Perang Badar

“Selama bertahun-tahun Muhammad telah menjadi sasaran pencemoohan dan penghinaan; tetapi setelah keberhasilan yang hebat dan tak terduga itu (di Badar), semua orang di Arabia mau tak mau harus menanggapinya secara serius.”Karen Armstrong

Perang Badar merupakan perang pertama dalam sejarah Islam dimana kaum Muslim yang dipimpin oleh Nabi SAW berhadapan dengan kaum Quraish.

Perang ini adalah momen yang penting dalam sejarah Islam, karena selain merupakan perang pertama dan kejadian ini menjadi titik balik kondisi umat Islam saat itu

Muhammad SAW mendapat informasi bahwa akan ada rombongan terbesar dari Mekkah, ia mempersiapkan pasukan terbaiknya menuju kota Badar, kondisi pasukan muslim serba seadanya, banyak yang hanya membawa pedang tanpa baju zirah, banyak yang berjalan kaki karena jumlah kuda dan unta sangat sedikit, bahkan Nabi SAW sendiri pun membagi untanya dengan Ali bin Abi Thalib dan seorang lagi.

Sebelumnya Nabi SAW bertanya pada kaum Anshor (penduduk Madinah) bahwa mereka tidak diharuskan ikut berperang namun Sa’ad bin Ubadah, salah seorang pemimpin kaum Anshar, berkata “Seandainya engkau (Muhammad) membawa kami ke laut itu, kemudian engkau benar-benar mengarunginya, niscaya kami pun akan mengikutimu.”

Maka Nabi SAW sendiri yang memimpin pasukan muslim yang berjumlah 300 orang berhadapan dengan pasukan Quraish yang dipimpin oleh Abu Jahal yang berjumlah 1000 orang.

Saat Nabi SAW telah sampai di dekat Badar, hal pertama yang dilakukannya mencari posisi paling strategis yang letaknya dekat dengan sumber air, dan merusak sumber air lainnya agar tidak dapat digunakan oleh musuh atas saran dari sahabat, Habab bin Munzir.

Pada malam harinya, Allah menurunkan rahmat-Nya atas kaum muslim dengan menurunkan hujan rintik2 yang membasahi perkemahan kaum muslim dan menidurkan seluruh pasukan muslim, sementara itu di perkemahan kaum Quraish diturunkan hujan lebat yang membuat kemah mereka basah dan tanah menjadi becek.

sementara itu Nabi SAW bermunajat, berdoa sepanjang malam kepada Rabb, memohon agar diberi kemenangan dipertempuran, diriwayatkan Nabi SAW pada malam itu tidak tidur karena terus berdoa kepada-Nya.

Pagi harinya, Perang diawali dengan duel tiga-lawan-tiga, perwakilan umat Islam adalah Ali bin Abi Thalib, Hamzah dan Ubaidah bin Harits, mereka berhasil menang dalam duel tersebut, Ali (yang pada saat itu masih berusia 20tahun) dan Hamzah dengan cepat berhasil membunuh lawannya, sementara Ubaidah menderita luka yang menyebabkannya wafat.

Nabi SAW mempersiapkan pasukan muslim berbaris untuk melancarkan serangan pertama, sebelumnya Nabi SAW menengadahkan kedua tangannya kelangit dan berdoa : Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam saat ini, maka tidak ada lagi yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini”. (HR. Muslim)

Nabi SAW terus bedoa dan berdoa hingga selendangnya jatuh, kemudian Abu Bakar mengambil selendang itu meletakkannya kembali dipundak Nabi SAW dan berkata “Cukup ya Rasulullah, Allah akan memenuhi janjinya”

Pada saat itu turunlah firman yang dibawa oleh Jibril bahwa Allah telah menurunkan bantuan-Nya (Al-Anfal : 9) saat itu juga Nabi segera mengambil pedang dan memasang baju zirahnya dan terjun ke medan perang sambil mengucapkan “Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang”. (al-Qamar 54 : 45)

Tidak pernah ada peperangan dimana pemimpinnya sendiri yang maju paling depan kecuali pada Perang Badar, Dalam riwayat lain diceritakan, “Ketika peperangan sudah berkecamuk, kami berlindung dengan Rasulullah . Beliau adalah orang yang paling menderita. Tidak ada seorang pun yang lebih dekat posisinya dengan musuh dibandingkan Rasulullah”

Muhammad bergantian melancarkan serangan dengan Abu Bakar yang tidak pernah pergi dari sisinya, bahkan Ali berkata :  “kami berlindung dengan Rasulullah. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh dan yang paling susah.”

Pertempuran berlangsung sekitar 3-4 jam, dimana kaum muslim yang wafat berjumlah 14 orang, sedangkan kaum quraish yang terbunuh berjumlah 70 orang dengan 70 orang tawanan.

Apa yang membuat kaum muslim bisa memenangkan pertempuran yang tidak seimbang ini ?

  1. Kedisiplinan dan keteguhan hati pada kaum muslim, juga kepatuhan mereka pada pemimpin mereka.
  2. Bantuan para malaikat dalam medan perang, banyak dari kaum muslim yang melihat sendiri saat mereka baru mengangkat pedangnya, musuh sudah terbunuh, pasukan malaikat yang diutus Allah ini telah menaikkan semangat tempur kaum muslim dan membuat bingung kaum quraish.
  3. Kejeniusan Nabi SAW yang menempatkan posisi kaum muslim di dekat sumber air, dan keberaniannya maju pada barisan paling depan di medan tempur.

Perang Badar adalah perang yang secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran : “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (Ali Imran 123)

 

 

 

 

 

 

Advertisements

4 comments

  1. dhicovelian · August 25, 2014

    Tulisannya keren Mbak Devy, banyak pelajaran yg dapat diambil dari kisah ini… (y)

    • susandevy · August 26, 2014

      terima kasih,

      saya lagi mempersiapkan artikel berikutnya : Perang Badar (part 2) dan Perang Uhud.
      semoga bermanfaat

  2. dhicovelian · August 26, 2014

    sip… ditunggu tulisan selanjutnya…

  3. Pingback: Heraclius | Susandevy's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s