Single Parenting – Kutipan kultwit Bang Winner

Dini hari 22sept, akun twitter bang winner @winnerku tiba-tiba saja kultwit tentang janda dan dan problematikanya paska perceraian.

Karena akun bang winner ini digembok (kenapa belakangan ini makin banyak orang menggembok akun twitternya ?? 🙄 ), jadi saya minta izin untuk mengkopasnya ke dalam blog saya ini, berikut kutipan dari twit2nya :

  • Memang dilema seorang janda yg punya anak adalah: punya perasaan tapi harus lebih rasional. Not easy. Denying feeling demi masa depan anak.
  • Maka nasihat saya: “pikirkan baik-baik. Kamu bisa jalan sendiri tanpa suami. Selama ini juga bisa. Jangan ciptakan neraka bagi anakmu”
  • Ketika anda bercerai dan menikah lagi lalu keliru pilih pasangan, anakmu kecewa dua kali. Pertama krn bercerai, kedua karena kawin lagi
  • Anak kecewa krn dia merasa baik perceraian maupun perkawinan kedua dilakukan dengan MENGABAIKAN kepentingan dia. Dia anggap ortunya egois.
  • Saya percaya hasil penelitian yg menyatakan bahwa s*x bagi wanita itu tidak sepenting bagi pria. Jadi ga ada masalah besar dengan itu
  • Maka, bagi kalian yang ada niat menikah dengan janda, pastikan kamu mencintai anaknya. Otherwise, lu bikin neraka bagi anak yatim.
  • Karena bagi anak, sehebat2nya lu berlaku baik, kalo itu dibuat2, dia akan ngerasa. Anak itu peka thd penolakan.
  • Buat para janda, bener yang dibilang litaceria tadi. Fokus ke masa depan, cari uang. Ga usah pikirin pasangan hidup.
  • Menjadi janda itu complicated. Sangat complicated. Personally, socially, in the circle of family. Jadi jangan nambah masalah dg menikah lagi
  • Begitu kira-kira pembahasan saya soal #janda dan problematika nya. Being single parent is close to be like God, you know.

Sudah bukan rahasia lagi kalau hari ini makin banyak single parent, dari teman saya yang jadi guru di sekolah bertaraf bonafide saja pernah cerita bahwa sekitar 20 – 30 % status orang tua dari anak-anak adalah sudah bercerai atau berpisah, bahkan barusan ini saya dengar dari seorang pengajar disebuah sekolah internasional bahwa makin banyak lagi (lebih dari separuh) anak didiknya yang memiliki orang tua yang berpisah – entah statusnya sudah bercerai atau berpisah.

Bang Winner benar, bahwa yang harus dipikirkan diperhatikan adalah kepentingan anak-anak dari perceraian atau perpisahan itu, saya tidak mau menyebutkan siapa-siapa saja yang saya kenal sudah berpisah atau bercerai, itu tidak penting, karena selain itu selama ini justru para single parent itu sendiri berusaha menyembunyikan statusnya untuk menghindari tekanan sosial.

jadi mungkin ini sudah saatnya bagi kita untuk saling membantu dan mendukung para single parent itu, bukannya malah justru menambah beban mereka, jika anda mengenal atau mengetahui single parent disekitar anda, tolong jangan iseng ngegosipin mereka, atau memberi cap yang negatif, stay away from them, mind your own business, itu sudah cukup menolong mereka, beri bantuan pada mereka jika mereka meminta saja, kalau tidak ya gak usah sok kepinteran pengen jadi superhero bantuin mereka.

Sekali lagi terima kasih banyak pada Bang Winner untuk pencerahannya 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s