Aksiomatis dari Hadist 73 Golongan

Menarik memang melihat perkembangan Islam pada era modern ini terutama di awal abad 20 terlihat bagaimana Islam berupaya untuk melakukan reformasi agar bisa melawan kolonialisme dan ideologi sekular seperti Marxisme.

salah satu organisasi terbesar di awal abad 20 yaitu Tarbiyah atau Ikhwanul Muslimin atau Muslim Brotherhood yang dipimpin oleh Hasan Al Bana telah berhasil mentransform pendidikan Tasawuf yang cinta damai dan non-violence itu menjadi gerakan anti kolonialisme dan anti sekular.

Organisasi ini walaupun berdasarkan pada ajaran Tasawuf namun berhasil membuktikan bahwa ajaran Tasawuf bisa menjadi gerakan politik, yang dimana sampai saat ini sebagian kaum muslim masih percaya bahwa kelompok ini adalah apolitikal.

tapi akibat dari dinamika politik yang membuat organisasi ini saat ini mengalami guncangan, maka muncul aliran yang menyebut sebagai Salafi yang sebenarnya kurang lebih juga berdasarkan dari ajaran Tasawuf. namun Salafi sangat anti politik – yang amat wajar mengingat asal muasalnya dari negri petromonarki Saudi Arabia.

Ciri khas pertama dari aliran ini adalah ajarannya yang sangat dogmatis, terutama mereka bertumpu pada unsur “Fear Factor” untuk mengikat para pengikutnya agar tetap setia pada ajaran mereka itu.

Jangan salah dulu, saya berkali-kali selalu menegarkan bahwa saya tetap pro pada gerakan salafi walaupun saya punya beberapa daftar problem yang saya temui pada ajaran ini.

namun yang paling problematik adalah penafsiran hadist yang menyebutkan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu golongan yang akan masuk surga yaitu “Al-Jamaah”

“sesungguhnya ummat ini akan berpecah belah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, (adapun) yang tujuh puluh dua akan masuk Neraka dan yang satu golongan akan masuk Surga, yaitu “al-Jama’ah.”

Hadist ini menjadi tumpuan para pemuka Salafi untuk menyalahkan aliran ahlussunnah lainnya, dan mengakibatkan masalah yang muncul saat ini.
namun pertanyaannya adalah : apakah benar hadist ini dapat diklaim sebagai membenaran atas Salafi kepada aliran lainnya ?
saya pernah mendengar penjelasan dari salah satu ulama salafi modern yaitu Syaikh Yasir Qadhi dan beliau menjelaskan secara terinci tentang arti 73 golongan secara linguistik, ternyata 73 golongan itu adalah semacam kiasan atau retorik, yang tidak bisa diartikan secara mentah bahwa akan ada 73 golongan, namun bisa jadi itu semacam kiasan bahwa umat akan terpecah menjadi golongan yang sangat banyak.
jadi hadist 73 golongan ini adalah semacam retorik, yang intinya sebenarnya bukan untuk menyalahkan golongan lainnya namun untuk mengingatkan kita agar tetap terus berpegang pada ajaran Quran dan Sunnah.
dan Hadist ini menjadi aksiomatik karena jika ada golongan yang mengklaim bahwa dialah yang paling benar dan aliran lainnya salah – maka golongan itu berhenti menjadi Ahlussunah.
dan juga kepada golongan yang disalahkan, jika mereka bereaksi dan menyalahkan golongan yang mengatakan bahwa mereka termasuk ahli neraka, maka mereka pun juga berhenti menjadi Ahlusunnah, karena alih-alih seharusnya mereka berusaha berintrospeksi melihat apakah ada kesalahan yang mereka lakukan, justru mereka membuat kesalahan baru dengan berlaku radikal dan ektrimis.
Jadi kita sebenarnya saat ini hidup dimasa dimana semua aliran ahlusunnah dalam persimpangan, apabila mereka tidak berupaya untuk melakukan reformasi dalam diri mereka dan berusaha agar bisa menerapkan konsep pluralisme secara spiritual maka mereka tinggal menunggu waktu saja sampai digantikan oleh generasi berikutnya.
karena jika mereka tidak melakukan hal itu maka mereka akan terus hidup dalam kurungan gelembung yang mengisolasi mereka dari dunia luar.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s