Bank Kaum Dhuafa

Poverty is unnecessary ~ Muhammad Yunus

Gara-gara tokoh pemenang Nobel itu muncul di Google+, saya jadi tertarik lagi mengutak-atik isu tentang micro finance, tentunya kita semua sudah tahu siapa sosok Muh. Yunus dan Grameen Bank yang terkenal itu, kebetulan saya menemukan bukunya Muh. Yunus ; Bank Kaum Miskin, saya pikir saya tidak akan menemui hal yang baru dari buku itu, toh saya sudah sering membaca profil kisahnya di media cetak sebelumnya, namun ternyata saya salah.

Bahkan di buku itu memaparkan sekilas tentang sejarah kelam Bangladesh, mulai dari peristiwa genosida yang katanya termasuk yang terparah dalam sejarah ~ dimana lebih dari 3 juta orang mati, sampai saat2 ketika Bangladesh memperoleh kemerdekaannya. Saya terpukau oleh gaya bahasa buku ini, terus terang saya sebelumnya berharap akan menemukan buku yang penuh dengan isi teori2 ekonomi yang ngejelimet ~ berhubung karena beliau adalah praktisi akademi, ternyata gaya bahasa buku ini sangat ringan dan mengalir begitu saja. just like reading a novel ! ^^

Dan kemudian pada bagian saat beliau memulai merintis Grameen Bank, mungkin di bagian inilah yang paling menyentuh, di saat beliau menemukan akar kemiskinan terletak pada kaum perempuan ! ya, Bangladesh adalah negri mayoritas muslim yang menganut aliran yang cukup keras, perempuan harus menikah di usia yang sangat muda, bekerja sepanjang hari di dalam rumah (itu pun dengan cara meminjam ke rentenir, bukan dari suaminya) , tidak dinafkahi oleh suaminya (sebagian besar mereka tidak boleh memegang uang, dalam wujud sebenarnya), terpapar oleh kelaparan dan harus mengurus anak2 yang jumlahnya terus bertambah, mereka sewaktu-waktu bisa diceraikan suaminya dan terpaksa harus mengemis di jalanan dan melakukan pekerjaan apa saja.

Huuu….kalau saya sih jadi beliau pasti sudah menyerah, dan kabur ke luar negri jadi dosen di salah satu universitas terkemuka, ya tapi itu kan saya lho…… šŸ˜›

Singkatnya setelah berpuluh tahun berjuang meningkatkan taraf hidup para kaum perempuan itu dengan memberikan pinjaman mikro, Grameen Bank akhirnya berhasil, dan Muh. Yunus mendapatkan penghargaan Nobel. metode Grameen Bank dicontoh oleh berbagai lembaga finansial di dunia.

Mengapa bisa berhasil ?Ā 

Pada saat yang sama, beberapa perbankan di negri ini pun juga mencontoh jejak Grameen Bank, yaitu mulai memberikan kredit mikro, salah satu orang dalam di bank swasta pernah berkata bahwa kredit mikro tidak akan pernah macet, bahkan kalaupun macet pasti persentasenya sangat kecil, kenapa ? karena kredit ini bukan kredit konsumtif, seperti kredit2 lainnya, orang yang meminjam kredit ini menggantungkan hidupnya dari usahanya tersebut, dan mereka akan bekerja keras untuk melunasi kreditnya itu. Dan percaya tidak ? Bank2 swasta yang memberikan kredit mikro itu akhirnya meraup untung yang cukup besar !

Tidak lama setelah Grameen Bank terkenal, pada tahun 2008, ya sudah tahulah, krisis melanda negri paman sam, dampak krisis ini terus berantai ke seluruh dunia, kenapa ini bisa terjadi ? ini adalah akibat dari penggunaan kredit untuk keperluan konsumtif ( mortgage loans ) dan pada saat kredit itu macet, maka efek dominonya mengenai seluruh sendi2 finansial.

Dan saat ini negri paman sam akan memasuki resesi ronde kedua, yang tentu saja sudah diramalkan oleh banyak orang.

Grameen Bank dan Krisis Finansial di Amrik memang adalah dua hal yang berbeda, tapi banyak hal yang bisa kita pelajari dari kedua kejadian tersebut.

Give a man a fish and you feed him for a day; teach a man to fish and you feed him for a lifetime. ~ Maimonides

jadi apakah kita selama ini sudah memberikan kepada sesama dengan ikan ? atau dengan pancingan ?

Apakah kita mengambil ikannya ? atau mengambil pancingannya ?

šŸ™‚

kok saya nulis tentang hal ini sih ? *tepok2jidat

sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Yunus

http://www.americanthinker.com/2008/10/what_really_happened_in_the_mo.html

Advertisements

2 comments

  1. enggar · August 9, 2011

    menarik :). Saya juga pernah nulis resensi bukunya Muh. Yunus ini di blog, di sini http://enggar.net/2009/11/01/berikan-kail-bukan-ikannya/.

    Mungkin nggak yang seperti itu dijalankan di Indonesia? Karena selain kepercayaan, karakter masyarakat setempat juga sepertinya sangat menentukan ya?

    • susandevy · August 9, 2011

      terima kasih banyak untuk komennya, mbak enggar šŸ™‚

      saya yakin pasti ini bisa di jalankan disini, asalkan melakukan pendekatan secara kekeluargaan seperti yg dilakukan oleh para staf grameen bank tersebut.

      yang saya sayangkan kenapa lembaga yang sudah ada seperti koperasi kok tidak terdengar lagi ya ?
      malah yang mengambil peluang “pinjaman mikro” ini adalah instansi perbankan swasta !
      apalagi bank yang sudah dimiliki oleh pihak2 asing, sayang kan duitnya lari ke luar šŸ˜¦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s