The Great War, Kesultanan Utsmaniyah dan Sykes-Picot

“Akan datang suatu masa, di mana bangsa-bangsa akan mengeroyok kalian seperti orang-orang rakus memperebutkan makanan di atas meja”

Perang Dunia Pertama, atau World War 1 (pada saat itu disebut The Great War) adalah perang pertama yang melibatkan hampir seluruh negara yang terbentuk menjadi dua aliansi, yang pertama yaitu Inggris, Perancis, Amerika, dkk, dan aliansi kedua adalah Jerman, Khalifiyah Utsmaniyah (Ottoman Empire) dan Austria-Hungaria.

Sebelumnya karena kisah tentang WW1 ini sangat panjang dan saya juga masih mencari referensi lain, maka saya hanya akan menjabarkan poin-poin yang berhubungan dengan keterlibatan Khalifiyah Utsmaniyah pada WW1 ini saja

Jadi pada awalnya Ottoman Empire tidak mau ikut terlibat pada WW1, namun akhirnya Ottoman Empire ikut masuk dalam aliansi bersama Jerman, dan menang pada perang Gallipoli atau Dardanelles Campaign. keterlibatan Ottoman pada perang ini yang merupakan perintah langsung dari Sultan Mehmed VI merupakan perintah Jihad yang sah secara agama yang paling terakhir yang pernah ada – karena setelah itu tidak ada Khalifiyah Islam lagi.

to short a long story,

Setelah kemenangan itu, berbuah petaka bagi Kesultanan Turki, muncul gerakan revolusi yang dipimpin oleh Kemal Attaruk yang mengubah bentuk negara dari kesultanan menjadi republik, dan mengubah dasar negara yang religius menjadi sekuler.

Sementara itu di Timur Tengah yang merupakan kesatuan dalam Kesultanan Utsmaniyah, terpecah-belah berkat revolusi arab yang dipimpin oleh Lawrence of Arabia (T.E. Lawrence) yang merupakan double agent Inggris yang memiliki tujuan terselubung untuk memecah-belah negara-negara arab dengan menjanjikan kemerdekaan dari Kesultanan Turki.

Keberhasilan revolusi arab diikuti dengan perjanjian rahasia, Sykes-Picot Agreement, yang intinya membagi negara-negara arab dalam kontrol negara aliansi antara Inggri, Perancis dan Rusia. Perjanjian Sykes-Picot ini sangat mirip dengan Hadis Nabi SAW diatas yang menjelaskan bahwa negara-negara Islam terbagi-bagi dibawah kontrol oleh negara-negara adidaya saat itu.

Dampak dari WW1 sangat besar, bukan saja kehancuran Khalifiyah terakhir, namun juga perpecahan pada negara-negara Islam yang belum pernah terjadi sebelumnya, kemunculan gerakan Zionist -yang sebenarnya ditentang oleh sebagian dari kaum Yahudi sendiri, karena sebelumnya Yahudi TIDAK pernah punya sejarah memiliki perang atau masalah dengan kaum Islam.

Dan juga akibat perang yang memakan korban sangat banyak ini -terbanyak dalam sejarah umat manusia, hingga memaksa kaum wanita untuk keluar dari rumah untuk mencari nafkah atau ikut membantu dalam peperangan, dan ini menjadi awal dari gerakan feminisme dan kesetaraan gender.

Demikian kisah singkat tentang the Great War, jika ingin mengetahui detailnya bisa digoogle atau dilihat di wikipedia.

MPW00067

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s