Belajar bersama anak

setiap orang tua yang memiliki anak di usia sekolah pastinya ujian sudah menjadi mimpi buruk yang datang rutin setiap semester. entah apa karena beban pelajaran saat ini semakin berat atau karena impian dan harapan orang tua yang terlalu tinggi kepada sang anak, hingga membuat hampir semua orang tua panik dan cemas apabila sang anak tidak mendapatkan nilai yang bagus.

lalu apakah saya termasuk dalam gerombolan orang tua yang panik setiap ujian? sejujurnya, tentu saja saya panik, sama saja seperti orang tua lainnya saya berharap anak saya memperoleh nilai yang bagus di sekolahnya.

sebelum anak pertama saya mulai memasuki usia sekolah, saya sudah mempersiapkan berbagaimacam rencana untuk pendidikannya, termasuk pemilihan sekolah dan kursus tambahan yang akan diambilnya nanti. untung saja saya menemukan sekolah yang memiliki kurikulum yang tidak konvensional, mereka menerapkan prinsip bahwa pada dasarnya setiap anak itu berbeda dan mereka tidak akan membandingkan satu anak dengan yang lainnya.

Pada awalnya saya sangat ketat memberlakukan peraturan terhadap kedisiplinan belajar, namun justru disini kesalahan saya, memang kita perlu menerapkan kedisiplinan, tetapi tanpa memberikan tekanan terhadap sang anak.  Jadi pada intinya terapkan kedisiplinan dan tanggung jawab, misalnya jika si anak tidak belajar dan terus main, maka resiko yang akan dia peroleh adalah nilai pelajarannya tidak bagus. Kadang kala ada perlunya juga kita membiarkan anak kita menanggung sendiri resiko atas apa yang dia perbuat, hingga dia mengetahui akibat dari tindakannya tersebut itu.

Apa yang terjadi apabila kita menerapkan disiplin dengan tekanan ? otak manusia apabila menerima tekanan dan paksaan, akan bereaksi seperti otak primitif, yaitu reaksi dasar seperti memberontak, melawan dan marah. padahal niat awal kita memberikan tekanan adalah agar si anak menjalankan tugasnya, namun yang terjadi justru dia merasa tertekan dan membangkang, atau jikapun dia melaksanakan tugasnya, dia lakukan dengan setengah hati dan terpaksa.

saya tidak berharap anak saya belajar dalam kondisi seperti itu, yang saya harapkan dia belajar atas motivasinya sendiri dan juga karena dia mengetahui manfaat dari ilmu yang dia pelajari tersebut, tentu saja hal tersebut masih sulit ditumbuhkan dari anak seusianya, namun jika kita bersabar dan tetap terus memberikannya semangat, ternyata selanjutnya anak saya sudah mulai menunjukkan beberapa inisiatif dari dalam dirinya sendiri dalam urusan pelajarannya.

Hal yang paling penting adalah komunikasi, seberapa sibuknya anda, tetap berusaha setiap hari untuk meluangkan waktu untuk mendengarkan semua ceritanya, dan juga menanyakan pendapat pribadinya tentang hal apa saja, intinya kita harus menjadi pendengar yang proaktif bagi anak kita sendiri.  Jangan sampai mereka merasa tersisihkan oleh kesibukan kita sehari-hari.

lalu bagaimana apabila anak kita memiliki prestasi yang tidak sesuai dengan harapan kita ? jangan cemas atau menyalahkan diri sendiri, mungkin saja si anak itu memiliki bakat terpendam lainnya yang masih perlu digali dan diasah lagi, yang terpenting jangan sampai kekurangannya tersebut menyurutkan rasa percaya dirinya, tetap terus memberinya semangat untuk belajar, sambil terus berusaha mengembangkan bakatnya dibidang yang lainnya.

saat ini, saya dan anak saya sedang belajar bersama-sama untuk menyambut ujian semester, dengan belajar bersamanya, saya juga merasakan sulitnya beban pelajarannya, ini tentunya lebih efektif jika dibandingkan dengan hanya menyuruhnya belajar atau mungkin melimpahkan tanggung jawab belajar kepada nanny-nya. saya pun tidak melarangnya untuk menonton televisi atau main game, namun tujuan hiburan tersebut adalah sebagai pelepas kepenatan setelah belajar, hingga ketika otaknya sudah fresh lagi, kami siap untuk memulai pelajaran selanjutnya.

Pada intinya belajar merupakan proses, dan dalam proses tersebut bisa saja kita mengalami keberhasilan dan juga kegagalan. yang penting adalah tetap mengobarkan semangat belajar dan kepercayaan diri dalam anak kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s