Stieg Larsson ~ penulis “The Millenium Series”

“There are no innocents. There are, however, different degrees of responsibility.” Lisbeth Salander

Blomkvist and Salander

Blomkvist and Salander

Sebetulnya ada beberapa jenis buku yang saya paling hindari – selain buku novel drama percintaan tentunya yah! ( jangan pernah berharap saya akan mengulas twilight ya, kecuali kalau saya sudah tidak waras lagi, heheee….) ….yaitu buku drama thriller yang terlalu sadis dan bernuansa kelam, terus terang saja sulit buat saya untuk menghapuskan bayangan yang menari di dalam benak saya setelah membaca novel seperti itu.

Lalu munculah trilogi “The Girl with Dragon Tattoo” , bahkan di negri asalnya, Swedia, trilogi ini sudah difilmkan juga lho, namun sampai saat itu saya masih belum tertarik membaca buku ini hingga saya menemukan artikel tentang penulisnya, Stieg Larsson (1954 – 2004 ) dari salah satu blog, ternyata penulisnya meninggal tepat setelah mengirimkan naskah novel pertamanya !  menarik juga…..dan akhirnya karena penasaran maka saya malah jadi membaca bukunya, kebetulan disini sudah beredar dua dari tiga buku trilogi tersebut.

Jadi begini, “The Girl with Dragon Tattoo” atau disebut juga The Millenium Series adalah trilogi, yaitu yang pertama ya The Girl with Dragon Tattoo, trus yang kedua adalah The Girl Who Played with Fire, dan yang terakhir adalah The Girl Who Kicked the Hornet’s Nest……

Setiap kali saya membaca suatu tulisan, tidak pernah tidak terbersit dalam benak saya ; Apa pesan yang hendak disampaikan oleh sang penulisnya ?

Pertama……siapakah Stieg Larsson ?

Stieg_Larsson

Stieg Larsson

Penulis trilogi Girl with Dragon Tattoo atau disebut juga The Millenium Series, adalah seorang jurnalis dan aktifis dari swedia, jauh sebelum dia memulai kariernya sebagai penulis, Larsson sudah terkenal sebagai aktifis anti-rasis dan dia pernah melakukan penelitian independen terhadap aktifitas “right-wing” di swedia, dan karena ia telah mengekspos “extreme right and racism” dalam partai demokrat swedia, selama bertahun-tahun Larsson dan pasangannya Eva Gabrielsson terus-menerus hidup dalam ancaman mati, hingga hal ini yang menyebabkan mereka tidak pernah menikah, karena jika seseorang di swedia menikah, akan membuat data-data pribadi mereka terbuka kepada publik.

Mungkin karena backgroundnya inilah yang membuat Larsson menjadikan anti-semit dan anti-rasis sebagai tema dalam bukunya yang pertama ; The Girl with Dragon Tattoo…tokoh antagonisnya ( gak saya sebutkan namanya disini, nanti kalau ketahuan siapa penjahatnya kan gak seru dong, hehee ) adalah sosok yang sangat anti-semit.  juga disepanjang buku pertamanya ini dipenuhi dengan tema anti kekerasan terhadap perempuan, ternyata Larsson dulunya waktu masih remaja pernah menjadi saksi “gang-rape” terhadap seorang perempuan bernama Lisbeth, dan Larsson tidak pernah memaafkan dirinya karena tidak mampu menolong gadis itu – yang kemudian namanya diangkat menjadi tokoh utama dalam trilogi ini.

Memang harus saya akui The Girl with Dragon Tattoo sarat dengan tema-tema kekerasan, terutama terhadap perempuan, bahkan ada beberapa bagian dari buku itu yang cukup membuat saya terperangah dan berhenti membacanya untuk sesaat karena tidak sanggup untuk meneruskannya ! Jadi bagi yang merasa mempunyai hati yang lemah dan sensitif…..mungkin ada baiknya tidak usah membaca buku ini deh, huhuhuuuu…..penuh dengan kekerasan !

Jadi Larsson telah sukses mengangkat tema anti kekerasan terhadap perempuan dan Anti-Semit sebagai tema dalam buku pertamanya….lalu bagaimana dengan buku keduanya ?

Dalam The Girl who Played with Fire, memang masih melanjutkan cerita dari buku pertamanya, namun kali ini hampir separuh dari buku ini para tokohnya terlibat dalam pengungkapan kasus perdagangan wanita dan pelacuran, yang jelas-jelas dibeking oleh para aparat pemerintahan hingga sepertinya mustahil untuk menghapuskan kasus trafficking ini, jadi intinya ; sudah lama negara-negara di eropa ini “memasok” para wanita dari negara-negara miskin, yang kemudian mereka dijerat dalam pelacuran, hingga mereka tidak bisa keluar dari jeratan itu lagi, karena demikian banyaknya pihak yang ikut mengambil keuntungan dari bisnis ini, maka bisnis perdagangan dan pelacuran ini tetap terus berkembang.  Saya jadi ingat, Paulo Coelho juga pernah mengungkapkan kasus trafficking di benua eropa ini dalam novelnya “Eleven Minutes”, tapi tidak segamblang dan sedetail jika dibandingkan dengan yang diungkapkan oleh Larsson dalam buku keduannya ini.

Jadi, siapa bilang bahwa negara-negara maju itu beradab dan membela HAM, jika dibalik itu semua itu mereka masih melegalkan perdagangan manusia……kejam dan biadab !

Sayangnya saya belum membaca buku terakhirnya, semoga saja ekpekstasi saya terhadap buku ketiga ini tidak berlebihan, karena dua buku sebelumnya sudah sangat luar biasa memukau, hingga tidak berlebihan jika trilogi ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya baca – terlepas dari nuansa kekerasan yang memenuhi buku ini ya……

Oh ya, setelah difilmkan dalam versi swedianya….trilogi ini akan muncul film versi Hollywoodnya diakhir tahun ini, dibintang oleh Daniel Craig, tapi entah kenapa saya gak tertarik sih, paling ya gitu-gitu aja sih, heheee.

Stieg Larsson telah tiada dan meninggalkan warisannya ; trilogi Millennium series, yang sarat dengan pesan-pesan kemanusiaan dan anti kekerasan, juga penuh dengan makna perjuangan untuk membela keadilan dan kebenaran, dalam bentuk yang sederhana dan tidak berlebihan namun plotnya dikemas dengan sangat jenius…..sayangnya, partnernya Eva Gabrielsson, karena tidak menikah dengannya, maka dia tidak mendapatkan royalti dari keuntungan Millennium Series ini, padahal menurutnya mereka mengerjakan trilogi ini bersama-sama…..kasian ya…. 😦

Entah kenapa saya kok jadi mikir kenapa Larsson meninggal setelah mengirimkan naskah novel ini ya ? jangan-jangan………..heheheeee

“Everyone has secrets. It’s just a matter of finding out what they are”

Lisbeth Salander

Lisbeth Salander

Advertisements

2 comments

  1. honeylizious · December 16, 2011

    sepertinya menarik…. hmmmmmmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s