‘Bete’ and ‘Mood swinging’ repellent

Menjadi wanita itu berarti anda harus siap untuk mengalami perubahan mood dalam hitungan detik.

Terutama karena tubuh dan mental anda sangat terpengaruh oleh perubahan hormon dalam tubuh, dan juga tentu saja karena wanita lebih emosional dibandingkan dengan laki2.

ehh….saya sendiri pun berusaha keras untuk mengendalikan perubahan mood ini, terutama karena saya sadar betul bahwa ada satu memori yang tersimpan di bawah alam sadar saya yang bisa men-trigger mood swinging ini.

Jadi ada satu teori yang belakangan ini baru saya terapkan, harap maklum karena sampai saat ini pun saya masih berusaha konsisten untuk melakukannya, jadi tujuan menuliskan hal ini adalah sebagai reminder untuk saya sendiri, bahwa masih banyak hal yang harus saya benahi dalam diri saya terutama daya tahan mental saya.

Pertama, ketahui akar sumber dari pen-trigger mood swinging, tidak ada hal yang terjadi begitu saja, terutama dalam kehidupan hari ini yang penuh dengan ketegangan, kita senantiasa mendapat tekanan, baik dari kemacetan yang semakin parah, konflik dari tempat kerja atau tuntutan dari keluarga, semua hal tersebut dapat mempengaruhi perubahan mood, jadi dengan mengetahui sumber penyebabnya, maka kita akan berusaha untuk fokus pada inti masalah dan berusaha untuk tidak menyeret masalah itu kepada hal-hal lain yang tidak ada hubungannya.

Kedua, Menentukan Time Limit

Setelah mengetahui akar permasalahannya, tentukan batas waktu yang diperlukan untuk ‘terpuruk’ dalam perubahan mood tersebut, misalnya setelah terjebak dalam 3 jam macet, tentu hal pertama yang ingin kita lakukan adalah berkeluh-kesah kepada siapa saja disekitar kita, namun coba tahan hal tersebut, tentukan waktunya misalnya satu jam untuk melupakan kekesalan itu, dan stick to it, setelah lewat satu jam, teguhkan hati bahwa anda tidak merasa kesal atas kejadian itu lagi.

tentu saja, time limit-nya berbeda untuk setiap masalah, semakin berat masalahnya, maka makin lama time limit yang diperlukan.

selama time limit itu, coba lakukan hal-hal yang positif, misalnya olah raga, mendengarkan musik, makan, atau tidur.

baiklah, doakan semoga saya berhasil melakukan hal ini, karena pada dasarnya saya tidak ingin orang-orang yang di sekitar saya menjadi korban perubahan mood saya ini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s