Hidup Tanpa Kantung Empedu 2

Sudah dua tahun berlalu dari saya menulis artikel : “Hidup tanpa kantung empedu” dan hampir tiap hari saya menerima respon, baik dari penderita batu empedu maupun yang sudah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.

Jadi ada beberapa hal yang akan saya garis-bawahi :

  • tujuan saya menuliskan artikel tersebut adalah untuk berbagi pengalaman saya sebagai mantan penderita batu empedu dan saat ini sudah tidak memiliki kantung empedu lagi.
  • saya berharap bisa banyak membantu, namun sampai saat ini pun saya belum menemukan metode yang paling tepat untuk para penderita kantung empedu juga yang sudah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.
  • melihat gejala yang berkembang, semakin banyak penderita batu empedu, mulai dari yang sudah tua, muda bahkan ada yang masih bayi ! ini merupakan fenomena yang sungguh aneh, dan ternyata teknologi kedokteran masih belum sanggup untuk mengantisipasi hal ini.
  • metode pengobatan herbal (pusaka ambon, kulit manggis, daun sirsak, dll) memang bisa ampuh untuk menghilangkan batu empedu (untuk yang belum diangkat kantung empedunya) namun metode ini butuh waktu lama, dan sementara jika kantung empedu sudah meradang maka harus diambil tindakan operasi.
  • saya tidak boleh memberikan saran apakah seorang penderita batu empedu tidak perlu menjalani operasi pengangkatan kantung empedu, saya disini hanya sharing pengalaman saya semata, keputusan apakah harus menjalani operasi atau tidak adalah merupakan hak pasien, dan seorang pasien berhak mendapatkan informasi yang benar sebelum menjalani operasi.

Sampai hari ini pun saya masih berusaha menjaga pola makan yang seimbang, sambil menjalani detoks liver secara rutin ( dengan makan apel selama 4-5 hari berurut-turut) saya pun juga memiliki masalah yang sama dengan penderita kantung empedu ; mual, diare, cepat lelah, dsb. dan saya sampai pada satu kesimpulan bahwa penyakit ini masih menjadi tanda-tanya dan kuncinya hanyalah kesabaran, ikhtiar dan kegigihan untuk sembuh.

Saya sangat menghargai semua masukan dan sharing dari semua teman-teman yang sudah mampir ke blog ini, perlu diingat bahwa kita sesama penderita batu empedu yang juga merasakan sakitnya yang luarbiasa saat mengalami peradangan, dan tujuan kita disini adalah untuk menggali informasi dan saling membantu.

Sampai hari ini belum ditemukan penyebab utama terbentuknya batu empedu, sementara itu semakin banyak keluarga dan teman yang menjadi penderitanya, saya tidak tahu apakah kita memiliki data-data berapa penderita batu empedu di Indonesia, jika ada yang memilikinya, mudah2an bisa disharing disini.

Jika ada yang masih belum jelas, mohon dibaca kembali artikel saya sebelumnya, disitu saya rasa sudah cukup banyak masukan dan tanggapan dari teman-teman mengenai hal ini.

EDIT :

berikut link-link dari artikel sebelumnya “Hidup tanpa kantung empedu 1” dan “Hidup tanpa kantung empedu 3”

GetImage