Mutiara Kisah Yusuf ; Hukum Zina di Mesir dan Pengakuan Zulaikha

Pada Kisah Yusuf sebelumnya yang sudah saya bahas di posting : Yusuf dan Zulaikha , dijelaskan tentang kisah bagaimana Zulaikha membuat rencana untuk menjebak Yusuf agar mau menuruti nafsunya,

tadinya saya hendak berhenti pada bagian itu saja, namun ternyata ada beberapa hal yang menarik yang bisa saya tarik dari kisah yang indah ini

yang pertama adalah ; Hukum perzinaan di negri Mesir

mari kita ingat lagi apa yang diucapkan Zulaikha ketika tertangkap basah itu, ia langsung membela dirinya : “Apakah balasan yang pantas bagi orang yang bermaksud buruk pada istrimu kecuali dipenjara atau siksa yang pedih ?” (ayat 25)

disini menjelaskan tentang hukuman untuk orang yang berbuat zina pada istri orang adalah mendapat hukuman yang berat, padahal mesir BUKAN negara Islam, mesir pada zaman Yusuf adalah negara dimana berhala masih disembah, dan agama samawi hanya dianut oleh keluarga Yusuf saja.

Fakta disini adalah : Mesir – negara penyembah berhala, memiliki hukum yang jelas untuk perbuatan asusila,

dan Zulaikha tahu hal ini dan maka dari itu ia berusaha mengelak dari kesalahannya dengan menuduh Yusuf

Saya terkesima dan takjub mendapati hal ini dan membandingkan dengan realita pada masa sekarang, karena seperti yang telah kita ketahui pada lapisan masyarakat kita ; perzinaan telah menjadi umum, bukan hal yang aneh lagi kita mendapati orang-orang disekitar kita melakukannya,

dan JUSTRU orang-orang yang berusaha mencegah perbuatan asusila ini dicap sebagai orang ultra-fanatik, kolot, fundamentalis, hipokrit, dsb

Saya sudah mencoba membaca beberapa tafsir dari surat ini namun karena tafsir-tafsir itu kebanyakan ditulis pada masa dimana perzinaan adalah hal yang sangat tabu, tentunya para imam yang menulis tafsir-tafsir itu tidak terlalu fokus pada hal ini.

Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil dari ini : bahwa telah terjadi pergesaran moral yang sangat besar pada masa ini hingga kita pun – yang menganut ajaran yang sama dengan Nabi Yusuf, memandang bahwa perzinaan adalah hal yang wajar.

yang kedua : Plot yang dilakukan Yusuf untuk Zulaikha

setelah skandal itu, tersebar gosip di lingkungan sosialita, karena Zulaikha adalah istri seorang pejabat maka skandal itu menjadi hot topik dikalangan elit,

untuk mencegah hal itu Zulaikah membuat rencana dengan mengundang semua ibu-ibu pejabat dan seperti yang kita ketahui saat Yusuf disuruh masuk ke ruangan itu mereka semua takjub pada kegantengan Yusuf dan mengiris tangannya dengan pisau

Akhirnya Yusuf pun  memilih masuk ke penjara dengan tuduhan palsu dari Zulaikha,

ini adalah satu hal penting lagi, bahwa Yusuf dihukum atas tuduhan perbuatan asusila, menunjukkan beratnya hukuman atas pelaku asusila di negri mesir saat itu.

Kemudian singkat cerita ada penghuni penjara yang ditakwilkan (diartikan) mimpinya oleh Yusuf dan ia menceritakan itu pada raja mesir, maka raja mesir menyuruhnya untuk memanggil Yusuf,

dan apa respon Yusuf ? apa dia langsung menghadap raja mesir ?

tidak, Yusuf berkata : “kembalilah pada tuanmu, dan tanyakan padanya tentang perempuan-perempuan yang telah memotong tangan mereka” (ayat 50)

ini sungguh menunjukkan kebijakan dan kepandaian Yusuf, dengan menyuruh raja memanggil ibu-ibu pejabat yang telah hadir pada saat itu maka kasus skandal Zulaikha yang sudah lama dilupakan jadi dibuka kembali, bahkan di majelis yang paling tinggi ; yaitu di hadapan raja mesir !

Maka ibu-ibu pejabat itu bersaksi didepan raja mesir : “Tidaklah kami mengetahui padanya (Yusuf) ada keburukan”

Maka setelah itu Zulaikha dipanggil kehadapan raja, pada saat itu suami zulaikha sudah wafat dan semua orang sudah melupakan skandal itu, namun zulaikha masih belum membeberkan kebenaran pada publik hingga saat ini.

Dan Zulaikha tidak bisa berkelit lagi ; “Sekarang sudah jelas kebenaran : Akulah yang merayunya dan dia adalah termasuk orang yang jujur” (ayat 51)

Raja mesir mendapati hal ini takjub dan terkesima, padahal ini adalah skandal yang bukan urusannya, namun fakta telah membuktikan bahwa akibat hal ini Yusuf menjadi penghuni penjara akibat dari perbuatan asusila Zulaikha padanya, akhirnya simpati raja sudah kepada Yusuf, dan raja pun berkata : “Bawalah ia kepadaku, aku akan jadikan dia orang yang dekat padaku” (ayat 54)

Subhanallah, tanpa belum pernah berjumpa dengan Yusuf, raja mesir langsung memberikan Yusuf posisi yang paling penting di negara itu, jika saja Yusuf langsung menemui raja setelah ia mentakwilkan mimpi raja, maka hal ini tidak akan terjadi.

bahkan Rasulullah memuji perbuatan Yusuf ini : “kiranya aku yang ditahan dipenjara selama itu, tentunya aku akan memenuhi panggilan itu”

Kisah Yusuf adalah salah satu kisah paling indah dalam Al-Quran, berawal dari mimpinya melihat matahari, bulan dan bintang, hingga dibuang kesumur oleh saudara2nya, menjadi budak ke mesir, digoda dan difitnah oleh istri majikann, menjadi penghuni penjara….hingga menjadi orang paling berpengaruh di negara yang paling kuat saat itu ; Mesir.

Yusuf Alaihissalam telah membuktikan bahwa tawakkal dan sabar adalah kunci untuk menghadapi semua rintangan dalam hidupnya.

“Demikianlah telah kami berikan ketetapan bagi Yusuf di negeri itu, dia boleh menempati di mana dia suka, Kami limpahkan rahmat bagi siapa yang Kami kehendaki dan tidaklah Kami menyia-nyiakan ganjaran bagi orang yang berbuat kebaikan” (ayat 56)

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s