Perang Badar (bagian 2)

ada beberapa kisah penting dan menarik yang terjadi pada saat Perang Badar, mengingat perang ini adalah perang yang pertama dalam sejarah Islam tentunya memiliki pengaruh yang besar pada seluruh kehidupan di jazirah arabia.

Kisah Cinta Zainab binti Muhammad dan Abil Ash

Zainab adalah putri dari Nabi SAW dari pernikahannya dengan Khadijah, dan Zainab menikah dengan sepupunya, Abil Ash yang masih keponakan dari Khadijah. pernikahan ini terjadi sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi, dan setelah Muhammad hijrah ke Madinah, Zainab masih bersama dengan suaminya yang masih menganut agama lama, sedangkan Zainab sudah masuk Islam.

perbedaan agama diantara mereka tidak menghilangkan rasa kasih sayang yang sudah terjalin, Abil Ash enggan memberikan Zainab kepada ayahnya karena mereka masih saling mencintai, “Jika agama memisahkan antara kedua jasad mereka, maka cinta mereka akan tetap ada hingga keduanya dipersatukan oleh sebuah agama.”

pada perang badar, Abil Ash tertangkap dan menjadi tawanan, Zainab kemudian mengumpulkan uang tembusan untuknya, salah satunya adalah kalung pemberian ibunya yang dulu adalah hadiah perkawinannya, saat Nabi SAW menerima tembusan itu dan memandang kalung milik Khadijah, wajahnya berubah sendu dan teringat akan mendiang istrinya, akhirnya Abil Ash dilepaskan tanpa tebusan, kalung itu diberikan kembali kepada Zainab, dan Nabi SAW berpesan agar Zainab dikembalikan kepadanya ke Madinah.

terjadi insiden saat Zainab diantar keluar kota Mekah, beberapa orang Quraish mencegatnya dan membuat untanya melompat hingga Zainab terjatuh dari untanya, kecelakaan ini menyebabkan Zainab yang saat itu sedang hamil mengalami keguguran dan menderita luka yang parah.

setelah kepergian Zainab, beberapa tahun kemudian Abil Ash diam-diam menyusul ke Madinah dan menyusup ke kota itu saat malam hari menemui istrinya, pada siang harinya Zainab mengumumkan bahwa Abil Ash dalam perlindungannya dan Abil Ash kemudian mengucapkan syahadat dan memeluk Islam.

Asy-Sya’bi berkata : “Zainab masuk Islam dan hijrah, kemudian Abil Ash masuk Islam sesudah itu, dan Islam tidak memisahkan antara keduanya”

Zainab wafat tidak lama setelah itu karena luka yang dideritanya ketika terjatuh dari unta dulu, Nabi SAW pernah berkata “dia putri terbaikku “. Zainab adalah contoh kesetiaan seorang istri dan keikhlasan iman, suaminya Abil Ash berkata “Puteri Al-Amin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.”

Kisah Ukasyah bin Mihshan dan pedang Al-‘Aun

Salah satu pahlawan yang lahir di medan perang Badar ini adalah Ukasyah bin Mihshan bin Harsan Al-Asadi. saat ia bertempur, pedangnya pun patah. karena pasukan muslim berperang dengan kondisi yang serba kekurangan, mereka tidak membawa senjata cadangan

Ukasyah menghampiri Nabi SAW dan berkata “Ya Rasulullah, pedangku sudah patah”, Ukasyah sendiri paham bahwa satu-satunya opsinya adalah berperang dengan tangan kosong dan berharap bisa merebut pedang musuh.

Rasulullah SAW menghampiri Ukasyah sambil membawa sebuah ranting pohon, sambil bersabda, “Berperanglah dengan ini wahai Ukasyah.”

Tanpa keraguan sedikitpun, Ukasyah mengambil ranting itu dan kembali ke medan perang, saat ia mengayunkan ranting pohon ke arah musuh, tiba-tiba ranting itupun berubah menjadi sebuah pedang yang panjang, kuat, mengkilat dan tajam. Ukasyah meneruskan pertempurannya dengan pedang barunya hingga Allah memberikan kemenangan pada umat Islam.

Pedang yang kemudian diberi nama “Al ‘Aun” menjadi senjata andalan Ukasyah dalam setiap pertempuran yang diikutinya, baik bersama atau tanpa Rasulullah SAW. Begitupun ketika Ukasyah menjemput syahidnya di Perang Riddah (pada masa khalifiyah Abu Bakar), pedang dari ranting pemberian Nabi SAW setia menemaninya.

Ukasyah bin Mihshan dikuburkan bersama pedangnya Al-‘Aun, Nabi SAW pernah mendoakannya akan masuk dalam golongan yang masuk ke surga tanpa dihisab dan berwajah indah seperti rembulan, dari kisah Ukasyah kita bisa memahami esensi dari keteguhan iman.

Kematian Umayyah bin Khalaf, mantan majikan Bilal bin Rabah

salah satu pemimpin Quraish yang ikut dalam perang badar adalah Umayyah bin Khalaf, dia adalah orang yang dulu sering menganggu Rasullulah dan umat Islam di Mekkah dan menyiksa budaknya, Bilal bin Rabah, hingga Bilal hampir saja mati jika tidak ditolong oleh Abu Bakar yang menghentikan Umayyah.

Setelah perang badar selesai dan Umayyah tertangkap oleh Abdu Amr yang sebelumnya sudah terikat dengan perjanjian agar melindungi Umayyah, saat Abdu Amr membawa Umayyah sebagai tawanannya, mereka melewati Bilal yang sangat terkejut melihat Umayyah, mantan majikannya itu.

Bilal, si Muadzin pertama dalam sejarah Islam itu, berteriak “Ini Umayyah bin Khalaf, si pemimpin Quraish ! saya tidak akan selamat jika dia selamat !”

beberapa orang Anshor langsung menghampir mereka, tentu saja mereka semua sudah mengetahui bagaimana kisah kebengisan Umayyah ketika dulu menyiksa Bilal, para Anshori itu kemudian mencoba membunuh Umayyah walaupun dicegah oleh Abdu Amr.

dan Umayyah pun terbunuh oleh para Anshor, jasadnya terbaring diatas tumpukan kerikil, sama seperti dulu ketika dia menyiksa Bilal dengan membaringkannya diatas tumpukan kerikil panas, dan pada saat kaum muslim mencoba mengangkat jasadnya untuk dikuburkan, tubuh Umayyah tidak dapat diangkat karena setiap kali mereka mencoba mengangkatnya, badan Umayyah hancur. akhirnya mereka membiarkan jasad Umayyah terbaring diatas kerikil.

Abdu Amr, yang kemudian dikenal sebagai Abdurrahman bin Auf, mengucapkan selamat kepada Bilal atas matinya Umayyah, walau dia terkena luka saat mencoba melindungi Umayyah dari serangan para Anshori. dan Abu Bakar pun juga memberikan selamat kepada Bilal atas kematian mantan majikannya itu disertai dengan doa dan pujian bagi Bilal.

Demikian beberapa kisah dari Perang Badar, semoga bermanfaat.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s