Skin in the Game

“At no point in history have so many non-risk-takers, that is, those with no personal exposure, exerted so much control.” – Antifragile

“Skin in the Game” adalah sebuah istilah yang belakangan ini sering digunakan, terutama untuk finansial lingo, “Skin” adalah sinekdot untuk “kepala” dan “Game” adalah sinekdot untuk komitment dan aksi,

Maka “Skin in the Game” adalah tentang mengambil suatu keputusan yang dilanjutkan dengan aksi, dan berkomitment untuk menanggung segala resikonya

Istilah ini pertama kali mulai terkenal saat Warrent Buffet melakukan investasi dengan dananya sendiri, yang artinya dia akan menanggung semua resiko baik kekalahan maupun kemenangan dari investasi tersebut,

Namun istilah “Skin in the Game” ini tidak hanya digunakan untuk finansial lingo saja, namun untuk semua profesi dan tindakan secara umum,

kita mengetahui bahwa semakin besar kekuasaan, maka akan semakin besar tingkat resiko yang ditanggung orang yang memikulnya,

with greater status came greater exposure to risk,

Misalnya pada masa medieval dulu, jika seorang raja melakukan kesalahan, maka dia akan dihukum pancung, bahkan seluruh keluarganya juga di hukum mati seperti yang terjadi saat revolusi prancis.

Sayangnya di kehidupan modern ini hal itu terjadi sebaliknya ; semakin tinggi kekuasaan seseorang, maka resiko yang ditanggungnya justru semakin kecil,

Apakah akibat yang timbul dari fenomena ini ? terjadi ketidakadilan, ketimpangan sosial, hilangnya harga diri, kita terbiasa mendengar berita korupsi dan hukum yang salah arah, seseorang yang tidak kompeten menduduki posisi yang berpeluang untuk menentukan nasib orang banyak adalah hal yang sangat membahayakan

Jadi siapa saja orang yang TIDAK memiliki “Skin in the Game” ?

  • Banker, Sales, Fund Manager yang melakukan transaksi investasi beresiko tinggi, namun tidak menanggung kerugiannya, bahkan membebankan kerugian tersebut pada klien, pemerintah dan rakyat sebagai pembayar pajak
  • CEO perusahaan yang membuat keputusan salah hingga membuat perusahaan bangkrut namun walk-out dengan bonus yang besar
  • Jurnalis dan penulis kolom yang membuat berita yang memprovokasi rakyat, namun berdalih bahwa mereka melakukan itu untuk membeberkan kebenaran
  • Politikus hitam dan aparat negara yang melakukan tindakan gegabah dan membebankan negara atas kesalahan yang mereka buat

Dari sekian contoh itu terlihat bahwa mereka yang tidak memiliki “Skin in the Game” adalah mereka yang tidak memiliki komitmen dan tidak sanggup memikul amanah dari jabatan yang mereka ambil,

Kita patut memahami hal ini agar kita tidak terjebak dalam profesi yang serupa, karena pada saat kita telah masuk dalam situasi yang tidak memiliki “Skin in the Game” maka pastinya akan sangat sulit untuk melepaskan diri dari hal itu

Mengapa sangat sulit ?

karena situasi telah membuat kita merasa aman dan nyaman melakukan hal itu, terutama lagi karena kita tidak menanggung semua resiko dan akibat dari hal-hal yang kita lakukan.

Kecuali mereka yang benar-benar memiliki niat yang kuat dan hati yang tulus – tentunya akan bisa lepas dari ini

(bersambung ke bagian kedua)

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s