Yusuf, Zulaikha dan pengendalian diri

Salah satu kisah paling indah dalam Al-Quran adalah Kisah Nabi Yusuf Alaihissalam dalam Surat Yusuf, kenapa kisah ini sampai diturunkan pada Nabi Muhammad ? ada beberapa hal yang menyebabkan turunnya Surat ini :

  • Kisah Nabi Yusuf turun pada saat “Tahun Dukacita” dimana Nabi Muhammad pada saat itu kehilangan dua tokoh penting dalam hidupnya yaitu Abu Thalib, paman nabi yang merupakan figur ayah baginya dan istrinya Khadijah yang merupakan supporter penting bagi moralnya, jadi surat Yusuf dan beberapa surat lainnya yang diturunkan pada masa-masa sulit ini adalah sebagai penghibur untuk Nabi dan kaum muslim ditengah kesulitan dan siksaan yang mereka terima di Mekkah.
  • Surat Yusuf diturunkan sekaligus utuh satu surat, bukan sebagian-bagian seperti surat al-Baqarah, juga hanya dalam surat ini saja kisah Nabi Yusuf disampaikan, bandingkan dengan kisah Nabi Musa Alaihissalam atau Nabi Ibrahim Alaihissalam yang tersebar di beberapa surat dalam Al-Quran, oleh karena itu tentunya surat ini memiliki kelebihan tersendiri.

Ada beberapa bagian kisah Nabi Yusuf, mulai dari masa kecilnya sampai dewasa, namun kita fokuskan saja pada saat ia menghadapi ujian terbesarnya yaitu Zulaikha.

disini kita akan mendapati keindahan Al-Quran, kisah ini tentunya sangat sulit untuk dipahami, terutama bagi anak-anak, namun Al-Quran menghilangkan detail-detail yang tidak perlu, bahkan tidak menyebutkan nama Zulaikha sendiri, karena kisah terbaik adalah kisah yang memiliki makna yang dalam, dan dengan hilangnya detail2 tersebut maka kita akan lebih mudah menyerap maknanya.

“dan perempuan itu yang ia tinggali rumahnya itupun merayulah kepadanya, inginkan dia, ditutupnya semua pintu lalu dia berkata : “Kemarilah”, dia menjawab : “Aku mohon perlindungan pada Allah, sungguh tuanku sangat baik sambutannya bagiku, sungguh tidaklah berbahagia orang yang zalim” (ayat 23)

al Imam Ibnu Qayyim dalam kitab Al Jawabul Kafi, menjelaskan bahwa cobaan yang dihadapi Nabi Yusuf adalah cobaan yang sangat luarbiasa, dan sangat sulit untuk terlepas dari cobaan tersebut, dan ada beberapa hal yang beliau jabarkan mengenai cobaan tersebut :

  • Tuhan menjadikan dalam diri setiap lelaki satu tabiat yaitu keinginan pada perempuan, dan Yusuf tidak terkecuali, diapun memiliki tabiat tersebut.
  • Yusuf masih muda belia, saat keinginan tersebut sedang membumbung kuat
  • dia belum kawin, maka dia tidak memiliki tempat lain yang halal, misalnya kepada istrinya.
  • dia sedang berada di perantauan, di negri orang yang tidak ada yang mengenal siapa dia dan keluarganya, biasanya lelaki lebih mudah melakukan hal ini jika dia berada di tempat yang asing
  • perempuan yang merayunya bukan sembarang perempuan, namun adalah perempuan yang sangat cantik dan berkedudukan tinggi, terutama karena dia sudah mempercantik dirinya juga, maka kecantikannya diatas kecantikan wanita pada umumnya
  • perempuan itu yang merayunya, yang mendesaknya, pada umunya hal seperti ini diawali oleh rayuan dari pihak lelaki namun jika rayuan dimulai dari pihak perempuan maka si lelaki hampir tidak dapat menolaknya
  • tempat kejadian adalah di dalam rumah perempuan tersebut, dan disebutkan bahwasanya si perempuan sudah mengamankan tempat itu dengan menutup pintu-pintu, hingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan hal itu.

Alur cerita selanjutnya setelah Yusuf menolak Zulaikha tentunya sudah kita ketahui, yaitu Yusuf lari dari kejaran Zulaikha hingga akhirnya koyak baju Yusuf akibat tarikan dari Zulaikha, dan mereka berdua tertangkap basah oleh suami zulaikha sendiri.

Ketika tertangkap basah itu, Zulaikha langsung membela dirinya : “Apakah balasan yang pantas bagi orang yang bermaksud buruk pada istrimu kecuali dipenjara atau siksa yang pedih ?” (ayat 25)

namun ketika terlah dibuktikan bahwa Yusuf tidak bersalah, berkatalah suaminya : “Sesungguhnya inilah tipu daya kamu perempuan ! sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar !

Perempuan, memang memiliki berbagai kekurangan dibanding kaum lelaki, terutama dari segi fisik yang lemah, namun disini suami zulaikha sendiri menyebutkan bahwa muslihatnya sangat besar, inilah yang selalu membuat kaum lelaki terjerumus, ya kami memang lemah namun kami tahu bahwa lelaki itu bisa kami tipu, karena kelemahan utama lelaki adalah perempuan

Yusuf sendiri setelah memohon perlindungan pada Tuhannya, dan dia merasa bahwa hal tersebut belum cukup maka dia memutuskan untuk pergi menghindar :

“Tuhanku ! penjara lebih kusukai dari apa yang mereka ajak padaku, dan jika Engkau tidak palingkan aku dari tipudaya mereka niscaya rebahlah aku kepada mereka dan jadilah aku termasuk orang yang bodoh !” (ayat 33)

Beberapa hari yang lalu seseorang berkata pada saya ; bahwasanya agama kita adalah agama yang menyuruh kita selalu “bermain aman” atau “Play Safe” mode, jika pada game-game komputer kita dapat mengukur kemampuan kita maka kita tidak akan pernah mengambil resiko terlalu besar yang mengakibatkan kehancuran pada diri kita, maka dalam hidup kita wajib mengetahui kelemahan pada diri kita dan tidak mengambil resiko yang diluar kemampuan kita.

Yusuf memahami bahwa jika dia tetap di rumah itu, walaupun dia tetap berdoa untuk keselamatannya, namun dia tidak ingin membahayakan dirinya dengan menyongsong resiko yang besar itu dan dia memilih dipenjara daripada tetap di rumah yang memberikannya berbagai fasilitas kelas vip itu.

maka sungguh apa yang ada dalam kisah yang indah ini dapat kita temui keimanan yang murni, yang juga kita temui pada Nabi-nabi lainnya, seperti Nabi Musa yang tidak mau melihat pada anak gadis Nabi Syu’aib di Madyan, atau Nabi Muhammad yang malu menemui Khadijah, hingga dia berkontak melalui pembantu Khadijah pada saat mereka belum menikah.

Demikianlah kisah Nabi Yusuf ini yang berakhir bahagia, setelah berbagai kejadian paska skandal ini, Nabi Yusuf menjadi salah satu penasihat raja dan dia kemudian meminang Zulaikha yang suaminya telah wafat.

Wallahu’alam bishawab

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s