Liar’s Poker – memoar kebangkitan Bond Market dan Mortgage Bonds

Wall Street is a street with a river at one end and a graveyard at the other….. This is striking, but incomplete. It omits the Kindergarten in the middle.” – Fred Schwed

The biggest myth about bond traders, and therefore the greatest misunderstanding about the unprecedented prosperity on Wall Street in 80’s, are that they make money by taking large risks. a few do. and all traders take small risks, but most traders act simply as toll takers.

Knowing about market is knowing about other people’s weakness. And a fool, they would say, was a person who was willing to sell a bond for less or buy a bond for more than it was worth.

Liar’s Poker adalah novel non-fiksi yang cerdas, sarat dengan humor satir, dan penuh dengan kata-kata makian dan effing words, dimana Michael Lewis, sang penulis sendiri mengisahkan pengalaman pribadinya menjadi seorang Bond Trader di sebuah Investment Bank ternama di Wall Street, Salomon Brother pada era 80’s saat dimana pasar modal dan perdagangan obligasi sedang bangkit menuju era keemasannya.

Selama bertahun-tahun Liar’s Poker telah menjadi semacam acuan dasar dalam memahami Bond Market, beberapa tokoh penting Salomon Brothers yang disebutkan dalam buku ini adalah John Meriwether, Lewis Ranieri, dan CEO John Gutfreund.

Lulus dari jurusan Art history, Princeton, Lewis meniti karirnya sebagai Bond Trader di Salomon Brothers, mulai dari Trainee, menjadi Geek (mahluk kasta terendah di trading floor) hingga sukses berhasil menjadi Big Swinging Dick, yaitu bond trader yang berhasil menjual junk bond kepada kliennya hanya dengan satu phone call. Dengan kemampuan narasinya yang mumpuni, Lewis membawa kita menelusuri kehidupan Bond Trader, dan bagaimana realita yang sesungguhnya terjadi di Wall Street, khususnya di pasar obligasi.

Sebelum saya lanjutkan, perlu saya menjabarkan beberapa istilah market dari novel ini (tentunya berdasarkan pemahaman saya yang pas2an ini ya ) terutama berbedaan dasar antara Bond dan Stock. Bond adalah surat hutang artinya jika saya punya bond maka saya secara tidak langsung memberikan hutang pada orang yang menerbitkannya. Sedangkan jika punya Stock atau saham artinya saya memiliki share atau bagian dalam perusahaan yang menerbitkannya. Namun anehnya ada regulasi yang mengatur jika suatu perusahaan bangkrut, maka pemilik obligasi tetap bisa memperoleh kompensasinya, sementara pemilik saham justru merugi karena nilai sahamnya sudah terjun bebas.

Baik Bond Market maupun Stock Market memiliki indeks masing-masing, yang indeksnya itu juga berfluktuasi atas pengaruh yang berbeda-beda, jika indeks saham berfluktuasi atas berbagai faktor misalnya kondisi perekonomian, demo, inflasi, bencana alam, dsb….maka indeks obligasi biasanya paling dipengaruhi oleh suku bunga bank, jika suku bunga naik, maka indeks obligasi turun, dan sebaliknya…..tapi jika pasar saham terjun bebas alias hancur…..pasar obligasi justru malah berpesta pora! Hal ini pun juga dijelaskan dalam Liar’s Poker.

Kembali pada Liar’s Poker, banyak fakta-fakta yang dijabarkan dalam buku ini terutama bagaimana kehidupan para Bond Trader, dan prinsip hidup mereka yang berorientasi pada uang semata, memikirkan berapa banyak keuntungan yang bisa mereka raih dari kliennya. Egois, oportunis, licik, tipu-daya penuh spekulasi dan street-smart adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan karakter orang-orang dalam industri ini. Lewis juga mencatat bahwa walaupun kebanyakan dari Bond Trader memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan finance, namun ilmu itu sejatinya tidak pernah digunakan. Jadi siapa pun dengan latar belakang pendidikan apapun asalkan bisa menjadi tukang bual yang baik maka bisa menjadi seorang Bond Trader yang sukses.

Salah satu bab dari Liar’s Poker mengisahkan tentang evolusi Mortgage Bonds, pada era itu Mortgage bond bagaikan tambang emas, investment bank meraup jutaan dollar dari situ, namun keserakahan dan kebodohan tentunya menjadi pil pahit, hingga mengantarkan Amerika pada krisis di tahun 2008 yang juga dikenal sebagai Subrime Mortgage Crisis.

Pada akhir buku ini, Lewis keluar dari Salomon Brothers, justru saat dia telah menjadi Big Swinging Dick dan menerima bonus ratusan ribu dolar ( tahun 80an jumlah segitu sangat luar biasa lho! ) tanpa alasan yang cukup jelas, hanya karena masih memiliki kepercayaan bahwa harusnya seseorang memperoleh uang berdasarkan atas kontribusinya pada masyarakat. Lalu ? bagaimana nasib Lewis setelah hengkang dari situ ? ternyata dia menjadi seorang Jurnalis dan menulis beberapa buku terkenal lainnya diantaranya adalah Moneyball dan The Blind Side yang sudah difilmkan.

Saat ini Lewis masih menulis berbagai artikel tentang finansial diberbagai media, dan buku terbarunya The Big Short, seperti merupakan kelanjutan dari Liar’s Poker, dimana Lewis mengungkapkan keheranannya atas Wall Street yang masih bisa bertahan setelah krisis tersebut. Oh ya, di buku itu Lewis bertemu lagi dengan mantan bosnya, John Gutfreund.

Dan bagaimana dengan kondisi pasar obligasi di negara ini ? setahu saya, saat ini bank-bank asing meraup untung banyak dari sini, menjadi Investment Bank bagi mereka jauh lebih menarik dibandingkan menjadi Payment Bank seperti BCA atau BRI, saya cuma berharap semoga krisis di amrik sana jangan sampai terjadi disini ya, walau peluangnya tetap ada apalagi dengan pemerintah kita yang korup ini.

Dan barusan ada kejadian yang kira-kira hampir sama dengan kisah buku ini, Greg Smith, executive director dari Goldman Sach mengundurkan diri karena sudah tidak tahan dengan kultur perusahaan tersebut, baca di artikel “Why I am leaving Goldman Sach” : “Today, many of these leaders display a Goldman Sachs culture quotient of exactly zero percent. I attend derivatives sales meetings where not one single minute is spent asking questions about how we can help clients. It’s purely about how we can make the most possible money off of them. If you were an alien from Mars and sat in on one of these meetings, you would believe that a client’s success or progress was not part of the thought process at all

All and all….Liar’s Poker adalah novel yang sangat menarik dan menghibur, saya sampai membacanya beberapa kali, walau tidak pernah terlibat langsung dengan dunia itu, paling tidak novel ini bisa membuat saya paham apa sesungguhnya yang terjadi di dalam trading floor.  Dan sebaiknya novel ini dibaca versi bahasa aslinya ya, bukan sok genggres ya, tapi banyak idiom dan anekdot yang jadi garing kalau diartikan ke bahasa kita, ya contohnya saja Big Swinging Dick ! :mrgreen:

Oh ya, kabar baiknya Liar’s Poker tahun depan akan difilmkan ! 😀

“Those who know don’t tell and those who tell don’t know.” – Michael Lewis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s