“Tawaffani Muslimaa wa alhiqnii bish-Shoolihiin”

“an Honest man is the noblest work of God”

 

Pada saat saya sedang mempelajari sejarah hidup Khalifah pertama yaitu Abu Bakar ash-Shidiq, saya menemui bahwa pada saat menjelang kematiannya, beliau mengucapkan doa : “Tawaffani Muslimaa wa alhiqnii bish-Shoolihiin” (wafatkan aku dalam Islam dan bangkitkan aku bersama orang-orang sholeh)

ini ternyata adalah doa Nabi Yusuf Alaihissalam yang terdapat pada Surat Yusuf

namun mengapa Abu Bakar mengucapkan doa ini ? dari sekian banyak doa-doa yang terdapat di dalam Al-Quran mengapa beliau memilih doa ini pada saat sakaratul maut ?

kemudian saya membuka beberapa tafsir dari doa Nabi Yusuf itu, ternyata dibalik doa indah itu, Nabi Yusuf sedang berduka setelah ayahnya, Nabi Ya’kub alaihissalam wafat, kematian ayahnya itu sungguh membuatnya sangat berduka hingga dia larut dalam kesedihan hingga diakhir hidupnya

Jadi, “Tawaffani Muslimaa” – wafatkan aku dalam Islam ; artinya adalah Yusuf ingin diwafatkan dalam kondisi terbaik, yaitu dalam kondisi beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanawata’ala.

dan “Wa alhiqnii bish-Shoolihiin” – bangkitkan aku bersama orang-orang sholeh ; makna dari kalimat ini adalah permintaan agar di hari akhir nanti agar dibangkitkan bersama kaum sholeh yaitu kaum yang beriman – yang ternyata di hari akhir nanti hanya ada DUA golongan ‘ yaitu :

  • golongan yang beriman yang tentunya akan masuk surga,
  • dan golongan yang tidak beriman yaitu yang akan masuk neraka.

dan “wa alhiqnii bish-Shoolihiin” ini ternyata ada makna tersirat yaitu keinginan dan hasrat Yusuf agar bisa dipertemukan dengan ayahnya yang tercinta yaitu Nabi Ya’kub, bahkan juga ingin bertemu dengan kakek2nya yaitu Nabi Ishak dan Nabi Ibrahim.

Maka tidak berlebihan jika bisa disimpulkan bahwa saat Abu Bakar mengucapkan doa ini di saat sakaratul mautnya adalah keinginannya agar dapat dipertemukan dengan Nabi Muhammad SAW yang lebih dicintainya daripada ayah dan ibunya sendiri.

Semakin saya baca berulang-ulang tentang tafsir surat Yusuf ini semakin saya sadar bahwa surat yang indah ini ternyat memiliki kisah cinta yang paling indah dalam sejarah umat manusia yaitu kisah cinta antara orang tua dan anak yaitu Ya’kub dan Yusuf.

Sebagian dari kita telah kehilangan orang-orang yang kita sayangi, dan kita berduka dan larut dalam kesedihan berkepanjangan atas kepergian mereka

Namun apakah kita pun pernah menangisi diri kita sendiri ; karena kita belum tentu dapat berjumpa lagi dengan mereka ?

“Tawaffani Muslimaa wa alhiqnii bish-Shoolihiin”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s