Old Buffon, Dostoyevsky

Si tua yang bodoh,

“seseorang yang berbohong dan mempercayai kebohongannya akan berakhir pada kondisi dimana dia tidak bisa membedakan kebenaran dalam dirinya dan disekitarnya,

Hingga akan muncul perasaan tidak menghargai dirinya dan lainnya, tidak mampu mencintai siapapun, dan untuk menghibur dirinya akibat ketiadaan cinta itu dia meleburkan dirinya pada nafsu hewani dan kesenangan yang hina, menjadi binatang seutuhnya akibat keburukannya….

semua itu akibat dari kebohongan yang berulang-ulang dia lakukan kepada dirinya,

Si pembohong itu cepat marah dan tersinggung, lagi pula memang menyenangkan bisa menikmati rasa marah itu, bukan?

Ketika dia tidak menemukan siapa pun yang bisa membuatnya marah maka dia akan membuat kebohongan lain sebagai hiburannya, membesar-besarkan kebohongan itu untuk menciptakan kesan baru… Dia sangat paham ini,

Maka pertama ia akan merasakan amarah, dan perasaan itu membuatnya bisa mencapai kenikmatan, hingga ia merasakan kepuasan yang besar, dan berakhir pada makin besarnya perasaan kebencian dan kehinaan dalam dirinya”

Dari Brothers Karamazov,
Oleh Fyodor Dostoyevsky

Peran wanita yahudi dalam berbisnis di masa medieval

Ada satu hal penting yang saya lupa cantumkan di posting kemarin itu : salah satu faktor yang bikin yahudi bisa lebih maju dibandingkan orang Eropa karena banyak wanita yahudi yang terjun berbisnis

Yahudi itu seperti saya bilang kemarin ; punya hukum agama yang mirip seperti Islam, artinya ada hukum hak waris untuk wanita, juga mahar yang bisa diminta wanita ketika menikah dan tidak ada kewajiban nafkah keluarga jika wanita punya uang.

Jadi di masa medieval di Eropa, kaum wanita yahudi banyak yang punya bisnis, dan banyak yang tajir melintir (seperti wanita yahudi dalam novel Crime and Punishment karya Dostoyevsky itu)

sementara itu kaum wanita Eropa masih jadi warga kelas dua yang gak berhak dapat waris, gak bisa memiliki property, dan cuma berharap nasibnya bisa berubah jika nikah sama laki-laki tajir

Contohnya ada di beberapa novel Jane Austen yang ditulis di era Victorian itu, tokoh wanita dalam novelnya bisa happy ending jika nikah dengan pria kaya, dan sebenarnya Jane Austen menulis novel sebagai kritik atas budaya barat yang merendahkan kaum wanita itu.

Intinya suatu kaum bisa lebih maju jika hak-hak wanita diatur sesuai fitrah wanita, dan ekonomi bisa lebih cepat berjalan ketika wanita ikut turun berbisnis seperti yang sudah biasa dilakukan kaum Arab dan Yahudi sejak dulu kala

Dostoyevsky, anti semit dan yahudi

Kenapa yahudi sering dijadikan tokoh jahat dalam karya sastra klasik Eropa ?

Dulu saya pikir itu karena yahudi kaum minoritas di Eropa jadi cocok untuk dipilih sebagai tokoh jahat dalam novel klasik, tapi kan orang Eropa berperang juga dengan kaum muslimin? Kenapa bukan orang muslim aja yang jadi tokoh jahat dalam cerita2 klasik zaman medieval itu?

Ternyata ada faktor ekonomi yang membuat orang yahudi lebih cocok jadi tokoh jahat,

seperti yang kita udah tahu bahwa yahudi itu pinter juga berdagang seperti bangsa Arab dan juga pinter dalam urusan duit dan juga yahudi punya hukum syariah ekonomi yang hampir sama seperti hukum syariah Islam,

Dengan semua ilmu ekonomi itu maka yahudi menggunakannya untuk menguasai ekonomi Eropa di masa medieval, terutama pada masa Renaissance di Venesia itu banyak bank dan institusi riba yang didirikan oleh yahudi, apalagi orang Kristen tidak bebas mengelola duitnya sendiri (akibat kekuasaan gereja yang absolut) jadi orang Kristen banyak yang hidup dari uang pinjaman yahudi, seperti dalam kisah “Merchant of Venice” karya Shakespeare itu.

Yahudi ini memang licik, walaupun mereka tahu riba itu haram tapi mereka meribakan pinjaman kepada non yahudi, jadilah di masa itu gambaran umum atas orang yahudi adalah sosok licik, bengis, pelit dan tamak dalam urusan uang

Seperti dalam karya Shakespeare, dalam beberapa novel Dostoyevsky juga ada tokoh yahudi, dan sama seperti Shakespeare, Dostoyevsky menggambarkan yahudi sebagai tokoh jahat, licik, tamak, tua bangka dan buruk rupa

Dalam novel Crime and Punishment, tokoh jahat adalah wanita tua yahudi yang tamak yang membuat hidup tokoh utama Raskolnikov sengsara karena jeratan utang dengan bunga tinggi, wanita tua itu akhirnya dibunuh dengan kejam, tapi bukan sekali itu aja Dostoyevsky menampilkan sosok yahudi yang kejam dalam novelnya

Karya masterpiece Dostoyevsky yaitu Brothers Karamazov, lebih eksplisit lagi dalam menampilkan sosok yahudi, seakan-akan gak ada satupun yang baik dari yahudi, pokoknya kalau ada yang kejam dan jelek maka itu pasti yahudi

Tokoh utama dalam Brothers Karamazov adalah Alyosha yang berhati suci seperti malaikat, namun ketika sahabatnya curhat kalau dia sangat ingin menyiksa yahudi sampai mati……

Alyosha cuma berkata “aku tidak tahu”

Ini adalah Alyosha, sosok Kristen ortodoks paling ideal yang bisa menangis melihat anjing kelaparan di jalanan tapi dia oke aja waktu temannya bilang mau menyiksa yahudi?

Kalau kita membaca kisah itu dengan perspektif modern maka kita akan berpikir : kok kejam sekali orang Eropa zaman dulu sama yahudi, dosa apa yahudi itu sampai hidup pun mereka gak boleh?

Bangsa yahudi walau mereka minoritas di Eropa tapi mereka menguasai perputaran duit di Eropa maka mereka menguasai kehidupan di Eropa,

Apa yang sedang mereka lakukan saat ini di dunia finansial dan perbankan, sebenarnya sudah mereka lakukan sejak dulu kala, pemerintah di berbagai negara cuma boneka mereka, kalau mereka mau perang maka mereka tinggal suruh atau pencet tombol aja

Satu-satunya yang bisa menandingi mereka adalah kaum yang memiliki kapasitas intelektual yang sama, memiliki ilmu yang sama juga hukum syariah ekonomi yang lebih bagus

Terimakasih Dostoyevsky untuk tokoh-tokoh yahudi dalam novel-novel terbaikmu

(gambar Shylock dari Merchant of Venice)

Balas dendam, monolog dari Shylock, Merchant of Venice

“Aku adalah yahudi,
Tidakkah aku punya mata?
Tidakkah aku punya tangan, organ tubuh, indera perasa, kasih sayang dan gairah?

Makan dari makanan yang sama,
Terluka dengan senjata yang sama,
Sakit dengan penyakit yang sama,
Sembuh dengan obat yang sama,
Kedinginan dan kepanasan dengan cuaca yang sama,

Jika kamu lukai aku, apakah aku berdarah?
Jika kamu sentuh aku, apakah aku tertawa?
Jika kamu racun aku, apakah aku mati?
Jika kamu berlaku jahat kepadaku, apakah aku tidak membalasnya?

Jika aku menyerupai kamu, maka aku sama seperti kamu seluruhnya

Jika yahudi berlaku jahat kepada umat Kristen maka apakah hukumnya? Balas dendam

Jika umat Kristen berlaku jahat kepada yahudi, maka apakah hukumnya yang sesuai dengan ajaran Kristiani? Balas dendam

Kejahatan yang telah kalian ajarkan kepadaku, akan aku lakukan dan akan aku balas dengan kejahatan lebih kejam dan lebih baik”

Shylock, Merchant of Venice
By Shakespeare

Membaca buku seperti ketika buku itu ditulis

Bayangkan jika kita hidup di masa lampau ketika aktifitas hiburan yang dinamis seperti jalan-jalan sekitar rumah, berkuda atau berburu, kemudian malam hari disini dengan acara makan malam bersama, mendengarkan piano sambil bernyanyi dan lainnya,

maka apa di masa itu orang mengukur intelektual kita dari berapa banyak buku yang kita baca atau jenis buku apa yang kita baca?

Memang tingkat baca di negara ini rendah, tapi orang-orang yang masih rajin baca buku hampir semuanya memiliki mindset bahwa semakin banyak baca buku maka semakin pintar dan semakin luas wawasannya.

Faktanya teknik membaca cepat yang ditemukan tahun 60an sudah mengubah kebiasaan baca, dulunya orang tidak banyak membaca buku, bahkan sangat disarankan untuk membaca buku berkali-kali, seperti dalam buku “how to read book” karangan Mortimer, bahwa buku yang baik itu harusnya dibaca setidaknya tiga kali.

Teknik membaca cepat (skimming dan scanning) sebenarnya saat itu juga sudah banyak menuai kontroversi, ada penelitian yang dilakukan oleh Nasa membuktikan bahwa pelajar yang belajar dengan teknik baca cepat malah gagal dalam ujian, tapi tetap saja teknik itu terus diterapkan, hingga membentuk mindset bahwa semakin cepat baca buku maka semakin baik, dan semakin banyak baca buku maka semakin pintar.

sejak menyelesaikan novel masterpiece dari Dostoyevsky : Brothers Karamazov selama tiga tahun, saya tidak pernah mau lagi cepat membaca buku, bahkan saya yakin bahwa semakin lambat buku diselesaikan maka semakin banyak hal menarik yang bisa saya temukan dari buku itu.

Jadi sebaiknya tidak perlu lagi tanya berapa lama saya perlu waktu untuk menyelesaikan satu buku, atau berapa banyak buku yang saya baca dalam satu tahun,

Percayalah, saya ini orang yang paling malas membaca di dunia, bahkan saya juga masih menggunakan teknik baca cepat terutama untuk mensortir email sampah atau posting yang bodoh di media sosial.

banyak orang yang bisa cepat menyelesaikan novel berat seperti Tolstoy dan Dostoyevsky selama beberapa hari saja, tapi saya yakin mereka pasti tidak bisa menemukan apa isi novel itu, atau apa sebenarnya tujuan dari novel itu ditulis, mereka tidak bisa mendapatkan apapun dari karya sastra legendaris itu kecuali capek membaca, habis waktu dan merasakan sedikit kisah dramatisnya

Jadi bacalah buku sesuai dengan teknik membaca ketika buku itu ditulis,

Jika membaca buku klasik seperti Tolstoy, Dostoyevsky atau Jane Austen maka buku itu harus dibaca berulang-ulang, dan dinikmati setiap maknanya,

Dalam novel Sense and Sensibility, tokoh utama Marianne pernah berhenti membaca buku ketika kekasihnya pergi keluar kota, ia lakukan itu karena dia sudah terbiasa membaca buku itu bersama kekasihnya, dan Marianne baru akan melanjutkan membaca buku itu jika kekasih sudah datang.

buku diperlakukan seperti hiburan kita saat ini, misalnya kita sudah biasa menonton film bersama keluarga maka kita akan menunggu anggota keluarga lainnya jika ingin meneruskan episode selanjutnya.

Jangan pernah takut untuk memulai membaca secara lambat, tidak perlu memasang target berapa lama buku diselesaikan atau berapa banyak buku yang dibaca dalam sebulan,

sama seperti film atau lagu yang bagus, buku yang bagus memang harus dibaca berkali-kali

“tidak ada kenikmatan yang lebih nikmat kecuali baca buku, seseorang bisa bosan dengan segala hal kecuali membaca buku, kalau aku punya rumah maka aku akan menderita jika tidak punya koleksi buku yang terbaik”

(Jane Austen, Pride and Prejudice)

A woman to all is a woman to none – Anna Karenina book review

Jadi kemarin temanku ini cerita kalau dia selalu dijadikan tempat curhat sama teman-temannya, lalu aku bilang begini :

“sebenarnya orang tempat curhat itu punya masalah lebih besar dari orang yang curhat”

Itu benar banget, kata temanku itu.

Curhat hanya luapan emosi belaka akibat sifat egois dan ingin diperhatikan, sementara dia sendiri tidak butuh solusi untuk masalahnya.

Itu yang terjadi pada Anna Karenina, ketika dia sudah tinggal bersama kekasihnya Vronsky, hidup dalam kemewahan dan kebahagiaan, dia dengan teganya mengeluhkan “kesengsaraan dan penderitaan hidupnya” pada kakak iparnya, Dolly, yang hidup miskin dengan 6 anak kecil dan suami yang selingkuh dan jarang memberikannya uang untuk sekedar membeli makan.

Tanda lain dari hati yang gelisah adalah selalu berusaha mencari perhatian dari orang lain, entah itu dengan curhat atau berusaha memikat lawan jenis, tanpa peduli etika dan peraturan agama yang berlaku, dalam novel Tolstoy ini dengan jelas digambarkan bagaimana rusak dan buruknya hati Anna yang tega didepan Vronsky dia menggoda tamunya, dan dia lakukan itu juga kepada lelaki lainnya.

Kebalikan dari Anna adalah suaminya sendiri, Karerin yang justru menemukan “pencerahan jiwa” setelah perselingkuhan istrinya, ketika Anna mengakui perselingkuhannya, seketika itu juga Karerin memutuskan bahwa Anna tidak berhak menentukan kebahagiaannya, karena menurutnya Anna adalah wanita yang tidak relijius dan bodoh maka apapun perbuatan Anna tidak bisa menentukan kebahagiaan Karerin.

Bahkan Karerin bisa menerima bayi hasil perselingkuhan Anna dan Vronsky, dia mencintai bayi itu dengan tulus, walaupun Anna sebagai ibu kandung bayi itu sendiri tidak mampu mencintai bayinya itu

Jika Karerin bisa selamat berkat logikanya dari kerusakan hati Anna, tapi tidak dengan Vronsky

Setelah Anna bunuh diri dengan melempar dirinya ke kereta api, Vronsky tidak bisa sembuh mentalnya dan dia meninggalkan semua kehidupannya untuk maju ke medan perang.

Jadi intinya novel Tolstoy ini tentang kondisi hati masing-masing tokohnya, ada hati yang tenang karena sudah menemukan tujuan hidup seperti Levin, atau Karerin yang menemukan pencerahan, atau Dolly dan Kitty yang sebagai simbol hati wanita yang polos dan murni, Vronsky sebagai hati yang selalu gelisah mencari tujuan hidup dan Anna sebagai hati yang kotor, buruk dan tercemar oleh dosa-dosanya sendiri.

Beruntung saya sudah membaca “Crime and Punishment” Dostoyevsky yang menjelaskan kondisi hampir serupa dengan kondisi mental Anna ; bahwasanya hukuman dari Tuhan itu adalah perbuatan dosa itu sendiri, dan dengan menyangkal perbuatan dosa itu maka akan semakin menderita hidupnya.

Novel Rusia memang bukan seperti novel Barat yang WYSIWYG, banyak lapisan dalam tiap paragraf dan banyak rahasia yang disembunyikan dalam tiap kata.

Kondisi hati kita yang bisa membuat kita mampu menyingkapkan tabir itu, jika pembaca Barat tentunya akan merasa kasian pada Anna atau percaya bahwa Dostoyevsky itu atheist, tapi jika kita benar-benar membaca dengan kondisi hati yang tenang maka semua tabir itu akan terbuka dan setelah selesai membaca novel Tolstoy atau Dostoyevsky, kita bisa merasakan pencerahan jiwa yang bahkan bisa membuat air mata menitik.

Itulah sebabnya banyak kritikus Rusia yang kecewa dengan semua film adaptasi Barat dari novel Tolstoy : karena cara berpikir Barat yang kotor dan rendah itu tidak akan mampu bisa membuka tabir dalam novel ini

“a woman to all is a woman to none”

Anna Karenina adalah wanita untuk semua lelaki dan dia berakhir sebagai wanita tanpa lelaki,
berapa banyak wanita serupa seperti Anna kita temui sekarang ini? Berapa banyak wanita berhati busuk dan bahkan mengabaikan peraturan agama untuk kesenangan dirinya sendiri? Meninggalkan suami dan anaknya untuk kesenangan semu dan berakhir tidak bahagia.

Kebahagiaan itu tidak perlu dicari,

seperti Levin yang menemukan mukjizat dan keimanannya tanpa harus mengubah apapun, karena dalam kondisi apapun kita sudah bahagia

Act like a Lady, Think like Alexei Karerin

Sepanjang masa, tiap kali terjadi skandal antara seorang pria dan wanita, sudah pasti pihak wanita yang selalu disalahkan, sedangkan pihak pria bisa dengan leluasa lepas dari skandal itu,

Dalam novel “Anna Karenina” karangan Leo Tolstoy, Alexei Karerin, ketika pertama kali mengetahui skandal istrinya, Anna Karenina, yang pertama dia lakukan adalah memberikan peringatan kepada istrinya agar paham bahwa perselingkuhannya itu hanya akan merugikan Anna sendiri, bukan kekasihnya Vronsky,

Apakah Karerin cemburu kepada istrinya?
Pasti, sangat cemburu

Tapi sebagai seorang yang logis, Karerin menekan perasaan sendiri, dan berkat kemampuan logikanya, ia memandang perasaan cemburu itu sebagai hinaan bagi istrinya, namun sayangnya Anna tidak bisa memahami karakter suaminya itu, yang tampak oleh Anna adalah suami yang tidak berperasaan, kaku dengan tatapan mata yang dingin

Karerin sangat paham bagaimana reaksi masyarakat yang akan timbul atas skandal istrinya itu, dan sepanjang novel ini Karerin berusaha mencegah agar istrinya tidak hancur oleh perselingkuhan itu, semua tindak tanduk, perkataan dan tulisannya, sudah ia perhitungkan secara teliti dan seksama agar Anna bisa terlepas dari skandal itu, tapi sayangnya Anna adalah si “Clueless idiot” yang salah membaca niat baik suaminya dan justru malah memperburuk kondisi karena tidak melakukan apapun atas skandal itu

Sampai hari ini masih kita jumpai banyak skandal terjadi akibat pihak wanita tidak bisa berpikir dan tidak bisa memprediksi hal terburuk terjadi jika skandal terbuka ke publik, dan dengan membiarkan masalah ini justru akan menambah masalah lagi.

“Act like a Lady, Think like a Man”

Seandainya saja Anna bisa berpikir seperti Karerin….

Diet Keto, Joki balap kuda, dan Anna Karenina

Salah satu keasikan membaca novel asli (bukan nonton film adaptasinya) adalah mendapatkan banyak detail yang dihilangkan dalam filmnya

Misalnya Count Vronsky, kekasih Anna Karenina punya hobi jadi joki balap kuda, ia sangat menjaga berat badannya tidak lebih dari 160 pounds (sekitar 72kg) dan selalu diet protein tinggi rendah karbo (pantang makan makanan manis dan bertepung)

“on the day of the Krasnoye races, Vronsky came earlier than usual to the officer’s mess to eat his beefsteak, it’s not necessary for him to train strictly, as his weight was exactly the regulation 160 pounds, but he had to be careful not to put on weight and he therefore avoided sweets and starchy foods.”

Joki memang harus berbadan ringan, bahkan dulu joki memiliki diet yang terlalu ekstrim untuk tetap kurus, bahkan kadang harus tidur dalam ruang sauna sehari sebelum ikut balapan kuda, untungnya sekarang ilmu gizi sudah maju, jadi joki dipantau oleh ahli gizi agar tidak melakukan diet yang membahayakan kesehatannya.

Ini fakta yang cukup menarik karena di abad 19 sudah ada peraturan berat badan maksimal untuk joki, bisa jadi ada peraturan berat badan untuk prajurit berkuda sebelumnya.

Diet yang hampir sama seperti diet keto terbukti bisa menjaga berat badan joki, semakin ringan berat badan joki maka semakin cepat kuda bisa dipacu

Kalo gak kurus jangan coba jadi joki karena akan bikin si kuda jadi lelet ya

(foto dari film Anna Karenina tahun 2012)

Anna Karenina, dan tentang Tolstoy dan Dostoyevsky

Ketika Tolstoy menulis novel Anna Karenina, ia merasa tidak nyaman dengan topik utama tentang perzinaan, Tolstoy adalah seorang Kristen ortodoks yang relijius, ia juga orang yang sangat selektif memilih buku bacaan, jadi tentu dia tidak suka dengan karangan stensilan dan berbau skandal

Maka Tolstoy memasukkan karakter bernama Levin yang bersifat tertutup, pemalu, relijius dan konservatif, Levin sangat mencintai Kitty, gadis bangsawan berstatus sosial tinggi, sementara itu Levin hanya seorang petani biasa yang menggarap lahannya dengan cara tradisional, dengan kemunculan Levin ini menjadi kontradiktif dengan karakter Anna yang bersifat impulsif, emosional dan tidak logis.

Anna Karenina adalah novel yang legendaris dan mungkin paling banyak dijadikan film dan serial tv, mulai dari Greta Garbo, Vivien Leigh, Sophie Marceu dan Keira Knightley membintangi Anna Karenina, tidak heran jika novel ini mudah diadaptasi ke media film dan seri tv, siapa yang tidak suka dengan skandal perzinaan yang melibatkan dua tokoh bangsawan terkenal?

Saya pernah bilang kalau saya gak mau membandingkan Tolstoy dan Dostoyevsky, kedua sastrawan terkenal itu memiliki aliran yang berbeda, kalau novel Tolstoy lebih mudah diterima oleh pembaca non Rusia, tapi Dostoyevsky memerlukan banyak usaha untuk bisa memahami banyak simbol dalam novelnya,

Bagaimana pun Tolstoy dan Dostoyevsky hidup dalam satu masa, ketika Rusia sedang mengalami perubahan sosial akibat munculnya pemikiran baru dari barat yang bertentangan dengan kehidupan relijius Rusia, dalam Anna Karenina, tokoh Levin seperti cerminan dari Tolstoy sendiri ; ia terlalu konservatif dan menentang dengan tegas ketika seorang profesor mengemukakan pemikiran sekular, hingga profesor itu kesal karena pertanyaan Levin yang terlalu “bodoh” untuk ukuran orang modern yang sudah terpapar pemikiran Barat.

Skeptisim, materilistik, sekularisme, pemikiran anti Tuhan, perzinaan, kemerosotan moral dan hilangnya unsur agama adalah kondisi yang dihadapi oleh Tolstoy dan Dostoyevsky, jadi tidak heran kalau novel-novel mereka penuh dengan topik tentang perubahan dari tradisional ke modern.

Yang tentunya kedua sastrawan itu berusaha meyakinkan bahwa modernisasi itu belum tentu membawa kebaikan dalam hidup.

Anna Karenina bukan sekedar kisah percintaan picisan, ada benarnya juga kalau novel Dostoyevsky dan Tolstoy harusnya dibaca ketika kita sudah dewasa secara mental yaitu diusia diatas 40 tahun

(foto dari film Anna Karenina tahun 1948 dibintangi oleh Vivien Leigh)

“All glitters is not gold” – koin emas venesia

“all that Glitters is not Gold”
(Merchant of Venice)

Venesia abad 16, seorang pemuda miskin bernama Bassanio ingin melamar wanita tercantik di Venesia, Portia, maka ia mendatangi temannya Antonio untuk meminta uang agar ia bisa melamar Portia.

Antonio adalah pedagang kaya dan memiliki beberapa armada kapal dagang yang tersebar dari meksiko sampai east indies, namun saat itu Antonio sedang tidak memiliki uang maka ia pergi ke seorang yahudi bernama Shylock untuk membuat surat hutang (bonds) dengan jaminan hasil keuntungan dari perniagaannya

Shylock malah menawarkan pinjaman tanpa bunga namun Antonio harus membayar utangnya dengan potongan daging dari tubuhnya jika Antonio tidak bisa membayar utangnya itu, terkesan dengan penawaran itu dan Antonio yakin bisa membayar utangnya maka surat utang itu pun dibuat dengan harga 3000 koin emas dukat Venesia

Maka Bassanio melamar kekasihnya Portia, namun armada kapal Antonio hilang dilautan, maka Shylock meminta janji bayaran atas utangnya itu dengan potongan daging tubuhnya

untungnya Portia, istri Bassanio ini bukan cuma cantik tapi sangat pintar, seperti miss Universe yang punya Brain, Beauty and Behavior itu Portia menyusun rencana untuk menyelamatkan Antonio dan suaminya, juga menyadarkan Shylock agar bertaubat dari perbuatannya itu.

Merchant of Venice karangan Shakespeare ini adalah novel drama yang menggambarkan bagaimana situasi di abad 16, banyak yang menuduh novel ini sebagai karangan antisemitic, padahal memang seperti itu kondisi kaum yahudi, dimana mereka bisa bebas meminjamkan uang dengan bunga tinggi karena hukum agama Kristen (yang melarang meminjamkan uang dengan bunga) tidak berlaku untuk kaum yahudi,

Maka tidak heran kalau kaum yahudi dalam novel klasik selalu digambarkan sebagai tokoh yang licik dan tamak, seperti juga dalam novel Dostoyevsky ; Crime and Punishment

Tokoh Portia terinspirasi dari Ratu Elizabeth 1, sangat menarik bagaimana Shakespeare menyusupkan tokoh wanita yang diawali cerita seperti cuma tokoh pemanis saja, namun setelah cerita makin berkembang maka Portia semakin dominan perannya, juga karena dia memiliki wawasan luas tentang kondisi politik dan konflik agama di Venesia

Tentang emas dukat, itu adalah koin emas resmi di Eropa abad 16, satu koin dukat seberat 3,5 gram emas, dengan kadar emas sekitar 99,5% yang merupakan emas kualitas terbaik dimasa itu,

Setelah Belanda merdeka dari Spanyol dan menguasai perdagangan Eropa (berkat jajahan di east indies) koin emas dukat banyak dikuasai oleh negri kincir angin itu.

Maka jika Antonio menerbitkan surat utang senilai 3000 koin emas dukat, jika satu koin bernilai sekitar 200 US dollar maka surat utang Antonio bernilai sekitar 600.000 us dollar

Merchant of Venice, novel yang dramatis, sederhana, menarik dan menghibur dimana semua tokoh mendapatkan happy ending, tidak seperti kisah Romeo dan Julliet

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ducat