Majelis ~ John Grisham (Book Review)

Waktu sedang jalan2 ke toko buku, saya melihat salah satu novel John Grisham yang sepertinya belum pernah saya baca, Majelis, ya mumpung karena saya sedang tidak ada bacaan akhirnya buku itu saya beli juga, memang dari tanggal terbitnya novel ini sudah lama dirilis, sekitar tahun 2000-an, dan juga kelihatannya bukan termasuk koleksi novel best-sellernya JG.

Ternyata novel ini cukup menarik dan agak beda dibandingkan dengan novel2 JG sebelumya, malah bisa dikategorikan sebagai “dark novel” karena disini saya tidak menemukan tokoh yang pintar-muda-pembela-kebenaran-ganteng-heroik ataupun tokoh wanita yang cantik-agak-lemot-lemah-dan-harus-diselamatkan…..lho ? jadi dimana letak poin2 yang menarik dari novel ini ?

Ada dua plot dalam novel ini, pertama yaitu plot yang mengambil setting di penjara federal trumble, dimana ada tiga tokoh utama, yang mereka adalah mantan hakim yang sedang sial berurusan dengan hukum hingga harus mendekam dalam penjara federal itu, ketiganya sudah berumur dan sedang mengalami krisis paruh-baya, (berarti udah gak ganteng, tua dan miskin…eh, dipenjara lagi!) namun ketiganya masih cukup pintar, dan menangani kasus2 para penghuni penjara lainnya, secara ilegal, sementara itu mereka bertiga menyewa seorang lawyer kelas teri yang setia datang mengunjungi mereka setiap minggu ke penjara itu.

Dan plot yang kedua adalah hiruk-pikuk pencalonan kandidat presiden amrik, Aaron Lake, ganteng, belum terlalu tua, single, pintar dan bersih, anggota kongres dari arizona adalah kandidat yang diharapkan untuk menjadi presiden berikutnya, agak aneh juga sih karena situasi pada saat itu (sebelum perang irak dan afganistan ) amrik sedang bersemangatnya untuk berperang, hingga slogannya si Lake ini selalu tentang perang, bahkan ada satu bab yang menceritakan tentang pemboman di kedutaan besar amrik di mesir, dan seakan2 CIA telah mengetahui pemboman itu, namun membiarkannya saja, demi untuk suatu tujuan tertentu…..hihiii

Nah, jadi si Lake ini memanfatkan momentum ini untuk mengkampanyekan slogan2 perang, ya apalagi kalau bukan demi untuk menaikkan ratingnya, sementara itu Teddy Maynard, bosnya CIA, memantau Aaron Lake, menantikan apakah ada satu titik kelemahannya yang bisa dia pakai untuk mengontrol si calon presiden ini.

Lalu, apa hubungannya ketiga mantan hakim tua itu dengan Lake yang ganteng dan akan jadi presiden ? jauh banget kali yaaa……ternyata titik temunya adalah saat Lake terkena jebakan betmen ketiga mantan hakim itu ! Woaaa………..diam2 ketiga hakim itu memasang iklan “cari jodoh” dimajalah gay, dan memeras para “sahabat pena”nya dengan black mail, dan lawyer looser yang mereka sewa itu adalah perantara mereka dan mengurusi rekening gendut mereka di bahama.

Begitu Lake dikirimi surat hitam oleh ketiga mantan hakim itu, CIA langsung turun tangan, mencari tahu siapa tokoh palsu dalam surat2 itu, hingga akhirnya si lawyer bego itu jadi perantara CIA untuk menghubungkan mereka dengan ketiga hakim, tapi ternyata ketiga hakim itu gak bego2 amat, mereka cukup pintar untuk menyusun strategi baru yang bisa mengancam si calon presiden itu.

Menurut saya si John Grisham sudah bosan dengan tema novelnya yang heroik, dan baru kali ini saya baca novelnya yang satir, dan agak gelap, dimana para tokohnya bukan pembela kebenaran, namun bertindak atas motivasi untuk bertahan hidup dan mementingkan ego masing2, suatu hal yang sangat dekat dengan realita dalam kehidupan nyata.

Jadi apakah Novel Majelis ini pantas dibaca ? rating saya adalah tujuh dari sepuluh, karena novel ini bisa membuat saya suka dan sebal dalam waktu yang bersamaan. walaupun temanya cukup menarik.

Dan akhirnya ending novel ini cukup lumayan, setidaknya everybody happy lah…..heheee

btw, saya juga sedang iseng aja nulis review ini, just for killing time gituuu 😛

The next generation

Barusan saja ada video di youtube yang cukup menghebohkan, dalam video itu seorang bayi yang lucu sedang berusaha memperlakukan majalah seperti ipad !

video ini menuai banyak kecaman, terutama kepada si orang tua yang dianggap ceroboh memperkenalkan ipad kepada bayinya terlalu dini, hingga si bayi ini tidak mengenal buku maupun majalah, dan menilai dari body language (bahasa tubuh – terjemahannya ya!) si bayi menganggap majalah adalah ipad yang rusak, dan tidak menarik….. 😐

Namun sebetulnya menurut saya orang tua tidak bisa disalahkan sepenuhnya, anak2 adalah seperti spons (bukan spongebob ya….) yang cepat menyerap teknologi, mereka adalah mahluk yang cepat beradaptasi dan belajar dari perkembangan zaman, hingga tidak heran sekali saja kita memberikan blackberry, ipad, iphone dan teman2nya, mereka langsung bisa menggunakannya.

Dulu, waktu masih zamannya internet masih hot-hot chicken sh*t (pardon my language…..ehem) adik saya yang baru berusia kurang dari 4 tahun sudah bisa mengirim email, chat via yahoo, dan tentu saja main game di komputer, dan waktu itu zamannya hape startac masih happening (yang ga tau apa hape startac itu tanya aja ama mbah gugel ya ?) berkomukasi via email adalah suatu hal yang belum lazim, tapi si adik yang kecil ini sudah mahir melakukannya, dan dia didaulat jadi operator email dirumah, wihihiii 😆

Lalu bagaimana nasib adik saya yang geek itu ? sekarang jauh lebih okeh, sudah mulai bisa ngoprek2 komputer, bikin program php, ngutak-atik terminal (ya….saya aja masih belajar bahasa terminal, hiks) jadi intinya ternyata memperkenalkan anak pada teknologi sedini mungkin dengan catatan dalam pengawasan orang tua bisa memberikan dampak yang positif buat si anak itu.

Jadi apakah menurut anda video itu salah ? apakah salah terlalu dini mengenalkan teknologi pada anak ?

Kenyataannya zaman semakin cepat berubah, banyak jenis pekerjaan yang bermunculan belakangannya ini yang dulu tidak pernah ada akibat perkembangan teknologi, contohnya social media expert…..dulu sebelum zaman fesbuk dan twitter gak ada kan ? hehe 😀

Coba bayangkan beberapa teknologi yang dulunya hanya kita lihat di film2 science fiction, ternyata sudah ada hari ini ! ya contohnya tablet pc, 20 tahun yang lalu kita hanya terpana melihatnya tablet pc di film star trek, tapi ternyata sekarang hampir semua orang sudah pegang tablet pc, apapun merknya……makanya mungkin itu alasannya film star trek gak dibikin serial tv lagi, ya karena hari ini udah hampir secanggih 20 tahun yang lalu !

Kalau pendapat subjektif saya sih gak salah mengenalkan teknologi pada anak sedini mungkin, asalkan masih dibatasi dan diawasi, juga tetap memperkenalkan anak kepada mainan zaman2 baheula seperti bekel, congklak, dsb…. (hmm…apa lagi ya ? udah lupa tuh! walah! )

Jadi bagaimana dengan anda ? apakah sudah siap memperkenalkan si kecil kepada teknologi ? jangan2 sikecil malah lebih kecanduan ipad dibandingkan dari ortunya ! waduh, jangan sampe gitu ya ! 😀