ketika Hatta bertemu dengan Agus Salim

sekitar 1920 ketika Hatta muda akan berangkat ke belanda untuk bersekolah, sebelumnya dia bertemu dengan H. Agus Salim di Batavia (jakarta), pada pertemuan itu Hatta diberi sejumlah buku oleh beliau, Hatta bertanya mengapa ia harus membaca buku yang banyak sekali, Agus Salim menjawab bahwa semakin banyak membaca buku akan lebih baik,

kemudian mereka berdiskusi panjang mengenai beberapa topik, antara lain tentang perdagangan dan kapitalisme, ada seorang paman dari Hatta yang merupakan pedagang kaya-raya berkat “perdagangan waktu” yaitu sejenis transaksi “tanpa barang” seperti spekulasi yang mendapatkan keuntungan besar dari selisih harga.

menurut H. Agus Salim jenis perdagangan seperti ini adalah termasuk dalam sistem kapitalis, beliau yang menganut faham sosialis-religius beranggap bahwa kapitalisme adalah kesalahan, dan kapitalisme-lah yang menjadi dasar penjajahan Indonesia melalui Belanda, dalam bentuk apapun, kapitalisme harus dihancurkan, walaupun ada jenis kapitalisme yang baik, seperti misalnya seorang saudagar yang kaya-raya memberi sumbangan kepada yang miskin, namun selama tetap melakukan sistem perdagangan kapitalis maka itu bukanlah suatu hal yang baik juga.

Kemudian muncul pertanyaan ; bagaimana sosialisme dalam islam ? karena sosialisme yang digagas oleh Karl Marx bersifat materialisme dan anti-Tuhan.

Agus Salim menjawab, Nabi SAW diutus 12 abad yang lalu untuk menghapuskan kemiskinan dan menciptakan tatanan masyarakat yang sama rata, sosialisme yang digagas Nabi SAW lebih dulu muncul sebelum sosialisme Marxisme, namun ulama kita hanya terpaku pada ilmu fikih saja, jadi tugas kita untuk mempelajari ilmu-ilmu sosial, dan Agus Salim menjelaskan bahwa misinya adalah untuk menyebarkan ilmu sosial-religius ini kepada masyarakat.

Demikian pertemuan pertama antara Hatta dan H. Agus Salim, esok harinya Hatta berangkat ke Belanda, dan Tuhan telah menggariskan jalan perjuangan mereka dalam satu alur yaitu sosialis-religius.

H. Agus Salim, The Grand Old Man, Father of our founding fathers 

20140201_143812

Hatta (ketiga dari kiri) dan H. Agus Salim (keempat dari kiri) di Belanda

Advertisements

2 comments

  1. icit · February 7, 2014

    jadi sebenarnya kenapa bung hatta suka membaca itu awalnya dimotivasi opa agus salim ya.
    yaay!

    • susandevy · February 7, 2014

      akupun juga bingung kok mereka itu pada pinter gitu ya 🙂
      setelah perang padri, masyarakat minang berubah jadi fokus ke pendidikan tapi tetap religius

      hingga muncul banyak tokoh2 besar seperti mereka semua ini
      kayaknya perlu baca ratusan buku (termasuk filsafat yunani) buat ngerti mereka semua 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s