“Lidahmu adalah Macanmu…..Postingmu adalah Macanmu” ~ Cara elegan menyikapi ancaman via sosial media

Kita semua pasti masih ingat dengan kasus Prita yang disebabkan karena dia menuliskan keluhan di email dan akhirnya menyeretnya ke meja hijau ? Setelah UU ITE disahkan, justru makin banyak korban2 tidak berdosa berjatuhan akibat UU tersebut, di satu sisi semakin banyak orang yang lebih waspada terhadap apa yang mereka posting di sosial media (twitter, facebook, blog, email, bbm, dsb ) namun masih banyak juga yang masih belum memahami apa akibat negatif dari posting tersebut.

Sosial media bagaikan dua sisi koin yang berbeda, di satu sisi bisa memberikan manfaat bagi kita, namun disisi lain juga bisa merugikan kita. Sampai hari ini saya masih sering melihat posting-posting yang berdampak negatif baik bagi si penulis posting tersebut maupun orang disekitarnya, baik disengaja ataupun tidak. Dan sangat disayangkan kadang kala justru ada pejabat kita masih melakukan kesalahan ini.

Jika anda sudah memahami kode etika bersosialisasi di sosial media, namun bagaimana jika suatu ketika anda menerima semacam “ancaman” atau “pencemaran nama baik” ? Apa yang harus anda lakukan ?

Ancaman atau pencemaran nama baik yang saya maksud adalah jika seseorang menuliskan posting yang bersifat menyerang anda baik secara langsung ataupun tidak langsung.

(1)Pertama, jangan panik, tenangkan diri anda, jika anda terbawa emosi maka anda tidak dapat mengontrol pikiran anda, alih-alih bisa menyelesaikan masalah, justru anda akan menambah masalah baru.  Jangan dibalas dengan menuliskan balasan yang lebih “mengancam” lagi, hal ini justru akan merugikan anda.

(2) Kedua, jika anda masih belum bisa berpikir jernih, coba untuk menceritakan masalah ini kepada orang yang anda percayai, bisa keluarga anda atau teman dekat, mungkin saja mereka bisa memberikan solusinya.

(3) Ketiga, yang terpenting : DOKUMENTASI , segera secepatnya mendokumentasikan posting tersebut sebelum dihapus oleh yang bersangkutan, dari PC bisa kita “printscreen”, dari handphone bisa kita “screenshot” , simpan file-file tersebut, atau berikan copy-nya ke orang yang kita percayai, bisa jadi suatu saat kita membutuhkannya.

Mudah-mudahan tips ini bisa bermanfaat, pada intinya sosial media hanyalah “alat” untuk bersosialisasi dan saling berbagi ilmu, satu hal lagi yang sangat perlu diingat adalah sosial media adalah ruang publik, bukan ruang pribadi milik anda seorang saja, apapun yang anda tuliskan adalah milik publik, setidaknya publik yang mengikuti anda.

 

 

dimuat juga di halaman facebook saya :

http://www.facebook.com/notes/susan-devy/lidahmu-adalah-macanmupostingmu-adalah-macanmu-cara-elegan-menyikapi-ancaman-via/10150272331343125

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s