Abraham Lincoln, President terbaik yang pernah ada

“Don’t complain about the snow on your neighbor’s roof, when your own doorstep is unclean.” – Confucius

dari sekian banyak President Amerika, hanya Abraham Lincoln yang paling banyak dituliskan biografinya, bahkan sampai saat ini para politikus masih merujuk pada kebijakannya, bahkan saat Roosevelt setiap dirudung masalah pelik senantiasa ia memandang lukisan Lincoln dan berkata : “What would Lincoln do if he were in my shoes? How would he solve this problem?”. Memang Lincoln bukan sosok yang sempurna, namun tentunya ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari tokoh ini.

Pada saat Lincoln wafat, sahabatnya seorang senator berkata : “There lies the most perfect ruler of men that the world has ever seen.”

Bagaimana Lincoln bisa menjadi the most perfect ruler ever ? apa rahasianya ?

Pada masa mudanya, Lincoln adalah seorang pengacara yang jenius, salah satu hobinya adalah menulis tentang hal yang berhubungan dengan politik, dan pada saat itu satu-satunya media adalah surat kabar, dan sering Lincoln menulis opininya tentang politik dengan menggunakan nama samaran (seperti yang kita lakukan sekarang dengan menggunakan akun anonymous di sosial media)

Namun salah satu artikelnya menuai dampak yang buruk

Lincoln menulis artikel tentang kritikannya pada salah seorang politikus dengan menggunakan bahasa yang memperolok-olok si politikus itu, seluruh warga menertawakan politikus itu setelah artikel tersebut menjadi hits. tentunya politikus itu sangat marah dan akhirnya menemukan fakta bahwa Lincoln yang menulis artikel hinaan tersebut, hingga akhirnya dia menantang Lincoln untuk duel satu lawan satu (suatu hal yang biasa terjadi pada saat itu untuk menyelesaikan permasalahan)

Pada hari yang sudah ditetapkan, Lincoln datang ke tempat duel dengan politikus itu, hampir saja mereka mulai duel maut itu jika keluarga mereka tidak menghentikannya,

dan mulai hari itu Lincoln bersumpah bahwa ia tidak akan pernah lagi menghina, mengkritik atau menghakimi siapapun

“Judge not, that Ye be not judged.”

“Don’t criticize them; they are just what we would be under similar circumstances.”

Battle of Gettysburg, salah satu perang American Civil War, Jendral Meade yang memimpin perang itu melakukan hal yang tidak diperintahkan oleh Lincoln, bahkan ia mengabaikan perintah Lincoln. dalam amarahnya, Lincoln berkata kepada bawahannya : ” If I had gone up there, I could have whipped him by myself !!”

Lincoln menulis sebuah surat yang berisikan tentang kegusaran dan kekecewannya kepada Jendral Meade, dan apakah yang terjadi ? Meade tidak pernah melihat surat itu…..

Lincoln tidak pernah mengirimkan surat itu, dan surat itu ditemukan dalam mejanya setelah ia wafat.

dalam kehidupannya, cobaan terberat Lincoln adalah dari perkawinannya sendiri,

sahabatnya berkata setelah Lincoln wafat, bahwa yang membunuh Lincoln bukanlah penembak itu, namun perkawinannya yang telah mematikannya selama puluhan tahun.

Lincoln menikah dengan dengan seorang wanita yang tidak pernah berhenti mengkritik dan mencelanya, seorang wanita yang memiliki karakter yang berbeda dengan Lincoln ; jika Lincoln tidak pernah menkritik apapun maka istrinya selalu mengkritik semuanya, termasuk suaminya sendiri.

pernah pada suatu hari Lincoln disirami mukanya oleh air teh panas oleh istrinya dihadapan tamunya akibat hal yang sepele…..dan apa reaksi Lincoln ? ia diam saja dan tidak berkata apapun atas penghinaan itu

“the bitter harvest of Conjugal Infelicity”

suara amarah lengkingan istrinya dapat terdengar dari kejauhan, siapapun yang telah mengenal Lincoln dan istrinya pastinya tahu bagaimana buruknya perangai istrinya itu.

jadi mengapa Lincoln tidak membalas perilaku istrinya itu ? atau mengapa dia tidak meninggalkan istrinya itu saja ?

Banyak orang yang beranggapan bahwa lelaki yang tidak membalas perangai buruk istrinya itu adalah lelaki yang pengecut, lelaki yang takut pada istrinya, namun sebenarnya justru lelaki seperti Lincoln ini adalah lelaki yang tangguh dan sabar dalam menghadapi istrinya,

mereka inilah Real Gentlement yang sebenarnya

kita tidak tahu apa alasan Lincoln tetap bertahan dalam pernikahannya itu, mungkin dia melihat kebaikan lain dalam istrinya atau mungkin dia bertahan demi anak2nya, kita tidak tahu….

Hal ini mengingatkan saya pada satu kisah dari seorang Khalifah (kalau tidak salah dia adalah Umar bin Khattab) yang pernah kedapatan sedang diomeli oleh istrinya, mengapa dia tidak menceraikan istrinya itu ? padahal ia adalah seorang pemimpin besar, namun beliau menjawab bahwa istrinya itu telah memberikan banyak hal bagi kehidupan rumah tangganya.

Maka dapat saya simpulkan bahwa rahasia Abraham Lincoln dalam membina hubungan dengan semua orang adalah :

tidak pernah mengkritik, tidak pernah mencela, tidak pernah menghakimi dan selalu melihat segi positif pada setiap orang, dimanapun dan kapanpun

“I will speak ill of no man…….and speak all the good I know of everybody.” – Benjamin Franklin

 

 

 

 

 

Advertisements

One comment

  1. ~Sati~ · May 6, 2015

    Abraham lincoln adalah salah satu tokoh yang bisa dijadiin inspirasi.. berbagai musibah yang mendera, tidak menghalangi untuk terus tumbuh sampai dia bisa menjadi seorang presiden.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s