Sehari atau Setengah Hari

Belakangan ini saya mencoba memahami Al-Quran secara intensif dengan menggunakan beberapa tafsir, dan saya menemukan hal yang menarik ; ada tiga cerita berbeda yang dimana terjadi percakapan yang sama pada tiga tempat berbeda di Al-Quran

Percakapan yang sama itu adalah :Qolu labitsna yauman au ba‘dho yaum“Saya/kami telah tinggal di sini sehari atau setengah hari.”

Nah, “Yauman au ba’dho yaum” yang pertama ada pada surat Al-Baqoroh ayat 259, dimana Allah SWT menidurkan seorang lelaki selama seratus tahun dan membangunkannya, kemudian lelaki itu ditanya berapa lama dia disitu maka dijawabnya : “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari.”

Hikmah dari “Yauman au ba’dho yaum” yang pertama ini adalah kekuasaan Allah SWT yang sanggup menghidupkan yang telah mati. orang itu akhirnya berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

dan “Yauman au ba’dho yaum” kedua ada pada kisah yang terkenal yaitu Ashabul Kahfi (penghuni gua) pada surat Al-Kahfi, dimana pada saat penghuni gua itu bangun, mereka bingung dan berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”. (ayat 19)

Padahal mereka telah berada digua itu lebih dari tiga ratus tahun, kisah kedua inipun juga membuktikan kekuasaan Allah SWT yang dapat membangkitkan para penghuni gua dan juga untuk membuktikan bahwa hari kebangkitan adalah benar.

namun “Yauman au ba’dho yaum” ketiga sangat berbeda dengan dua kisah lainnya, terdapat di akhir surat Al-Mukminuun dimana Allah bertanya kepada orang-orang yang telah masuk ke dalam neraka tentang berapa tahun mereka hidup di dunia,

dan orang-orang di neraka menjawab dengan jawaban yang sama : “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”. (ayat 113)

Mengapa orang-orang di neraka itu merasa mereka hanya sebentar saja di dunia ? padahal mereka mendapatkan umur yang sama seperti manusia lainnya yaitu sekitar 60-70 tahun, namun karena mereka melihat bahwa dalam waktu hidupnya itu tidak ada hasil yang dapat menyelamatkan mereka dari neraka, hingga mereka merasa bahwa hidup mereka sangat singkat di dunia,

bahkan dalam kepanikan dan keputusasaan mereka itu, mereka menantang Allah SWT untuk mengecek kepada “orang-orang yang menghitung” yaitu malaikat tentang berapa lama mereka hidup di dunia.

Pada ayat berikutnya Allah memberitahu bahwa memang hidup di dunia ini sangat singkat, namun seharusnya setiap manusia memanfaatkan waktu yang diberikan di dunia ini untuk melakukan amal kebaikan yang dapat menyelamatkan mereka dari siksa neraka.

Semoga kita termasuk dalam golongan yang dapat memanfaatkan waktu kita di dunia ini dengan sebaik-baiknya.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s