Mutiara Kisah Yusuf : akhir dari Zulaikha dan Sabar yang Indah dari Ya’kub

“Kesabaran bukan artinya tidak berperasaan, kesabaran yang indah ialah kesanggupan mengendalikan perasaan seketika sedih menimpa”

Saya merasa tidak adil jika belum menuntaskan kisah antara Yusuf dan Zulaikha, karena ada banyak versi kisah percintaan antara Yusuf dan Zulaikha yang tidak bisa diketahui kesahihan sumbernya,

dalam Al-Quran, kisah Zulaikha berhenti saat ia memberikan pengakuan atas kesalahannya itu, ini adalah salah satu kehebatan Al-Quran yang menghilangkan detail-detail hingga kita bisa mengingat makna yang tersirat dalam kisah ini.

Bahkan nama Zulaikha pun sebenarnya tidak disebutkan dalam Quran, mengapa ? karena dalam Quran ketika sedang membicarakan orang yang melakukan kesalahan maka nama orang itu tidak dicantumkan, seperti juga nama-nama saudara Yusuf.

nah, apa saja kesalahan fatal dari Zulaikha yang mencerminkan sifat aslinya ?

ingat ketika Zulaikha tertangkap basah oleh suaminya ketika sedang menggoda Yusuf, dan ia berkata : “Apakah balasan yang pantas bagi orang yang bermaksud buruk pada istrimu kecuali dipenjara atau siksa yang pedih ?” (ayat 25) – ini menunjukkan sifat aslinya yang licik dengan melemparkan kesalahan pada Yusuf, jika Zulaikha adalah orang yang jujur maka ia akan langsung meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

jadi pada ulama telah menjabarkan beberapa kesalahan Zulaikha, antara lain :

  • menggoda Yusuf yang merupakan budaknya, dimana budak memiliki posisi lebih rendah dari dia, maka sebagai budak akan sulit untuk menolaknya
  • memanfaatkan kecantikannya untuk menggoda Yusuf
  • melemparkan kesalahan pada Yusuf
  • berdusta pada suaminya
  • memanipulasi para wanita mesir untuk mendukungnya agar Yusuf dipenjara

dan yang terpenting adalah ketika Zulaikha terdesak dan harus mengakui kesalahannya pada Raja, ia berkata : “yang demikian supaya ia (suami zulaikha) tahu bahwa aku tidak menghianatinya ketika ia tidak ada” (ayat 52) ini adalah pernyataan paling absurd ! karena setelah ia mengaku bersalah namun dia masih membuat dalih untuk membenarkan perlakukannya itu.

“Sungguhlah nafsuku membawaku kepada kejahatan” (ayat 53)

para ahli tafsir melihat ayat ini sebagai pengakuan zulaikha tentang kondisi mentalnya ; dimana hanyalah orang yang memiliki jiwa yang rusak akan mempunyai nafsu yang menyuruh pada perbuatan keji dan jahat,

sedangkan jiwa yang bersih seperti Yusuf akan mencegahnya dari perbuatan keji.

jadi hikmah yang bisa kita dapat dari kisah zulaikha adalah : jangan sampai kita memiliki jiwa yang rusak, yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain

kita fastforward kisah Yusuf ini sampai pada saat Ya’kub menerima berita tentang hilangnya Benyamin.

Benyamin adalah satu-satunya adik kandung Yusuf, maka setelah kehilangan Yusuf, Ya’kub semakin protektif pada Benyamin agar ia tidak dicelakakan oleh saudara2nya seperti kejadian Yusuf dulu.

Namun Yusuf membuat plot hingga Benyamin ditahan ketika mereka sedang mendatangi mesir untuk minta bantuan pangan, dan ketika para saudara Yusuf kembali ke palestina dan menemui Ya’kub, dan memberitahu tentang hilangnya Benyamin, apa yang dikatakan Ya’kub ?

“Maka bagiku hanyalah kesabaran yang indah”

Shabrun Jamil :

Keindahan dari sabar hanya diperoleh ketika musibah terjadi dan kita tetap terus menahan diri dan menyerahkan semua urusan kita pada Tuhan saja,

Ya’kub memang menangis hingga penglihatannya menjadi kabur, namun ia tidak sedikitpun kehilangan harapan, bahkan semakin bertawakkal pada Allah SWT,

Kesabaran yang Indah dari Ya’kub inilah yang menjadi contoh bagi para Rasul lainnya seperti Sulaiman dan Daud, bahkan Nabi kita pun mencontoh kesabaran Ya’kub ketika anaknya yang bernama Ibrahim wafat, dan ia pun menangis, para sahabat yang belum pernah melihat beliau menangis pun ikut menangis dan bertanya mengapa kau menangis wahai utusan Allah ? dan Rasulullah menjawab :

“Hati bersedih, air matapun titik, namun tidak ada kata yang keluar dari mulutku kecuali yang diridhai Allah saja”

dan Ya’kub setelah kehilangan anak-anaknya tidak hanya bersabar saja, namun semakin optimis pada Tuhannya hingga ia berkata :

“Janganlah kamu putus asa dari Rahmat Allah, sesungguhnya tidaklah putus asa dari Rahmat Allah kecuali orang-orang yang tidak beriman”

Ya’kub sudah tua renta, tenaganya sudah menghilang, matanya rabun, namun semangatnya tetap tinggi, harapannya pada Tuhannya semakin tinggi, karena ia paham bahwa orang yang sungguh-sungguh beriman adalah orang yang terus memiliki harapan pada Rahmat-Nya.

Berapa kali kita diberi cobaan dalam hidup yang lebih mudah dari ini ? kehilangan pekerjaan ? dikhianati ? mengalami kerugian dalam bisnis ? apa sikap kita saat musibah itu terjadi ? marah, kesal, sedih, bingung, kecewa. namun kita harus paham bahwa untuk menjadi pribadi yang beriman adalah yang selalu memiliki optimisme dan harapan pada masa depan.

Karena justru pada saat musibah terjadi itu kita harus meningkatkan optimisme dan harapan kita pada hari esok yang lebih baik

Dan pada akhir kisah Ya’kub seperti yang kita ketahui akhirnya ia dapat berkumpul lagi dengan Yusuf dan anak-anaknya di mesir.

“Sungguh pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal, Al-Quran bukanlah kisah yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu dan sebagai PETUNJUK dan RAHMAT bagi orang-orang yang beriman”

 

 

Advertisements

4 comments

  1. Bang Ical · October 19, 2015

    Renungan yang baik, inspiratif 🙂

    Salam kenal dari Lombok, mbak 🙂 berkunjung ke blog kami yang sederhana ya 🙂

    https://bangicalku.wordpress.com/

  2. winda · January 7, 2016

    Salam kenal :), saya jadi penasaran dengan akhir kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha, sayangnya saya tidak serajin Mbak Susan menggali informasi lebih dalam, saya pernah baca sekilas pada akhirnya Nabi Yusuf menikah dgn Zulaikha apakah itu benar CMIIW jujur saja saat saya tahu sempat protes di hati kecil saya… mengingat Nabi Yusuf adalah seorang nabi, sedangkan Zulaikha memiliki sifat yang tidak terpuji seperti itu, maaf atas ilmu saya yang masih cetek… keep blogging langsung suka dgn blog Mba Susan 🙂

    • susandevy · January 7, 2016

      salam kenal juga mba winda 🙂

      saya dapat semua kisah Yusuf dan Zulaikha yang detail ini setelah membaca beberapa tafsir Al-Qu’ran,
      jadi di dalam Quran memang tidak disebutkan nama Zulaikha, dan kisah zulaikha ini berakhir sampai dia dihadapkan ke raja mesir, setelah itu tidak ada refensi lagi dari Quran,

      tapi kita bisa mendapatkan kelanjutan kisah ini dari sumber lain yaitu kitab2 sebelum Quran yaitu taurat dan injil, nah menurut para ulama, kita boleh mengambil rujukan dari sumber ini, tapi kita berusaha netral ; dalam arti kita boleh percaya boleh tidak percaya,

      memang tindakan zulaikha banyak yang tidak terpuji, namun yang penting kita bisa memetik hikmah dari kisah ini agar tidak melakukan kesalahan2 tersebut.

      sedangkan akhir dari kisah zulaikha sendiri, kita tidak tahu, mungkin seperti dari sumber kitab2 lain dimana zulaikha akhirnya bertaubat dan menikah dengan Yusuf alaihisalam ? kita tidak tahu
      tapi saya pun berharap zulaikha seperti itu 🙂

      terima kasih ya sudah mampir ke sini

      • winda · January 7, 2016

        Terima Mba Susan atas balasannya penjelasan Mba Susan menenangkan hati 🙂 terimakasih sudah mengingatkan, untuk ambil hikmah dari kisah tersebut… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s