Korban Nyamuk

Setiap musim kemarau pasti berakibat meningkatnya populasi nyamuk ! itu resikonya hidup di negri tropis ini, untung Tuhan menciptakan nyamuk hanya sekecil semut ya, gak kebayang deh kalau nyamuk sebesar kucing atau kambing gitu, berapa banyak darah yang disedotnya dengan sekali hisap !

Sebagai ibu (cieee, cieeee :p ) saya pasti selalu panik dan parno kalau nyamuk sudah berseliweran dirumah, apalagi dulu waktu anak2 masih kecil2, satu gigitan nyamuk saja bisa membuat tidur mereka jadi tidak nyenyak dan tentu saja berakibat saya sebagai ibunya harus terbangun untuk menidurkan mereka lagi….. ( yah, sudah tugas ibu2 gitu deh ) makanya setiap menjelang magrib saya sudah sibuk semprot2 obat anti nyamuk disekitar kamar dan melarang anak2 keluar-masuk kamar.

Dan…..entah kenapa setiap tahun pasti negara ini selalu kena wabah penyakit yang dibawa oleh mahluk kecil ini ; Demam Berdarah, entah sudah berapa duit yang dihabiskan pemerintah untuk membasmi wabah ini ; iklan ditipi, kampanye kebersihan lingkungan, penyemprotan atau fogging, pembagian bubuk abate ( gak gratis ! petugas yang datang kerumah saya menjualnya, dengan alasan dia kekurangan ongkos jalan…..) namun semua usaha itu tidak membuahkan hasil, bahkan setiap tahun korban DB semakin bertambah, tidak terkecuali dengan para warga yang tinggal disekitar rumah saya. 😐

Setiap tahun, ada saja tetangga saya yang menjadi korban DB, bahkan ada juga yang seluruh anggota keluarganya kena penyakit ini, jadi seperti bedol desa, pindahan ke rumah sakit gitu…..ya ampun ! melihat fenomena ini, ya tentu saja saya sangat khawatir, dan berharap jangan sampai anak-anak kena penyakit ini, gak kebayang rasanya jika melihat mereka harus menderita dan terbaring di rumah sakit 😦

Beberapa tahun yang lalu (belum lama sih, hihii….) saat musim DB, kompleks diseberang rumah saya sudah difogging, sedangkan kompleks disekitar saya belum, saya agak cemas sebab akibat fogging yang dilakukan oleh kompleks diseberang justru menyebabkan para nyamuk2 itu eksodus ke kompleks saya ! (ini akibat dari para bos RT dan RW yang tidak kompakan dalam mengurus fogging) dan seperti yang sudah saya duga, jumlah populasi nyamuk dirumahnya langsung meningkat drastis !

Singkatnya, walhasil saya kena DB ! padahal saat itu anak saya yang pertama masih bayi dan masih menyusu dengan saya, untung saja selama saya dirawat inap dirumah sakit, saya mendapat pinjaman pompa asi, jadi saya masih bisa mengirim asi untuk anak saya….kalau dipikir-pikir, walaupun saya sedih kenapa sampai saya kena DB, ya masih untung bukan anak saya yang kena penyakit itu.

Fast forward beberapa tahun setelah kejadian itu, saya punya anak lagi nih…dan saat musim DB tiba, kali ini korbannya adalah anak saya yang masih bayi itu…… 😥

Dalam hati saya berpikir…..ya Tuhan, kenapa dia ? masih kecil dan lagi lucu-lucunya kok kena DB ? sedih sekali saat jarum infus ditusukkan ke dalam tangannya yang mungil itu, belum lagi dia harus tinggal di rumah sakit untuk beberapa hari…..   😦

Ternyata anak saya ini justru hepi selama dirumah sakit ! entah apa karena di rumah sakit banyak hal-hal baru yang belum dia pernah lihat, atau memang dia aja yang easy going gitu….pokoknya selama disana anak itu selalu mau jalan-jalan keliling rumah sakit sambil menenteng kantong infusnya….. (haduuuh…..) dan tiap hari main-main melulu disekitar, mondar-mondir, turun naik tangga dan mainin lift…..ya, jadi rumah sakit itu berasa kayak playground besar untuknya ! 😆

Dan pada saat saya pikir keluarga ini sudah cukup diberi ujian penyakit DB, ternyata masih bisa dapat lagi kok !

Dua tahun yang lalu, setelah saya pindah ke rumah yang baru, tentunya di lingkungan yang lebih baik dibandingkan dengan lingkungan rumah yang lama ( sebetulnya lingkungan rumah yang lama pun juga sudah cukup baik sih ) jadi saya pikir ya gak mungkinlah kita kena DB lagi ! plis deh ! eh buset……saya kena lagi !!

Jadi ceritanya gini…..saya udah mulai ngerasa meriang panas dingin gitu, mirip kayak gejala DB ( kan saya udah pernah kena, jadi sudah paham gejalanya ) tapi pas saya mau memeriksakan diri sendiri, ternyata kami sekeluarga akan pergi berliburan ke KL; besok ! (ya gitu deh, si bos ini suka bikin rencana mendadak dan tanpa persiapan ) dan saya pikir ; what the hell…..kalau emang saya musti koid, ya sudahlah udah takdir toh ? dan saya pergi juga kesana……..

Dan walhasil selama disana saya mengalami semua gejala2 DB ; pusing, mual, diare, meriang, menggigil kedinginan, hilang nafsu makan dan nafsu yang lain2nya, dan sebagainya………untung saja saat itu kedua anak saya sudah cukup besar untuk mengurus dirinya, setidaknya saya cukup mengawasi mereka bermain saat kami berkunjung ke playground atau ke theme park….tapi ya tetap saja sakit yang sedang saya alami ini hampir beberapa kali membuat saya kehilangan kesadaran……waduh

Setelah kembali dari melancong, saya langsung pergi ke rumah sakit dan memeriksakan darah saya ke lab…..saat saya menunjukkan hasilnya ke dokter disana, saya langsung diharuskan untuk dirawat inap ! bahkan gak boleh balik lagi ke rumah ! si dokter yang memeriksa saya sampai mengeleng2kan kepalanya saat saya ceritakan bahwa saya malah pergi berliburan padahal saat itu saya sedang terjangkit DB ! “Untung ibu gak tewas disana ya ?” katanya…..iya sih untung juga

Jadi moral of this mosquito’s story ; jangan pernah meremehkan mahluk hidup yang kecil seperti nyamuk, dan jangan pernah meremehkan penyakit yang ditimbulkan oleh mahluk ini…… heheee

Pada saat itu juga, kalau saya tidak salah, ada bos dari perusahaan besar ( mungkin astra ya ?) yang meninggal karena kena DB, wah….padahal dia sampai dirawat di RS mount elizabeth lho ! dan umurnya belum tua2 amat ! ya….yang namanya sudah takdir, kalau sudah waktunya, bahkan penyakit DB pun tidak bisa dielakkan ya ? 😐

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s