Dan Malaikat pun bertanya……..

Alkisah setelah Tuhan menciptakan Adam, kemudian Dia mengumpulkan para malaikat dan menunjukkan ciptaan-Nya, para malaikat terpana……hingga akhirnya mereka bertanya ; “Mengapa ?”

Malaikat , menurut tafsir adalah mahluk terbuat dari cahaya yang senantiasa patuh dan tunduk pada-Nya, melontarkan pertanyaan seperti demikian adalah suatu hal yang sangat tidak lazim, sungguh tidak kemalaikatan…….mengapa ? ada beberapa yang menafsirkan kemungkinan dahulu kala Tuhan pernah menciptakan mahluk serupa seperti manusia dan akhirnya musnah karena sifat2 kemanusiaan yang ditanamkan Tuhan kedalam mahluk itu, dan sekali lagi Tuhan menciptakan mahluk seperti ini.

Namun Tuhan menyanggah bahwa Dia lebih tahu apa yang akan terjadi…..hingga akhirnya seluruh malaikat tunduk dan terdiam….tidak membantah lagi.

Apakah Tuhan mengambil resiko dengan menciptakan mahluk ini ? dengan semua sifat2 kemanusiaannya, hitam, putih dan abu-abu….menciptakan manusia bisa jadi merupakan gambling terbesar yang dilakukan-Nya.

ya, tentu saja bukan gambling bagi-Nya karena hanya Tuhan yang memiliki kemampuan untuk menghitung dan menentukan masa depan.

Sepanjang sejarah manusia, kemampuan meramal masa depan adalah merupakan misteri yang paling sulit dipecahkan, bahkan ada yang membuat kesimpulan bahwa siapa saja yang sanggup meramalkan masa depan maka dia sudah sanggup menyamai kemampuan Tuhan.

Banyak ahli filsafat dan matematikawan berupaya merumuskan cara untuk menghitung probabilitas dari kejadian2 yang tidak terduga, namun sejauh ini semuanya hanya dapat membuat kesimpulan berdasarkan dari kejadian yang sudah pernah terjadi, bukan meramalkan apa yang akan terjadi esok.

Blaise Pascal merumuskan perhitungan probabilitas atas kejadian2 yang tidak terduga ; le pari du pascal, Nassem Taleb dengan teori Black Swan yang mengacu pada kejadian2 acak atau random….namun tetap saja kita tidak bisa memprediksi apa yang sebenarnya akan terjadi di masa depan. semua teori probabilitas hanya dapat membuat berbagai prediksi, bukan keputusan.

Kenyataannya otak kita telah menipu kita sendiri, saat kita dalam keadaaan normal kita jadi lengah dan tidak waspada, dan saat inilah kita cenderung untuk melakukan kesalahan dengan mengambil keputusan yang tidak diperhitungkan dengan benar, namun saat kita dalam keadaan siaga atau tertekan, kita cenderung untuk lebih takut dalam mengambil keputusan….atau bahkan pada akhirnya kita terlambat membuat keputusan hingga akibat dan kerugian yang ditanggung menjadi lebih besar.

Dan pada akhirnya kita sebagai manusia yang merupakan ciptaan-Nya hanya bisa berusaha semampunya, dan berikhtiar setelah membuat suatu keputusan……karena apapun yang akan terjadi esok akan tetap merupakan rahasia-Nya

 

 

 

 

Advertisements

3 comments

  1. pay · November 16, 2011

    Semanget Ɣαα chan…. 🙂

  2. aris · November 17, 2011

    walau ada sedikit miss link but tetap semangat mpok uchan…

    • susandevy · November 17, 2011

      iya….gak nyambung kejadian malaikat sama probabilitas ya ? 😐
      huahuahhahaha……mungkin otak gue udah error, waktunya ganti prosesor, yes ? 😎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s