Ka’ab bin Malik, Sujud syukur dan Perang Tabuk

beberapa waktu yang lalu, seseorang berkata bahwa pada saat Perang Tabuk itu terjadi kontak fisik antara kaum muslim dan musuh yaitu romawi, saya saat itu juga mengkoreksinya – dengan maksud baik tentunya.

Karena penting untuk memberi pemahaman bahwa pada perang ini hikmahnya BUKAN pada peperangan namun pada kejadian2 disekitarnya itu.

Dari kejadian ini kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kesungguhan dan keindahan keimanan para sahabat.

Perang Tabuk ; adalah perang terakhir dalam sejarah kenabian, dimana pada saat itu seluruh bangsa Arab telah bersatu dalam panji Islam, dan mereka menuju tempat yang disebut Tabuk, terletak diperbatasan negri Syam untuk menghadang pasukan romawi.

Ketidakmunculan pasukan romawi dapat disimpulkan bahwa Kaisar Heraclius mengetahui siapa Muhammad SAW ini sebenarnya, dan adalah hal yang sia-sia belaka jika ia mengirimkan pasukannya – walaupun pasukan romawi jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih canggih dibandingkan kaum muslim, Heraclius enggan melawan utusan Allah.

Salah satu hikmah dari Perang Tabuk adalah sebagai ajang untuk menguji keimanan para sahabat, karena pada saat itu sedang musim panas dan kebun kurma di Madinah sedang panen, jadi berat bagi kaum muslim untuk mengikuti perintah ini, terutama bagi kaum munafik.

Namun bagi para sahabat tentunya hal ini adalah ajang untuk meningkatkan amal baik mereka, berbondong-bondong para sahabat menyumbangkan hartanya untuk dana perang, seperti yang diriwayatkan Abu Bakar as-Shiddiq bahkan menyumbangkan seluruh hartanya.

Kemudian Nabi dan kaum muslim berangkat menuju Tabuk yang memakan waktu sekitar sebulan diperjalanan, adalah Ka’ab bin Malik yang masih menunda keberangkatannya karena dia masih sibuk mengurusi kebun kurmanya yang sedang berbuah, namun akibat kesibukan itu akhirnya dia tidak dapat menyusul kaum muslim ke Tabuk.

Hingga akhirnya Ka’ab sedih dan menyesali kecerobohannya itu.

Ketika kaum muslim telah kembali ke Madinah, Nabi SAW memanggil orang-orang yang tidak ikut pergi perang, kaum munafik segera membuat berbagai alasan agar tidak diberikan hukuman, namun Ka’ab dan dua orang sahabat tidak memberikan alasan apapun. karena mereka jujur dan sungguh menyesali kesalahannya itu.

Akhirnya Ka’ab bin Malik dan kedua sahabat itu diberikan hukuman boikot (hajr) atau isolasi dari semua kontak sosial, hingga Nabi menerima keputusan dari Allah SWT.

Hajr atau boikot, mungkin bagi kita kelihatan sebagai hukuman yang ringan, namun sebenarnya hukuman ini memberikan efek psikologis yang sangat berat, jika penerimanya tidak kuat mental maka mereka bisa gila atau bunuh diri. sebegitu beratnya bentuk hukuman ini bahkan isolasi/boikot adalah penyiksaan yang diberikan kepada pelaku kriminal berat.

Dari ketiga orang yang dihukum itu, hanya Ka’ab yang masih berani berjalan keliling kota walaupun tidak ada seorang pun yang menegurnya, bahkan keluarga dan teman dekatnnya tidak menegurnya, hal ini menunjukkan betapa patuhnya kaum muslim pada keputusan Nabi SAW.

Hari-hari berlalu, dan datang surat untuk Ka’ab dari Kaisar Heraclius yang disampaikan oleh mata-mata, berisikan ajakan dari kaisar romawi itu kepada Ka’ab untuk membelot sambil diberikan iming-iming kedudukan dan harta, seketika itu juga Ka’ab menyobek-nyobek surat itu.

Ditengah ketidakpastian kapan berakhirnya hukumannya itu, Ka’ab tetap teguh pada keimanannya.

Setelah berlalu satu bulan, datang berita bahwa Nabi menyuruh Ka’ab dan kedua sahabat yang sedang dihukum itu untuk berjauhan dari istri-istri mereka, Ka’ab dengan patuh menyetujui hal itu.

Ketika situasi dirasakan Ka’ab semakin berat dan menekannya, pada suatu pagi selepas subuh, Ka’ab sedang berdiri di atas atap rumahnya selesai sholat, ia melihat seseorang berlari menghampirinya dan berteriak ; “Wahai Ka’ab, bergembiralah !” seketika itu Ka’ab langsung tersungkur dalam sujud syukurnya.

Saking gembirnya, Ka’ab memberikan bajunya kepada pembawa berita itu, dan ia baru sadar bahwa ia tidak memiliki baju lain, karena hampir semua hartanya sudah ia sedekahkan pada masa boikot itu.

Ka’ab dan kedua sahabat itu langsung menemui Nabi shallallahu `alaihi wasallam yang wajahnya berseri seperti bulan purnama dan beliau memberikan kabar gembira bahwa Allah telah menerima taubat mereka.

Kesimpulan dari kisah Ka’ab bin Malik ini adalah :

  • Kejujuran Ka’ab dan kedua sahabatnya, yang tidak membuat alasan palsu seperti kaum munafik
  • kepatuhan semua kaum muslim atas keputusan Nabi pada Ka’ab dan dua sahabatnya itu, hingga seluruh kota Madinah memboikot ketiga orang itu
  • kesabaran Ka’ab dalam menerima hukuman berat itu, terutama saat datang godaan dari surat kaisar romawi
  • Sujud syukur sebagai reaksi pertama Ka’ab ketika mengetahui hukumannya telah berakhir, bahwa sujud memang hal yang patut dilakukan oleh orang-orang yang senantiasa dekat dengan Rabb-nya

Kisah Ka’ab bin Malik ini adalah salah satu dari beberapa kisah indah lainnya dari Perang Tabuk, memang pada perang ini tidak terjadi perang sebenarnya namun perang terakhir dalam masa kenabian inilah yang menjadi ajang penguat keimanan para sahabat hingga mereka patut disebut sebagai kaum terbaik yang pernah ada dalam sejarah umat manusia.

“Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allahlah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (At-Taubah: 118).

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s