ketika kdrt terjadi di ruang publik

Jum’at malam, 15 oktober, saya sedang menuju ke snapy di daerah kebayoran lama untuk melaminating dokumen, tiba-tiba saja terdengar dari seberang jalan seorang perempuan berteriak karena dipukul oleh laki-laki.

perempuan ini sudah jatuh tersungkur di aspal, tapi si laki itu (entah dia suami atau pacarnya) terus saja memukulnya bertubi-tubi, menjambak, dan menyeretnya sambil memaki-maki si perempuan itu.

saya terkejut, tidak percaya apa yang saya lihat ini adalah bentuk kdrt yang terjadi di ruang publik, ini bukan di tempat tertutup tapi di pinggir jalan besar yang sangat ramai.

tapi saya lebih kaget lagi ketika memperhatikan reaksi orang-orang di sekitar itu, mereka hanya berkerumun saja, menonton adegan itu seperti sedang menonton live streaming,

“apa kita diam saja ?” tanya saya kepada bapak di sebelah saya,

posisi saya yang di seberang jalan raya ini membuat saya sulit untuk menuju tempat itu, si bapak itu menjawab ; “ya lagian gimana ya, kita kan gak enak ikut campur urusan rumah tangga orang”

“Lho, mana bisa begitu ? masak kita cuma diam aja ?”

dan akhirnya saya meneriaki orang-orang yang sedang menonton di seberang jalan itu supaya memisahkan si laki itu dari perempuan, kemudian si laki itu kabur dengan motornya meninggalkan si perempuan yang masih syok, dan perempuan itu bergegas meninggalkan tempat itu, mungkin dia jadi malu karena ditonton banyak orang.

tentunya saya kaget melihat kejadian itu terjadi di keramaian, karena hampir mustahil kdrt terjadi di ruang publik, tapi yang lebih menyeramkan lagi adalah reaksi orang-orang yang tidak bergeming dan hanya menonton saja.

kita sebenarnya hidup di masyarakat yang seperti apa sih ? apa masyarakat ini sudah sesakit itu hingga hanya menonton seorang perempuan dipukuli tanpa berbuat apapun ?

ada beberapa alasan penting kenapa kita tidak boleh membiarkan kdrt terjadi, apalagi jika di ruang publik :

Pertama, wanita itu secara fisik sudah kalah dengan laki-laki, badan kami tidak punya massa otot yang sebanyak laki-laki, jadi secara umum pasti wanita kalah dan tidak punya defense jika diserang laki-laki.

Kedua, jika kdrt sudah terjadi di ruang publik, maka itu hanya ujung dari batu es saja, kejadian-kejadian lainnya sudah banyak terjadi yang tidak terlihat oleh orang lain.

Ketiga, alasan utama kenapa si perempuan tidak berdaya dan tidak melawan adalah karena sebelumnya dia sudah lama dimanipulasi oleh pasangannya bahwa dia patut mendapatkan “hukuman” itu, cara manipulasinya adalah dengan selalu menimpakan semua kesalahan kepada si perempuan, hingga dia percaya bahwa dia selalu salah dan dia memang pantas diberikan hukuman.

jadi dengan semua alasan-alasan tersebut, maka harusnya kita melakukan sesuatu untuk menghentikan hal itu, bukan cuma diam dan menonton saja.

tumblr_niq04uvoes1s9rx9zo1_1280

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s