Software Digital Painting terbaik ; Krita versi 2.9.2

dari beberapa software open source yang sering saya gunakan (Gimp, Inskcape, MyPaint dan Blender) ada satu software yang sangat menarik karena fitur-fiturnya khusus untuk digital painting yaitu Krita

Krita memang berbeda dibandingkan dengan Gimp, selain Krita memiliki fitur yang lebih solid dan lengkap, juga tampilan Krita dibuat menyerupai Photoshop, mungkin dilakukan agar pengguna photoshop lebih nyaman ketika memakai Krita, selain itu Krita sudah support format file photoshop dan juga sudah support CMYK yang sangat penting jika kita ingin mencetak hasil karya digital kita.

butterfly_shout_by_ico_dy-d53me1n

Butterfly Shot by Enrico

 

Barusan Krita merilis versi terbarunya dengan berbagai fitur-fitur yang sangat luarbiasa, namun karena saya belum sempat menguasainya, terutama karena sampai saat ini saya masih belum terbiasa dengan interface dan keyboard shortcut di Krita (yang sebenarnya dapat diubah settingnya, namun saya belum lakukan hal itu) maka saya hanya mencoba beberapa fitur yang menarik bagi saya, terutama brushes set yang sangat luarbiasa itu

Testing Krita's Brushes

Testing Krita’s Brushes

Jadi ada beberapa keluhan tentang Krita yang lambat dan sering lagging, maka kita perlu ingat bahwa Krita adalah software open source, dan setiap software open source saling terintegrasi satu sama lainnya karena mereka berasal dari komunitas yang memilki spirit yang sama, maka jika ingin menggunakan Krita secara optimal, gunakan dengan Operating System yang berasal dari Open Source juga, rekomendasi saya adalah distro Ubuntu dan Linux Mint yang telah terbukti paling baik untuk mengoperasikan Krita.

Salah satu fitur yang sudah lama saya ingin gunakan adalah “Colorize” dari Plugin G’MIC yang sudah terinstall pada Krita veri terbaru ini, filter ini sangat luarbiasa karena dapat memberi warna dasar dari sketsa digital, bagi yang sudah pernah membuat karya digital pasti tahu bahwa memberikan warna dasar (basic coloring) cukup menyita waktu, dan dengan adanya fitur ini maka kita dapat menghemat waktu yang digunakan untuk memberikan warna dasar itu

Screenshot from Colorize filter from G'MIC Plugin in Krita

Screenshot from Colorize filter from G’MIC Plugin in Krita

Setelah mencoba fitur Colorize itu, saya tentunya akan terus mencoba menggunakannya karena manfaatnya sangat berguna bagi saya, tentunya saya tidak akan menjelaskan detail cara penggunaan fitur ini, karena dibawah akan saya cantumkan link-link yang berhubungan dengan fitur ini

Pada tahapan ini, pertama saya membuat sketsa awal, kemudian memberikan warna dasar dengan fitur “Colorize” dan terakhir memberikan shading dan details

Gmic_colorize_try4

dan ini adalah hasil akhirnya, namun saya belum sempat memberikan detail lebih baik lagi karena tujuan dari pembuatan gambar ini hanya untuk mencoba fitur Colorize saja

Dan ini adalah hasil akhirnya

Gmic_colorize_finale

kesimpulannya adalah Krita sangat baik untuk digunakan bagi para penggemar digital painting, karena fitur-fiturnya yang luarbiasa dan tampilannya yang menyerupai Photoshop, hingga Krita boleh dikatakan lebih menarik bagi pada pengguna photoshop yang tidak terbiasa dengan tampilan Gimp yang terlalu sederhana itu, tentunya masih ada beberapa kekurangan Krita namun jika melihat dari komunitas developer Krita yang sangat progresif ini maka bisa diasumsikan bahwa Krita akan memiliki masa depan yang cerah dibandingkan dengan software-software open source lainnya

Sumber :

www.krita.org

tutorial G’MIC Colorize by David Revoy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s