persistence

Minggu kemarin saya mendengar salah seorang teman jauh pindah kerja ke suatu bidang kerja yang sungguh berbeda jauh dengan pekerjaan sebelumnya, ya saya tentu saja senang mendengarnya, terutama karena dia memberi alasan bahwa dia ingin mempelajari hal-hal baru didunia kerjanya saat ini, saya hanya berpikir bahwa semoga dia memiliki passion yang lebih tinggi ditempat kerjanya yang baru itu.  Sedangkan saya, sedari dulu saya sudah yakin bahwa saya memiliki satu passion yaitu dibidang seni, hanya saja saat ini ada beberapa kendala yang membuat saya menunda dulu keinginan untuk mengembangkan passion saya itu, dan apapun yang terjadi pada saya tidak mungkin saya pindah haluan dan meninggalkan passion saya itu.

Kemarin juga saya terlibat dalam conversation di wallpost seorang teman di fesbuk tentang apakah Bob Sadino itu hanya bermodal nekad dan gila untuk membangun bisnisnya, saya dengan tegas menjawab “Tidak” , kenapa ? walaupun di buku yang dia tulisnya dia menyebutkan bahwa karena kegilaannya dan keeksentrikannya itu dia berhasil membangun usaha agribisnisnya, pada kenyataannya Bob Sadino tidak pernah mencoba usaha lain selain agriindustri, berbeda dengan pengusaha lainnya yang pasti sering mencoba-coba dan berpindah haluan, berpuluh tahun Bob Sadino hanya bergelut di satu bidang itu dan hanya memiliki satu outlet Kem Chick di Kemang, baru belakangan ini saja dia membuka outlet keduanya di sebuah mal yang megah, dan outlet lamanya saat ini diubah menjadi lebih besar.

Jadi kesimpulannya saya bahwa kekonsistenan dan ketekunan dalam satu bidang saja sebetulnya sudah lebih dari cukup, jika seseorang itu memiliki passion dibidangnya itu.

Kemudian saya mengambil waktu untuk merefleksi apa yang sudah saya lakukan selama ini, mengejutkan bahwa ternyata saat ini saya hampir tidak melakukan progres yang berarti dibandingkan saya dulu dalam kondisi yang serba penuh tekanan sekitar dua tahun yang lalu, sulit untuk dipahami namun dalam keadaan yang penuh dengan aura negatif dan pressure itu, ternyata saya justru memberontak dan mengeluarkan semua kemampuan saya untuk membuktikan bahwa semua tuduhan negatif yang dilontarkan pada saya adalah tidak benar.

Comfort Zone is killing you

Teman saya yang berkata seperti itu, ya betul sekali, comfort zone ini membunuh saya perlahan-lahan, membuat saya terlena dan tidak melakukan perubahan yang berarti, saya seperti berjalan ditempat dan hampir tidak mempelajari hal-hal baru seperti dulu lagi, semua yang sudah saya lakukan saat ini sebetulnya hanya merupakan hasil dari semua yang saya sudah pelajari pada masa-masa itu.

Jadi apakah kondisi yang penuh tekanan itu justru lebih baik ? bukan, justru jika saya tidak keluar dari kondisi itu atau jika saya terus bertahan dalam situasi itu lebih lama lagi, saya sudah pasti akan kehilangan akal sehat saya, keputusan saya sudah benar, namun saat ini saya harus membuat diri saya melakukan hal yang sama dalam kondisi yang lebih sehat dan kondusif, tidak perlu lontaran kata-kata negatif lagi untuk membuat saya menempa diri saya menjadi lebih baik.

Dua hari yang lalu saya bertemu dengan sahabat yang kurang lebih dalam kondisi yang sama dengan yang pernah saya alami, dan dia berkata bahwa dia tidak peduli dengan keadaannya itu, baginya yang penting saat ini dia sudah melakukan tanggungjawabnya dengan baik.

“Jika kamu melaksanakan kewajibanmu, apakah kamu pada saat yang sama menuntut hakmu juga ?” tanya saya. dia tidak peduli.

Saya tidak bisa memaksanya untuk mengubah kondisinya karena toh dia sendiri tidak mau mengubahnya, saya hanya berharap semoga saja dia cukup kuat untuk melalui semua cobaan itu.

Melihat sahabat saya ini, bekerja keras membuktikan bahwa dirinya bisa lebih dari kemampuannya, sungguh mirip dengan saya dulu beberapa tahun yang lalu, dan saat ini tujuan saya adalah membuktikan bahwa saya pun bisa melakukan lebih dari apa yang dulu saya bisa lakukan dalam situasi yang tidak kondusif itu.

Resistance is Futile…..but Persistence is my only hope

Plesetan dari Borg’s Qoute, betul…..tanpa konsistensi dan ketekunan dan ketabahan, tidak mungkin mengalahkan musuh sekuat dan sesempurna Borg…..dan bagi saya konsistensi dan ketekunan adalah satu-satunya harapan saya untuk bertahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s