The next generation

Barusan saja ada video di youtube yang cukup menghebohkan, dalam video itu seorang bayi yang lucu sedang berusaha memperlakukan majalah seperti ipad !

video ini menuai banyak kecaman, terutama kepada si orang tua yang dianggap ceroboh memperkenalkan ipad kepada bayinya terlalu dini, hingga si bayi ini tidak mengenal buku maupun majalah, dan menilai dari body language (bahasa tubuh – terjemahannya ya!) si bayi menganggap majalah adalah ipad yang rusak, dan tidak menarik….. 😐

Namun sebetulnya menurut saya orang tua tidak bisa disalahkan sepenuhnya, anak2 adalah seperti spons (bukan spongebob ya….) yang cepat menyerap teknologi, mereka adalah mahluk yang cepat beradaptasi dan belajar dari perkembangan zaman, hingga tidak heran sekali saja kita memberikan blackberry, ipad, iphone dan teman2nya, mereka langsung bisa menggunakannya.

Dulu, waktu masih zamannya internet masih hot-hot chicken sh*t (pardon my language…..ehem) adik saya yang baru berusia kurang dari 4 tahun sudah bisa mengirim email, chat via yahoo, dan tentu saja main game di komputer, dan waktu itu zamannya hape startac masih happening (yang ga tau apa hape startac itu tanya aja ama mbah gugel ya ?) berkomukasi via email adalah suatu hal yang belum lazim, tapi si adik yang kecil ini sudah mahir melakukannya, dan dia didaulat jadi operator email dirumah, wihihiii 😆

Lalu bagaimana nasib adik saya yang geek itu ? sekarang jauh lebih okeh, sudah mulai bisa ngoprek2 komputer, bikin program php, ngutak-atik terminal (ya….saya aja masih belajar bahasa terminal, hiks) jadi intinya ternyata memperkenalkan anak pada teknologi sedini mungkin dengan catatan dalam pengawasan orang tua bisa memberikan dampak yang positif buat si anak itu.

Jadi apakah menurut anda video itu salah ? apakah salah terlalu dini mengenalkan teknologi pada anak ?

Kenyataannya zaman semakin cepat berubah, banyak jenis pekerjaan yang bermunculan belakangannya ini yang dulu tidak pernah ada akibat perkembangan teknologi, contohnya social media expert…..dulu sebelum zaman fesbuk dan twitter gak ada kan ? hehe 😀

Coba bayangkan beberapa teknologi yang dulunya hanya kita lihat di film2 science fiction, ternyata sudah ada hari ini ! ya contohnya tablet pc, 20 tahun yang lalu kita hanya terpana melihatnya tablet pc di film star trek, tapi ternyata sekarang hampir semua orang sudah pegang tablet pc, apapun merknya……makanya mungkin itu alasannya film star trek gak dibikin serial tv lagi, ya karena hari ini udah hampir secanggih 20 tahun yang lalu !

Kalau pendapat subjektif saya sih gak salah mengenalkan teknologi pada anak sedini mungkin, asalkan masih dibatasi dan diawasi, juga tetap memperkenalkan anak kepada mainan zaman2 baheula seperti bekel, congklak, dsb…. (hmm…apa lagi ya ? udah lupa tuh! walah! )

Jadi bagaimana dengan anda ? apakah sudah siap memperkenalkan si kecil kepada teknologi ? jangan2 sikecil malah lebih kecanduan ipad dibandingkan dari ortunya ! waduh, jangan sampe gitu ya ! 😀

Advertisements

5 comments

  1. inibudi · October 18, 2011

    untuk si kecil pasti dikenalkan dengan teknologi dong, apalagi bapak emaknya tukang IT..
    tapi teteeep, bermain dan alat main tradisional yang banyak berhubungan dengan komunikasi dua arah dengan temannya tetep dikenalkan..

    teknologi membuat kita kurang bersosialisasi ‘seutuhnya’ dengan lingkungan nyata, maka imbangi dengan silaturahmi yang baik dengan sesama di dunia nyata.. untuk si kecil, awasi dan tuntun ketika menghadapi kedua dunia itu 🙂

    • susandevy · October 18, 2011

      setuju ! bu hillary clinton juga pernah nulis buku “it takes a village” intinya untuk membesarkan anak2 perlu komunitas yang mendukung, baik ortu, keluarga sekitar (nenek, kakek, paman, bibi, sepupu, dkk) juga tetangga yang tinggal disekitar. kalau udah rame begitu pasti mainan canggih kalah telak sama mainan tradisional yang dimainkan bersama sekampung! 😀

  2. ndutyke · October 19, 2011

    anak jaman sekarang, jarang bermain di luar ruangan ya kayaknya? gak kayak kita dulu. main kasti, benteng2an, gobak sodor. jaman sekarang, anak-anak diam terpaku di kursi sambil megang gadget, atau di depan layar televisi.

    kalo dulu kan meski kita bermain di dalam ruangan (rumah, kamar) tapi itu pun dalam rangka main apalah (congklak, monopoli, lego, atau barbie) yang masih membutuhkan interaksi dengan 1-2 orang lainnya.

    ya jaman sekarang, kalo main PS juga sih butuh partner ya. main winning eleven atau PES sendirian kan juga kurang asik, hehe. tapi anak jaman dulu tuh, they were actually touching something, the dolls, the lego, the monopoly dice atau bola bekel.

    just my 2 cents sih 🙂

    • susandevy · October 19, 2011

      idealnya sih anak2 memang lebih banyak melakukan aktifitas diluar rumah ya….sayang lingkungan sudah gak mendukung lagi, disekitar kompleks aja sudah ga ada taman buat bermain, jalanan udah penuh sama mobil, jadi anak2 ga bisa main sepedaan seperti dulu lagi, sayang ya ? 😦

      • ndutyke · October 20, 2011

        iya memang mbak. anak-anak juga kekurangan area terbuka untuk bermain…… kendaraan terutama sepeda motor, jumlahnya tbh banyak dan kayaknya nyetirnya juga tambah ngawur. bahkan yg didalam area komplek perumahan 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s