kapital market, makro ekonomi dan sejarah bangsa

“Economics is about making simple things more complicated, Mathematics about making complicated things simpler”

teman lama berkata kalau saya paham benar tentang ekonomi makro, sebenarnya saya sama sekali tidak tahu tentang hal itu dan kalaupun saya tampak mengerti tentang hal itu, bukan berarti saya ahli dibidang tersebut.

ketertarikan saya pada makro ekonomi dan bursa saham sebenarnya terjadi secara tidak sengaja, tentu saja sebagai orang awam pada awalnya saya beranggap bahwa kapital market itu sangat luarbiasa, karena segala perputaran uang terjadi disana, dan efeknya bisa dalam skala global

namun setelah membaca beberapa buku (yang tentu saja beberapanya ada saya tuliskan reviewnya disini) saya baru paham bahwa kapital market tidak seindah aslinya, kapital market yang tentu saja sumber dari kapitalisme adalah intinya perputaran uang oleh segelintiran kelompok saja.

kemudian terjadilah krisis kredit rumah di amerika pada 2008 yang menurut beberapa analis harusnya sudah menghancurkan wall street, namun kenyataannya wall street masih ada sampai saat ini dan -seperti yang ditakutkan, efek bubble yang diciptakannya akan menjadi berskala global.

pada suatu saat, saya berkumpul dengan teman2 lama, dan salah satu bercerita dengan antusias tentang kisah keberhasilannya menambang uang di saham dan produk sejenisnya, saya hanya menatapnya dengan tatapan bosan.

teman yang satu lagi berkata pada saya “kamu gak bakalan tertarik dengan hal seperti ini, karena pasar saham tidak membangun sesuatu”

saya tersenyum, dalam hati berkata bahwa teman saya ini sungguh benar sekali, yaitu ketidaktertarikan saya pada kapital market karena tidak ada yang didapat dari itu kecuali uang.

kita semua tentu tidak lupa dengan krisis 1998 dimana uang yang kita pegang tidak berharga, tentunya kita tidak mau hal itu terjadi lagi, tapi toh kita semua sudah tahu bahwa mekanisme pasar ini selalu akan terjadi “bubble burst” dalam periode tertentu.

kalaupun hal itu terjadi kembali yang patut kita ingat adalah bukan kita sendiri yang akan menderita tapi semua kalangan, baik yang kaya maupun miskin akan menderita, yang sudah miskin akan bertambah miskin, saya terus berharap hal ini tidak akan pernah terjadi.

untuk memahami tentang semua hal yang terjadi, saya perlu mencari referensi dari berbagai hal, kalau perlu saya mempelajari semuanya sampai literatur kuno yang juga menjadi rujukan para ilmuan Islam itu.

kapitalisme sendiri lahir saat kebangkitan negara eropa dengan semangat imperialisme, kemudian muncul komunis dan sosialis -yang tidak bisa bertahan saat berhadapan dengan kapitalisme

jika pada akhirnya kapitalis runtuh saat terjadi krisis berskala global, maka pertanyaannya : apa yang akan muncul menggantikannya ?

Revolusi bukanlah peperangan melawan imperialisme,

yang dilakukan buat bunuh membunuh dan rampas merampas.

Revolusi ialah satu pertarungan lahir dan batin,

di mana suatu Bangsa tertindas atau Kasta tertindas melahirkan dan mengumpulkan sifat-sifat manusia yg termulia untuk maksud yang tersuci. 

[Tan Malaka, 1926]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s