Open Relationship ~ solusi untuk keutuhan suatu hubungan ?

Beberapa waktu yang lalu saya kopdar sama teman lama yang masih single, awalnya saya pikir biasanya dia curcol mengenai status jomblonya yang belum berubah, ternyata kali ini tidak…..ternyata dia membawa kabar bagus, ada seseorang yang sudah “serius” – menurutnya, teman saya ini sangat excited, berbinar-binar dia bercerita kehebatan teman barunya itu, seorang pilot, masih single bule lagi, dari amrik pula ! lalu teman saya mulai bertanya-tanya, apakah si bule ini bisa menjadi kandidat future husband-nya, apakah si bule mau convert to islam, bagaimana nanti kalau sudah merit, berapa anak2nya, bla blablaa………..

“Jadi kalian sudah seberapa jauh ?” saya mencoba mengukur hubungannya, “Ya, baru saling kirim2 pesan di inbox fesbuk, kadang2 bisa tiap hari, kadang2 bisa sekali seminggu, dia kan pilot, makanya sibuk banget….” saya langsung terdiam…..busyet dah, baru kirim2 pesan via fesbuk, teman saya ini sudah membayangkan kehidupan berumah tangga dengan si bule yang gak jelas juntrungannya ? teman saya yang pintar ini pasti paham bahwa di internet semua orang bisa menjadi siapapun, apakah dia tahu latar belakang si bule ini ? jangan2 bule ini sudah berumur atau mungkin sudah berkeluarga !

Saya jadi ingat, beberapa tahun yang lalu…..sudah cukup lama sih, waktu lagi zamannya mirc (waduh ! jadul banget ya ? kalo gak tau mirc itu apa, tanya ama mbah gugel aja deh ) saya pun ikut2an terkena demam mirc, hampir saban hari saya duduk manis di depan komputer dan sibuk chat dengan beberapa orang sekaligus, bahkan ada diantara mereka yang jadi sahabat dekat dengan saya, seperti TTM gitu deh, hihiii 😀 , padahal pada saat itu juga saya sedang pacaran sama si doi, tapi mirc jalan terus…..bahkan menjadi semacam pengalihan jika saya sedang suntuk dengan si dia, 😉 , saya melakukan itu karena saya paham betul bahwa teman2 di dunia maya tidak akan lebih dari itu, hanya sekedar sharing dan berbagi lelucon saja, saya tidak perlu tahu apa status teman saya itu, dan tidak berharap lebih dari sekedar chatting di mirc.

Di zaman jadul itu saja saya bisa menikmati hubungan-tanpa-status-yang-tidak-berbahaya sambil tetap terus setia dengan si dia, nah, bagaimana dengan hari ini ? dimana semua orang setiap saat terkoneksi dengan internet, kemana-mana selalu membawa smart phone, maka peluang untuk mendapatkan beberapa hubungan rahasia itu semakin mudah.

Banyak yang mempertanyakan apakah saat ini hubungan monogami sudah usang ?

Mungkin bagi newlywed atau yang lagi indehoy mengernyitkan mata membaca ini, ya betul saja, bagi yang baru menikah atau sedang mabuk cinta, pasti belum bisa membayangkan bagaimana rasanya setelah melalui beberapa tahun pernikahan yang melelahkan dan menjemukan, dan sebetulnya infatuation atau rasa cinta itu tidak akan bertahan lama, reaksi kimiawinya hanya ada di tubuh paling lama 4 tahun…..dan setelah itu ? pasangan yang tadinya nampak sempurna dan luarbiasa, lambat laun berubah menjadi sosok yang membosankan atau menyebalkan.

Lalu saat jenuh itu melanda, apakah boleh kita beralih kepada yang lain ? 

Saya mencoba untuk tidak mengaitkan topik ini pada masalah agama, karena pada kenyataannya selama ini saya melihat malah banyak hukum2 agama pada pernikahan hanya digunakan untuk mengontrol atau menghukum pasangan yang tidak patuh, sementara si orang yang menerapkan hukum itu justru melanggarnya sendiri !  Contoh ; seorang istri menerapkan aturan yang ketat kepada suaminya, bahwa dia harus pulang cepat ke rumah, membantu urusan dapur dan tetek bengeknya, semua kegiatannya dikontrol oleh sang istri……dan sementara itu si istri bebas kelayapan kemana saja dengan siapa saja…….. 😦

Contoh diatas jelas menunjukkan ketidakadilan seorang istri ! (hadeuh…..) harusnya kalau dia bebas begitu, kenapa dia tidak juga membebaskan suaminya ? biar sekaligus sama2 salah (lhaa…… 😛 )

Belum lama, dunia holywood dihebohkan oleh berita perceraian Will Smith – Jada, saya sangat heran, kenapa ? karena pasangan ini sudah tekenal dengan konsep “Open Marriage” dimana mereka berdua memperbolehkan saling memiliki kekasih walaupun masih terikat dalam pernikahan…… yang ada diotak saya ; jadi bahkan yang menggunakan konsep Open Marriage ini saja masih terbuka peluang untuk terjadinya perceraian ? lalu, bagaimana yang masih menganut konsep lama ; monogami ? betapa sulitnya mempertahankan konsep itu……

Setiap pasangan adalah unik dan tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya, jika ada pasangan yang mungkin merasa nyaman dengan konsep itu, ya terserah saja sih…..tanggung resikonya sendiri ya, tapi jika merasa lebih aman dengan konsep “pernikahan tertutup” maka tentu saja harus lebih sabar dan tabah ya……jangan asal menyuruh pasangan harus setia selalu, sementara sendirinya kalau ketemu sama yang kinclong langsung main samber aja…..wahihi 😛

Jatuh cinta itu gampang…..yang teberatnya adalah mempertahankannya……. yaiyalah

Mungkin bagi yang sedang tergoda atau yang akan tergoda, sebelum melangkah ada baiknya membayangkan ini ; bagaimana jika pasangannya melakukan hal yang sama ? jika tidak ingin hal itu terjadi, lebih baik urungkan saja niat ingin bermain dengan yang lain, semua hal diawali dengan keisengan…..dan tanpa disadari jadi kebablasan dan timbul penyesalan, sebuah hubungan yang sudah ternodai tidak akan bisa sembuh seperti dulu lagi, jadi sebelum semua menjadi bubur….lebih baik niat itu diurungkan saja, atau batasi diri hanya sampai menjadi teman biasa saja dengan yang lainnya.

Saya pernah membaca satu kalimat yang cespleng ; sebetulnya seorang yang selalu mencari banyak kekasih sejatinya dialah yang melajang selamanya, jiwanya kosong, karena dia terus berharap mendapatkan kebahagiaan dari banyaknya kekasih………

Lalu bagaimana dengan kabar teman saya yang sedang dimabuk cinta oleh pilot amrik itu ? sampai saat ini saya belum dengar kabar darinya 😐

hope everything is fine

kenapa saya menghubungkan cerita teman saya itu dengan topik open marriage ya ? hmmm…….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s