No Poo Shampoo

Sudah bertahun-tahun saya berusaha mengobati kerontokan rambut saya, namun semua produk yang saya coba hanya memberikan hasil sementara, setelah itu rambut saya kembali rontok lagi dan lagi,

Bahkan uban di rambut semakin banyak, tadinya saya pikir mungkin rambut saya jadi banyak uban karena bawaan genetik.

Jadi ini ritual perawatan rambut saya dulu :

  • keramas dengan shampoo setiap dua hari sekali
  • hair tonic setiap sehabis keramas
  • creambath dan masker rambut setiap seminggu sekali
  • hair coloring atau henna setiap sebulan sekali, untuk menutupi uban

Kemudian saya baca di media online bahwa ada yang sudah meninggalkan shampoo selama dua tahun dan rambutnya semakin sehat, saya pikir kok aneh banget ya, tapi kemudian setelah saya membaca sejarah tentang shampoo dan ternyata shampoo itu baru menjadi produk komersil sekitar tahun 1950-an

Orang dulu tidak mengenal shampoo yang kita pakai saat ini, mereka mencuci rambut dengan ramuan-ramuan alami dan memberikan minyak atau wewangian.

Bahkan dulunya orang tua kita biasa berkeramas dengan merang padi yang dibakar, dan meminyaki rambut dengan minyak kelapa.

Shampoo komersial ternyata memberikan dampak yang negatif antara lain :

  • menghilangkan pelembab alami yang dihasilkan kulit kepala (sebum)
  • mengandung bahan-bahan kimiawi yang berbahaya bagi tubuh
  • produk shampoo adalah salah satu sumber polusi yang merusak lingkungan.

Kemudian saya mencari informasi tentang “No Poo” shampoo, yang intinya metode ini membuat kita meninggalkan semua produk shampoo komersil dan beralih pada shampoo buatan sendiri yang alami.

Satu hal yang perlu diingat : Rambut kita telah terbiasa dengan shampoo komersil, jadi pada saat pertama kali mencoba No Poo shampoo akan ada Masa Adaptasi dimana rambut akan jadi lepek dan berminyak, biasanya masa adaptasi ini sekitar dua minggu sampai sebulan, tergantung kondisi rambut. setelah itu rambut akan terbiasa dengan no poo shampoo.

Ada beberapa resep No Poo shampoo yang sudah saya coba :

Jeruk Nipis atau lemon dan Madu, perasan dari dua buah jeruk nipis dicampur dengan madu satu sendok teh, dicampur dengan air sekitar 500ml, cara keramas : basahi rambut dengan air, bilas rambut dengan air campuran jeruk nipis dan madu, diamkan selama 3-5 menit, bilas dengan air.

Pada awalnya saya mencoba no poo shampoo, saya menggunakan resep jeruk nipis dan madu, namun ternyata resep ini tidak cocok dengan kondisi rambut saya yang terlalu berminyak.

Green Tea : satu teh hijau celup dalam air panas sekitar 500ml, diamkan sampai agak dingin, bisa ditambahi dengan parfum atau essential oil secukupnya, cara pemakaian sama seperti no poo shampoo sebelumnya.

20160604_103901

Resep ini yang paling cocok untuk rambut saya yang berminyak, juga wangi teh hijau yang segar membuat rambut saya jadi terasa lebih ringan. saya sudah menggunakan resep green tea ini setidaknya selama 6 bulan. favorit saya adalah green tea dari jepang karena bisa membuat rambut saya segar lebih lama.

Baking Soda ; satu sendok teh baking soda dicampur dengan air 500ml, tambahi dengan parfum atau essential oil secukupnya, cara pemakaian sama seperti no poo shampoo sebelumnya.

20160604_103205

Resep baking soda ini yang masih saya gunakan sampai saat ini, karena resep ini yang paling bisa menghilangkan minyak di kulit kepala saya tanpa membuat rambut jadi terlalu kering.

Dry Shampoo ; salah satu dari metode no poo adalah dry shampoo yang mudah dibuat, yaitu dengan mencampur tepung maizena dan bubuk coklat dengan perbandingan 50:50, simpan dalam tempat kering, gunakan kuas untuk menaburnya di kulit kepala. dry shampoo dapat digunakan kapan saja, terutama jika rambut tampak lepek dan berminyak.

20160604_103327

resep dry shampoo lainnya yaitu adalah bedak bayi, yang lebih mudah digunakan dan memberikan hasil yang sama dengan resep dry shampoo sebelumnya.

Setelah beralih ke No Poo Shampoo, kini ritual perawatan rambut saya adalah :

  • Keramas dengan no poo shampoo dua atau sekali seminggu
  • dry shampoo setiap pagi, karena kulit kepala di ubun-ubun saya terlalu berminyak
  • hair coloring atau henna tidak pernah lagi
  • ke salon hanya untuk potong rambut saja (baru dua kali dalam dua tahun ini)

Setelah hampir dua tahun ini saya beralih ke no poo shampoo, apakah saya pernah berniat untuk mencoba memakai produk shampo komersil lagi ? tentu tidak ! buat apa ? toh rambut saya sudah lebih sehat dan tidak rontok lagi, jadi buat apa saya kembali menggunakan produk itu lagi ?

Apakah rambut jadi bau dengan no poo shampoo ?

tergantung pada bagaimana perawatan yang dilakukan, saya setiap hari memberikan wewangian di rambut saya, terutama karena cuaca di kota ini sangat panas, jadi bisa membuat rambut cepat lembab dan bau, sebetulnya dengan menggunakan produk shampo komersil pun bisa membuat rambut bau juga – jika tidak dirawat dengan benar.

Bonusnya dari no poo shampoo ini adalah ternyata uban saya jadi tidak tampak lagi, awalnya saya pikir mungkin no poo ini membuat uban berkurang, ternyata tidak, namun uban menjadi tidak dominan lagi warnanya, maka dari itu saya tidak pernah mewarnai rambut lagi sejak beralih ke no poo shampoo.

uban = gray hair , mungkin karena dulu uban itu warnanya abu-abu, bukan putih keperakan seperti saat ini setelah kita semua memakai shampo komersil.

Demikian pengalaman no poo shampoo saya ini, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat.

tentunya masih banyak yang meragukan metode ini, saya tidak heran karena kita terlahir sudah dengan budaya shampo komersil.

Namun setidaknya coba dulu gunakan resep dry shampoo yang bisa digunakan saat sedang traveling atau saat sedang sakit.

Untuk yang ingin mencoba shampo organik yang siap pakai bisa membeli online seperti contoh ini :

Screenshot_2016-06-02-12-05-45-1

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 comments

  1. winda · June 17, 2016

    Wah ternyata no poo juga, saya pernah mencoba no poo tp karena belum menemukan resep yang cocok, akhirnya saya coba low poo dulu..

    Saya pakai shampoo dari Wisdom Shop, pemiliknya Gobind Vashdev (maaf kalau ada kesalahan penulisan nama). Mereka klaim, shampoonya tanpa silicon & detergen. Sejauh ini syukurlah saya cocok dan suka dengan aromanya yang segar rempah & aroma mint yang membuat sensasi dingin di kulit kepala.. Maaf kepanjangan 😀

    terima kasih sudah berbagi ☺

    • susandevy · June 17, 2016

      terima kasih juga sudah berbagi pengalaman “no poo” 😉

      ternyata sudah ada yang juga yang jual produk no poo shampoo ya ? walaupun kompisisinya kurang lebih sama dengan shampoo no poo buatan sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s