Hassan Bin Tsabit, fitnah dan dosa masa lalu

Dari beberapa insiden dalam Sirah Nabawiyah, fitnah terhadap Aisyah itu terdapat banyak hikmah terjadi dalam kejadian itu,

Fitnah kepada Aisyah itu dibuat-buat oleh kaum munafik yang diketuai oleh Abdullah bin Ubay yang ingin mencoreng kehormatan Rasulullah dan keluarganya.

Salah satunya adalah kondisi umat muslim di kota Madinah yang hampir tidak ada yang menyebarkan isu itu, bahkan tidak memberikan komentar apapun – kecuali kelompok Abdullah bin ubay

Ini menunjukkan bahwa untuk menghentikan isu kebohongan adalah dengan diam

Namun ada tiga orang muslim yang khilaf dan ikut2an bergosip seperti kaum munafik itu, dua diantaranya bukan tokoh yang signifikan………

Tapi tidak disangka satu orang itu adalah tokoh yang penting, karena dia adalah penyair nomor satu di jazirah Arab, bahkan sampai ke negri Persia, dia juga penyair kesayangan Nabi Muhammad yaitu Hassan bin Tsabit

Hassan bin Tsabit adalah penyair terkenal di jazirah Arab pada masa itu, semenjak masa pra-Islam, Hassan sudah sering menciptakan puisi-puisi yang digunakan pada saat perang saudara di kota Yastrib (Madinah) dan ia juga menjadi penyair resmi di negri Yaman.

Hassan Bin Tsabit masuk Islam sebelum masa hijrah, jadi ia termasuk golongan al-Anshori yang pertama-tama mualaf. jadi tidak heran jika karya puisinya sangat banyak hingga memenuhi koleksi dari ulama ahli sejarah yaitu Ibnu Ishaq.

kembali lagi ke isu fitnah terhadap Aisyah itu, setelah ayat Quran turun dan nama baik Aisyah telah dibersihkan oleh Allah, tiga orang penyebar fitnah itu mendapatkan hukumannya,

Dan salah satunya adalah Hassan bin Tsabit, si penyair nomor satu itu.

Namun Safwan (yang difitnah bersama Aisyah itu) terlanjur emosi dan melukai Hassan hingga kepalanya berdarah.

Hassan dan Safwan dihadapkan kepada Rasulullah, dan Hassan sebagai penyair mulai merangkai puisi yang emosional tentang kondisinya akibat diserang oleh Safwan

Rasulullah berkata : ya Hassan, berlakulah dengan baik

Artinya bahwa Rasulullah memberi saran kepada Hassan agar memaafkan Safwan – walaupun Hassan telah melakukan salah satu perbuatan dosa besar yaitu menyebarkan fitnah yang menghina istri Rasulullah , namun Hassan tetap berhak mendapatkan keadilan atas kelakuan Safwan itu.

Dan Hassan pun memaafkan Safwan, atas perbuatannya itu Hassan diberikan hadiah oleh Rasulullah yaitu sebidang tanah dan budak yang kemudian menjadi istrinya.

Hassan bin Tsabit setelah kejadian itu kemudian membuat puisi berisikan pujian kepada Aisyah, dan setelah Rasulullah wafat, Aisyah terus membela Hassan jika ada yang mengungkit-ungkit kesalahan Hassan yang dulu itu.

Mungkin di kejadian ini kita bisa melihat bagaimana mulianya Aisyah yang bisa memaafkan Hassan dan membelanya dan juga meriwayatkan hadist2 tentang Hassan.
(semua hadist2 tentang Hassan diriwayatkan oleh Aisyah)

Ibnu Abbas pun saat ditanya tentang Hassan bin Tsabit maka beliau membela Hassan dan menjawab bahwa Hassan bin Tsabit itu telah berjihad dengan puisinya

Dan yang terpenting lagi adalah bagaimana seorang seperti Hassan bin Tsabit yang sudah pernah khilaf melakukan dosa besar itu bisa terus memberikan kontribusi pada umat melalui puisi2nya

Itulah kekuatan bahasa,

bahasa bisa lebih kuat daripada besi dan lebih tajam daripada pedang, jika digunakan untuk kepentingan sendiri maka ia akan kembali menusuk kita, namun jika digunakan untuk kebenaran maka bahasa akan menjadi sentaja paling ampuh yang pernah ada.

saya terenyuh memikirkan kisah Hassanbin Tsabit ini, karena kurang lebih saya pun juga memiliki dosa atas tulisan-tulisan yang lama, yang banyak menyakiti orang-orang, dan sampai saat ini mereka masih mengingat itu, dan mungkin mereka akan terus mengingatnya bahkan saat saya tidak ada lagi disini.

 

maka saya berharap semoga kesalahan-kesalahan saya itu bisa dimaafkan, karena saya bukanlah orang yang dulu lagi, tujuan hidup saya bukanlah sekedar mengejar dunia saja, saya hidup untuk kehidupan di masa depan yang tidak ada lagi kesedihan dan kekecewaan….hanya ada kedamaian dan ketenangan hati

teman jika kamu membaca ini maka jadilah seperti Aisyah, Ibnu Abbas dan para sahabat yang bisa memaafkan kesalahan dari Hassan Bin Tsabit dan tidak pernah sekalipun mengungkit-ungkit kesalahannya dan menjadikannya sebagai peyair terhebat dalam sejarah Islam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s