Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Dermawan

Salah satu keutamaan Abdurrahman bin Auf (selain beliau adalah sahabat yang masuk dalam kelompok yang dijamin masuk surga) adalah beliau pernah menjadi imamnya Nabi Muhammad SAW saat sedang sholat berjamaah.

Dalam masa hidup Nabi SAW, hanya dua orang sahabat yang pernah menjadi imam sholatnya, yaitu Abu Bakar as-Shiddiq dan Abdurrahman bin Auf.

Abu Bakar menjadi imam ketika Nabi SAW sedang sakit dan tidak bisa mengimami sholat, sedangkan Abdurrahman bin Auf pernah menjadi imamnya saat sedang Perang Tabuk, ketika sholat subuh dan Nabi SAW sedang pergi untuk membuang hajat, maka para sahabat menunjuk Abdurrahman untuk menjadi imam, dan ketika Nabi SAW kembali, ia mengikuti Abdurrahman pada rokaat kedua.

Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ Al-Anshari, salah seorang penduduk kaya yang pemurah di Madinah. Abdurrahman pernah ditawari Sa’ad untuk memilih salah satu dari dua kebun kurmanya yang luas. Tapi, Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa’ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah.

Sejak itu, Abdurahman bin Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses.

Apa yang menjadi rahasia kesuksesan Abdurrahman bin auf dalam berniaga ? padahal dia tidak memiliki harta saat memulai usahanya ?

Tidak lain karena Abdurrahman bin Auf memiliki sifat amanah dan jujur, kedua sifat ini adalah modal utama dalam berbisnis dan rahasia kesuksesan dalam setiap usaha.

Ketika Rasulullah membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum (Romawi) dalam Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah , “Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.”

(Perlu kita pahami bahwa Perang Tabuk adalah merupakan perang yang berlokasi sangat jauh dan melibatkan tentara dalam jumlah yang sangat besar, karena pada saat itu hampir semua suku-suku di jazirah Arabia sudah bersatu dalam panji Islam, oleh karena itu Nabi membuat pengumuman kepada para umatnya untuk mensedekahkan hartanya yang akan digunakan sebagai perbekalan selama perjalanan, namun Nabi SAW tetap mengingatkan umatnya untuk meninggalkan harta untuk keluarga yang ditinggalkan)

Maka, Rasulullah pun bertanya kepada Abdurrahman, “Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?” Abdurrahman menjawab, “Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripda yang saya sumbangkan.” “Berapa?” Tanya Rasulullah.

Abdurrahman menjawab, “Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Subhanallah.

Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. Abdurrahman bin Auf kini telah menjadi orang terkaya di Madinah.

Menjelang akhir hayatnya, Abdurrahman pernah disuguhi makanan oleh seseorang — padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata, “Mush’ab bin Umair syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, makakakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini.” Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu.

Abdurrahman bin Auf wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, “Anda telah mendapat kasih sayang Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin.”

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s