an open letter to Marvel

Dear Marvel,

I realize that it’s already too late to send this message, but I hope that I can get things straight.

Ardian Syaf was not a radical or extremist muslim, his subliminal messages in Marvel comic were not about hatred, to the contrary it was actually about love and peace.

The first person who reported the artist with false accusation, he said that the subliminal messages contain bigotry and hatred.

If you ask to yourself when see that subliminal messages ; does it really about anti-jews and hatred ?

Most of muslims in Jakarta don’t want to choose the non-muslim leader (Ahok) as governor, so Ahok tried to persuade the muslims by saying that we should choose him because the Holy Quran had lied to us.

His statement caused uproar in our society, and then millions of muslims gathered together in peace rallies, the first is called “411” (4th november 2017) and the second one is “212” (2nd december 2017)

and that was the number that Ardian Syaf put in the Marvel comic.

The peace rallies were the same like rallies in US, we have the same message : we want to have a trustworthy leader who has ethical virtues and respect for differences in society

And also I’d like to remind everyone that Islam has beautiful messages of peace and love, we want to live together with our fellows non-muslims in harmony, we want to be close with them, just like best friends, and we want to protect them if something bad happen to them,

Quran said that God had told us to dealing with non-muslims with kind and just, because God loves who act justly.

And our beloved Prophet said that the Christians are generous companions, so he wanted us to treat them with generosity

once our beloved Prophet stood up with respect when a funeral of a Jew went by, and how come they accused us never want to pray to the funeral of our brothers and sisters in faith ?

I noticed that Marvel always stands for diversity and included minorities in the characters, and I believe that we muslims always stand for diversity and against hatred towards minorities.

To conclude, I really don’t know Ardian Syaf, I never meet him in person, but what this accusation of Ardian Syaf has taken it toll on both sides, and I have to call a spade a spade that we are not the radical and extremist people…..

we are the humble people who love peace and we want to do just and act kindly to all of humanity.

 

 

212 subliminal message

I always love reddit, especially because in there almost no one talks about things that happen in my country, but couple days ago things turned out to be very different, it was because of that subliminal messages in one of marvel comics, the news became popular in reddit and imgur, since those subliminal messages that created by indonesian comic artist contain anti-Christian and anti-Semitic messages.

here’s the link to it : Marvel Comic 212 subliminal messages

and here’s the image from imgur : 212

Disclaimer :

I’m writing this article not to debate about the Quranic verses in the comics, I respect everyone’s view about those particular verses, I’m here merely just trying to give my opinion about that subliminal messages.

so the thing about subliminal messages is that they can’t get the point across, because subliminal messages are actually not the right way to express your point of view,

in my opinion, subliminal messages shouldn’t contain any sensitive messages towards particular group of people, subliminal messages should be fun and enjoyable, since it’s hidden and make us eager to find them in the comics or movies.

and now ; why everyone got angry about that subliminal messages ?

it was actually because of our own fault !

we thought just because we’re here in indonesia, the most populated muslim country in the whole world, then we don’t have to publicize the religious rallies to the world !

I was so confuse with friends who got angry when reading furious comments in reddit, why do you think that make them angry IF we never inform them about what had happened to us, about why some of us don’t want to choose that non-muslim leader and how the rallies ACTUALLY went non-violent, and off course we are not those radical muslims !

and the most important is : why we never reached out to other ulamas/syaikhs/clerics in US, UK, Europe and other minorities muslim countries so they could pass the news to those minorities muslims and be the PR agents for us against the mainstream medias that always portrait muslims as the evil ones.

if you’re always following the news, you knew that those minorities muslims have suffered enough, they’ve been bullied and harassed since 9/11, they have gone through a lot of pains and miseries, living in non-muslim countries, try to get by each and everyday, and now we give them another burden ? think about it !

we here in indonesia maybe won’t be effected by this incident, but they ? off course they will ! they are the minorities.

to conclude ; I knew there almost nothing more that we can do for this, Ardian Syaf had made things worse than before, I knew some of you can’t understand this but he really did make things worse.

and the irony is ; Ardian Syaf should know about the Fiqh (Islamic Laws) about drawing living things, most of muslims agree that it is forbidden to draw any living objects (such as human and animals), so it’s kinda ironic that Syaf did these act to support our religious movement while most of us won’t give support to him.

and here’s the comment from reddit :

“we should stop making him famous. This guys has completely turn into jihadist and part of radical Islamist group, we can’t deal with this kind of people they will keep in their believes/faith and defensive no matter what you say. There’s no apology will throw and they surround by their jihadist supporter. Making him famous only glorifies him. That’s usually how terrorist groups start and grow”

and we already did that ; making him famous and glorify him

Edit :

I wrote this post when I didn’t realise that Ardian Syaf was reported with false accusation, I already post an open letter to Marvel my next post.

Pelet

beberapa hari yang lalu seseorang berkata bahwa banyak orang yang sering menyalahkan sihir atau pelet sebagai sumber masalah dalam hidupnya,

gak dapat promosi, bilang dipelet…..ribut sama pasangan, bilang dipelet…..bisnis gak jalan, bilang dipelet lagi !

padahal belum tentu hal itu terjadi, akibatnya sihir atau pelet cuma jadi alasan saja untuk menutupi hal-hal yang tidak diinginkan dalam hidupnya.

apa sebenarnya sihir, ilmu hitam atau pelet itu ?

saya mencoba memahaminya dari kitab Tauhid, dimana disebutkan kalau asal muasal ilmu sihir itu muncul pada masa Babilonia, dimana diutus dua malaikat bernama Harut dan Marut untuk menjelaskan bahaya ilmu sihir pada manusia.

banyak kesalahan tafsir dari kisah Harut dan Marut ini, kedua malaikat itu tidak mengajarkan ilmu sihir pada manusia, namun menjelaskan hakikat ilmu itu dan menasihati manusia agar tidak mempelajarinya dari bangsa jin.

namun manusia tidak mematuhi nasihat itu dan mempelajarinya hingga akhirnya sampai hari ini ilmu sihir masih banyak dipraktekkan dalam masyarakat.

saya tidak mau mempelajari ilmu sihir secara detail karena tidak ada gunanya juga, yang saya ingin ketahui adalah kenapa ilmu itu digunakan dan kenapa bangsa jin digunakan sebagai oknum dari ilmu itu.

ternyata dalam Quran sebenarnya hanya Nabi Sulaiman saja yang diberikan kekuasaan atas bangsa jin, jadi setelah itu tidak ada manusia yang menguasai bangsa jin, jadi penyihir sebenarnya tidak menguasai jin, namun sebaliknya justru jin yang menguasainya.

jadi kenapa jin mau melakukan itu ? mengapa mahluk yang hidup di alam lain ingin “membantu” kita dalam urusan kita ?

sebenarnya jin adalah mahluk yang inferior dibandingkan manusia, ada beberapa hal yang membuat manusia menjadi lebih superior, diantara adalah manusia diberikan Akal dan Keimanan. dua hal ini yang tidak dimiliki oleh bangsa jin maka dari itu sebagian bangsa jin yang jahat ingin membuat dirinya superior dari manusia.

itu adalah motif dasar dari niat bangsa jin melakukan sihir.

sihir sendiri adalah ilmu yang diberikan Tuhan pada bangsa jin untuk hidup, seperti kita juga memiliki ilmu yang digunakan untuk bekerja dan mendapatkan nafkah, jadi sebenarnya ilmu sihir itu seharusnya hanya digunakan di alam jin saja bukan di alam manusia.

kembali lagi dari penyalahgunaan kata “pelet”, jika ada yang terkena guna-guna, sangat jarang ada orang yang bisa langsung tahu kalau ia sedang dipelet, kebanyakan tidak mengetahuinya dan akhirnya ilmu itu lenyap begitu saja.

hal yang paling penting dari memahami ilmu sihir ini adalah mengetahui cara pencegahannya dan cara penanganannya, mendatangi dukun untuk membalas sihir justru akan memperburuk kondisi, belum lagi akan menambah dosa akibat dari hal itu.

Ilmu sihir adalah ilmu yang terlarang dan merupakan salah satu dosa terbesar karena pelakunya telah melakukan perbuatan syirik yang akan menghapus semua amalan kebaikannya. hal ini dikarenakan oleh perbuatan syirik yang memohon bantuan kepada selain Tuhan.

pelaku sihir menjadi syirik karena ia secara langsung telah menjadikan jin sebagai sembahannya, memohon bantuan kepada jin dan melakukan apapun yang diminta oleh jin tersebut.

sebaiknya untuk memahami lebih dalam tentang ilmu ini bisa diperoleh dari buku-buku agama yang bermutu atau datang ke ceramah yang membahas tentang topik ini.

dengan memahami hakikat sihir dan keburukannya kita berharap bisa terhindar dari perbuatan tersebut dan tidak dengan mudah menuduh siapapun melakukan perbuatan dosa itu.

Kisah Harut dan Marut

 

 

 

the chastity of women

It is from women the men learn chastity impurity which in turn protect the sacred nature of women.

the failure of men in imitating women in their natural virtue has resulted in women rejecting the double standard of men and imitating men in their natural vice.

the spiritual power of women is great

but so too the power of their physical attraction to men, it is this power that cause vile men to dominate women and virtuous men to honour and to want to protect them

but that physical power of female form over men is a sensory power that vales men from her metaphysical meaning

her sensual form prevents men lost in carnality from knowing her spiritual reality

she is the source of mercy in the world

to degrade women is to degrade the highest qualities of human nature

to elevate her is to elevate the highest nature

when her natural virtue ; the compassion , kindness, caring, selflessness and love to dominate in men, men are able to overcome their natural vices and realize their full humanity

when however those virtues are absent, men descend to the lowest of the low and are worst than beast.

in unveiling the outward beauty of a woman we become veiled from her inward beauty

“I said to my rosy cheek lovely ; oh you with bud like mouth why keep hiding your face like flirting girls ?

she laughed and said ;

unlike the beauties of your world in the veil I’m seen but without it I’m hidden “

by Syaikh Hamza Yusuf Hanson

 

ketika seorang ulama membuat kesalahan yang (tidak) fatal

beberapa hari yang lalu, seorang ulama senior memberikan ceramah di forum internasional, dan dia memberikan statement yang menyudutkan suatu ras di negaranya dan juga memberikan kritikan pada satu kelompok (aliran) agama yang terkenal.

Sebenarnya apa yang diucapkan ulama ini bukanlah bentuk hinaan, tapi hal itu tidak pernah dia lakukan sebelumnya, tentu semua orang jadi kaget dan syok.

yang saya perhatikan adalah reaksi dari teman-teman ulamanya di sosial media sangat menarik, berikut reaksi sebagian dari mereka :

  • ulama 1 menyatakan terkejut dan menghimbau jamaah agar tetap tenang dan berprasangka baik pada ulama senior itu sampai beliau memberikan klarifikasi
  • ulama 2 membuat posting tentang pentingnya umat mengkritik para ulama, jika ulama melakukan kesalahan – tanpa menyinggung sedikitpun perihal ulama senior itu.
  • ulama 3 membuat self-deprecating joke tentang hal itu, LOL
  • ulama 4 (yang kebetulan seorang wanita) mengungkapkan kekagetannya namun tetap menghimbau jamaah agar tenang.
  • ulama 5 membuat posting tentang kejadian pribadinya yang dulu pernah melakukan kesalahan yang hampir sama, yang intinya menunjukkan bahwa ulama tidak bebas dari kesalahan.

intinya para ulama itu berusaha menenangkan umat dan mengingatkan untuk berprasangka baik pada si ulama senior itu.

Saya pun sebenarnya kaget dengan kejadian ini, karena saya sering mengikuti kutbah ulama senior itu via internet, tidak berlebihan kalau beliau memberikan dampak positif bagi saya ; berkat beliau saya jadi sering membaca banyak buku agama dan mulai mempelajari puisi2 klasik.

kemudian saya bertanya pada teman saya yang kebetulan adalah simpatisan kelompok yang dikritik itu ; apakah mereka tersinggung dengan pernyataan ulama itu ?

ternyata jawaban teman saya bahwa hal itu sudah biasa, disini bahkan banyak yang menuduh mereka adalah aliran sesat.

jadi menurut teman saya itu pernyataan ulama senior itu bukan hal besar – no big deal, jika dibandingkan dengan apa yang telah mereka alami.

akhirnya si ulama senior itu memberikan pernyataan maaf atas kesalahannya, karena dia sedang dalam kondisi yang tidak fit akibat masih jetlag dari penerbangan jarak jauh, dia tidak sedikitpun berusaha menutupi kesalahannya atau bersikap defensif, juga tidak melemparkan kesalahannya kepada pihak lain (blame shifting)

dia juga berterimakasih pada para ulama yang sudah mengingatkannya dengan baik,

jadi akhirnya insiden itu berakhir dengan hepi ending.

yang jadi pertanyaan adalah ; apa jadinya jika kejadian itu terjadi disini ?

sering saya mengikuti ceramah dimana pembicaranya tanpa merasa bersalah mengkritik suatu kelompok, dan seakan-akan jika kita tidak menyetujui hal itu maka kita pun akan masuk dalam kelompok yang dikritik.

saya paham bahwa membahas tentang kelompok atau firqoh ini adalah hal yang sangat sensitif – apalagi saya ini hanya orang awam.

tapi dari insiden di atas, setidaknya kita bisa melihat contoh yang baik, bagaimana para ulama di negara itu berusaha menyelesaikan masalah yang tampaknya sepele bagi kita – demi  untuk menjaga keutuhan umat.

ada seorang filsafat dan ahli sejarah terkenal dari Lebanon, dia berkata bahwa semua kelompok dalam agama kita ini muncul akibat isu kesukuan, sifat superior yang membanggakan suatu golongan atau suku.

jadi….ada kemungkinan sentimen antar kelompok di sini akibat isu ras yang diimport dari negara asalnya !

tapi sulit untuk menghimbau agar kita saling menghargai kelompok lainnya, sedangkan disini saja banyak ulama yang melarang kita berinteraksi dengan kelompok lainnya, bahkan duduk bersama juga tidak boleh.

sementara itu satu ulama dari aliran yang paling konservatif (salaf) yang saya kenal dari barat, pernah berkata bahwa dia akan mengusahakan segala upaya untuk menyatukan umat – bahkan dengan golongan yang paling radikal dari negri persia itu.

 

suatu hal yang tidak akan pernah saya dengar disini……..

hamzayusuf

 

 

 

Junaid Jamshed dan warisan hidup

di beberapa sosial media, saya mengikuti banyak tokoh ulama dan Qari dari beberapa negara, dan pada suatu hari mereka semua serempak memberikan ucapan duka cita pada Junaid Jamshed yang wafat pada kecelakaan pesawat,

tentu saya belum pernah mendengar nama orang ini, dan tidak sulit untuk mencari informasi mengenainya, terima kasih pada wikipedia, dan ternyata Junaid Jamshed ini adalah seorang tokoh spiritual dari pakistan yang terkenal di barat,

dari wikipedia, Jamshed memiliki latar belakang pendidikan sebagai engineer, kemudian secara tidak sengaja ia menjadi penyanyi, dan karirnya sangat cemerlang, albumnya selalu menjadi hits di negrinya maupun di barat.

kemudian tiba-tiba saja Jamshed meninggalkan dunia musik itu, dan mulai mendalami kehidupan spiritualnya, hal itu tidak mudah karena Jamshed tidak punya karir lain di luar dunia entertainment, juga ia tidak mau menggunakan uang dari hasil penjualan musiknya, hingga ia menjadi bangkrut pada masa itu,

dalam kondisi “hit rock bottom” itu, Jamshed secara tidak sengaja memulai usaha garmen pakaian pria, tanpa ilmu wirausaha sedikitpun ternyata usahanya itu menjadi besar dan pakaiannya terjual di beberapa negara, berkat usahanya itu juga Jamshed sering diundang untuk mengisi acara-acara keagamaan di komunitas Islam di negara barat.

Jadi pada saat saya baru kenal Jamshed setelah kecelakaan pasawat itu adalah saat dimana ia sedang dalam kondisi puncaknya, baik dari segi spiritualitas maupun dari segi duniawinya. ada seorang ulama yang berkata bahwa Jamshed meninggalkan “legacy” yang terbaik yang sangat jarang bisa dilakukan oleh banyak orang.

kemarin ada teman saya yang bilang bahwa kita ini sebenarnya cuma nunggu dipanggil sama Tuhan aja, sambil dia memberikan petuah bijak dari tokoh Muhammadiyah tentang kehidupan dunia yang semu dan palsu (padahal teman saya ini adalah seorang nasrani)

jadi yang harusnya kita usahakan adalah memikirkan apa yang akan kita bawa ke dunia selanjutnya dan apa yang kita tinggalkan di dunia ini,

apa orang akan ingat bahwa kita pernah punya mobil sport ? tas mewah ? rumah mansion ? traveling keliling dunia ? atau follower yang banyak di sosial media?

atau orang akan mengingat kebaikan kita, ilmu yang kita sebarkan, amalan baik yang menginspirasi dan memotivasi banyak orang,

dan mereka harusnya akan selalu mengingat bagaimana kita menyentuh hati mereka dengan kebaikan.

 

 

Malu jadi Indonesia

Beberapa kejadian belakangan ini memang membuat saya sering berpikir ; apa benar kita ini sudah benar ? apa benar kita ini akan menjadi bangsa yang besar ?

Sambil menunggu buku pesanan saya datang, saya akan memposting satu puisi terkenal karangan sastrawan kita, Taufik Ismail.

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga
Ke Wisconsin aku dapat beasiswa
Sembilan belas lima enam itulah tahunnya
Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia
Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia
Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda
Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya,
Whitefish Bay kampung asalnya
Kagum dia pada revolusi Indonesia
Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya
Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama
Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya
Dadaku busung jadi anak Indonesia
Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy
Dan mendapat Ph.D. dari Rice University
Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army
Dulu dadaku tegap bila aku berdiri
Mengapa sering benar aku merunduk kini

 

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

 

Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu,
Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi
berterang-terang curang susah dicari tandingan,
Di negeriku anak lelaki anak perempuan, kemenakan, sepupu
dan cucu dimanja kuasa ayah, paman dan kakek
secara hancur-hancuran seujung kuku tak perlu malu,
Di negeriku komisi pembelian alat-alat berat, alat-alat ringan,
senjata, pesawat tempur, kapal selam, kedele, terigu dan
peuyeum dipotong birokrasi
lebih separuh masuk kantung jas safari,
Di kedutaan besar anak presiden, anak menteri, anak jenderal,
anak sekjen dan anak dirjen dilayani seperti presiden,
menteri, jenderal, sekjen dan dirjen sejati,
agar orangtua mereka bersenang hati,
Di negeriku penghitungan suara pemilihan umum
sangat-sangat-sangat-sangat-sangat jelas
penipuan besar-besaran tanpa seujung rambut pun bersalah perasaan,
Di negeriku khotbah, surat kabar, majalah, buku dan
sandiwara yang opininya bersilang tak habis
dan tak utus dilarang-larang,
Di negeriku dibakar pasar pedagang jelata
supaya berdiri pusat belanja modal raksasa,
Di negeriku Udin dan Marsinah jadi syahid dan syahidah,
ciumlah harum aroma mereka punya jenazah,
sekarang saja sementara mereka kalah,
kelak perencana dan pembunuh itu di dasar neraka
oleh satpam akhirat akan diinjak dan dilunyah lumat-lumat,
Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia
dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli,
kabarnya dengan sepotong SK
suatu hari akan masuk Bursa Efek Jakarta secara resmi,
Di negeriku rasa aman tak ada karena dua puluh pungutan,
lima belas ini-itu tekanan dan sepuluh macam ancaman,
Di negeriku telepon banyak disadap, mata-mata kelebihan kerja,
fotokopi gosip dan fitnah bertebar disebar-sebar,
Di negeriku sepakbola sudah naik tingkat
jadi pertunjukan teror penonton antarkota
cuma karena sebagian sangat kecil bangsa kita
tak pernah bersedia menerima skor pertandingan
yang disetujui bersama,

Di negeriku rupanya sudah diputuskan
kita tak terlibat Piala Dunia demi keamanan antarbangsa,
lagi pula Piala Dunia itu cuma urusan negara-negara kecil
karena Cina, India, Rusia dan kita tak turut serta,
sehingga cukuplah Indonesia jadi penonton lewat satelit saja,
Di negeriku ada pembunuhan, penculikan
dan penyiksaan rakyat terang-terangan di Aceh,
Tanjung Priuk, Lampung, Haur Koneng,
Nipah, Santa Cruz dan Irian,
ada pula pembantahan terang-terangan
yang merupakan dusta terang-terangan
di bawah cahaya surya terang-terangan,
dan matahari tidak pernah dipanggil ke pengadilan sebagai
saksi terang-terangan,
Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada,
tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang
menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi

 

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.

taufiq_ismail-2