Book Review : The Real Millionaire Next Door

FRUGAL, FRUGAL, FRUGAL…..

They live well below their means

 

Baiklah, apa yang dibenak saya pertama kali membaca judul buku ini ? oh buku motivasi yang mendorong orang untuk meninggalkan pekerjaannya dan mengejar passionnya ? Salah besar.

Agak mengejutkan buku yang ditulis dipertengahan 90’s ini mengungkapkan realita yang sesungguhnya tentang orang miliarder yang “betulan” di amrik sana, penulisnya menjabarkan fakta-fakta berikut dengan data statistik yang diambil dari hasil survey mereka terhadap para orang milyarder itu, dan yang mengherankannya fakta milyarder disana adalah :

  • mereka hidup dengan biaya yang sangat jauh lebih rendah dari pendapatannya, dan mereka percaya bahwa meningkatkan gaya hidup atau status sosial adalah hal yang tidak perlu.
  • mereka hidup di perumahan yang biasa untuk ukuran amrik, memiliki mobil buatan dalam negri (bukan mobil mewah)
  • pekerjaannya mereka bukan pekerjaan yang “wah” atau bonafide, kebanyakan mereka adalah pegawai biasa atau self-employee seperti dokter, guru, arsitek, peneliti, dan sebagainya.
  • kebanyakan mereka berasal dari keluarga yang biasa saja
  • mereka merencanakan dan membuat target finansialnya dengan cermat, anak2 mereka tidak mengetahui berapa kekayaan orang tuanya sampai pada saat yang tepat.
  • istri-istri mereka bukan istri sosialita, bahkan kebanyakan dari istri mereka adalah ibu rumah tangga biasa atau yang memiliki pekerjaan yang biasa saja.

“You are not what you Drive”

Jadi menurut penulis buku ini, orang yang memiliki rumah wah, mobil sport mewah, jet pribadi dan sebagainya, justru tidak masuk dalam kategori milyarder, karena kebanyakan orang kaya versi ini tidak dapat menjaga kekayaannya dalam jangka waktu yang lama.

Baru saja kita mendengar bahwa penulis “Rich Dad, Poor Dad” dinyatakan bangkrup, ini cukup ironis karena Robert Kiyosaki si penulis buku itu mengusung tema kebebasan finansial dan selalu mendorong orang untuk menjadi pengusaha agar cepat kaya.

Buku Kiyosaki adalah kontradiksi dari buku ini, sebab dalam buku ini dijabarkan bahwa para milyarder itu berasal dari hampir semua profesi (bukan pengusaha saja)

Saya sendiri cukup beruntung memiliki beberapa kawan dekat yang sudah “senior” dan mereka adalah orang yang sangat cermat dalam perencanaan finansialnya, satu kawan saya ini adalah seorang pegawai negri namun karena dia dan suaminya cukup ketat pada saat awal kehidupan pernikahan mereka, saat ini mereka menikmati masa pensiun dengan tenang tanpa khawatir akan urusan finansialnya, pernah dia bercerita bahwa sebelum pensiun, kebanyakan istri-istri para pejabat itu lebih mengalami “post-power syndrome” dibandingkan suaminya sendiri, kami agak geli juga dan miris melihat tingkat salah satu temannya yang mengalami hal itu, ketika suaminya pensiun tiba-tiba saja dia menjadi sales MLM dadakan dan anaknya menjadi motivator jadi2an ……menyedihkan.

Ada banyak contoh milyarder sesungguhnya disekitar kita, bisa saja dia orang yang kita sering temui di stasiun bis atau di pasar becek, bisa juga dia orang yang sering kita jumpai di toko buku bekas.

Dan satu hal yang PALING MENARIK DARI BUKU INI ADALAH :

RAHASIA PARA MILYARDER : MEMILIKI ISTRI YANG LEBIH PELIT DARI MEREKA SENDIRI

Jadi para suami yang mengeluh tidak bisa menyuruh istrinya berbelanja seperti kebanyakan wanita lainnya ; SELAMAT !!! itu tandanya anda adalah calon milyarder ! wuuhuuu 😀

Apa yang dilakukan seorang istri milyarder saat suaminya ketiban rejeki duit milyaran ? apakah dia langsung belanja keliling dunia ? tidak, dia tetap beraktifitas seperti layaknya hari-hari biasa saja, tidak ada perubahan signifikan dalam kesehariannya.

Berapa banyak dari kita yang melihat seseorang yang memiliki istri yang tidak bisa menahan godaan belanja ? berapa banyak istri yang terjebak dalam lilitan kartu kredit ? mereka itulah yang menyebabkan suaminya tidak bisa menjadi milyarder :mrgreen:

Teman saya satu lagi yang sudah senior juga tidak suka membuang duitnya (yang sebetulnya cukup banyak, mengingat suaminya pejabat gitu lho) namun dia juga memiliki satu atau dua barang branded yang digunakan sesekali, suatu hari dia memamerkan baju rancangan desainer ternama yang sudah dipakainya selama 20 tahun !!! jadi para istri kaya itu memandang barang branded sebagai “investasi” yang hanya dibeli cukup satu atau dua saja. bukan diborong sampai berkoper-koper gitu 😀

All and All, ini adalah buku yang menarik, harusnya buku ini dicetak ulang lagi ya, mengingat orang amrik sendiri juga banyak yang belum cerdas secara finansial (ingat mereka baru kena krisis mortgage tahun 2008 lho )

Oh ya buku ini saya beli di buku bekas, so am I a cheapy wifey too ? 😉

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 comments

  1. Debby · November 21, 2015

    ada versi bahasa indonesianya kah?

    • susandevy · November 23, 2015

      mungkin masih ada di gramedia, tapi saya kurang yakin karena buku ini kurang dikenal disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s