The Tweakers ~ bangsa pencuri

Pada pertengahan 8o’s saat Microsoft baru meluncurkan Windows dengan GUI (Graphical User interface ) Steve Jobs sangat murka pada Bill Gates hingga memanggilnya ke headquarters Apple, dan berkata pada Gates ; “Saya mempercayaimu dan kini kamu mencuri ide GUI dari kami !”

Gates dengan tenang membalas, “Saya pikir kita harus melihat hal ini dari sisi lain ; ini seperti kita memiliki tetangga yang kaya bernama Xerox, kemudian saya menyelinap ke dalam rumahnya untuk mencuri televisinya namun ternyata seseorang sudah mencurinya”

Itu adalah penggalan kutipan dari biografi Steve Jobs yang dikarang orang Walter Isaacson, yang menunjukkan bahwa permainan curi-mencuri ide adalah hal yang lazim atau mungkin bisa dimaafkan ~ terutama jika ide yang dicuri itu bisa dikembangkan lebih baik lagi dari ide orisinilnya seperti yang dilakukan baik oleh Jobs maupun Gates……dan gara2 mereka berdua, sampai hari ini kita hanya tahu bahwa Xerox itu adalah merk mesin Fotocopy, bukan perusahaan yang pernah membuat inovasi dengan menciptakan komputer berbasis grafis pertama.

Saya bukan hendak membahas apakah Gates atau Jobs salah dengan melakukan hal itu, toh kenyataannya dunia telah banyak berubah karena inovasi2 mereka, dan hal itu tidak bisa dipungkiri lagi, apa yang dilakukan Jobs dan Gates adalah suatu hal yang melampaui dari hanya sebatas keahlian “membajak karya orang lain” namun juga “memperbaikinya dan membuatnya jauh lebih baik”

Sepanjang perjalanan sejarah manusia, urusan curi-mencuri ide maupun ilmu ternyata ternyata adalah suatu hal yang  bisa meningkatkan kemajuan suatu peradaban, Malcolm Gladwell memaparkan hal ini dalam kolomnya di NewYorker ; The Tweaker , bahwa ternyata Revolusi Industri di Inggris terjadi karena ada sekelompok orang “kreatif” yang mencuri ide dari yang lainnya (bisa juga dari negara lain) dan kemudian membuatnya lebih baik, selain itu sebetulnya saat ini banyak negara2 yang melakukan hal serupa dan mereka menjadi maju karena teknik “mencuri” itu.

Apa yang dibahas Gladwell dalam artikel tersebut sebetulnya beresiko memancing amarah dari para Apple Fanboy ya, karena banyak menampilkan sisi “gelap” si bos Apel itu, tapi sebetulnya inti dari artikel tersebut lebih menekankan pada tabiat “mencuri” yang sangat kental dalam sejarah umat manusia, hingga saya jadi bertanya-tanya ; Apakah untuk menjadi bangsa yang maju, kita harus mengesampingkan moralitas dan membabi-buta mencuri ide orang lain, kemudian mengklaimnya untuk kepentingan sendiri ?

Sebagai contoh saja yang sederhana, dalam industri fashion kita sudah sangat lazim kultur “contek-mencontek” model busana, bahkan saking keterlaluannya, ada yang dengan tega menjiplak plak-plak-blas-blas mirip abis dengan desain orisinilnya ! halah ! 😦

Mungkin ini adalah kenyataan kelam dalam sejarah kita, bahwa kadang kala untuk maju, beberapa orang atau bangsa dengan tega mencuri ide dari orang lain, mengklaimnya dan mendapatkan keuntungan yang besar dari hal itu. dan kita memaafkan hal itu karena kita tidak bisa memungkiri bahwa hal itu telah membawa perubahan besar dalam hidup kita.

Saya teringat pada salah satu episode Star Trek TNG, ada seorang tokoh bangsa Vulcan yang berkata ; “Saya tidak paham mengapa bangsa manusia masih bertahan dan tidak punah, mereka bangsa yang Manipulatif, egois, penuh emosi, tidak logis dan tidak bisa dipercaya.”

hmmm…..Mister Vulcan, mungkin hal itu justru yang membuat manusia bisa bertahan, no ? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s