah agar tenang.
  • ulama 5 membuat posting tentang kejadian pribadinya yang dulu pernah melakukan kesalahan yang hampir sama, yang intinya menunjukkan bahwa ulama tidak bebas dari kesalahan.

intinya para ulama itu berusaha menenangkan umat dan mengingatkan untuk berprasangka baik pada si ulama senior itu.

Saya pun sebenarnya kaget dengan kejadian ini, karena saya sering mengikuti kutbah ulama senior itu via internet, tidak berlebihan kalau beliau memberikan dampak positif bagi saya ; berkat beliau saya jadi sering membaca banyak buku agama dan mulai mempelajari puisi2 klasik.

kemudian saya bertanya pada teman saya yang kebetulan adalah simpatisan kelompok yang dikritik itu ; apakah mereka tersinggung dengan pernyataan ulama itu ?

ternyata jawaban teman saya bahwa hal itu sudah biasa, disini bahkan banyak yang menuduh mereka adalah aliran sesat.

jadi menurut teman saya itu pernyataan ulama senior itu bukan hal besar – no big deal, jika dibandingkan dengan apa yang telah mereka alami.

akhirnya si ulama senior itu memberikan pernyataan maaf atas kesalahannya, karena dia sedang dalam kondisi yang tidak fit akibat masih jetlag dari penerbangan jarak jauh, dia tidak sedikitpun berusaha menutupi kesalahannya atau bersikap defensif, juga tidak melemparkan kesalahannya kepada pihak lain (blame shifting)

dia juga berterimakasih pada para ulama yang sudah mengingatkannya dengan baik,

jadi akhirnya insiden itu berakhir dengan hepi ending.

yang jadi pertanyaan adalah ; apa jadinya jika kejadian itu terjadi disini ?

sering saya mengikuti ceramah dimana pembicaranya tanpa merasa bersalah mengkritik suatu kelompok, dan seakan-akan jika kita tidak menyetujui hal itu maka kita pun akan masuk dalam kelompok yang dikritik.

saya paham bahwa membahas tentang kelompok atau firqoh ini adalah hal yang sangat sensitif – apalagi saya ini hanya orang awam.

tapi dari insiden di atas, setidaknya kita bisa melihat contoh yang baik, bagaimana para ulama di negara itu berusaha menyelesaikan masalah yang tampaknya sepele bagi kita – demi┬á untuk menjaga keutuhan umat.

ada seorang filsafat dan ahli sejarah terkenal dari Lebanon, dia berkata bahwa semua kelompok dalam agama kita ini muncul akibat isu kesukuan, sifat superior yang membanggakan suatu golongan atau suku.

jadi….ada kemungkinan sentimen antar kelompok di sini akibat isu ras yang diimport dari negara asalnya !

tapi sulit untuk menghimbau agar kita saling menghargai kelompok lainnya, sedangkan disini saja banyak ulama yang melarang kita berinteraksi dengan kelompok lainnya, bahkan duduk bersama juga tidak boleh.

sementara itu satu ulama dari aliran yang paling konservatif (salaf) yang saya kenal dari barat, pernah berkata bahwa dia akan mengusahakan segala upaya untuk menyatukan umat – bahkan dengan golongan yang paling radikal dari negri persia itu.

 

suatu hal yang tidak akan pernah saya dengar disini……..

hamzayusuf

 

 

 

25 tahun Linux

karena hari ini adalah hari ultah Linux ke 25, saya mau cerita sedikit kenapa saya sampai jadi salah satu pengguna linux dan mengapa saya tetap menggunakannya sampai saat ini,

Sebenarnya sejak era 90an, terutama setelah PC mulai mewabah, saya sangat suka mengutak-atik komputer, walaupun baru sebatas untuk game dan membuat cheat kecil-kecilan, setidaknya pada saat itu saya sudah punya visi bahwa komputer akan berperan banyak di masa depan.

Jadi sayapun mulai belajar bahasa komputer, pada masa itu sudah mulai berkembang HTML, Java dan PHP, agak sulit belajar pada saat itu karena koneksi internet masih belum sebagus saat ini, jadi kita hanya bisa mengandalkan dari buku-buku import atau bajakan yang berhasil diselundupkan.

Salah satu keberhasilan saya dalam mengutak-atik bahasa komputer adalah pada saat kuliah, dimana saya membuat program untuk greenhouse, semacam fuzzy logic, walau tidak canggih tapi cukup bisa menjadi prototype yang bisa digunakan sebagai laporan praktikum, juga kemudian saya membuat program untuk mengatur distribusi udara pada greenhouse, well not bad at all.

tapi pada tahun 2000 saya mulai berhenti menggunakan komputer, dan selama satu dekade saya sama sekali tidak mengikuti perkembangan teknologi komputer, masa itu adalah masa kegelapan bagi saya, saya kehilangan masa-masa kehebohan internet seperti friendster, blog, dkk. tapi setidaknya saya pernah mendengar tentang open source, terutama pada saat kedatangan Richard Stallman ke Jakarta.

kemudian saya mulai terkoneksi dengan dunia luar kembali pada tahun 2010, pada saat itu saya berusaha mengejar ketinggalan saya, mulai dari eksis di blog ini, kemudian twitter, facebook, dkk. sampai saya mulai mencoba menggunakan Open Source OS pertama saya yaitu Ubuntu versi 10.04

Dan juga pada tahun itu saya pertama kali mencoba software image editing yaitu GIMP, yang saat itu masih versi 2.6

Setelah mencoba beberapa software Free and Open Source, saya paham filsafat dari FOSS bahwa komunitas ini berjalan dengan kontribusi dari setiap penggunanya, jadi saya selalu berusaha “membayar” biaya software tersebut dengan berbagaimacam cara ; membuat tutorial, membantu teman-teman komunitas, memberikan sumbangan, dkk.

Jadi FOSS is actually not free at all, we need to pay something in order to be able to use it.

Kalau Linux berulang tahun ke 25, maka tahun ini adalah tahun ke-6 saya menjadi pengguna open source, dan saya merasa sangat beruntung bisa bergabung dengan komunitas open source yang sangat ramah dan helpful, I made a lot of friends ­čÖé

Kini usaha kecil kami telah 100% menggunakan FOSS, dan terlebih lagi cita-cita saya untuk menjadi Digital Artist dapat tercapai berkat software FOSS yang sangat keren seperti GIMP, Inkscape, MyPaint dan Krita, suatu hal yang mustahil saya lakukan jika saya masih menggunakan software proprietary ­čÖé

Thank you Linux, Thank you GNU/Linux, Thank you FOSS

Fossy and Linux

 

 

 

No Poo Shampoo

Sudah bertahun-tahun saya berusaha mengobati kerontokan rambut saya, namun semua produk yang saya coba hanya memberikan hasil sementara, setelah itu rambut saya kembali rontok lagi dan lagi,

Bahkan uban di rambut semakin banyak, tadinya saya pikir mungkin rambut saya jadi banyak uban karena bawaan genetik.

Jadi ini ritual perawatan rambut saya dulu :

  • keramas dengan shampoo setiap dua hari sekali
  • hair tonic setiap sehabis keramas
  • creambath dan masker rambut setiap seminggu sekali
  • hair coloring atau henna setiap sebulan sekali, untuk menutupi uban

Kemudian saya baca di media online bahwa ada yang sudah meninggalkan shampoo selama dua tahun dan rambutnya semakin sehat, saya pikir kok aneh banget ya, tapi kemudian setelah saya membaca sejarah tentang shampoo dan ternyata shampoo itu baru menjadi produk komersil sekitar tahun 1950-an

Orang dulu tidak mengenal shampoo yang kita pakai saat ini, mereka mencuci rambut dengan ramuan-ramuan alami dan memberikan minyak atau wewangian.

Bahkan dulunya orang tua kita biasa berkeramas dengan merang padi yang dibakar, dan meminyaki rambut dengan minyak kelapa.

Shampoo komersial ternyata memberikan dampak yang negatif antara lain :

  • menghilangkan pelembab alami yang dihasilkan kulit kepala (sebum)
  • mengandung bahan-bahan kimiawi yang berbahaya bagi tubuh
  • produk shampoo adalah salah satu sumber polusi yang merusak lingkungan.

Kemudian saya mencari informasi tentang “No Poo” shampoo, yang intinya metode ini membuat kita meninggalkan semua produk shampoo komersil dan beralih pada shampoo buatan sendiri yang alami.

Satu hal yang perlu diingat : Rambut kita telah terbiasa dengan shampoo komersil, jadi pada saat pertama kali mencoba No Poo shampoo akan ada Masa Adaptasi dimana rambut akan jadi lepek dan berminyak, biasanya masa adaptasi ini sekitar dua minggu sampai sebulan, tergantung kondisi rambut. setelah itu rambut akan terbiasa dengan no poo shampoo.

Ada beberapa resep No Poo shampoo yang sudah saya coba :

Jeruk Nipis atau lemon dan Madu, perasan dari dua buah jeruk nipis dicampur dengan madu satu sendok teh, dicampur dengan air sekitar 500ml, cara keramas : basahi rambut dengan air, bilas rambut dengan air campuran jeruk nipis dan madu, diamkan selama 3-5 menit, bilas dengan air.

Pada awalnya saya mencoba no poo shampoo, saya menggunakan resep jeruk nipis dan madu, namun ternyata resep ini tidak cocok dengan kondisi rambut saya yang terlalu berminyak.

Green Tea : satu teh hijau celup dalam air panas sekitar 500ml, diamkan sampai agak dingin, bisa ditambahi dengan parfum atau essential oil secukupnya, cara pemakaian sama seperti no poo shampoo sebelumnya.

20160604_103901

Resep ini yang paling cocok untuk rambut saya yang berminyak, juga wangi teh hijau yang segar membuat rambut saya jadi terasa lebih ringan. saya sudah menggunakan resep green tea ini setidaknya selama 6 bulan. favorit saya adalah green tea dari jepang karena bisa membuat rambut saya segar lebih lama.

Baking Soda ; satu sendok teh baking soda dicampur dengan air 500ml, tambahi dengan parfum atau essential oil secukupnya, cara pemakaian sama seperti no poo shampoo sebelumnya.

20160604_103205

Resep baking soda ini yang masih saya gunakan sampai saat ini, karena resep ini yang paling bisa menghilangkan minyak di kulit kepala saya tanpa membuat rambut jadi terlalu kering.

Dry Shampoo ; salah satu dari metode no poo adalah dry shampoo yang mudah dibuat, yaitu dengan mencampur tepung maizena dan bubuk coklat dengan perbandingan 50:50, simpan dalam tempat kering, gunakan kuas untuk menaburnya di kulit kepala. dry shampoo dapat digunakan kapan saja, terutama jika rambut tampak lepek dan berminyak.

20160604_103327

resep dry shampoo lainnya yaitu adalah bedak bayi, yang lebih mudah digunakan dan memberikan hasil yang sama dengan resep dry shampoo sebelumnya.

Setelah beralih ke No Poo Shampoo, kini ritual perawatan rambut saya adalah :

  • Keramas dengan no poo shampoo dua atau sekali seminggu
  • dry shampoo setiap pagi, karena kulit kepala di ubun-ubun saya terlalu berminyak
  • hair coloring atau henna tidak pernah lagi
  • ke salon hanya untuk potong rambut saja (baru dua kali dalam dua tahun ini)

Setelah hampir dua tahun ini saya beralih ke no poo shampoo, apakah saya pernah berniat untuk mencoba memakai produk shampo komersil lagi ? tentu tidak ! buat apa ? toh rambut saya sudah lebih sehat dan tidak rontok lagi, jadi buat apa saya kembali menggunakan produk itu lagi ?

Apakah rambut jadi bau dengan no poo shampoo ?

tergantung pada bagaimana perawatan yang dilakukan, saya setiap hari memberikan wewangian di rambut saya, terutama karena cuaca di kota ini sangat panas, jadi bisa membuat rambut cepat lembab dan bau, sebetulnya dengan menggunakan produk shampo komersil pun bisa membuat rambut bau juga – jika tidak dirawat dengan benar.

Bonusnya dari no poo shampoo ini adalah ternyata uban saya jadi tidak tampak lagi, awalnya saya pikir mungkin no poo ini membuat uban berkurang, ternyata tidak, namun uban menjadi tidak dominan lagi warnanya, maka dari itu saya tidak pernah mewarnai rambut lagi sejak beralih ke no poo shampoo.

uban = gray hair , mungkin karena dulu uban itu warnanya abu-abu, bukan putih keperakan seperti saat ini setelah kita semua memakai shampo komersil.

Demikian pengalaman no poo shampoo saya ini, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat.

tentunya masih banyak yang meragukan metode ini, saya tidak heran karena kita terlahir sudah dengan budaya shampo komersil.

Namun setidaknya coba dulu gunakan resep dry shampoo yang bisa digunakan saat sedang traveling atau saat sedang sakit.

Untuk yang ingin mencoba shampo organik yang siap pakai bisa membeli online seperti contoh ini :

Screenshot_2016-06-02-12-05-45-1

 

 

 

 

 

 

Hidup tanpa kantung empedu : Kopdar pertama

Hampir empat tahun yang lalu saya menulis artikel tentang penyakit batu empedu : “Hidup tanpa kantung empedu” dengan niat hanya untuk membuat dokumentasi tentang penyakit ini saja, ternyata respon yang saya dapat sangat banyak, hingga akhirnya salah seorang pembaca artikel – Bapak William mengusulkan untuk membuat grup di Whatsapp untuk menjadi wadah sharing antara sesama penderita penyakit ini.

Alhamdulillah hari ini beberapa dari anggota grup ini dapat melakukan kopdar pertama, berkat jasa Mbak Myrna dan Mbak Cicik yang sudah berupaya untuk mengumpulkan kami dan mencarikan tempat yang paling nyaman untuk kopdar yaitu di restoran Saung Mang Engking di Serpong

Tujuan dari diadakannya kopdar selain untuk menjalin silaturahmi, juga untuk mencarikan solusi yang baik untuk setiap anggota grup agar dapat menjalankan pola hidup sehat

Acara dimulai dengan sesi perkenalan dan dilanjutkan dengan sharing mengenai pengalaman dengan penyakit batu empedu.

Dari semua yang hadir, empat orang sudah mengambil tindakan operasi pengangkatan kantung empedu yaitu : Saya sendiri, Bapak Handri, Bu Riza, dan Bu Myrna, sedangkan lainnya belum dioperasi yaitu : Bu Yulianti, Mbak Cicik, Mbak Rika dan Bu Nina.

Dari Kiri ke Kanan :  Mbak Nina, Mbak Riza, saya, Bu Yulianti, Mbak Cicik, Mas Handri, Mbak Myrna dan Mbak Rika

Dari Kiri ke Kanan :
Mbak Nina, Mbak Riza, saya, Bu Yulianti, Mbak Cicik, Mas Handri, Mbak Myrna dan Mbak Rika

dari kelompok yang sudah dioperasi (tidak punya kantung empedu) kami semua sama-sama merasakan masih mempunyai keluhan yang sama yaitu sering begah (kembung), mudah letih dan kadang diare.

dari kelompok yang belum dioperasi masih merasakan gejala yang kurang lebih sama dan juga masih kambuh penyakit mag.

Hampir semua yang hadir sudah menjalankan pola makan sehat, juga sudah pernah melakukan terapi apel, dan setelah melakukan itu terbukti bahwa jumlah batu dalam kantung empedu berkurang.

ada beberapa tips untuk menjaga stamina yang telah dilakukan sebagian dari anggota grup yaitu :

  • meminum suplemen habbatusauda dan omega3 setiap hari
  • meminum cuka apel tiap pagi satu sendok makan
  • membatasi jumlah makanan
  • beristirahat jika merasa kelelahan
  • tetap terus mengurangi konsumsi makanan berlemak dan gorengan
  • berolahraga secara rutin
  • terapi jeruk nipis peras (jeniper) hangat setiap pagi
  • kapsul albumin untuk menguatkan fungsi hati
  • sari temulawak untuk kesehatan liver

Diakhir sesi, Bu Yulianti memberikan presentasi tentang Psikosomatis dan hubungannya dengan penyakit batu empedu,

Topik tentang Psikosomatis sudah saya tulis di artikel : “Psikosomatis ; gangguan fisik akibat gangguan mental”

Psikosomatis adalah penyakit yang dimana pikiran mempengaruhi kondisi tubuh, kondisi mental yang tidak stabil dan lemah akan mempengaruhi kesehatan mental secara signifikan, dan sering kali serangan batu empedu dipicu oleh psikosomatis.

Cara meredakan psikosomatis :

  • Psikoterapi ; mengkonsumsi obat antidepresan
  • latihan relaksasi, meditasi, dsb
  • sharing dengan psikolog atau rekan yang dipercaya

Intinya untuk mendapatkan kesembuhan dari segala penyakit – bukan hanya batu empedu, adalah dengan selalu menjaga kesehatan mental dan spiritual

Kemudian Bu Yulianti menyuruh kami semua untuk membacakan deklarasi berikut ini :

“Aku SEHAT, aku BAHAGIA

Hidupku penuh KEDAMAIAN

Terima semua dengan IKHLAS, selalu berpikiran POSITIF

Serahkan semuanya kepada TUHAN yang Maha KUASA

Terus TERSENYUM”

Demikian kopdar kami berakhir dengan meninggalkan kesan yang mendalam dan banyak hal yang dapat kami bagikan kepada teman-teman di grup juga kepada keluarga di rumah.

Terima kasih banyak kepada Bapak Handri yang sudah repot mengumpulkan kami dan memilih tempat kopdar, terima kasih kepada Bapak William sebagai pencipta grup kami di Whatsapp, terima kasih kepada Mbak Riza, Mbak Nina, Mbak Cicik, Mbak Rika yang sudah datang, juga kepada Bu Yulianti yang sudah memberikan presentasi yang luasbiasa.

Terutama terima kasih banyak untuk Mbak Myrna yang sudah mengkoordinasikan acara ini, mencarikan tema dan sesi psikolog, alhamdulillah acara berjalan lancar berkat jasa-jasa beliau.

Saya sangat bersyukur karena semua ini adalah berkat dari rahmat Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, hingga kami dapat berkumpul dan saling berbagi.

Semoga kebersamaan dalam nuansa sehat dan positif ini dapat selalu terjalin.

(untuk pembaca yang ingin bergabung dengan grup kami, silakan hubungi saya pada kontak disini)

Kopdar grup KE

 

 

 

 

 

Hidup tanpa Kantung Empedu : Spiritual Healing

“Dan Kami turunkan AL-Quran sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Al-Isra : 82)

Sudah lama terakhir kali saya menulis tentang penyakit batu empedu, namun sampai hari ini masih ada yang mengirim email kepada saya menanyakan tentang hal ini, seakan-akan posting-posting saya yang sebelumnya tidak cukup menberikan informasi tentang penyakit ini.

Kali ini saya tidak akan menuliskan tentang cara penyembuhan lain, karena semua yang saya ketahui sudah saya tulis pada posting-posting sebelumnya, dan pada posting ini saya akan menceritakan asal muasal kenapa saya mendapatkan penyakit ini hingga kondisi saya saat ini.

Awalnya saya mendapat diagnosa penyakit ini pada sekitar tahun 1999, pada saat itu dokter sudah menyuruh saya untuk mengambil tindakan operasi – karena batu sudah terlalu banyak dan terjadi peradangan, namun saya mencoba memakai obat herbal “Pusaka Ambon” dan semua batu di kantung empedu saya berhasil hilang

Pada tahun 2002 saya merasakan peradangan yang lebih parah dari sebelumnya dan berkali-kali saya masuk ke UGD, hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengambil tindakan operasi, ada dua alasan kenapa saya mengambil tindakan itu :

  1. Saya tidak tahu adanya efek samping setelah kantung empedu hilang,
  2. kondisi fisik dan mental saya saat itu sangat lemah, hingga saya memerlukan tindakan yang cepat untuk penyembuhan

Jadi setelah operasi, selama beberapa tahun saya merasakan perubahan kondisi fisik yang sangat jelas seperti sering mual dan kembung, cepat lelah dan pusing.

Namun kondisi sekitar saya sangat tidak mendukung pada saat itu, hingga saya mengabaikan semua gejala tersebut. Hingga alhamdulillah pada tahun 2010 saya kembali kepada keluarga saya yang sangat memperhatikan dan menyayangi saya, dan mulai saat itu saya dapat lebih memperhatikan kondisi kesehatan saya dan menemukan sebab semua gejala itu adalah akibat dari hilangnya kantung empedu.

Dan kondisi saya saat ini sebenarnya belum benar pulih seperti sebelumya, namun berkat keluarga saya yang sangat perhatian pada saya hingga saya dapat menjaga pola makan dan lebih memperhatikan kondisi fisik saya.

Pada posting2 sebelumnya saya sudah menjelaskan dua cara pengobatan penyakit ini yaitu pengobatan herbal dan pengobatan modern, dan saya sudah menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda hingga saya TIDAK bisa merekomendasikan pilihan pengobatan yang terbaik.

Namun ada cara lain yang setidaknya bisa membantu dan bisa dilakukan semua orang yaitu pengobatan spiritual,

Pengobatan spiritual yang saya lakukan tentunya berdasarkan dari ajaran agama yang saya anut, dan ternyata hal ini sangat membantu dalam proses penyembuhan saya, dan membuat saya menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya,

Berikut beberapa hal yang saya lakukan untuk mencapai kesehatan rohani :

  • Menambah ilmu agama, saya paham bahwa saya harus mengenal siapa Tuhan yang menciptakan saya, mengapa saya harus beribadah hanya kepada-Nya, mengapa saya harus mencintai-Nya, mengapa saya diberikan penyakit ini, semua pertanyaan itu hanya saya dapatkan setelah saya mengenal Tuhan saya dengan membaca banyak buku-buku agama dan menghadiri pengajian.
  • Memahami bahwa setiap manusia (dan saya juga) tidak diciptakan secara sia-sia, setiap insan memiliki tugas masing-masing, dan kita mempunyai pilihan untuk menjadi manusia yang baik
  • Dimanapun, kapanpun saya berada, saya harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, jadi bukan hanya ketika sedang beribadah saja, namun setiap waktu saya usahakan untuk terus mengingat-Nya
  • Satu-satunya senjata yang paling ampuh yang saya miliki adalah doa, maka saya akan terus berdoa kepada Tuhan, agar saya bisa terus mensyukuri semua nikmat yang ada dalam hidup ini
  • Setiap kali saya merasa kesakitan dan kelelahan, saya berusaha untuk tidak mengeluh dan mengucapkan syukur kepada Tuhan serta memanjatkan doa untuk kebaikan dari penyakit ini.
  • Keberadaan saya di dunia ini hanyalah sementara, saya berasal dari-Nya dan saya akan kembali kepada-Nya, maka tujuan hidup saya di dunia ini adalah agar saya dapat kembali kepada-Nya
  • Menyadari bahwa kesembuhan rohani ini hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman, maka saya akan terus memanjatkan doa agar keimanan saya tetap terjaga hingga akhir hidup saya ini.

 

Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi tempat singgah untuk anak-anak yang memiliki penyakit parah – kanker, leukimia, dsb. mereka adalah anak-anak yang sudah tidak memiliki harapan untuk sembuh, namun kesabaran dan semangat mereka untuk hidup tetap terpancar, hingga membuat saya malu dengan kondisi saya yang masih sehat.

Dengan bersyukur dan berbagi kepada yang lain juga akan menumbuhkan semangat dalam hidup, kita perlu berada disekitar orang-orang yang memiliki aura positif untuk memberikan pengaruh yang baik kepada kita.

Dan yang terpenting adalah kita harus memiliki kesabaran, satu-satunya cara untuk meraih kesabaran adalah dengan memohon kepada Tuhan agar diberikan kesabaran, karena Tuhan adalah yang bersama orang-orang sabar ; wallahu ma’ashobirin

La tahzan, innallaha ma’as sobirin

 

 

 

“Tawaffani Muslimaa wa alhiqnii bish-Shoolihiin”

“an Honest man is the noblest work of God”

 

Pada saat saya sedang mempelajari sejarah hidup Khalifah pertama yaitu Abu Bakar ash-Shidiq, saya menemui bahwa pada saat menjelang kematiannya, beliau mengucapkan doa : “Tawaffani Muslimaa wa alhiqnii bish-Shoolihiin” (wafatkan aku dalam Islam dan bangkitkan aku bersama orang-orang sholeh)

ini ternyata adalah doa Nabi Yusuf Alaihissalam yang terdapat pada Surat Yusuf

namun mengapa Abu Bakar mengucapkan doa ini ? dari sekian banyak doa-doa yang terdapat di dalam Al-Quran mengapa beliau memilih doa ini pada saat sakaratul maut ?

kemudian saya membuka beberapa tafsir dari doa Nabi Yusuf itu, ternyata dibalik doa indah itu, Nabi Yusuf sedang berduka setelah ayahnya, Nabi Ya’kub alaihissalam wafat, kematian ayahnya itu sungguh membuatnya sangat berduka hingga dia larut dalam kesedihan hingga diakhir hidupnya

Jadi, “Tawaffani Muslimaa” – wafatkan aku dalam Islam ; artinya adalah Yusuf ingin diwafatkan dalam kondisi terbaik, yaitu dalam kondisi beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanawata’ala.

dan “Wa alhiqnii bish-Shoolihiin” – bangkitkan aku bersama orang-orang sholeh ; makna dari kalimat ini adalah permintaan agar di hari akhir nanti agar dibangkitkan bersama kaum sholeh yaitu kaum yang beriman – yang ternyata di hari akhir nanti hanya ada DUA golongan ‘ yaitu :

  • golongan yang beriman yang tentunya akan masuk surga,
  • dan golongan yang tidak beriman yaitu yang akan masuk neraka.

dan “wa alhiqnii bish-Shoolihiin” ini ternyata ada makna tersirat yaitu keinginan dan hasrat Yusuf agar bisa dipertemukan dengan ayahnya yang tercinta yaitu Nabi Ya’kub, bahkan juga ingin bertemu dengan kakek2nya yaitu Nabi Ishak dan Nabi Ibrahim.

Maka tidak berlebihan jika bisa disimpulkan bahwa saat Abu Bakar mengucapkan doa ini di saat sakaratul mautnya adalah keinginannya agar dapat dipertemukan dengan Nabi Muhammad SAW yang lebih dicintainya daripada ayah dan ibunya sendiri.

Semakin saya baca berulang-ulang tentang tafsir surat Yusuf ini semakin saya sadar bahwa surat yang indah ini ternyat memiliki kisah cinta yang paling indah dalam sejarah umat manusia yaitu kisah cinta antara orang tua dan anak yaitu Ya’kub dan Yusuf.

Sebagian dari kita telah kehilangan orang-orang yang kita sayangi, dan kita berduka dan larut dalam kesedihan berkepanjangan atas kepergian mereka

Namun apakah kita pun pernah menangisi diri kita sendiri ; karena kita belum tentu dapat berjumpa lagi dengan mereka ?

“Tawaffani Muslimaa wa alhiqnii bish-Shoolihiin”

Al-Baqiyatush-Shalihat

“To be doing good deeds is man’s most glorious task” – Sophocles

Dua minggu belakangan ini nenek kami yang hampir berusia 90 tahun mengalami masa krisisnya, tubuhnya yang sudah menua mulai tidak bisa berfungsi seperti dulu lagi, kemudian beberapa kali beliau mengalami masa-masa koma dan kehilangan kesadarannya

diantara masa-masa sulit itu nenek beberapa mengucapkan hal-hal yang aneh, salah satu ucapan nenek yang sangat saya ingat yaitu nenek berkata bahwa :

“harta itu tidak akan bermanfaat, tidak ada gunanya memperebutkan harta, yang akan kita bawa nantinya hanya amalan, Amalan itu yang akan abadi.”

Saya teringat akan satu ayat yang serupa di Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 46 yang bunyinya :

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia. tetapi Amalan baik yang abadi (Al-Baqiyatush-Shalihat) itulah yang lebih baik disisi Tuhanmu dari segi balasannya dan lebih baik untuk menjadi harapan.”

Al-Baqiyatush-Shalihat, amalan-amalan baik yang abadi,

jika kita melihat terjemahan maka Al-Baqiyatush-Shalihat diartikan menjadi “Amalan kekal yang baik”, ini jadi aneh karena terjemahan hanya mengartikan Al-Quran dari kata-perkata tanpa mampu menjabarkan makna yang tersirat

Saya pernah dengar seorang ustad yang mengatakan bahwa membaca terjemahan itu hampir sama saja dengan TIDAK membaca Al-Quran, karena sering kali terjemahan tidak mampu menjelaskan tata bahasa Al-Quran yang luarbiasa indahnya

Untuk memahami makna Al-Baqiyatush-Shalihat, saya mengambil rujukan dari tafsir Al-Quran, biasanya tafsir yang saya gunakan adalah Ibnu Katsir dan Buya Hamka,

Jadi seharusnya amalan yang baik yang abadi disebut “As-Shalihatul Baqiyaat”, namun Allah Subhanawata’ala membaliknya menjadi Al-Baqiyatush-Shalihat untuk memberi penekanan bahwa amalan-amalan yang baik itu sangat abadi dan menjadi harapan kita setelah kita meninggalkan dunia yang sementara ini.

Buya Hamka menerjemahkan Al-Baqiyatush-Shalihat sebagai “Jejak yang baik” dan “Bekas yang Indah”

karena setelah kita meninggalkan dunia ini maka amalan-amalan yang baik itu menjadi “jejak-jejak” yang baik hingga bisa ditiru oleh orang-orang yang masih hidup agar mereka juga dapat memetik manfaat dari amalan-amalan tersebut untuk hidup mereka.

Ibnu Abbas mengartikan Al-Baqiyatush-Shalihat sebagai sholat lima waktu dan dzikir kepada Allah, Abdur-Rahman bin Zaid mengartikan Al-Baqiyatush-Shalihat sebagai semua amalan ibadah yaitu sholat, zakat, puasa, sedekah dan sebagainya.

sebelumnya disebutkan bahwa “Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia” karena dua hal ini yang biasanya menjadi tujuan hidup kita, terutama harta, kita menghabiskan waktu kita untuk mencari harta, dan seringkali urusan anak-anak terlalu menyita perhatian kita, padahal ini hanya perhiasan dunia yang membuat kita dapat menikmati hidup kita di dunia.

Ya tentu saja kita tidak dilarang untuk mengejar dunia namun tujuan utama hidup kita tetap pada Al-Baqiyatush-Shalihat

Setelah dua minggu nenek mengalami masa krisisnya, akhirnya nenek kembali kepada Sang Pencipta dengan tenang dan damai, tidak ada sedikitpun tampak kesakitan saat nenek menghembuskan nafas terakhirnya, Allah Subhanawata’ala telah mengambil nenek dengan cara yang paling lembut dan paling indah,

Kami hanya bisa berdoa untuk kebaikan beliau, dan berdoa agar beliau dimaafkan segala dosa-dosanya, dan dilapangkan kuburnya, juga bersyukur karena nenek masih diberikan kesempatan untuk menitipkan wasiatnya pada kami agar memperbanyak amalan-amalan baik

Terima kasih, Nenek

miss u so much…..

 

IMG-20160116-WA0030

 

Mutiara Kisah Yusuf : akhir dari Zulaikha dan Sabar yang Indah dari Ya’kub

“Kesabaran bukan artinya tidak berperasaan, kesabaran yang indah ialah kesanggupan mengendalikan perasaan seketika sedih menimpa”

Saya merasa tidak adil jika belum menuntaskan kisah antara Yusuf dan Zulaikha, karena ada banyak versi kisah percintaan antara Yusuf dan Zulaikha yang tidak bisa diketahui kesahihan sumbernya,

dalam Al-Quran, kisah Zulaikha berhenti saat ia memberikan pengakuan atas kesalahannya itu, ini adalah salah satu kehebatan Al-Quran yang menghilangkan detail-detail hingga kita bisa mengingat makna yang tersirat dalam kisah ini.

Bahkan nama Zulaikha pun sebenarnya tidak disebutkan dalam Quran, mengapa ? karena dalam Quran ketika sedang membicarakan orang yang melakukan kesalahan maka nama orang itu tidak dicantumkan, seperti juga nama-nama saudara Yusuf.

nah, apa saja kesalahan fatal dari Zulaikha yang mencerminkan sifat aslinya ?

ingat ketika Zulaikha tertangkap basah oleh suaminya ketika sedang menggoda Yusuf, dan ia berkata :┬áÔÇťApakah balasan yang pantas bagi orang yang bermaksud buruk pada istrimu kecuali dipenjara atau siksa yang pedih ?ÔÇŁ (ayat 25) – ini menunjukkan sifat aslinya yang licik dengan melemparkan kesalahan pada Yusuf, jika Zulaikha adalah orang yang jujur maka ia akan langsung meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

jadi pada ulama telah menjabarkan beberapa kesalahan Zulaikha, antara lain :

  • menggoda Yusuf yang merupakan budaknya, dimana budak memiliki posisi lebih rendah dari dia, maka sebagai budak akan sulit untuk menolaknya
  • memanfaatkan kecantikannya untuk menggoda Yusuf
  • melemparkan kesalahan pada Yusuf
  • berdusta pada suaminya
  • memanipulasi para wanita mesir untuk mendukungnya agar Yusuf dipenjara

dan yang terpenting adalah ketika Zulaikha terdesak dan harus mengakui kesalahannya pada Raja, ia berkata : “yang demikian supaya ia (suami zulaikha) tahu bahwa aku tidak menghianatinya ketika ia tidak ada” (ayat 52) ini adalah pernyataan paling absurd ! karena setelah ia mengaku bersalah namun dia masih membuat dalih untuk membenarkan perlakukannya itu.

“Sungguhlah nafsuku membawaku kepada kejahatan” (ayat 53)

para ahli tafsir melihat ayat ini sebagai pengakuan zulaikha tentang kondisi mentalnya ; dimana hanyalah orang yang memiliki jiwa yang rusak akan mempunyai nafsu yang menyuruh pada perbuatan keji dan jahat,

sedangkan jiwa yang bersih seperti Yusuf akan mencegahnya dari perbuatan keji.

jadi hikmah yang bisa kita dapat dari kisah zulaikha adalah : jangan sampai kita memiliki jiwa yang rusak, yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain

kita fastforward kisah Yusuf ini sampai pada saat Ya’kub menerima berita tentang hilangnya Benyamin.

Benyamin adalah satu-satunya adik kandung Yusuf, maka setelah kehilangan Yusuf, Ya’kub semakin protektif pada Benyamin agar ia tidak dicelakakan oleh saudara2nya seperti kejadian Yusuf dulu.

Namun Yusuf membuat plot hingga Benyamin ditahan ketika mereka sedang mendatangi mesir untuk minta bantuan pangan, dan ketika para saudara Yusuf kembali ke palestina dan menemui Ya’kub, dan memberitahu tentang hilangnya Benyamin, apa yang dikatakan Ya’kub ?

“Maka bagiku hanyalah kesabaran yang indah”

Shabrun Jamil :

Keindahan dari sabar hanya diperoleh ketika musibah terjadi dan kita tetap terus menahan diri dan menyerahkan semua urusan kita pada Tuhan saja,

Ya’kub memang menangis hingga penglihatannya menjadi kabur, namun ia tidak sedikitpun kehilangan harapan, bahkan semakin bertawakkal pada Allah SWT,

Kesabaran yang Indah dari Ya’kub inilah yang menjadi contoh bagi para Rasul lainnya seperti Sulaiman dan Daud, bahkan Nabi kita pun mencontoh kesabaran Ya’kub ketika anaknya yang bernama Ibrahim wafat, dan ia pun menangis, para sahabat yang belum pernah melihat beliau menangis pun ikut menangis dan bertanya mengapa kau menangis wahai utusan Allah ? dan Rasulullah menjawab :

“Hati bersedih, air matapun titik, namun tidak ada kata yang keluar dari mulutku kecuali yang diridhai Allah saja”

dan Ya’kub setelah kehilangan anak-anaknya tidak hanya bersabar saja, namun semakin optimis pada Tuhannya hingga ia berkata :

“Janganlah kamu putus asa dari Rahmat Allah, sesungguhnya tidaklah putus asa dari Rahmat Allah kecuali orang-orang yang tidak beriman”

Ya’kub sudah tua renta, tenaganya sudah menghilang, matanya rabun, namun semangatnya tetap tinggi, harapannya pada Tuhannya semakin tinggi, karena ia paham bahwa orang yang sungguh-sungguh beriman adalah orang yang terus memiliki harapan pada Rahmat-Nya.

Berapa kali kita diberi cobaan dalam hidup yang lebih mudah dari ini ? kehilangan pekerjaan ? dikhianati ? mengalami kerugian dalam bisnis ? apa sikap kita saat musibah itu terjadi ? marah, kesal, sedih, bingung, kecewa. namun kita harus paham bahwa untuk menjadi pribadi yang beriman adalah yang selalu memiliki optimisme dan harapan pada masa depan.

Karena justru pada saat musibah terjadi itu kita harus meningkatkan optimisme dan harapan kita pada hari esok yang lebih baik

Dan pada akhir kisah Ya’kub seperti yang kita ketahui akhirnya ia dapat berkumpul lagi dengan Yusuf dan anak-anaknya di mesir.

“Sungguh pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal, Al-Quran bukanlah kisah yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu dan sebagai PETUNJUK┬ádan RAHMAT┬ábagi orang-orang yang beriman”

 

 

Mutiara Kisah Yusuf ; Hukum Zina di Mesir dan Pengakuan Zulaikha

Pada Kisah Yusuf sebelumnya yang sudah saya bahas di posting : Yusuf dan Zulaikha , dijelaskan tentang kisah bagaimana Zulaikha membuat rencana untuk menjebak Yusuf agar mau menuruti nafsunya,

tadinya saya hendak berhenti pada bagian itu saja, namun ternyata ada beberapa hal yang menarik yang bisa saya tarik dari kisah yang indah ini

yang pertama adalah ; Hukum perzinaan di negri Mesir

mari kita ingat lagi apa yang diucapkan Zulaikha ketika tertangkap basah itu, ia langsung membela dirinya : ÔÇťApakah balasan yang pantas bagi orang yang bermaksud buruk pada istrimu kecuali dipenjara atau siksa yang pedih ?ÔÇŁ (ayat 25)

disini menjelaskan tentang hukuman untuk orang yang berbuat zina pada istri orang adalah mendapat hukuman yang berat, padahal mesir BUKAN negara Islam, mesir pada zaman Yusuf adalah negara dimana berhala masih disembah, dan agama samawi hanya dianut oleh keluarga Yusuf saja.

Fakta disini adalah : Mesir – negara penyembah berhala,┬ámemiliki hukum yang jelas untuk perbuatan asusila,

dan Zulaikha tahu hal ini dan maka dari itu ia berusaha mengelak dari kesalahannya dengan menuduh Yusuf

Saya terkesima dan takjub mendapati hal ini dan membandingkan dengan realita pada masa sekarang, karena seperti yang telah kita ketahui pada lapisan masyarakat kita ; perzinaan telah menjadi umum, bukan hal yang aneh lagi kita mendapati orang-orang disekitar kita melakukannya,

dan JUSTRU orang-orang yang berusaha mencegah perbuatan asusila ini dicap sebagai orang ultra-fanatik, kolot, fundamentalis, hipokrit, dsb

Saya sudah mencoba membaca beberapa tafsir dari surat ini namun karena tafsir-tafsir itu kebanyakan ditulis pada masa dimana perzinaan adalah hal yang sangat tabu, tentunya para imam yang menulis tafsir-tafsir itu tidak terlalu fokus pada hal ini.

Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil dari ini : bahwa telah terjadi pergesaran moral yang sangat besar pada masa ini hingga kita pun – yang menganut ajaran yang sama dengan Nabi Yusuf, memandang bahwa perzinaan adalah hal yang wajar.

yang kedua : Plot yang dilakukan Yusuf untuk Zulaikha

setelah skandal itu, tersebar gosip di lingkungan sosialita, karena Zulaikha adalah istri seorang pejabat maka skandal itu menjadi hot topik dikalangan elit,

untuk mencegah hal itu Zulaikah membuat rencana dengan mengundang semua ibu-ibu pejabat dan seperti yang kita ketahui saat Yusuf disuruh masuk ke ruangan itu mereka semua takjub pada kegantengan Yusuf dan mengiris tangannya dengan pisau

Akhirnya Yusuf pun  memilih masuk ke penjara dengan tuduhan palsu dari Zulaikha,

ini adalah satu hal penting lagi, bahwa Yusuf dihukum atas tuduhan perbuatan asusila, menunjukkan beratnya hukuman atas pelaku asusila di negri mesir saat itu.

Kemudian singkat cerita ada penghuni penjara yang ditakwilkan (diartikan) mimpinya oleh Yusuf dan ia menceritakan itu pada raja mesir, maka raja mesir menyuruhnya untuk memanggil Yusuf,

dan apa respon Yusuf ? apa dia langsung menghadap raja mesir ?

tidak, Yusuf berkata : “kembalilah pada tuanmu, dan tanyakan padanya tentang perempuan-perempuan yang telah memotong tangan mereka” (ayat 50)

ini sungguh menunjukkan kebijakan dan kepandaian Yusuf, dengan menyuruh raja memanggil ibu-ibu pejabat yang telah hadir pada saat itu maka kasus skandal Zulaikha yang sudah lama dilupakan jadi dibuka kembali, bahkan di majelis yang paling tinggi ; yaitu di hadapan raja mesir !

Maka ibu-ibu pejabat itu bersaksi didepan raja mesir : “Tidaklah kami mengetahui padanya (Yusuf) ada keburukan”

Maka setelah itu Zulaikha dipanggil kehadapan raja, pada saat itu suami zulaikha sudah wafat dan semua orang sudah melupakan skandal itu, namun zulaikha masih belum membeberkan kebenaran pada publik hingga saat ini.

Dan Zulaikha tidak bisa berkelit lagi ; “Sekarang sudah jelas kebenaran : Akulah yang merayunya dan dia adalah termasuk orang yang jujur” (ayat 51)

Raja mesir mendapati hal ini takjub dan terkesima, padahal ini adalah skandal yang bukan urusannya, namun fakta telah membuktikan bahwa akibat hal ini Yusuf menjadi penghuni penjara akibat dari perbuatan asusila Zulaikha padanya, akhirnya simpati raja sudah kepada Yusuf, dan raja pun berkata : “Bawalah ia kepadaku, aku akan jadikan dia orang yang dekat padaku” (ayat 54)

Subhanallah, tanpa belum pernah berjumpa dengan Yusuf, raja mesir langsung memberikan Yusuf posisi yang paling penting di negara itu, jika saja Yusuf langsung menemui raja setelah ia mentakwilkan mimpi raja, maka hal ini tidak akan terjadi.

bahkan Rasulullah memuji perbuatan Yusuf ini : “kiranya aku yang ditahan dipenjara selama itu, tentunya aku akan memenuhi panggilan itu”

Kisah Yusuf adalah salah satu kisah paling indah dalam Al-Quran, berawal dari mimpinya melihat matahari, bulan dan bintang, hingga dibuang kesumur oleh saudara2nya, menjadi budak ke mesir, digoda dan difitnah oleh istri majikann, menjadi penghuni penjara….hingga menjadi orang paling berpengaruh di negara yang paling kuat saat itu ; Mesir.

Yusuf Alaihissalam telah membuktikan bahwa tawakkal dan sabar adalah kunci untuk menghadapi semua rintangan dalam hidupnya.

“Demikianlah telah kami berikan ketetapan bagi Yusuf di negeri itu, dia boleh menempati di mana dia suka, Kami limpahkan rahmat bagi siapa yang Kami kehendaki dan tidaklah Kami menyia-nyiakan ganjaran bagi orang yang berbuat kebaikan” (ayat 56)