a beautiful wedding….with kids (?)

sarah vowed to PPernikahan merupakan momen yang sakral bagi setiap insan, dan puncak momen itu adalah saat mengucapkan wedding vow, namun bagaimana jika dalam perkawinan tersebut sudah ada anak-anak dari perkawinan yang sebelumnya ? berikut adalah contoh perkawinan yang indah, menurut saya, karena mereka dilibatkan dalam upacara seremonial perkawinan itu, bahkan orang tua barunya mengucapkan janji untuk mereka, wow…

Jackie, menikahi Ed yang sudah memiliki putri, P, dari perkawinan sebelumnya, Ed memiliki full custody terhadap P, selama 6 bulan sebelum menikah Jackie sudah full-time mengasuh P, dan saat upacara pernikahan Jackie dan Ed, Jackie mengucapkan janjinya kepada P :

She (P) stood by the maid of honor during the ceremony. After Ed and I said our vows to each other, I had P come up next to us, and I got down to her height and said my vows to her:

“I promise to always love you, take care of you, support you in all you do, and to always be the best mom I can be. I love you.” They were simple, but I got so choked up, they couldn’t really have been longer.

We also had a symbol for her instead of a ring. It was a gold cross necklace that I got for my first communion when I was little. My maid of honor held onto it in her bouquet and I put it around P’s neck after my vows.

http://mysanfranciscobudgetwedding.wordpress.com/

I just couldn’t hold my tears read this….. 🙂

Satu keraguan terbesar dari orang tua yang akan menikah kembali adalah ; apakah pasangannya bisa menjalin hubungan dengan anak-anak dari pernikahan sebelumnya ? terutama apabila pasangan belum pernah menikah dan belum pernah memiliki anak sebelumnya, namun sebetulnya parenting adalah merupakan suatu proses yang melalui berbagai tahapan, dan setiap hari kita sebagai orang tua selalu mempelajari hal-hal baru mengenai parenting, jadi semua itu adalah merupakan proses pembelajaran bagi setiap insan.

berikut adalah artikel tentang seorang single mom dengan 2 kids yang menikah dengan single guy (sarah dan tony) , saat wedding ceremony, tony mengucapkan wedding vow kepada kedua anak sarah ;

Bean and Bug.  I want you to know that I dearly love your mother. I also love both of you very much.  Today we are celebrating our life together as a family.  This does not mean that your dad is less important or doesn’t count, and it doesn’t mean that I am trying to replace him.  But it does mean that together your mom and I have created a home for you where you will always be welcome and loved.  Our home is a place where you can share your feelings and your dreams and your wishes. I promise to be fair and to be honest, to be available for you, to earn your love, respect and true friendship.  I will cherish my life with all of you.”

http://mysanfranciscobudgetwedding.wordpress.com/2011/02/08/ceremony-in-progress/

I’m speechless….. 🙂

 

PS :

I’m very grateful that Sarah, had granted me permission to share this lovely story in my blog, FYI, I’m a newbie in blogging, so at first I forgot to ask about permission for sharing this, but gladly, sarah understood it, and she let my put this picture and links.

so I learned my lesson, if I want to do this again, I should ask permission from the owner. and I hope everyone else also do this too

Thank you so much, Sarah…. I really appreciate it

Say it to me…as a friend ~ King’s Speech

It takes leadership to confront a nation’s fear… It takes friendship to conquer your own

itu adalah tagline dari King’s Speech movie, film tentang bagaimana King George VI menyembuhkan penyakit gagap dan ketakutan terhadap public speaking berkat bantuian terapisnya, Lionel Louge.

Beberapa orang lebih memilih terjun bebas dari jurang daripada harus berbicara didepan umum, namun adakalanya kita tidak bisa kabur dari kenyataan bahwa suatu saat setiap orang akan merepresentasikan dirinya sendiri dihadapan publik.

King George VI atau Bertie, mengidap gagap akut, bahkan dia tidak bisa menceritakan bedtime story dengan lancar kepada kedua putrinya, ditambah pula dengan tekanan dari ayahnya yang dengan panjang lebar memberikan pidato demotivasional kepadanya, not to mention, ibunya yang tidak pernah memberi perhatian, saudaranya yang senantiasa mengejeknya, juga masa kecil yang diisi dengan trauma penyiksaan dari pengasuhnya. lengkap sudah penderitaannya sebagai calon raja yang gagap.

Untung saja, Bertie memiliki istri yang baik yang selalu berusaha menyembuhkan penyakitnya itu, berbagai terapis mereka datangkan, sampai akhirnya mereka menemui Lionel, yang memiliki metode yang tidak lazim, bukan hanya menyembuhkan secara fisik saja, namun juga secara mental.

Tekanan semakin memuncak ketika Bertie dinobatkan menjadi raja dan dunia memasuki krisis perang dunia II, seakan-akan Bertie dihadapkan pada sosok Hitler yang tampil tanpa cela ketika memberikan pidatonya dihadapan rakyat jerman, dan mampukan Bertie yang gagap menandingi kharisma Hitler ?

Disini menurut saya adalah momen yang menakjubkan di film ini, saat Lionel membimbing Bertie untuk memberikan pidatonya, dan tepat sebelum Bertie akan memulai, Lionel berkata ; Say it to me…as a friend.

Selama ini Bertie senantiasa menerima kritikan dan tekanan dalam hidupnya, dan saat Lionel hadir sebagai sahabatnya, Bertie berhasil menghilangkan gagapnya dan sukses membacakan pidatonya itu, mungkin bagi sebagian kita hal itu tidak sulit, namun bagi orang seperti Bertie, itu merupakan achievement yang luar biasa.

Sahabat yang baik senantiasa hadir sebagai pendengar, dan memberi dukungan tanpa pamrih, namun apakah selama ini kita sudah menjadi sahabat yang baik ? atau jika kita adalah orang tua, apakah kita sudah menjadi pendengar yang baik bagi anak-anak kita ?

Menjadi pendengar yang baik tidak mudah, sering kali saat sahabat kita sedang menceritakan keluhanya, kita bukannya mendengarkannya malah justru menimpali dengan cerita kita sendiri, bahkan langsung memberikan solusi yang baik menurut pendapat kita, bukan pendapat orang tersebut.

Sampai saat ini pun saya masih terus berusaha menjadi pendengar yang baik, pendengar yang memberikan full-attention dan dengan empati terhadap apa saja yang saya dengarkan ketika sahabat, keluarga, atau anak saya sedang ceritakan kepada saya.  kedengarannya sepele, justru karena hal sepele ini yang sering saya lupakan, misalnya saat saya harusnya mendegarkan orang lain berbicara, namun karena pikiran saya terbang kemana-mana, dan akibatnya saya tidak menangkap apa yang telah orang itu sampaikan kepada saya.

all and all, this is a great-must-see movie, saya sudah ngefans berat sama Geoffrey Rush, dia memang gak usah ditanya lagi deh gimana kualitasnya, one of the best ! juga Colin Firth, yang dengan sempurna menjadi Bertie yang gagap, hilang deh tampang pemuda lugunya sebagai Mark Darcy di Bridget Jones’s Diary.  Tapi sayangnya saya pribadi kurang sreg sama Helen Bonham Carter, bukan gak bagus aktingnya, tapi rasanya aura Red Queen-nya bikin gak cocok jadi King’s wifey, hehehehee 😀

‘Bete’ and ‘Mood swinging’ repellent

Menjadi wanita itu berarti anda harus siap untuk mengalami perubahan mood dalam hitungan detik.

Terutama karena tubuh dan mental anda sangat terpengaruh oleh perubahan hormon dalam tubuh, dan juga tentu saja karena wanita lebih emosional dibandingkan dengan laki2.

ehh….saya sendiri pun berusaha keras untuk mengendalikan perubahan mood ini, terutama karena saya sadar betul bahwa ada satu memori yang tersimpan di bawah alam sadar saya yang bisa men-trigger mood swinging ini.

Jadi ada satu teori yang belakangan ini baru saya terapkan, harap maklum karena sampai saat ini pun saya masih berusaha konsisten untuk melakukannya, jadi tujuan menuliskan hal ini adalah sebagai reminder untuk saya sendiri, bahwa masih banyak hal yang harus saya benahi dalam diri saya terutama daya tahan mental saya.

Pertama, ketahui akar sumber dari pen-trigger mood swinging, tidak ada hal yang terjadi begitu saja, terutama dalam kehidupan hari ini yang penuh dengan ketegangan, kita senantiasa mendapat tekanan, baik dari kemacetan yang semakin parah, konflik dari tempat kerja atau tuntutan dari keluarga, semua hal tersebut dapat mempengaruhi perubahan mood, jadi dengan mengetahui sumber penyebabnya, maka kita akan berusaha untuk fokus pada inti masalah dan berusaha untuk tidak menyeret masalah itu kepada hal-hal lain yang tidak ada hubungannya.

Kedua, Menentukan Time Limit

Setelah mengetahui akar permasalahannya, tentukan batas waktu yang diperlukan untuk ‘terpuruk’ dalam perubahan mood tersebut, misalnya setelah terjebak dalam 3 jam macet, tentu hal pertama yang ingin kita lakukan adalah berkeluh-kesah kepada siapa saja disekitar kita, namun coba tahan hal tersebut, tentukan waktunya misalnya satu jam untuk melupakan kekesalan itu, dan stick to it, setelah lewat satu jam, teguhkan hati bahwa anda tidak merasa kesal atas kejadian itu lagi.

tentu saja, time limit-nya berbeda untuk setiap masalah, semakin berat masalahnya, maka makin lama time limit yang diperlukan.

selama time limit itu, coba lakukan hal-hal yang positif, misalnya olah raga, mendengarkan musik, makan, atau tidur.

baiklah, doakan semoga saya berhasil melakukan hal ini, karena pada dasarnya saya tidak ingin orang-orang yang di sekitar saya menjadi korban perubahan mood saya ini 🙂

the serenity prayer…..

Sering kali jawaban dari apa yang selama ini saya cari, malah didapatkan dari sumber yang tidak pernah saya duga sama sekali.  selama ini saya selalu bertanya-tanya apakah hikmah dari semua yang telah terjadi, mengapa Tuhan menurunkan cobaan yang berbeda-beda pada umatnya, tanpa mengurangi sedikitpun keimanan saya, namun rahasia-Nya adalah suatu hal yang membingungkan.

Lalu entah mengapa, orang itu datang kepada saya dan mengajak saya untuk mengikhlaskan segalanya…..baiklah, hal itu sudah saya lakukan, namun ada hal berikutnya yang harus dilakukan, dan itu adalah mendo’akan kepada Tuhan agar memberi petunjuk kepada seseorang yang telah menyebabkan suatu kezhaliman tersebut.

Untuk beberapa saat saya tertegun, orang yang mengatakan hal ini, dalam opini saya, bukan seseorang yang terlalu mendalami agama, bahkan berbeda kepercayaan dengan saya, akan tetapi hal yang telah dia ungkapkan adalah merupakan jawaban atas apa yang yang cari.

Adakalanya ikhlas saja tidak cukup, harus ada yang lebih dari hanya sekedar berdo’a dan melakukan ibadah wajib maupun sunnah, yaitu mendoakan kebaikan bagi orang lain dan berbuat baik kepada orang-orang terdekat kita.

Habluminnalloh adalah hal yang sangat berbeda jauh dengan Habluminannas, hubungan kita dengan Tuhan adalah secara vertikal, sedangkan hubungan sesama manusia adalah secara horizontal, segala perbuatan dan ibadah kepada-Nya tidak menjamin kita dapat bisa berbuat baik kepada sesama kita dan orang-orang sekitar kita.

Kita bisa saja menunjukkan ibadah yang sempurna, mengaku telah beriman dan mencintai Tuhan dan Nabi-Nya, namun kita berlaku semena-mena terhadap orang yang kita cintai.

Seketika, saya merasa bersalah dan menyadari apa yang selama ini saya telah lakukan atau apa yang telah saya ucapkan masih banyak yang perlu diperbaiki.

Saya harap pada akhirnya saya dapat menemukan kedamaian yang selama ini saya cari, dan semoga saya dapat membahagiakan orang-orang yang dekat dengan saya, dengan demikian saya pun akan menjadi bahagia.

God grant me the serenity
to accept the things I cannot change;
courage to change the things I can;
and wisdom to know the difference.

Living one day at a time;
Enjoying one moment at a time;
Accepting hardships as the pathway to peace;
Taking, as He did, this sinful world
as it is, not as I would have it;
Trusting that He will make all things right
if I surrender to His Will;
That I may be reasonably happy in this life
and supremely happy with Him
Forever in the next.
Amen.

~ Reinhold Nieburh


Pindahan !

di hari maulid Nabi SAW ini….. mudah-mudahan ini adalah waktu yang tepat untuk mem-publish blog saya ini.

mulai saat ini saya akan menulis diblog ini, terutama untuk topik parenting.

untuk yang iseng mau lihat2 artikel lama saya silakan buka :

http://justordinarymother.multiply.com/

terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca blog saya

semoga bermanfaat =)

Cheers !