Muhammad, Biografi sang Nabi – Karen Armstrong

 

Tidak ada perubahan sosial dan politik radikal yang pernah dicapai dalam sejarah manusia, tanpa pertumpahan darah.” – Karen Armstrong

EDIT : karena banyaknya respon atas artikel ini, maka saya garisbawahi lagi bahwa buku-buku Karen Amstrong memang tidak dapat dijadikan rujukan untuk mempelajari Islam, namun setidaknya dia telah berusaha objektif menurut persepsinya dan berdasarkan rujukan-rujukan dari ilmu Islam yang didapatnya dari dunia barat (9 April 2015)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal “(QS 8 : 2)

Karen Armstrong menulis autobiografi Muhammad, sang Nabi, pertama pada 1992 dengan niat untuk memberikan pandangan yang netral pada dunia barat setelah skandal “Ayat-ayat Setan” oleh Salman Rusdie, karena dunia barat tidak dapat memahami betapa tersinggungnya dunia Islam oleh novel ini,

Menurut mereka, Islam adalah kepercayaan yang tidak toleran dan fanatik sehingga layak untuk direndahkan, kepekaan kaum muslim yang dilukai oleh gambaran Rusdie tentang Nabi mereka dalam The Satanic Verses tidaklah penting” – Armstrong

Dan pada 2001, sekali lagi Armstrong merevisi buku ini setelah kejadian 9/11 , dimana dia menemukan bahwa stigma barat terhadap dunia Islam masih belum berubah sejak perang salib.

Untuk apa buku ini saya baca ? Sebagai orang yang terlahir dengan agama ini, agak sulit untuk membayangkan bahwa dunia barat memiliki pandangan yang jauh berbeda tentang Nabi Muhammad, bagi mereka Al-Quran bukan kitab suci namun karangan Muhammad belaka, Muhammad bukan nabi, Islam tidak menghargai wanita, Muhammad adalah penggila wanita, perang jihad adalah bukti bahwa Islam adalah agama yang penuh kekerasan. Sementara di dunia timur mengetahui bahwa sesungguhnya Islam bukanlah agama yang penuh dengan kekerasan, namun kita menemui banyak kendala untuk membuktikan hal itu, terutama setelah 9/11, dan buku ini yang merupakan karangan seorang non-muslim, adalah bagai jembatan yang menghubungkan kedua belah pihak yang saling berseberangan.

Dibandingkan dengan beberapa buku biografi Muhammad yang sudah pernah saya baca, memang buku ini tidak memberikan suatu hal yang baru, bahkan ada beberapa bagian dari masa-masa hidup Muhammad yang dihilangkan, tetapi intinya Armstrong ingin menitikberatkan pada bagian-bagian penting yang dapat membuktikan pada dunia barat bahwa Islam tidak seperti apa yang selama ini mereka percayai.

Dengan menggunakan metode pendekatan historis sosial-psikologinya, Armstrong memberikan insight yang berbeda, ada beberapa hal yang selama ini saya tidak pikirkan sebelumnya diantaranya alasan terjadinya perang jihad (selama ini kita beranggapan bahwa itu adalah perintah Tuhan semata) dan juga latar belakang terjadinya pembantaian atau genocide satu klan yahudi di Madinah oleh Muhammad, Berkali-kali Armstrong menekankan bahwa suku arab adalah suku yang sangat primitif, jauh lebih terbelakang dibandingkan dengan Persia dan Romawi, hingga dengan memahami hal itu, kita dapat memaklumi apa sebenarnya keadaan yang dihadapi Nabi dan umatnya.

Perang Jihad

Setelah hijrah dari Mekah ke Madinah, kaum Mujahirin (kaum muslim yang berhijrah) mengalami kesulitan dalam memenuhi kehidupannya sehari-hari, karena mereka sebagian besar mereka berasal dari kaum pedagang, sementara kehidupan di Madinah adalah kehidupan bertani, menggantungkan hidup pada kaum Anshor tidak mungkin dilakukan selamanya, hingga akhirnya kaum mujahirin mulai melakukan “penjarahan” atau “Gazw” pada rombongan pedagang Mekah yang melintasi jalur perdagangan, ini adalah kebiasaan suku arab yang lazim dilakukan untuk memenuhi kehidupan saat masa-masa sulit, agak sulit untuk dicerna namun alasan untuk bertahan hidup menjadi dasar terjadinya perang jihad hingga turunnya Wahyu Tuhan yang memerintahkan untuk berperang, bukan untuk membasmi kaum kafir, seperti yang kita pahami selama ini.

Armstrong menekankan bahwa Jihad bukan salah satu Rukun Islam, Jihad bukan tiang utama Islam, baik perang maupun perdamaian dapat dilakukan sesuai dengan kondisi yang terjadi saat itu, dan Muhammad bersama umatnya hidup dalam masa yang penuh kekalutan, dan saat itu perdamaian hanya dapat dicapai dengan pedang.

Konsep ini berbeda dengan agama lain, terutama agama Kristen, yang berkali-kali Armstrong mengutip : “memberikan pipi lain” jika diserang oleh musuh, dalam artian bahwa Kristen tidak mengenal konsep penyerangan terhadap musuh-musuh mereka, sementara itu Islam memerangi Tirani dan Ketidakadilan.

Sejatinya kaum Mujahirin tidak memiliki kemampuan berperang yang memadai, begitu juga dengan kaum Anshor yang mayoritas adalah petani, dan tiba-tiba saja Muhammad tampil menjadi pemimpin perang yang handal, menjadi ahli strategi perang yang jenius, melatih kaumnya dengan penuh kedisiplinan, menyusun strategi perang dan merapatkan barisan pasukan muslim dalam satu komandonya, hingga kaum muslim memperoleh kemenangan mutlak pada perang Badar. Efek moral dari perang Badar sangatlah besar, hingga Muhammad dan kaumnya yang selama ini menjadi sasaran cemoohan, setelah kemenangan di perang Badar mendapat kepercayaan diri dan pandangan yang baru.

Pembantaian/Genocide satu kaum Yahudi

Dalam beberapa buku biografi Muhammad lainnya, kisah memilukan tentang pembantaian suku Yahudi, klan Quraizah, tidak tersentuh, ini wajar karena bagi kita saat ini pun sulit menerima bahwa Nabi pernah melakukan ethnic-cleansing seperti yang dilakukan para penjahat perang lainnya. Dan kejadian ini dipelintir oleh dunia barat sebagai bukti bahwa Muhammad adalah sosok yang sadis dan barbar.

Namun tidak tepat menilai kejadian ini dengan standar saat ini, masyarakat arab yang primitif tidak mengenal konsep hukum dan tatanan pemerintahan, dan kondisi umat muslim yang serba terjepit dalam bahaya, perbuatan klan Quraizah nyaris menghancurkan kaum muslim di Madinah. Jika Muhammad membiarkan mereka pergi dari Madinah, mereka sudah pasti akan bergabung dengan klan-klan yahudi lainnya diluar Madinah dan menyusun strategi untuk bersama menyerang kaum muslim, pada saat yang sama kaum muslim masih harus berhadapan dengan pasukan kaum Quraisy dari Mekah.

Tidak seorang pun tekejut atau menentang keputusan pembantaian ini, justru eksekusi ini menjadi pesan bagi klan-klan yahudi lainnya bahwa kaum muslim tidak takut pada mereka,

Penting untuk dicatat bahwa tidak selamanya hubungan antara kaum muslim dan yahudi diwarnai oleh kekerasan, setelah pembantaian itu, Muhammad dan kaum muslim masih hidup berdampingan di Madinah dengan klan-klan yahudi lainnya, dan pada masa kejayaan kerajaan Islam, kaum Yahudi bersama kaum Kristen hidup damai dan sejahtera, hingga terbentuknya negara israel saat ini.

Dan setelah pembantaian ini, Muhammad tidak lagi berperang sepanjang hidupnya, ia mulai menerapkap pax Islamica atas jazirah arab, berikutnya sang Nabi mengambil jalan perdamaian dan rekonsiliasi dengan musuh-musuhnya, hingga akhirnya sang Nabi beserta umat Islam dapat kembali memasuki Mekah dengan aman.

Poligami, Hijab dan Kesetaraan Gender

Perkawinan sang Nabi dengan beberapa wanita seakan menjadi bukti bahwa ia adalah seorang yang maniak dengan wanita, namun kenyataannya semua perkawinannya (kecuali dengan Khadijah) adalah perkawinan politik, bukan berdasarkan pada free-will atau suka-sama-suka, dan hanya satu istri Nabi yang perawan saat dinikahi yaitu Aisyah. Istri-istri Nabi mewakilkan faksi-faksi penting dalam umat Islam, Perkawinan tersebut merupakan aliansi politik yang dirancang dengan hati-hati, bertujuan untuk mempersatukan umat Islam yang pada saat itu belum memiliki tatanan pemerintahan yang baik.

Walau rumah tangga sang Nabi sangat tidak lazim dan aneh, tidak bisa disangkal bahwa para istri-istri tersebut hidup bahagia bersama sang Nabi, Aisyah meriwayatkan bahwa sang Nabi lebih baik dan lembut padanya dibandingkan dengan ayahnya sendiri, dan sang Nabi tidak sungkan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, bermain bersama istrinya dan bersenda gurau.

Pada dasarnya ayat yang memperbolehkan laki-laki untuk berpoligami tidak dirancang untuk meningkatkan atau memperbaiki kehidupan seksual mereka, namun untuk menjaga tatanan sosial dalam umat muslim, terutama pada masa sulit seperti perang dimana setelah banyak laki-laki yang wafat meninggalkan istri-istri, juga saudara perempuan dan kerabat lainnya yang membutuhkan perlindungan, oleh karena itu, dengan adanya kebolehan berpoligami, para janda perang bisa mendapatkan perlindungan dari kaum pria. Namun dalam kondisi normal, poligami hampir tidak bisa dilakukan, karena pada ayat berikutnya dijelaskan bahwa pria tidak akan mungkin bisa berlaku adil diantara istri-istrinya, hingga lebih disarankan untuk memiliki satu istri saja.

Apa yang sudah dicapai sang Nabi dalam peningkatan hak-hak wanita sungguh luar biasa untuk bangsa seprimitif arab itu, salah satunya adalah hak wanita untuk menerima warisan dan hak untuk menjadi saksi, sedangkan dunia barat harus menunggu sampai abad ke 19 sebelum wanita dapat menikmati hak yang sama seperti pria.

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al-Ahzab : 35)

Dan tentang Hijab yang saat ini dipandang sebagai simbol penindasan pria terhadap wanita, pada awalnya Hijab dirancang untuk untuk mencegah terjadinya perbuatan buruk pada istri-istri Nabi yang bisa dimanfaatkan oleh para musuhnya, Jilbab atau Hijab tidak untuk merendahkan status wanita, tapi justru merupakan simbol status wanita yang lebih tinggi dibandingkan wanita biasa, para istri sang Nabi adalah figur penting dalam umat islam, dan mereka dihormati dengan Hijabnya.

Hingga pada masa itu Hijab menjadi simbol kekuasaan dan pengaruh seorang wanita. Ketika istri-istri pasukan perang salib melihat penghormatan kaum muslim terhadap para wanitanya dengan Hijab sebagai simbolnya, mereka pun mengenakan Hijab dengan harapan dapat memperoleh perlakuan yang baik dari kaum prianya dan lebih dihormati, seperti penghormatan kaum muslim terhadap kaum muslimah.

Princess Sybilla of Jerusalem, yang mengenakan hijab (kingdom of heaven movie)

Princess Sybilla of Jerusalem, yang mengenakan hijab (kingdom of heaven movie)

Pada bab terakhir, Armstrong menarik benang merah antara perabadan Islam dan dunia barat yang menurutnya memiliki satu sejarah yang sama namun saat ini saling berseberangan satu dengan yang lainnya, hingga perbedaan ini memberi dampak negatif pada kedua pihak, timbulnya stigma Islam fundamentalis adalah akibat dari ketidakpahaman barat terhadap Islam dan sejarahnya, kedua belah pihak harus saling memahami dan sadar bahwa mereka adalah sederajat, salah satu titik untuk memulainya adalah dengan memahami sosok Muhammad, seorang tokoh yang rumit, penuh kasih, memiliki kecerdasan yang luar biasa, yang mengusung Islam sebagai agama yang penuh perdamaian.

Menurut saya, apa yang sudah Armstrong upayakan untuk membuktikan siapa sebenarnya sosok Muhammad dalam perspektif barat, adalah salah satu hal yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan untuk dunia Islam pada umumnya, dengan adanya karya ini, setidaknya dunia barat memiliki acuan yang seimbang untuk menilai tokoh yang rumit seperti Muhammad. 

 

EDIT :

karena banyaknya respon atas artikel ini, maka saya garisbawahi lagi bahwa buku-buku Karen Amstrong memang tidak dapat dijadikan rujukan untuk mempelajari Islam, namun setidaknya dia telah berusaha objektif menurut persepsinya dan berdasarkan rujukan-rujukan dari ilmu Islam yang didapatnya dari dunia barat

9 April 2015

Karen Armstrong

Karen Armstrong

Advertisements

13 comments

  1. Mahmun Zulkifli · January 24, 2013

    Mencerahkan..

  2. Lilik Qurota Ayunin · February 6, 2013

    Maaf, yang betul Muhajirin. Bukan Mujahirin.
    Btw, its a good review.
    Salam.

  3. mohammad ali toha assegaf · June 13, 2013

    Assalamu’alaikum, bu Devy,
    saya membaca ini dengan hati-hati karena ada beberapa hal yang perlu dicermati.
    1. cerita tentang jihad menurut saya tidak sepenuhnya benar. jihad adalah ajaran Islam yang mewajibkan seseorang melawan jika ditindas atau diambil haknya, dan jika usaha melaksanakan ajaran Islam dihambat. Jihad bisa dengan pedang, bisa dengan tulisan dll. saya agak sedikit terganggu dengan pernyataan seolah-olah jihad yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah untuk mengambil harta dan menggunakannya untuk keperluan hidup. Jihad adalah perintah yang berlaku sampai kiamat namun dilakukan di medan perang. adapun pengeboman yang dilakukan dan menyebabkan korban orang-orang tidak berdosa, Islam memandangnya bukanlah jihad dan para pelakunya berdosa besar.
    2. Rasulullah SAW tidak pernah melakukan ethnic cleansing, peperangan terhadap banu quraidhah adalah peperangan yang dilakukan karena adanya pelanggaran piagam madinah yang telah disepakati bersama, dalam piagam tersebut ada kesepakatan untuk saling menjaga dan menghormati antara ummat Islam dengan yahudi, dan siapa yang melanggar harus diusir keluar madinah, dan ternyata banu quraidhah melanggarnya, ketika mereka tidak mau keluar dari madinah maka Rasulullah SAW memerangi mereka. Dalam sejarah Islam tidak ada ethnic cleansing, perhatikan apa yang dilakukan ketika Nabi SAW berhasil menaklukkan makkah, dan perhatikan perilaku kaum muslimin ketika menaklukkan yerusalem, mereka memperlakukan tahanan non Muslim dengan baik. Anda juga perlu membaca piagam madinah yang merupakan piagam penghormatan terhadap hak-hak azasi manusia pertama didunia jauh sebelum dunia bersepakat melalui declaration of human right..
    3. Menyangkut poligami Rasulullah SAW, sudah sering dijelaskan bahwa pada periode saat itu di arab setiap laki-laki memiliki istri yang jumlahnya bisa sampai ratusan orang. dan ketika Allah SWT membatasi istri hanya 4 orang saja dan Rasulullah SAW isterinya ada 9 orang, dan ketika turun ayat tersebut Rasulullah SAW menawarkan apakah ada diantara istrinya yang mau dicerai, namun mereka semua menolak, maka atas dasar kemanusiaan beliau tidak menceraikan mereka. Motif perkawinan Rasulullah SAW semua atas petunjuk Allah SWT, meskipun ada beberapa yang memberi dampak positif terhadap dakwah, namun Rasulullah SAW tidak bersengaja menikahi para perempuan hanya semata dengan motif politik.
    4. Adapun pernikahan beliau SAW dengan Aisyah menurut beberapa ahli sejarah Islam mengatakan bahwa kala itu Aisyah berusia 9 tahun, namun ada pula yang menghitung count down terhadap usia Aisyah waktu meninggalkan dunia yang dikatakan berusia 90 tahun, ada yang mengatakan bahwa Aisyah menikah dengan Rasulullah SAW diusia 21 tahun, wallahu a’alamu, saya hanya bisa berprasangka baik kepada Rasulullah SAW.
    5. Tulisan Karen Armstrong cukup positif dalam menbdukung citra Islam dimata barat karena beliau seorang non muslim, namun saya pikir seperti juga kebanyakan orientalis sebagian besar dari mereka tidak terpapar referensi Islam secara mencukupi, untuk menarik kesimpulan yang bisa dipertanggung jawabkan.
    mohon ma’af dan terima kasih.

  4. rafi · July 27, 2013

    assegaf benar

  5. gabril Injil · September 27, 2014

    bahwa dunia Islam tidak berhutang budi pada Armstrong untuk upayanya ini.sebab islam adalah rahmatan lil’alamin. amstronglah yang berhutang budi, sebab beliau mempelajar Alqur’an, sejarah dan spritual dalam agama, sehingga beliau mendapat petunjuk.
    kami yakin walaupun beliau sebagai ummat yang bebas beragama, ada titi dalam jiwannya untuk mengakui dan kecendrungannya kesalah satu beragama,
    🙂

  6. hikmatul · February 25, 2015

    Saya rasa bukan cuma dunia barat seperti kata anda, karena dunia timur pun merasakan sendiri betapa banyaknya kekerasan dalam islam…contoh islam vs islam di timur tengah, islam vs hindu di india dan pakista, islam vs budha di myanmar dan thailand, islam vs kristen di timur tengah…..apa yang selalu digaungkan sebagai rahmatan, ternyata riilnya adalah musibah…lil alamin….

  7. eslameslam · April 9, 2015

    Ajaran Penuh Kasih nabi Muhammad SAW : https://www.youtube.com/watch?v=YgfDAgOkjdE
    Ajaran Suci Nabi Muhammad SAW : https://www.youtube.com/watch?v=VoOhdYYPe_Y
    Ajaran Mulia Nabi Muhammad SAW : https://www.youtube.com/watch?v=Y1KM4eV89n0
    Islam Agama Damai Rahmatullah : https://www.youtube.com/watch?v=s9FHQccerf4
    Tonton ini pasti tidak akan murtad dari Islam! : https://www.youtube.com/watch?v=vZwfvC0Aufw
    ————————

    +++ Istri muhammad yang namanya hafsah mempunyai budak yang namanya mariyah, lalu muhammad berzina dgn mariyah ketahuan oleh hafsah yang akhirnya melahirkan anak laki-laki namanya ibrahim, yang mati terlebih dahuu dari muhammad, apa kalian tahu nga ?

    +++ Anak angkat muhammad yang bernama zaid mempunyai istri yang namanya zainab, muhammad mengnginkan zainab, lalu meminta zaid menceraikan zainab agar muhammad dapat mengawini zainab dan itu tercapai, apa kalian tahu nga ?

    • sari · May 12, 2015

      Jelas sekali bohongnya…
      Hhee

      • sari · May 12, 2015

        transleter videonya gk bisa bhs arab ya…

  8. Afri Erisman, Ph.D · June 25, 2015

    Sungguh pandangan objektif tentang islam dari sisi pandangan minor dari persepsi barat, membaca buku pertamanya History of God juga membuka cakrawala kita tentang konsepsi ketuhanan dari berbagai pandangan, Dalam bukunya yang lain yaitu Holly War amstrong juga memberikan pandangan berimbang tentang radikalisme agama yang sesalu muncul dalam hegemoni ke agamaan, radikalisme awal malah bukan untuk “Personal” beragama islam. walaupun buku-buku bukan suatu rujukan untuk berislam namun setidaknya amstrong begitu bebas dari keinginan “orientalis”, dan pandangan amstrong betul-betul menjunjung keilmiahan dan emperikal

  9. trisna · January 21, 2016

    Saya setuju dgn assegaf…
    Jihad itu bukan angkat senjata saja banyak bentuknya dan jihad yg paling besar adalah melawan nafsu diri sendiri..
    Nabi muhammad dan para sahabat berperang bukan karena ghanimah(harta) tp mendakwahkan islam itu jg tdk dgn unsur paksaan dan tdk memulai perang duluan.

    • susandevy · January 21, 2016

      “tdk memulai perang duluan”

      anda datang kesini dan menulis komen yang sangat tidak sopan, anda juga tidak membaca posting saya secara cermat terlebih dahulu,
      saya sudah menuliskan dibawah posting itu :

      “karena banyaknya respon atas artikel ini, maka saya garisbawahi lagi bahwa buku-buku Karen Amstrong memang tidak dapat dijadikan rujukan untuk mempelajari Islam, namun setidaknya dia telah berusaha objektif menurut persepsinya dan berdasarkan rujukan-rujukan dari ilmu Islam yang didapatnya dari dunia barat”

      anda salah jika beranggapan bahwa kaum muslim bukan yang memulai perang terlebih dahulu, bahkan setelah Nabi SAW wafat, diteruskan oleh Khulafa Rasyidin dengan memerangi Romawi dan Persia – kaum muslim duluan yang menyerang mereka,

      tolong pelajari dulu sejarah dengan baik dan benar,
      dan cari tahu apa alasannya kaum muslim yang duluan menyerang

      disini bukan untuk ajang debat,
      tapi anda yang memulainya dan menunjukkan isi kepala anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s